
...Happy reading...
...Sorry for typo...
Jojo celingak-celinguk seperti maling. Dengan sangat hati-hati ia berjalan takut ada yang memergokinya.
Bodo amat soal ingkar janjinya yang mengatakan kalau ia akan tetap berada di kamar. Jojo rindu sekali dengan El, padahal baru seminggu tidak berjumpa.
"Anjay... Kek mata-mata gue," monolognya. Jojo menepi sejenak di toilet karena melihat di koridor depan masih ramai.
Setelah 20 menit perjuangan Jojo berbuahkan keberhasilan. Untung saja saat ini setan-setan itu sibuk, jadi tidak ada yang menemani El.
Jojo mengenakan pakaian khusus yang telah disediakan untuk menjaga kesterilan ruangan El.
"Halo babi, Jojo ganteng datang nich. Ck, masih kebo aja lu"
"Bangun lah bangsat, gue kesepian bego," ucap Jojo sambil merapikan rambut sang sahabat.
Jari-jemari Jojo memainkan rambut El yang mulai memanjang karena gemas. Kalau saja El tidak sedang sakit sudah dipastikan ia akan memotong rambut El secara paksa.
"Wey, lu tau nggak, kata Mama si Mincret tekdung dihamili Jamal, kucing garong gang sebelah. Sorry ya bro, anak kesayangan lo dah pecah perawan sebelum lo nikahkan dia sama si kucing Anggora punya mang Husna"
"Gue yakin sih, kalau ni bocah sehat paling gue dah babak belur," gumam Jojo, mengingat El sangat menyayangi kucingnya.
Padahal lagi asyik-asyiknya melepas rindu, eh tiba-tiba Jojo mendengar pintu ruangan El akan dibuka. Buru-buru lah dia ngumpet di bawah brangkar El.
Orang itu masuk dan mendekat ke brangkar El. Sedangkan Jojo tidak bisa melihat siapa yang datang namun dari sepatunya Jojo yakin orang ini bukan member setan. Gimana gak yakin, gak mungkin kan setan-setan itu pakai sepatu wanita.
Karena sudah yakin Jojo menyembulkan kepalanya keluar.
"Halo mbak suster cantik," sapanya dengan ekspresi wajah genit.
"AAAAAA SETAN SETAN!" Teriak suster itu kaget.
"Ih mbak suster cantik kok manggil Jojo setan sih? Jojo kan orang terganteng sedunia"
"Ish kamu ngagetin!"
"Maafin Jojo mbak suster" cengir Jojo menampilkan gigi putihnya.
"Kamu lagi apa di sini?"
"Lagi jenguk adek aku lah mbak sus"
"Maksud saya kamu kan engga boleh keluar kamar dan sekarang kamu malah ke sini, apa saya panggilkan dokter Dante?"
"Eits, jangan dong! Kalau mbak sus panggilin setan itu eh maksudnya kak Dante sama aja mbak sus engga sayang nyawa Jojo"
"Maksudnya bagaimana?"
"Dahlah mbak sus jangan hiraukan kehadiran Jojo di sini, lebih baik mbak sus jaga El aja"
Suster yang akan memeriksa El tak menanggapi lagi ocehan Jojo dan lanjut memeriksa El.
"Jangan!"
Dengan kerutan di dahi suster tadi memberikan gestur tubuh bertanya kenapa?
"El jangan disuntik, kalau El tau dia bakalan masukin mbak sus ke penjara loh, mau?"
"Saya hanya ingin memberikan dia obat dan ini sudah ada di prosedurnya, lagi pula ini sudah disetujui oleh dokter Dante sebagai dokter dia"
"Ish janganlah... Kasian El, liat tangannya udah ditusuk terus, mau ditusuk lagi gitu?"
Lagi-lagi suster tersebut tidak menanggapi ocehan Jojo dan melakukan apa yang harus diperbuatnya.
"JOJO BILANG JANGAN!" Jojo memegang erat kaki suster tersebut dan menariknya agar dia tidak bisa menyuntik El.
Brak
Seiring dengan teriakan Jojo pintu terbuka lebar menampakan Dante dan Kevin dengan wajah terkaget-kaget.
"Ada apa?"
"El kenapa?"
"Ah kebetulan sekali dokter datang di waktu yang tepat," ucap suster tersebut sambil melihat ke arah Jojo dan tersenyum penuh kemenangan.
