
"Ayano-san, kamu sangat handal memainkan katana. Apa kamu sebelum terjebak di tempat ini pernah belajar kendo?"
Lantai 2 tower of bable, terlihat hutan hijau seperti lautan membentang. Di sana Ayano berjalan bersama seorang wanita sangat cantik, dia memiliki rambut putih panjang dengan mata biru berlian.
Wanita itu memakai pakaian yukata berwarna putih dengan motif salju, di daerah pinggang terdapat katana dengan sarung berwarna putih perak dan pegangan perak.
Diatas kepalanya terdapat nickname Shiro Yuki.
"Nona Yuki tolong jangan tambahkan kata 'san' bukankah sudah aku bilang bukan orang dari jepang." seraya Ayano sambil berjalan bersama.
"Tetapi namamu seperti warga dari negaraku memang tidak boleh?" balas Shirayuki sambil berjalan dia sedikit memiringkan kepalanya.
'Haha, tahu begini sebaiknya jangan pakai nama ini. Aku tidak menyangka, tower ini juga mengangkut orang dari negara berbeda.' kata Ayano dalam benaknya.
"Itu hanya nickname saja, tolong jangan kamu anggap serius namaku." balas Ayano.
"Baiklah, kalau begitu Ayano-san tinggal dimana? Maksudnya di daerah mana kamu tinggal sebelum terjebak di tower?" kembali Yuki bertanya.
"Lagi? Sudahlah lupakan, aku tinggal di Indonesia itu masih bagian belahan dunia asia." Ayano membalas perkataannya.
"Eh? Negara apa itu, setahuku di bumi tidak ada negara seperti itu? Bagian asia bukan? Tetapi memang ada?" seraya Yuki terdiam kerena merasa bingung.
Ayano mendapati perkataan Yuki juga terdiam dia seperti mematung, kemudian menoleh ke arah Yuki dengan ekspresi terkejut. Ayano di dalam pikiran bagaikan otak super komputer dia menerka apa yang dikatakan Yuki, berpikir apa maksud dari perkataannya.
"Tunggu! tahun berapa terakhir kali sebelum terjebak di tower of bable? Dan bagaimana kondisi bumi?" tanya Ayano.
"Tahun 3300 bulan Maret tanggal 5 dalam kalender Masehi." balas Yuki.
"Jadi begitu, tower ini juga mengangkut orang dari dunia alternatif bisa jadi masa depan atau masa lalu. Mungkin juga dunia alternatif yang serupa dengan bumi." gumam Ayano pada satu kesimpulan.
'Ini informasi menarik, sebaiknya aku berikan pada penulis lainnya. Tentu saja dengan bayaran hehe.'
Ayano saat itu tersenyum licik, di sebelahnya Yuki menatap dia dengan bingung. Dia tidak mengerti apa yang dipikirkan Ayano, yang jelas bahwa orang di sebelahnya berpikir sesuatu yang licik.
***
Lantai pertama tower of bable, zona tutorial awal masuk dari player. Terlihat seorang pria dewasanya memakai jubah berwarna hitam panjang. Saat angin meniup menunjukkan armor di bawah jubahnya, sebuah armor putih seperti perak mengkilap.
Ornamennya terlihat sangat unik, seperti pembuatannya dengan cara diukir bukan di tempa. Di pinggangnya terdapat pedang berwarna hitam, itu juga memiliki ornamen unik di pegangan.
Selain itu di atas kepala terdapat nickname Galahad.
Pria itu berjalan di tengah hutan, dia berjalan sambil memperhatikan sebuah kompas berwarna emas seperti jam saku.
Selagi fokus berjalan dan menatap kompas di balik rumput sekitar terdengar gemerisik dan bunyi langkah. Bila Anda melihat dari dekat akan ada satu ekor serigala mengintai, namun pria itu seperti tidak peduli.
Melihat buruannya lengah serigala langsung melompat dari balik rumput, dia langsung hendak menerkam manusia di depannya.
"Woof grrr"
Slash!
Sebuah tebasan cepat dan rapi memotong tubuh serigala itu menjadi dua, dan langsung membunuh serigala seketika.
Ding!
[Player Galahad membunuh Dirt Wolf level 5, anda mendapatkan 500 exp.]
"Cih, membunuh monster level rendahan hanya membuang waktu saja! Tujuanku ke tempat ini adalah mencari player yang di maksud tuan Dambi." kata Galahad dengan kesal.
Setelah itu Galahad menghempaskan darah yang tertindal di pedangnya, setelah itu dia kemudian kembali memasukkan ke dalam sarungnya. Sesudah melakukan itu dia secara perlahan membuka tutup tudung kepalanya.
Memperhatikan pria dewasa dengan rambut indah pirang panjang, dan juga menunjukkan wajah tampan seperti kesatria dengan kuda putih.
"Ini sangat menyebalkan! Bila aku tidak dapat menemukan atau membunuh salah satu Player itu akan mencoret nama raja Arthur."
"Benar benar menyebalkan, bila aku sudah menemukan salah satu dari mereka. Sudah pasti akan aku potong sedikit demi sedikit bagian tubuhnya dan membuat itu menjadi panjangan." seraya Galahad tersenyum seperti seorang psikopat.
Tidak lama berjalan di dalam hutan, Galahad menemukan sebuah benda organik raksasa yang aneh. Benda yang dimaksud adalah Bely of the beast yang Harun tinggalkan, dia tidak sempat menghancurkan tempat itu.
"Benda apa ini? Ini berdenyut? Monster jenis apa?" Galahad dengan ekspresi terkejut pada wajahnya.
Karena penasaran dia menebas Bely of the beast, seketika itu memicu permusuhan dari benda itu. Galahad langsung di serang, benda itu menyerangnya menggunakan tentakelnya seperti akar. Itu muncul dari tanah, menuju tubuh Galahad dan menusuknya.
Sring!
Dengan cepat Galahad menebas semua akar yang mengarah padanya, tetapi serangan benda itu tidak berhenti sampai disana. Serangan lain di lancarkan, itu adalah tentakel lain tetapi berbeda bentuk dengan sebelumnya.
Sebuah tentakel seperti ular panjang muncul dari sekitar kuncup benda itu, membuka mulut terlihat gigi setajam pisau dan dari sana menetes cairan asam yang kuat.
"Serius, ini benda apa?"
Tidak banyak basa basi Galahad langsung maju menyerang benda itu, tentu saja tidak mudah karena tentakel seperti ular muncul menghalangi. Mereka melindungi tubuh utama mereka dari Galahad, dan tahu hal itu terjadi Galahad tersenyum sinis.
"Heh, apa yang kalian lakukan itu percuma!"
Galahad mengangkat pedangnya kesamping kemudian melompat sangat tinggi, setelah itu dia melakukan tebas vertikal.
"El Giga Blast!"
Blar!
Sebuah tebasan seperti ledakan disertai api yang menjulur seperti lidah, itu membentang keseluruh hutan menewaskan banyak hal disekitar. Semua monster ataupun pohon dibakar dengan habis, seperti tidak ada sisa sedikitpun .
[Player Galahad membunuh player Wulan level 20, anda mendapatkan 20.000 exp.]
[Player Galahad membunuh 100 serigala level 5, anda mendapatkan 5.000 exp.]
[Player Galahad membunuh 100 poison snake level 5, anda mendapatkan 2.000 exp.]
Walaupun mendapatkan notifikasi atas apa yang di lakukan, tetapi karena suara ledakan api yang terlalu besar, jadi tidak terdengar