BABY/I EL (END)

BABY/I EL (END)
Episode 17: Adoption?



Happy reading


Sorry for typo


Kembali lagi berkutat dengan alam mimpi, El dan Jojo sudah dipindahkan dari ruang hukuman dan berada di kamarnya masing-masing.


Gilbert sengaja belum memulangkan Jojo ke tempat asalnya berdalih bahwa Jojo masih ingin bersama El. Untuk kedua putra Gilbert yang lain a.k.a Clovis dan Dante sudah diberikan wejangan panjang lebar oleh Gilbert.


Dengan tak berperasaannya bukan hanya El yang mendapat hukuman tapi Clovis dan Dante pun sama, hanya saja mereka hanya diikat di kursi dengan disumpal dan dengan tenangnya Gilbert menceritakan semua rencana licik Evelyn yang diam-diam mengorek rahasia perusahaan sehingga Gilbert harus berpura-pura baik sampai anak buahnya membereskan masalah tersebut.


"Jojo... Jo... anjing Jojo," gumam El dalam tidurnya.


Keringat dingin sudah membasahi pelipisnya, El terus saja bergumam memanggil Jojo.


"Hey anak nakal!" Gilbert mencoba menepuk nepuk pipi berisi El tapi El tak bergeming sampai datang Dante dan antek-anteknya.


"Ada apa?"


"Sepertinya dia demam"


"Semua ini ulahmu pak tua," cibir Dante.


"Ish kau kenapa memanggilku dengan sebutan pak tua, ingat aku belum tua dan tak akan pernah tua"


Dante hanya mendelik sebal dengan kelakuan Daddynya yang random ini, tapi sudahlah biarkan dia begitu toh mungkin Gilbert punya cara sendiri dengan hidupnya.


"Sepertinya dia mengalami trauma, jangan sekali-kali lagi melakukan itu kalau kau tak mau anakmu tewas karena gangguan mental"


"Salah dia"


"Fisik aja tua, mental kaya anak TK," cibir Dante namun dengan suara yang sangat lirih.


"Kau bilang apa barusan?"


"Bukan apa-apa"


Tak butuh waktu lama infus di punggung tangan El sudah terpasang apik. El juga sudah mendapatkan obat penurun panasnya.


"Aku akan ke kamar Jojo sebentar, tolong jaga El"


Baru saja Dante berdiri tiba-tiba pintu kamar El dibuka dengan kasar dan pelakunya adalah si anjing Jojo.


"BABI EL!" Teriaknya lalu ia berlari menghampiri El.


"Hahhh... Astaga anak ini sebelas dua belas dengan El dalam urusan melarikan diri." Clovis tampak terengah-engah setelah mengejar Jojo yang memaksa untuk ke kamar El setelah Clovis mengatakan semua itu hanya drama yang dibuat Gilbert.


"Huaaaa best pren gue masih utuh. Hiks jangan coba-coba lo mati duluan, atau gue jodohin si Mincret itu sama kucing garong depan komplek." Jojo memeluk El dan menangis.


"Anak gadis gua!" Teriak El.


Entah kekuatan ajaib darimana El yang mendengar kata Mincret langsung terbangun.


"Eh bentar..."


"L- lo beneran anjing Jojo? Lo masih hidup? Apa gue yang udah di neraka jadi ketemu sama lo?"


Jojo menyentil pelan dahi El karena gemas. "Sembarangan! Yang ada gue masuk surga lo yang masuk neraka"


"Wah bener-bener ni anjing!"


"Huaaaa babi El"


"Huaaaa anjing Jojo"


Keduanya saling memeluk tak ingin melepaskan, seakan mereka terpisah selama berjuta-juta tahun.


Keluarga setan pun ikut terharu melihat persahabatan duo kunyuk ini yang tak terpisahkan.


Tapi itu hanya sesaat karena ulah Dante yang langsung memisahkan mereka.


"Dramanya udahan sekarang kalian harus istirahat jangan sampai kakak merantai kalian lagi!"


Jojo yang mendengar kata kakak langsung menoleh dan melepas pelukannya.


"Kakak? Nggak salah dengar?"


