BABY/I EL (END)

BABY/I EL (END)
Episode 27: Kesialan



Happy reading


Sorry for typo


Pagi buta menjadi pagi yang sangat mengharu biru buat El dan Jojo mereka hanya bisa berpelukan di tempat tidur bersamaan dengan menunjukan tangan kanan mereka yang untuk kesekian kalinya di tusuk jarum si santet.


"Jojo gara-gara lo anying!" Tuduh El.


"Babi lo, semua ini gara-gara lo, engga ngaku lo!" Tuduh Jojo balik.


Ya begitulah sikap kedua curut tak berakhlak yang saling mencaci satu sama lain. Mereka sebenarnya masih bingung mengapa mereka berakhir di tempat laknat bin horror ini. Tiba-tiba saja saat mereka terbangun, mereka sudah berada di rumah sakit.


Ya, benar sekali semua itu ulah ketiga setan. Kemarin saat Jojo sedang mencari El ia tiba-tiba diculik oleh Clovis. Sedangkan El sudah ditemukan pingsan di gudang sekolah akibat kelelahan.


"Lah lo kenapa coba make ditusuk segala?"


"Mau tau jawabannya?" tanya Jojo.


"Tanya pawang lo semua!"


"Anying pawang lo juga sekarang malah pawang lo lebih banyak dari gue"


"Maksud lo?"


"Ya iya lah pawang lo bukan hanya empat setan tapi tambah orang tua lo"


"Oh jadi selama ini orang tua gue bukan orang tua lo gitu? Padahal orang tua gua udah anggap lo anak walaupun anak dapet nemu"


"JOJO!" Sentak El.


"DIAM!"


Kedua bibir bocah ingusan itu langsung kelu tak bisa berbicara apapun setelah ditatap delapan bola mata yang terus menatap mereka tajam lebih dari samurai sekalipun.


"Tau ini jam berapa?"


El dan Jojo hanya diam tak menjawab lagi Gilbert mendekat.


"Jawab!" sekarang Dante yang membentak.


El melirik ke arah jam dinding. "Jam lima kak," cicit El memberanikan diri.


"Apa kalian tau ini dimana?"


"Di...rumah...sakit...bang" sekarang giliran Jojo yang menjawab pertanyaan Clovis.


"Kenapa kalian berisik dan malah bertengkar?"


"Dia kak yang duluan." tunjuk El dengan semangat.


"Engga kak, El yang duluan," timpal Jojo.


"DIAM!"


Baru saja mulut Jojo dan El akan mengeluarkan suara lagi tapi tatapan Gilbert langsung menghunus mereka.


"Ingat kalian ada di rumah sakit, dan peraturan di rumah sakit tidak boleh berisik!" timpal Kevin.


"Maaf," ucap mereka serempak.


"Tidur." Dante mendekat berniat akan menyelimuti mereka lagi.


"Kak kata bunda kalau udah subuh engga boleh tidur lagi, pamali," ujar Jojo.


Dante menghela napas panjang dan melirik Kevin, Kevin yang mengerti langsung mendekati Jojo.


"Kamu nggak usah membantah karena kamu harus banyak istirahat!"


Tangan Kevin terulur mendekati infusan Jojo dan menyuntikan obat yang bisa membuat Jojo tidur.


"Akh... Sakit!" Jojo meringis walaupun tak langsung kena kulit tapi rasanya akan sama.


Sedangkan Dante tanpa aba-aba langsung menusukan jarum ke infusan El membuat El menjerit kaget dan sakit.


Tapi itu tak berlangsung lama setelah beberapa menit mereka terkulai lemas dengan saling memeluk.


Sudah seperti adegan BL saja tapi nyatanya mereka tak seperti itu malah jauh dari itu.


"Sudah tidur?"


"Sepertinya"


"Bagus sekali. Daddy rasa daddy harus menaikkan bayaran anak itu, El tampaknya sudah mulai terpuruk"


Gilbert mengangguk. Tangannya kemudian terulur mengusap halus kening El. "Maafkan daddy, daddy tidak ingin kamu berkeliaran di luar lagi," batin Gilbert.


•••


"Hiks bang Jake sakit..." Rengek El di gendongan Jake.


Sejak bangun tidur El terus saja rewel dan merengek, membuat para setan itu sedikit kesal sekaligus gemas. Mereka juga iri kepada Jake. El lebih memilih pengawal pribadinya dibanding keluarganya sendiri. Ia menempel terus dengan Jake. Saat ingin Gilbert gendong El malah tambah keras nangisnya.


