Be A Stronger Writer!

Be A Stronger Writer!
Apa bisa selamat



"Hei, kalian player baru mari kita coba lagi apa bisa tubuh menggemaskan kalian dapat bertahan? Aku harap kalian tidak seperti player yang aku bantai sebelumnya."


Suara Galahad terdengar oleh Afta yang masih sadar, dia menoleh melihat arah dari suara tersebut. Begitu melihatnya keringat dingin pada luka bakar mengucur di wajahnya, seharusnya itu terasa sakit tetapi karena takut jadi tidak terasa.


Sembari berjalan Galahad mengangkat pedangnya ke arah kirinya, dia seperti hendak kembali menggunakan skill. Untuk Afta di sana mulai khawatir, dia seperti menebak apa yang mau Galahad lakukan berharap tidak terjadi.


'Sial, apa dia akan menggunakan skill gak ngotak itu? Ini bahaya apa yang harus aku lakukan? Sepertinya skill Incate of persuasion atau Speech of Command tidak berguna karena levelnya lebih tinggi.'


Saat berpikir begitu tiba-tiba terlintas di pikirannya beberapa hal, tetapi dia ragu dapat berkerja dengan baik.


'Tidak tunggu! Kalau dugaanku benar maka ini pasti berhasil!' seraya Afta memasag wajah seriusnya.


Tidak lama mulut Galahad bergerak dia akan menyebut nama skillnya, tepat saat itu Afta mengambil nafas panjang dan menahannya sesaat.


"El Giga-"


"Terpental!"


Belum sepenuhnya mengatakan nama skill dan menghimpun magic dalam jumlah yang ingin dia gunakan, Afta memotong perkataan Galahad dalam satu tarikan nafas dan satu kata cepat.


Boom!


Tiba-tiba tubuh pria itu terpental sangat jauh dari hadapan Afta, dan karena itu skill yang akan dia gunakan jadi batal. Dia kehilangan konsentrasi dan terpental sangat jauh, entah Afta mengirimnya kemana dia tidak peduli yang penting orang itu hilang.


"Bagus! ini bekerja! Ternyata benar, skill yang aku punya memang tidak dapat berpengaruh pada player level tinggi, tetapi bila aku dapet mengendalikan angin sekitar dirinya saat dalam posisi menggunakan skill itu dapat efektif."


"Untung saja aku berpikir cepat, bila tidak! Aku yakin akan jadi debu, sebaiknya aku harus kabur secepatnya."


"Hero apa kamu masih sadar?" seraya Afta menoleh ke arah Hero.


"Hiss, ini sakit, mungkin sedikit bermasalah di sini aku hampir sulit bergerak!" balas Hero merintih kesakitan.


Dengan kata lain masih dapat bergerak bukan? Itu sudah cukup." kata Afta dengan sedikit senyum.


Mendengar perkataan Afta itu membuat Hero sedikit bingung, dia dalam posisi yang sama sedikit melirik kearah Afta. Tiba-tiba perasaan tidak enak muncul di hatinya, ini mirip seperti insting binatang buas pada hal tertentu.


Yang dimaksudkan adalah perasaan tidak nyaman seperti ada hal buruk terjadi pada dirinya.


"Bergerak dan ayo berlari."


Begitu Afta menyebutkan Perka itu, tubuh Hero yang masih jatuh di paksa berdiri dan dia langsung di paksa lari sekuat tenaga. Di dalam pikirannya dia menjerit menangis karena sikap kejam Afta, walaupun tahu itu semua untuk hal yang baik.


'Sialan kau Afta, kamu harus mentraktirku saat di lantai 5 Tower of bable.' seraya Hero menggerutu di pikirannya.


***


Setelah tidak lama berlari akhirnya mereka hampir sampai di zona Gigant Serpent, itu karena ada informasi notifikasi dari sistem menara.


"Akhirnya kita hampir sampai!" seraya Afta terlihat senang.


Selagi berlari dia terpikir suatu hal tentang saat menghempas Galahad, dia menerka dimana posisi orang itu.


"Aku tidak tahu kemana aku kirim orang itu terpental, tetapi yang pasti dia melayang cukup lama di udara dan belum jatuh saat ini aku yakin."


...


Di kejauhan tempat Afta dan Hero terlihat Galahad masih dalam posisi terpental, dia saat ini menjadi kesal dan di sisi lainnya juga bahagia senang.


"Ternyata curut seperti mereka punya hal kecil untuk dimainkan. Itu hal bagus karena aku tidak akan merasa bosan nantinya, baik aku akan memberikan kalian kesempatan untuk lari."


"Jadi larilah curut kecil." kata Galahad kemudian dia menunjukkan senyum iblis piskopat. "Sebelum aku memakan kalian hahahaha." seraya dirinya tertawa.


...


Kembali pada Afta dan Hero akhirnya mereka sudah sampai di hadapan gerbang portal, disana terlihat segala tempat sudah terbakar habis menyisakan bau gosong dan beberapa api yang masih menyala.


Di sana juga terdapat satu mana stone Gigant Serpent tersisa tanpa ada mayat ular tersebut, nampaknya serangan skill Galahad sempat membakar ular itu hingga hancur. Orang gila itu melakukannya entah karena bosan atau tidak sengaja, lupakan! Yang pasti itu sangat menguntungkan bagi Afta dan Hero.


Karena kondisi mereka tidak dapat bertarung dengan benar, ada kemungkinan beberapa bagian tubuh terlepas bila melakukan pertarungan dengan bos lantai sekarang.


Sebelum masuk portal Afta sengaja sempat mengambil mana stone, kemudian baru masuk kedalam portal.


"Aku merasa ini akan berguna! Lumayan magic stone gratis dari bos lantai." seraya Afta sudah berada di hadapan portal.


Sambil membawa benda itu di tangannya mereka berdua langsung mengambil langkah masuk portal.


Seketika mereka di pindahkan ke lantai selanjutnya.


***


"Sepertinya alkohol, cairan infus dan rifanol telah habis, harusnya aku membelinya dalam jumlah lebih besar."


Terlihat seorang pria berwajah pucat dengan rambut panjang acak, dia dalam tempat yang secara keseluruhan terbuat dari daging. Itu sudah seperti di dalam sebuah perut mahluk hidup raksasa.


Siapa lagi kalau bukan Alan, orang gila yang tidak menganggap dirinya gila. Sebenernya sudah terpampang dengan jelas di status bagian title.


"Baiklah, mari kembali ke tempat merchant untuk membelinya!"