Dengan susah payah Jojo menelan ludahnya. Ia pun menoleh ke arah duo setan itu.
"Ehe, peace kak," ucap Jojo sambil nyengir tak jelas.
"Siap laksanakan kapten"
"HUAAAAAA NGGAK! JOJO GAK MAU! JOJO MAU SAMA EL." Jojo memberontak saat Kevin menariknya keluar dari bawah brangkar El.
Namun semuanya pasti percuma. Kini Jojo sudah berada di gendongan Kevin.
"Kak hiks Jojo mohon, Jojo ingin bersama El hiks"
"Diamlah bocah nakal," ucap Kevin.
"AAAAAA EL TOLONGIN GUE, GUE DICULIK GENDERUWO!"
"BABI, ANJING, BANGSAT, JANCOK TURUNIN GUE!"
Plak
"Mulutmu mau kakak jahit!"
"Engga mau, turunin"
"Berisik"
Baru saja Kevin akan membawa Jojo pergi tapi suasana di dalam ruangan menjadi hening hanya ada suara dari alat-alat bantu untuk El.
Semua saling menatap satu sama lain,kerutan di dahi terlihat di semua orang dengan gerakan cepat semua menoleh ke arah suara yang kecil tapi mampu membius mereka semua.
"BABI EL!" Jojo langsung loncat dari gendongan Kevin membuat semua kaget.
Di sana di atas brankar El sudah menatap nanar semua orang yang ada biasanya orang yang baru saja sadar dari koma menatap sendu orang-orang yang ada di sekitar tapi El berbeda terlihat kesal.
"Najis semuanya memang bodoh padahal gue lagi enak-enak hibernasi malah berisik mana ini alat-alat nempel semua udah kayak pasangan baru aja" batin El.
"El kamu udah sadar?"
Ini pertanyaan bodoh atau pertanyaan yang lumrah orang tanyakan kepada orang yang baru sadar padahal mata mereka melihat jelas di depannya.
"Apa yang kamu rasakan?"
"Mana yang sakit?"
"Kamu mau minum?"
Banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Dante dan Kevin secara bersamaan beda dengan Jojo yang langsung sujud syukur melihat El sudah sadar.
El tak menjawab semua pertanyaan mereka, El masih dongkol dengan ulah mereka semua yang berisik membuat El jadi tak bisa berlama-lama menikmati tidur panjangnya.
Jojo yang antusias, menaiki brangkar El kemudian ia memegang bahu sang sahabat.
"Huaaaa akhirnya bespren gue bangun juga," ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh ringkih El.
"Aduh si anjing Jojo! Pala gue nyut nyutan bego," batin El. Ia tak bisa banyak bicara karena tenggorokannya terasa sakit. Mungkin akibat ventilator yang baru dilepas kemarin.
Sudah cukup, El tidak mampu menahannya lagi. Kepalanya seakan mau meledak. Baru juga sadar, dah pingsan lagi tuh curut.
"El?!" Pekik Jojo saat menyadari El kembali memejamkan matanya.
"Huaaaa kak Dante, kak Kevin, El bobok lagi hiks hiks"
Mendengar itu Dante dan Kevin langsung memeriksa El tak lupa mengangkat Jojo yang ada di atas tubuh El.
"El hanya pingsan apa mungkin karena kamu?" Ujar Kevin.
"Iya pasti karena kamu, kamu yang udah buat El seperti ini lagi padahal tadi El sudah sadar," timpal Dante.
Dante terus menyudutkan Jojo hingga air mata Jojo mengalir tak terkendali lagi, niat Jojo ingin berlari pergi meninggalkan mereka tapi semua itu musnah.
Dengan satu tarikan Kevin menggendong Jojo lagi, Jojo yang kaget hanya bisa terus menangis dan memeluk Kevin dengan air matanya.
"Hiks...hiks...hiks... Bukan salah Jojo"
"Sudahlah kau salah dan kau harus dihukum karena ulahmu yang membuat El kembali tidur!"
"Tapi kak Dante, Jojo mau nemenim El biar bangun lagi." Rengekan Jojo begitu membuat mereka ingin tertawa mendengarnya.
"Tidak bisa. Sekali kamu melakukan kesalahan maka ada hukumannya!" timpal Kevin yang langsung membawa Jojo pergi.
Andai saja Jojo sedikit pintar mungkin Jojo tidak akan di bodohi seperti ini.
To be continued~