"Ssstt... Jangan menangis lagi tuan muda, kita nonton kartun aja yuk," bujuk Jake sambil mengusap-usap punggung El.


"Gak mau, maunya pulang hiks"


"Nah betol itu! Pulangkan kami!" Ujar Jojo ikut berprotes, tak lupa ia menaikkan lengan kirinya menghayati seperti sedang berdemo. Enak saja dirinya sehat begini malah ikut-ikutan jadi tawanan.


Pluk


Sebuah bantal mendarat tepat di kelapa Jojo, pelakunya adalah Clovis. "Diamlah!"


"Huaaaaa jangan lempar bantal hiks ke wajah Jojo, entar tambah jelek hiks," seru El tak terima.


"Kurang asem lo babi," caci Jojo kepada El dalam hati.


Gilbeert menghela napas berat. "Berhentilah menangis baby, kamu mau apa hmm? Akan daddy belikan," bujuk Gilbert.


El menoleh ke sang daddy, matanya berbinar, entah hilang kemana tangisannya tadi. "Beneran?"


"Tentu baby, jadi kamu ingin apa?"


El tampak berpikir sejenak. "Hmmm... Aku mau es krim pizza dengan toping babi kriuk yang baaaanyaaaak"


Seluruh penghuni kamar itu menjatuhkan rahangnya, tak percaya dengan permintaan El yang aneh.


El yang tak segera mendapat jawaban pun menarik kembali bibirnya ke bawah. "Hiks ja- jadi daddy gak mau belikan? Hiks"


"Baiklah baiklah daddy belikan. Apa kamu ingin itu juga Jo?"


"Hiihhh nggak dulu deh dad, Jojo masih waras. Kalau minta yang lain boleh?"


"Boleh asal tidak berbahaya"


"Kalau gitu Jojo minta es krim nasi padang pakai toping rendang"


Gilbert memijat pangkal hidungnya yang pening. "Ya Tuhan berilah kewarasan kepada kedua putraku"


Sepertinya bapak Gilbert yang terhormat tidak mengaca. Sesuai kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


•••


El dan Jojo sedang menikmati pesanan mereka tapi Gilbert tak memberikan apa yang dipinta mereka. Gilbert hanya membelikan babi kriuk untuk El dan nasi Padang untuk Jojo. Menurut Gilbert es krim dengan rasa aneh tak baik buat mereka, alasan.


"Dad kapan aku pulang? Aku mau sekolah"


Sedetik, dua detik, sampai lima menit tak ada yang menjawab satupun padahal setan di ruangan ini sangat banyak dan berbahaya.


"Ish... Kalian tuli atau engga bisa jawab sih!"


El mulai kesal karena ulah para pawangnya ini, oh ayolah El juga ingin bebas dan bersekolah lagi walaupun El di bully.


"Sudah waktunya tidur siang dan kalian harus tidur tak ada bantahan karena anak pembangkang akan ada hukumannya!"


"Kak Dante engga asik ah," timpal Jojo yang kesal.


Dante hanya menggedikan bahunya dan seperti biasa Dante dan Kevin mendekati mereka berdua sedangkan Clovis dan Gilbert hanya jadi penonton setia.


"Eits kagak ada suntik-suntik lagi cukup tadi pagi aja bisa-bisa aku overdosis obat tidur yak!" Protes El.


"Iya bener banget bisa-bisa nanti ada berita dua orang remaja satu ganteng banget dan satu jelek nauzubilah overdosis obat tidur"


"Kan engga banget kedengarannya kakak mau?"


Dante menghela napas panjang ingin rasanya mengurung, merantai, dan mengarungi mereka berdua tak taulah mereka Dante itu lulusan terbaik dari kampusnya dan Kevin juga sama tapi Dante terdepan.


Jadi mana mungkin mereka memberikan obat tanpa tau dosisnya dan dapat membahayakan kedua curut yang mereka sangat sayangi.


"Seperti biasa dua pilihan untuk satu jawaban"


Jojo dan El saling melirik dan langsung membantingkan tubuh mereka ke kasur karena mereka sudah tau dengan pertanyaan si setan satu ini.


Sampai akhirnya semua menggelap larut dalam mimpi indah mereka.


To be continued~