"Tidak bocah nakal. Sekarang kita adalah keluargamu dan akan selamanya menjadi keluargamu," ujar Gilbert dengan angkuhnya.


"Jadi monggo El aja yang menjadi anak kalian, saya permisi mau pamit pulang dulu." Cengir Jojo dengan menunjukan gigi putihnya


"Siapa kau bisa membantah?"


"Saya? Saya adalah Jonathan Abimanyu Giandra yang sangat tampan dan menawan. Ah udah lah pintu keluarnya dimana om? Oh iya sekalian pesenin goj*k ya"


El memberikan kode kepada Jojo agar ia cepat lari dari sini. Emang goblok si Jojo udah tau keluarga El isinya setan semua masih aja dibercandain.


"Jo lari Jo sebelum tuh setan beraksi," ucap El dalam hatinya.


Memang ikatan batin Jojo dan El sangat erat jadi ia bisa mengerti apa yang ingin dikatakan El. Dengan cepat Jojo mengambil langkah seribu untuk keluar dari kamar El.


Memang kehadiran Dewi Fortuna di mansion ini sepertinya haram. Lihat saja baru juga lari 2 meter, Gilbert sudah berhasil menangkap Jojo dan membawanya ke kasur El.


"Clovis Dante tahan bocah ini, daddy mau merantai kakinya"


"Om saya bukan anak om! Si El aja yang dirantai"


El yang melihat Jojo menderita terlampau senang. "Akhirnya ada juga yang ngerasain penderitaan gue," batinnya. Ia juga lega dirinya tidak dijadikan sasaran empuk.


Klek


"Eh?"


"Lah kok?"


"Kenapa El juga dirantai!" Kesal El. Jojo yang nakal kenapa El yang kena batunya juga. Emang serba salah si El, nakal dihukum gak berbuat nakal kena getah dari si anjing.


"Diam! Sekarang tidur atau kakak yang akan membuat kalian tidur secara paksa!"


Melihat Dante yang sudah mengeluarkan tanduknya, duo kunyuk itu seketika kicep.


El dan Jojo menutup matanya masing-masing karena takut.


Namun sepertinya penderitaan sahabat El belum selesai.


"Aaarrkkhh... Sakit," pekik Jojo saat si santet menusuk punggung tangannya dengan abocath. Jojo hampir menangis dibuatnya, astaga sekarang dia menyesal mengejek El.


"Tidur jangan harap kalian bisa kabur semua akses untuk kalian kabur sudah daddy amankan!"


Jojo dan El hanya bisa berteriak dalam hati terutama Jojo seandainya dia tak kabur bersama El mungkin dia sekarang masih bisa menghirup udara segar di luaran sana.


•••


"Saya Gilbert Ignatius Alexa akan mengangkat Jonathan Abimanyu Giandra sebagai anak kandung saya"


"Maaf tuan, kami dari orang yang tidak punya tuan, Jojo tak pantas bersanding sebagai putra anda," tolak Arga.


"Kenapa tidak? Ini sebagai salah satu tanda terima kasihku untuk keluargamu"


"Sudahlah kalian tanda tangani saja surat adopsi ini kalian masih bisa bertemu dengan dia kapanpun kalau kalian mau"


"Tapi tuan..."


"Jake berikan berkas-berkasnya, terlalu bertele-tele aku tak suka"


Brak


Jojo menerobos paksa ke ruang kerja Gilbert. "JANGAN TANDA TANGAN SURATNYA!" Teriak Jojo.


Jojo pun berlari menghampiri kedua orang tuanya dan memeluknya erat. "Hiks Mama jangan biarkan Papa tanda tangan hiks"


"Tentu sayang. Maafkan kami tuan Gilbert kami tidak ingin melepaskan putra semata wayang kami," ucap Viona lemah lembut.


"Tanda tangan sekarang atau kalian tidak akan melihat putra kalian selamanya"


Setelah Gilbert mengatakan itu, Jake langsung menodongkan sebuah pistol ke kepala Jojo.


Melihat situasi yang sangat membahayakan ini, Arga tanpa pikir panjang langsung menandatangani berkas-berkas yang diajukan Gilbert.


"Tamatlah hidup gue," ringis Jojo dalam hatinya


To be continued~