
"Entah kamu benda apa? Yang jelasnya kamu bukan tandinganku!"
Terlihat Galahad berdiri di tengah hutan yang sudah hancur parah, di sekitar terlihat pohon, tanaman, monster, atau tanah telah hangus terbakar. Dan untuk Galahad tersenyum puas karena perbuatannya.
"Baiklah karena moodku sudah bagus mari aku lanjutkan mencari player, menurut arah kompas ini mereka masih ada di lantai satu dan untuk bagaimana aku bisa turun lantai karena token ini." kata Galahad.
Selagi mengeluarkan kedua benda tersebut dia mengingat deskripsi dari benda tersebut, yang pertama adalah kompas dan kedua adalah sebuah token giok hijau berbentuk kotak.
_________________________________________
> Compas
Deskripsi :
Item yang di kembangkan oleh pandai besi di lantai 50 tower of bable, ini dapat mencari keberadaan Player dengan memberikan helai rambutnya.
> Token of tower
Deskripsi :
Pemegang memiliki hak khusus untuk berpindah dari setiap lantai menara yang pernah di kunjungi. Ini item khusus dari administrator menara untuk Dambi, tidak boleh di berikan pada player.
_________________________________________
"Hm? Kompas ini agak aneh? tunggu jangan bilang serangan tadi menghabisi player di sekitar sini?" seraya Galahad menatap jarum arah pasar compas.
"Sialan, ini merepotkan! Semua ini gara-gara benda menjijikan sebelumnya, aku jadi tidak dapat menyiksa player."
"Tetapi ya sudah, mari menelusuri bagian lainnya dari hutan tutorial, aku jadi sedikit bernostalgia melihat tempat ini."
Sebenarnya arah yang di berikan kompas adalah Bely of the beast, karena bangunan itu masih terhubung dengan Alan atau dikatakan sebagai bagian tubuhnya. Karena itu begitu bangunan hancur terbakar, jejak Player yang di maksud langsung menghilang.
Untuk Galahad setelah mengeluh dia kembali melihat arah kompas, itu mengarah ke arah Utara lantai satu.
...
Jauh dari tempat Galahad berada, disana terlihat tanah bergerak seperti ada sesuatu di bawahnya. Tidak lama kemudian satu tangan keluar dari sana, kemudian di susul dengan tangan lain itu mencengkram tanah sekitar dan merayap keluar.
Terlihat pria berambut merah dengan pakaian kemeja putih dengan rompi coklat dan celana hitam panjang. Dia adalah Afta berhasil keluar dari tanah yang hangus karena skill Galahad.
Tepat saat itu, di tempat yang berjarak sekitar sepuluh langkah, serupa seperti apa yang terjadi sebelumnya.
Di sana terlihat seorang pria dengan rambut putih abu-abu dengan kemeja putih dan celana hitam panjang.
Dia adalah Hero Squirel juga berhasil keluar dari tanah.
"Kau lihat tadi?" seraya Afta berdiri setelah itu menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor.
"Iya, aku lihat! Siapa monster mengerikan yang menghancurkan semua ini? Player level tinggi? Bagaimana bisa?" jawab Hero juga berdiri sambil menepuk-nepuk pakaiannya.
Tidak lama mereka selesai menepuk-nepuk pakaiannya, kemudian berjalan saling satu sama lainnya.
"Mau gencatan senjata dan melakukan sedikit kerja sama? Hanya kali ini kita akan pergi ke lantai berikutnya bagaimana?" tanya Afta.
"Sepertinya tidak ada pilihan, baiklah mari kita melakukan kerja sama." Balas Hero seraya menyodorkan tangan kanannya.
"Baiklah mari kerja sama hanya untuk kali ini!" seraya Afta menjabat tangan kanannya.
Mereka melakukan kerja sama, karena skill mereka menjadi hampir tidak berguna bila tidak ada sesuatu untuk di kendalikan.
Perlu di ingat skill Afta adalah mengendalikan pikiran orang, untuk Hero dia mengendalikan hewan sekitar. Selama ada hewan atau orang lain mereka dapat menggunakan skill dengan baik. Sayangnya karena perbuatan Galahad menyebabkan secara tidak sangaja membuat skill mereka menjadi terbatas.
Setelah selesai saling menjabat tangan, mereka berdua berjalan bersama. Tujuannya adalah bos lantai satu Gigant Serpent.
Mereka tahu betul tidak dapat mengalahkan Galahad, dan juga tidak tahu tujuannya tetapi yang jelas mereka memiliki firasat, tujuan dari Galahad tidak baik bagi mereka.
Di samping saat berjalan bersama mereka, menyempatkan diri untuk melihat status mereka masing-masing.
'Status!'
Dimulai dari Afta dia melihat statusnya.
_________________________________________
Nama : Afta
Ras : Manusia
Level : 26
Job :
Skill : : [Incate of persuasion lvMax] [Melacony lv2] [Speech of command lv2]
...
Stg : 40 (+5)
Vit : 35 (+5)
Def : 24 (+5)
Agi : 29 (+5)
Int : 80 (+15)
Free poin : 0
________________________________________
'Statusku sangat tidak memungkinkan untuk masuk pertarungan. Dan juga sebenarnya skill speech of command aku dapat dari incate of persuasion.'
'Menurut deskripsi ini semacam cabang dari skill yang terkait.' seraya Afta berpikir dalam batinnya mengingat deskripsi skill.
_________________________________________
[Speech of Command lv2]
Sebuah skill yang terlahir dari Incate of persuasion level max. Pengguna dapat memaksakan perintah mutlak pada target apa pun, tidak peduli dalam bentuk dan jenis perintah apapun.
Contoh : Meledak, terpelintir, mati.
Sayangnya skill ini kurang efektif pada player dengan level lebih tinggi dan memakan cukup sangat banyak magic.
_________________________________________
'Skill yang merepotkan!' seraya Afta menghela nafas imajiner.
Di saat yang sama selagi Afta melihat status, di sampingnya Hero juga melakukan hal yang serupa. Dia melihat statusnya. Juga sambil berjalan dan fokus pada layar hologram pribadi di depannya.
'Status.' seraya Hero dalam pikiran.
_________________________________________
Nama : Hero Squirel
Ras : Manusia
Level : 26
Title : [Taming master]
Job :
Skill : [Animalia domain lv2]
...
Stg : 39 (+10)
Vit : 39 (+10)
Def : 38 (+10)
Agi : 39 (+10)
Int : 60 (+10)
Free poin : 10
________________________________________
'Aku memang hanya memiliki 1 skill, tapi ini sangat kuat saat penggunaan animafication, sayangnya kekurangan cuma pemborosan mana, tetapi tetap saja sangat kuat.'
'Semoga saja aku tidak bertemu orang itu, sungguh aku berharap demikian.'
Setelah Afta dan Hero puas melihat status akhirnya, mereka tutup dan mulai serius saat ini. Karena bisa saja keberadaan mereka di temukan oleh player Galahad.