Be A Stronger Writer!

Be A Stronger Writer!
Pagi yang indah



Matahari pagi menyinari seluruh hutan lantai pertama di tower of bable. Langit di tower of bable begitu cerah, malam yang dingin sudah berlalu begitu saja. Udara di hutan ada lantai satu terasa sejuk.


Semua itu memang tiruan yang di buat oleh administrator menara, tetapi semuanya terasa begitu sangat nyata.


Di daerah agak jauh dari tengah hutan tempat bos lantai satu berdiam. Di tempat itu ada sebuah kuncup refleesia raksasa dengan mulut dan taring di bagian depan, juga terlihat beberapa sulur tentakel. Keseluruhan tempat itu memiliki material berupa daging. 


"Terimakasih Om, maaf karena sudah curiga dan merepotkan kamu." seraya Levy berdiri di depan Alan.


"Sama-sama, tidak masalah. Saya juga ingin berterima kasih. Karena kalau bukan karena kalian mungkin aku tidak dapat mendapatkan referensi skill ini." seraya Alan tersenyum.


Di sana terlihat Alan, Levy, Snow dan Nataline berdiri di depan mulut taring dari kuncup refleesia raksasa, itu sebenarnya adalah pintu masuk dari bangunan mutasi Alan.


"Gak, justru kami yang merepotkan. Om harus begadang semalaman untuk mengobati luka dan cedera kami!" kata Levy menggelengkan kepalanya.


'Sebenarnya kalau bukan karena mengobati mereka, mungkin aku tidak tahu batasan dari skill body of mutation.' pikir Alan.


Selagi Alan berpikir tanpa sadar para gadis sudah berjalan menjauh darinya, mereka pergi melanjutkan perjalanan untuk leveling meningkatkan kekuatan. Tujuan mereka kali ini adalah untuk naik lantai selanjutnya, itu sebabnya mereka akan melakukan leveling lebih giat.


"Eh? kemana mereka? tunggu jangan bilang sudah pergi? apa masih jauh?" kata Alan dia akhirnya tersadar.


Setelah tersadar Alan pergi mengejar mereka yang sudah agak jauh, tidak butuh lama dia akhirnya melihat mereka. Segera Alan datang menghampirinya, dia tersenyum senang itu karena mereka tidak jauh.


"Hei! kalian tunggu sebentar!" seraya Alan sambil melambaikan tangan.


Suara Alan terdengar dari belakang, seketika mereka menghentikan langkah kemudian menoleh ke belakang. Mereka melihat Alan di belakang dan melambaikan tangan, mereka menduga Alan memiliki hal penting.


"Om, sloth ada apa mengejar?" tanya Levy dengan bingung.


"Mohon tunggu sebentar, ada yang mau aku berikan pada kalian." balas Alan.


Crak! Crat! Crak!


Alan mengangkat tangan kanannya seketika itu mulai bermutasi, tangan menjadi seperti tentakel kemudian terbelah menjadi tiga. Dari belahan itu membentuk dua pedang pendek ringan dan satu buah tombak memiliki bobot ringan.


Kedua pedang ringan tersebut terlihat sangat mengerikan, di tengah pengaman memiliki sebuah mata yang terbuka berwarna merah. Pegangan pedang dibuat dengan daging yang di keraskan, bilahnya dari tulang tetapi mengkilap seperti besi.


Untuk perisai juga sama terbuat dari bahan yang serupa. Berwarna putih dengan mata yang terbuka di tengahnya, semua badan perisai terbuat dari daging yang keras.


Para gadis yang melihat perubahan mutasi pada tangan Alan yang membuat sebuah beberapa barang, mereka merasa agak takut karena perubahan itu sangat tidak manusiawi.


Crak!


Tiba tiba Alan memotong tangan kanannya, dan seketika tangan yang di potong kembali tumbuh seperti tangan lamanya. Para gadis yang melihat itu terkejut dan merinding takut karena apa yang Alan lakukan.


"Ini untuk kalian, anggap saja hadiah!" seraya Alan menyerahkan ketiga benda tersebut.


...


Kres!


Pria itu memakai kemeja panjang berwarna putih tercampur dengan biru bergaris dan celana panjang berwarna biru. Dia sedang berada duduk di dahan pohon apel besar dan rindang, buahnya berwarna emas dan saat ini dia memakannya.


Di atas kepalanya tertulis nickname Yu Chen


"Huft, sialan semalam begitu mengerikan aku untung saja masih hidup. Monster mirip hewan di seluruh hutan menjadi lebih kejam dan bringas, untung saja berhasil kabur!"


"Semua ini berkat dari skill yang aku dapat kabur dengan terbang menjauh, tidak sengaja menemukan pohon ini. Kebetulan kemarin aku belum sempat makan, jadi karena ini tidak beracun aku makan saja!"


"Sistem tunjukkan status skill!"


_________________________________________


[Light matter lv1]


Deskripsi :


Pengguna dapat mengubah cahaya menjadi berbagai bentuk dan objek dengan berbagai detail dan permanen, yang telah di lihat atau bayangkan bagaimana fungsinya.


Skill ini tidak mengkonsumsi banyak magic tetapi bila berlebihan, itu akan menyebabkan lelah secara mental.


_________________________________________


Setelah melihat deskripsi skill pandangan Yu Chen tiba-tiba sedikit kabur, dia merasa sakit pada kepalanya. Seperti sehabis di hantam dengan sangat keras.


"Skill ini memang bagus, aku dapat membuat sayap untuk terbang, atau pedang dan tidak menguras banyak magic."


"Tetapi karena terlalu banyak menggunakan skill dari kemarin, sekarang kepalaku sangat pusing seperti mau pecah." seraya Yu Chen memegang kepalanya.


...


Lantai 150 tower of bable, Hell of Vein.


Sebuah ruangan gelap tanpa penerangan, disana ada sebuah meja bundar besar di setiap sisi meja terlihat siluet 12 orang dari balik kegelapan, disana juga berjajar pedang di setiap sisi tepat di depan mereka.


"Jadi tuan Dambi, kita hanya perlu mengurus mereka, dengan begitu anda memberikan hadiah yang besar bila salah satu dari kami membunuh mereka?"


"Benar Sir Arthur, aku akan menepati janji selama anda pastikan mereka tewas! dan terlebih untuk player Lazy, aku mau nyawanya segera!" balas Dambi berada di atas meja bundar.


"Menurutmu bagaimana Sir Lancot?" tanya Arthur kepada siluet seseorang di samping kanannya.


"King, izinkan saya mengurus mereka."


'Kikik, pasti kali ini kamu akan mati!' kata Dambi dalam benakku.