
"Kamu masih lemah tetapi menarik, karena cukup pintar memanfaatkan skill sword play." Lancelot memberikan pujian kepada Ayano.
"Tetapi semua ini tidak cukup menghadapiku kalian paham?" kata Lancelot dengan nada sedingin es.
Tiba-tiba tubuh Lancelot mengeluarkan cahaya putih, dan dalam sekejap gelombang energi sihir dengan konsentrasi begitu tinggi menekan sekitar, hal itu menyebabkan tanah dan udara menjadi terguncang.
Pedang yang menghunus ke leher Lancelot hancur begitu saja, itu seperti debu di tiup udara dan hilang.
Selain itu, tekanan energi yang Lancelot buat sanggup membuat mahluk apapun dalam radius 100 kilo meter sulit bernafas.
Dan tentu saja itu berlaku kepada Ayano dan Yuki, tubuh mereka seperti ditekan dengan benda seberat 50 ton.
Di masukkan ke dalam ruang hampa udara yang mana itu membuat mereka sesak nafas dan tersungkur di atas tanah.
Dalam tekanan yang berat, seakan udara di vakum hingga hampir habis Ayano masih sempat berpikir, "Apa-apaan ini! Energi sihir? Tidak ini sesuatu yang lebih gila! Apa ini sebenarnya!"
Untuk Yuki, gadis itu tidak kuat menghadapi tekanan energi yang dikeluarkan Lancelot. Mendadak tubuhnya jatuh tidak berdaya.
Ayano disana melihat Yuki dengan khawatir, karena dia jatuh tidak sadarkan diri. Orang ini didalam hatinya menyesal, karena apa yang terjadi seperti semua berhubungan dengan dirinya.
"Sialan! Kamu sialan, siapa kamu!" kata Ayano menatap dengan penuh amarah.
Seakan tidak penduli dengan amarah Ayano. Lancelot menatapnya dengan sangat dingin seperti es seraya berkata, "Biar Aku perjelas, energi ini disebut dengan Ether. Itu adalah sihir paling murni, tentu saja untuk player level bawah seperti kalian tidak akan kuat."
"Walaupun, ini bisa di sedikit di tahan bila level kamu sudah mencapai 30 keatas." lanjut kata Lancelot memperjelas kekuatan itu.
Whus!
Suara ledakan angin terdengar, dalam sekejap debu sekitar berterbangan. Hal itu membuat pendangan terhalang.
Tiba-tiba muncul siluet seorang pria yang bergerak dalam kecepatan tinggi.
Setelah muncul, siluet pria itu mengangkat sebuah pedang kemudian menyerang Ayano yang tersungkur di tanah.
Boom!
Ctank!
Suara tabrakan dua pedang saling beradu sempat terjadi letusan bunga api, selain itu debu disekitar terhempas memperlihatkan dua orang pria saling beradu pedang.
Lancelot berdiri di depan Ayano yang tersungkur di atas tanah, dia menghadang seorang pria yang dia kenal. Dan pria yang dia kenal mencoba membunuh Ayano.
"Lancelot, kenapa kamu menghalangi?" tanya Galahad dengan geram.
"Aku tidak bermaksud begitu, namun pria ini adalah tergetku." kata Lancelot dengan nada elegen penuh kesopanan. "Kamu sebaiknya jangan menganggu!" dia sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Kamu yakin tidak berbohong?" tanya Galahad memastikan perkataan Lancelot.
"Sejak kapan aku berbohong? Dan yang jelas tidak mungkin aku menghianati raja Arthur." balas Lancelot dengan nada sedingin es.
"Baiklah, aku percaya." Galahad menurunkan pedang yang sempat beradu dengan Lancelot.
Kemudian dia menyarungkan pedang yang berwarna gelap miliknya, setelah itu dia pergi dari hadapan Ayano dan Lancelot seraya berkata, "Aku tunggu kabar baik darimu, yaitu cara menghabisi mereka."
Setelah Galahad menjauh hingga tidak terlihat Lancelot menatap ke arah Ayano tersungkur di atas tanah dengan sedingin es. Kemudian untuk Ayano sendiri dia menatapnya pria di hadapannya dengan kesan bingung dan marah.
"Apa yang kamu lihat nak?" tanya Lancelot.
"Kenapa menolongku?" kata Ayano balik bertanya. "Setelah menghajar aku seperti ini." dia merujuk pada keadaannya.
"Aku hanya tertarik dengan skill sword play milikmu, karena selain kamu ada orang lain yang memilikinya."
"Beliau adalah Gilgamesh sang raja pahlawan dan orang yang pernah bertarung dengan raja kesatria : Arthur pendragon."
Mendapatkan penjelasan dari Lancelot, sesaat Ayano terdiam dalam pikiran dia bergumam seraya berkata, 'Gilgamesh? Teryata tower of bable gak sesederhana itu.'
Karena tidak mau banyak berpikir panjang, Ayano berdiri perlahan kemudian berjalan ke arah Yuki tidak sadarkan diri. Dia hendak menghampiri dan menolongnya.
Swish!
Craaat!
Belum sampai ke tempat Yuki berada tiba-tiba saja, Lancelot mengeluarkan sebuah pedang dan menusuk dada Ayano hingga tembus.
Srat!
Setelah menusuk Lancelot menarik kembali pedangnya dari dada Ayano, dari sana darah merah mengucur deras keluar. Untuk sesaat Ayano tidak merasa sakit, karena kecepatan dia menusuk dan menarik pedang sangat cepat hingga otaknya gagal respon.
"Kenapa?" begitu mengatakan hal ini Ayano terjauh tidak sadarkan diri dengan darah mengalir dari dadanya yang ditusuk.
Ayano jatuh tidak sadarkan diri di dekat Yuki dan untuk Lancelot, dia membelakangi Ayano seraya berkata, "Semoga saat kita bertemu kembali, kamu lebih kuat."
Lancelot pergi meninggalkan Ayano yang seluruh bajunya berlumuran darah, karena dadanya di tusuk hingga tembus.
Darah mulai menggenang di sekitarnya, tanpa sengaja itu tersentuh tangan Yuki. Itu manjadi membuatnya terbangun, dan begitu melihat Ayano Yuki terkejut seraya berkata, "Ayano? san! kamu terluka!"
Yuki segera mengeluarkan semua potion dari inventaris barang, dia langsung menuangkan pada luka Ayano dan mencoba membuatnya meminum potion.