Be A Stronger Writer!

Be A Stronger Writer!
Bos lantai satu yang aneh



"Kiiis groaa!"


Tiba-tiba pekikan monster yang sangat besar terdekat, suara gemerisik rumput dan desisi berserta suara binatang merayap terdengar sangat dekat seperti ada di sekeliling mereka.


Alan dan Yu Chen mendadak terkejut, mereka langsung melihat sekitar.


"Sepertinya bos sudah datang!" seraya Alan bersiap.


Seketika itu Alan mengubah tangan kanan menjadi pedang organik berwarna merah, itu sangat besar dan berat. Namun Alan sedikit mengayunkannya terlihat sangat ringan, itu seperti tidak memiliki bobot.


Yu Chen melihat tangan Alan berubah ubah bersiap bertarung tidak mau kalah, dia segera membuat sayap cahaya dan sebuah pedang cahaya.


"Apa mau bekerja sama? mungkin bos lantai satu sangat sulit." tanya Yu Chen.


Tepat Yu Chen mengajak Alan berkerja sama, secara tiba-tiba ular berwarna gelap dengan ukuran kolosal keluar dari bayangan sebuah pohon.


Ular itu memiliki ukuran kolosal sebesar 10 meter dan panjang 70 meter, membuka mulut terlihat taringnya yang setajam pedang, dan air liurnya yang menetes bila terkena tanah menjadi rusak.


Tidak lama Ular langsung menerjang mereka seperti ingin melahapnya, hal itu memaksa mereka untuk menghindar.


Namun, tepat mereka berpencar menghindari serangan lain di lancarkan, secara tiba-tiba sabetan ekornya yang besar melayang pada mereka berdua.


Splas!


Boom!


Karena hal itu, Yu Chen dan Lazy terhempas cukup jauh. Mereka menghantam pepohonan di belakang mereka, dan akhirnya berhenti setelah menghantamkan banyak pohon hingga roboh.


Yu Chen seketika batuk darah, sebaliknya Alan tidak dia masih dapat bertahan. Hal itu karena dia memiliki kemampuan regenerasi, jadi selama masih memiliki kalori dalam jumlah besar dia tidak akan mati.


Alan dengan secepat kilat berlari ke arah ular kolosal itu, tiba-tiba ular itu menghilang dari hadapan Alan. Sontak tentu saja Alan terkejut bukan main, hanya berselang 5 detik monster itu menghilang itu kembali muncul.


Ular monster itu keluar dari dalam tanah, dia langsung membuka mulutnya ingin menelan Alan hidup-hidup. Tentu saja Alan tidak membiarkan itu terjadi, dia langsung menghindari menggunakan skillnya.


Alan membuat tentakel panjang muncul dari punggungnya, itu dia kaitkan di tempat yang jauh. Dan kemudian langsung menariknya, hal itu membuatnya berhasil menghindari.


"Sialan, ular itu terlalu kuat!"


Di atas langit tower lantai satu, terlihat Dambi terkekeh karena melihat Alan kesulitan saat bertarung dengan ular tersebut.


"Kikikik, tidak sia sia aku mengubah bos lantai pertama dengan monster Titano Boa dari menara lantai 50, walaupun bukan bos lantai."


Rupanya, kenapa bos lantai satu tower of bable memiliki deskripsi yang berbeda adalah perbuatan dari Dambi. Merasa tidak cukup mengirim 12 kesatria meja bundar, dia juga merubah bos lantai pertama dengan yang lain.


Kembali pada Alan yang masih berhadapan dengan Titano Boa, dia terlihat sangat lelah karena terus menghindar dari serangan ular Itu yang sangat cepat. Walaupun tubuh ular sangat besar, itu tidak membuatnya menjadi lambat.


"Sudahku duga, aku tidak cocok bertarung!" seraya Alan terus menghindar.


Dari jauh Alan berada yang sedang di sibuk menghadapi Titano Boa, terlihat Yu Chen memaksakan diri untuk berjalan walaupun lukanya parah.


Tidak lama kemudian Yu Chen sudah tidak kuat lagi berjalan, dia bersandar pada sebuah pohon besar. Setelah itu mengangkat tangan kanannya, itu di arahkan pada Alan.


Yu Chen sepertinya ingin membantu Ular itu dia masih curiga Alan akan membunuhnya nanti bila tidak sekarang. Tentu saja dirinya tidak dapat membiarkan itu, jadi dia berniat menghabisi Alan selagi fokus dengan lawan lainnya karena itu adalah kesempatan.


"Entah kenapa bisa jadi seperti ini, aku tidak tahu yang jelas aku tidak dapat membiarkan Lazy menang dengan mudah."


"White Nova!"


Sekilbat cahaya terang seperti garis ray atau laser di tembak menuju ke arah Alan yang sibuk terus menghindar, tetapi tidak sengaja lukanya terasa nyeri dia jadi meleset dari jalur menjauh.


Tembakan yang di buat Yu Chen malah ke arah Dambi berada, secara tidak sengaja menghantam tubuhnya hingga terbakar.


"Uwah! api! panas!"


Sontak karena hal tersebut dia meninggalkan Alan yang bertarung dengan Titano Boa, untuk Yu Chen dia pingsan karena lukanya yang parah dan juga tidak tahu dia sudah membalas dendam pada Dambi.


"Eh? suara apa?" seraya Alan bingung sambil menghindari Titano Boa.


'Tidak penting! aku harus fokus, ular ini sangat kuat, apa yang harus aku lakukan? untuk mengalahkannya?' tanya Alan dalam benaknya.


Alan terus menghindar tetapi juga sedikit menyerang Titano Boa, namun serangannya terpental karena sisik ular terlalu keras. tapi tiba-tiba terlintas di dalam pikirannya, 'bila sisik kulit ular keras bagaimana dengan dalamnya.'


"Ini berisiko, tetapj tidak ada salah mencoba bukan? walaupun nyawaku sebagai taruhan sial baiklah coba saja!"


Begitu mengatakan itu Alan mengerahkan segala tenaganya untuk terus menghindar, dan juga menunggu memontum bila ular membuka mulutnya.


Tidak lama terus menghindar, tepat saat itu momentum yang di tunggu Alan tiba. Ular itu sudah membuka mulutnya cukup lebar yang sanggup menelan pohon sekalipun, dia tidak banyak basa-basi berlari.


"Uwaaa!"


Sambil berteriak Alan masuk kedalam mulut Titano Boa, dan tentu saja ular itu langsung menelan Alan begitu saja. Walaupun mulut ular sangat besar untuk dapat menelan Alan, hanya saja orang itu cuma menunggu waktu yang tepat.