
Malam semakin gelap dan semakin dingin, beberapa serigala dan hewan buas lainnya mengintai dalam kegelapan dan di balik rerumputan. Lantai satu tower saat malam hari menjadi jauh lebih berbahaya.
Sebelumnya mereka sudah selesai makan malam. Snow, Levy, dan Nataline ambil waktu jaga duluan. Untuk Alan sudah tidur di dalam tenda, itu karena dia sengaja membuat para gadis yang berjaga lebih dahulu.
Kesepakatan mereka adalah membiarkan Alan tidur lebih duluan sebanyak 3 jam, dan sisanya dia sendiri yang berjaga hingga pagi.
"Leveling tadi siang kita tadi cukup sulit." Levy membuka pembicaraan.
"Tetapi skill kita sangat kuat bukan?" balas Nataline.
"Kamu benar, skill kita sangat kuat!" Snow yang menyambung mata mereka.
Karena mereka membicarakan itu, Snow penasaran dengan skillnya, dia ingat skillnya naik level. Snow diam-diam membuka layar status dan skillnya.
'Status!'
Ding!
Mengatakan itu seketika dua layar hologram saling bersebelahan muncul di depannya secara pribadi. Snow pertama melihat layar biru hologram di bagian kiri.
_________________________________________
Nama : Snow
Ras : Manusia
Level : 15
Title :
Job :
Skill : [Darkness lv2]
...
Stg : 22
Vit : 21
Def : 22
Agi : 24
Int : 43
Free poin : 0
________________________________________
'Hm, peningkatan level yang bagus mungkin? aku tidak pernah main game RPG.' pikir Snow melihat layar sistem.
Snow puas melihat layar fisiknya, dia mengangguk kemudian menoleh ke layar di sebelahnya. Itu adalah layar informasi skill berserta deskripsinya.
_________________________________________
[Darkness lv2]
Deskripsi :
Skill ini mengkonsumsi banyak magic, tetapi jumlah konsumsi dapat di kurangi dengan meningkatkan level. Ini sangat kuat, namun lemah terhadap cahaya.
_________________________________________
Setelah puas melihat kedua layar hologram pribadinya Snow merasa puas, dia tersenyum dan mengangguk. Tetapi tidak sengaja hal itu di lihat kedua Nataline, hal itu membuat dia juga membuka layar status skill.
Itu karena Nataline mengira Snow hanya membuka status skill, dan dia secara pribadi memang ingin membukanya.
'Sistem, status skill!'
_________________________________________
[Pyromancer lv3]
Deskripsi :
Pengguna dapat secara bebas menciptakan, membentuk, dan memanipulasi api. Oksidasi dengan sangat cepat suatu material dalam proses pembakaran kimia melepaskan zat panas dan cahaya.
Skill ini mengkonsumsi banyak magic, tetapi dapat berkurang bila level cukup tinggi. Ini memang cukup kuat, tetapi akan melemah bila melawan skill berlawanan.
_________________________________________
"Skill punyaku lebih kuat tahu!" bentak Levy.
Rupanya gadis itu juga sadar tentang mereka yang diam-diam membuka layar skill, dan saat ini membandingkan di dalam pikiran masing-masing. Itu tentang skill mana yang paling berkonstribusi saat pertarungan siang tadi.
"Kalau tidak ada skill punyaku, pasti kalian sudah kerepotkan atau mungkin pingsan karena kehabisan magic bukan?" lanjut Levy mengejek mereka.
Mendengar perkataan Levy membuat Snow sedikit jengkel dan marah, dia mendekatkan wajahnya dengan Levy sambil mengertakan giginya.
"Skill punya kamu kalau tidak ada aku, pasti tidak akan berguna tahu! karena kamu itu cuma skill tipe bertahan bukan?" seraya Snow dengan kesal.
"Tetapi skill Damege Contaiment lebih kuat, karena dengan begitu pasti kalian bisa fokus bertarung bukan?" balas Levy.
Nataline senang melihat keduanya saling beradu mulut, dia senang melihat mereka berdua debat tentang skill. Dengan senang hati seakan tidak memiliki rasa bersalah, dia menonton keduanya dengan santai.
'Andai om sloth ikutan menonton dengan saya melihat mereka berantem, pasti akan sangat menyenangkan!' pikir Nataline.
Seketika itu malam dingin di dalam tower of bable menjadi riuh dan berubah menjadi lebih hangat, tetapi karena kebisingan yang mereka ciptakan para serigala, ular, gagak, kelelawar atau hewan buas lainnya keluar.
Semua hewan buas memiliki dengan level lima kebawah banyak menghampiri para gadis yang ribut soal skill, hal itu membuat mereka tidak memiliki pilihan untuk bertarung bersama.
Walaupun bertarung bersama, ini malah lebih terlihat pada arah bersaing. Karena itu terlihat dari sorot mata Snow dan Levy, mereka penuh api yang berkobar penuh semangat.
Untuk Nataline yang melihat mereka hanya bisa menghela nafas, dia tidak tahu harus bilang apa. Walaupun sebagian besar masih ingin menonton mereka ribut adu mulut, itu karena mata dia menatap keduanya seperti menonton drama secara live.
Snow menggunakan skillnya membuat cambuk dari bayangan, cambuk itu sangat tajam langsung menghabisi setengah dari mereka. Tetapi setelah itu dia menjadi lelah, karena magic miliknya belum penuh.
Sebelum sampai di tempat Alan mereka sempat bertarung dengan beberapa monster di perjalanan.
"Grr Awo!"
Satu ekor serigala mendekat dan menyerang Snow dari belakang, di sana Nataline sempat melihatnya namun tidak dapat membantu.
"Awas! Snow!" ucap Nataline.