Be A Stronger Writer!

Be A Stronger Writer!
Memulai perburuan



"Apa yang di lakukan Ryan? memotong pohon dan kemudian pergi ke hutan." seraya Alan melihatnya dari jauh.


Perkataan Alan di susul dengan pemikiran dari para penulis, mereka berpikir tentang saling bunuh untuk mendapatkan exp atau merampas peralatan orang lain.


Mereka semua berpikir Ryan dapat menebas pohon hanya menggunakan cutter sepertinya akan mustahil saling bunuh, karena orang yang terlihat biasa saja memiliki skill over power apalagi dengan yang tidak biasa. Berpikir itu mustahil mereka memutuskan untuk membuat kawan atau tidak melakukan permusuhan saat ini.


Selain itu mereka juga tidak bisa saling bunuh hanya karena exp dan peralatan walaupun sangat menggoda, tetapi tidak menutup kemungkinan ada masa saling bunuh untuk exp dan peralatan. Hal itu bisa saja terjadi apabila level sudah lebih tinggi, lagi pula untuk apa saling bunuh untuk level rendah dan tidak adanya peralatan untuk di rampas.


'Hal yang sia sia,' itu semua terlintas di benak para penulis di saat yang sama.


Kebetulan setelah berpikir hal yang sia sia para penulis juga ikut pergi ke hutan untuk melakukan levelnya, beberapa ada yang berkerja sama dan ada juga yang melakukan secara solo.


Tetapi sebelum pergi beberapa di antara mereka melakukan distribusi free poin status karena mereka tidak sempat, walaupun ada yang sudah melakukannya seperti Ryan sebelumnya. Dia mendistribusikan free poin pada 2 untuk Int dan 1 untuk Agi.


Tidak lama mendistribusikan free poin para penulis akhirnya mulai berburu, walaupun tidak untuk Alan. Dia bukan berburu tetapi makan daun dari pohon yang di tebang oleh Tian sebelumnya.


"Sialan, skill ini butuh banyak kalori! tahu begitu saya tidak membuat pedang. Jadinya saya menyesal, sudahlah ini mungkin lagi apes." seraya Alan sambil duduk diatas tanah dan makan dedaunan.


"Mana rasa daunnya kayak obat lagi, pahit dan sepat sangat tidak enak! walaupun aku tidak tahu ini beracun atau tidak."


"Mungkin karena efek dari skill yang membuat saya kebal, tetapi makan daun begini memangnya saya kambing?"


"Ngomong-ngomong saya masih bingung dengan Ayano, orang itu sebelum pergi mengucapkan terima kasih. Apa yang di pikirkannya?"


Karena tidak ada teman ngobrol dan terbiasa sendiri Alan hanya mengobrol seperti orang gila sendirian, dia melakukan itu karena keluh harus makan daun dan tiba-tiba di pindahkan di tempat seenaknya tanpa membuat Avatar terlebih dahulu.


Mengingat semua penulis yang di pindahkan memiliki penampilan menarik, hal itu berbeda dengannya yang harus menggunakan profil sebagai referensi Avatar. Dia ingat profil di akunnya seorang pria yang terlihat seperti zombie.


Penampilannya saat ini adalah berkulit pucat dengan badan kurus, rambutnya juga panjang menutupi punggung acak acakan. Pupil pada matanya abu abu yang terlihat pucat, terakhir pakaian yang dia kenakan kaos lusuh warna abu-abu sederhana dengan banyak robekan dan celana hitam yang banyak robekan.


Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Alan dia hampir melompat dari tempat duduk, di sana Alan terkejut melihat Dambi keluar dari pohon dengan penampilan acak acakan. Karena hal itu membuat Alan berpikir macam-macam, dia berpikir Dambi sedang pacaran dengan jenis betinanya, atau mungkin bercocok tanam.


"Sialan, aku tidak dapat nonton acara saling bunuh! kenapa pohon ini bisa tumbang? ini tidak ada angin kencang atau serangan dari magic."


"Tetapi kok gak ada bau darah? dan siapa pria yang makan daun ini? memang dia keturunan kambing?"


Dambi terbangun dari pingsannya sebentar dan menjadi bingung, selain itu juga kesal karena tidak dapat menonton acara saling bunuh serta ekspresi putus asa dari player yang dia harapkan.


Plak!


Alan menampar wajah Dambi dengan keras menggunakan tangan kanan, dia kesal karena Dambi mengejeknya keturunan kambing. dia menampar wajah Dambi hingga terpental agak jauh.


"Dasar sembarangan! tidak sopan! enak saja congormu menyebutku sebagai keturunan kambing!"


Saat itu Dambi sambil memegang pipinya melihat ke arah Alan yang kesal, wajah Dambi saat itu menjadi bingung dengan apa yang terjadi.


"Kenapa kamu mengaparku? anda sangat lancang!" kata Dambi dengan kesal.


"Karena kamu seenaknya mengatakan saya adalah keturunan kambing, ada apa kamu kesal karena saya tampar? ingin membunuh saya atau membalasnya?" tanya Alan.


"Memangnya kenapa kalau benar? aku pasti akan membunuhmu!" balas Dambi dengan suara keras.


"Artinya kamu tidak takut pada admin tower yang bisa saja menghapusmu? menurut data aturan informasi Tower of bable, player bisa bertemu admin tower setelah dia mati."


Mendengar perkataan Alan membuat Dambi diam seribu bahasa, dia ingat yang dilakukan saat ini sudah bisa di katakan hanya lalai dan bersenang-senang sendiri dengan pekerjaan.


Dambi sebagai perwakilan tower setelah tugas ini selesai, tidak menyelesaikan tugas lainnya. Dia malah sembunyi dan menikmati acara saling bunuh antar player, itu masih di katakan sebagai lalai.