BABY/I EL (END)

BABY/I EL (END)
Episode 13: Freedom



Happy reading


Sorry for typo


"EL TIDAK ADA DI MANSION!"


teriakan Clovis menggema di penjuru mansion membuat Dante yang baru saja pulang terperanjat kaget bagaimana tidak di rumah sakit Dante sudah disibukan dengan banyaknya pasien dan di mansion di kagetkan dengan menghilangnya El adik kesayangannya.


"Dad El kabur dari mansion, aku sudah mencarinya tapi tak ketemu," adu Clovis.


"Emm sayang ada yang mau aku perlihatkan." Baru saja Gilbert akan beranjak dari kursi kebesarannya tapi nenek gayung sudah menahannya kembali.


"Ada apa sayang?"


"Lihatlah tanganku terluka," adu Evelyn.


"Tanganmu kenapa bisa terluka seperti ini siapa yang berani melukaimu hah!" Gilbert sungguh marah melihatnya.


"Calon anak bungsuku sayang"


"Tapi ini semua bukan salahnya aku saja yang ceroboh"


Gilbert mengusap wajahnya dengan kasar, cobaan apa lagi ini El sungguh tak bisa dibiarkan, batin Gilbert.


"JAKE!" Teriak Gilbert.


"Sayang jangan teriak, Jake dan El pergi bersama setelah melukai aku hiks hiks"


"Apa yang kamu bicarakan sayang"


"Iya sebenarnya tadi aku sedang mengupas buah dan El sengaja menabrakku dari belakang sehingga pisau buah menyayat tanganku dan si bodoh Jake malah membawa pergi El entah kemana"


"Tidak mungkin, dia bohong dad! El tidak mungkin menyakiti orang lain, Daddy tahu sendiri betapa polosnya anak itu!" Sentak Clovis.


"Clovis jaga bicaramu dia adalah calon mommy kamu"


"Cih, aku hanya punya satu ibu dan sudah mati"


"Oh perlu diingatkan lagi ibuku mati di tanganmu dad dan ****** di depanku ini bukan calon ibuku melainkan hanya seonggok ****** yang tak berguna"


"CLOVIS!" Sentak Gilbert marah.


"Apa?! Daddy mau usir aku? Silahkan, lebih baik aku mencari adikku daripada diam di sini dengan ****** seperti dia"


Gilbert berjalan dengan angkuh dan tegap menghampiri Clovis yang masih diam "Plak" satu tamparan mendarat di pipi mulus Clovis membuat Dante yang baru saja datang kaget.


Berbanding dengan Evelyn dia tersenyum miring melihat keluarga ini hancur.


"Dad!"


"Apa kau juga mau jadi anak durhaka seperti dia hah!"


"Kami tidak durhaka malah sebaliknya daddy yang sudah mencampakan kami demi dia!" Tunjuk Dante.


Gilbert sudah mengangkat tangannya kembali berniat menampar Dante tapi tangan Gilbert di tahan oleh Clovis.


"Jangan sakiti adikku cukup aku saja yang daddy sakiti!"


"Diam kau!"


"Dante sebaiknya kita pergi dari sini!"


Clovis menghentakan tangan Gilbert ke bawah membuat Gilbert marah,melihat kelakuan kedua anaknya.


"Sayang sudah jangan diambil hati mereka masih kecil sayang." Evelyn mengusap-ngusap punggung Gilbert.


"Ah, sudahlah bagaimana keadaan tanganmu sayang, apa sakit atau kita ke rumah sakit sekarang juga bagaimana?"


"Tidak usah sayang tanganku sudah baikan lebih baik kita minum untuk menenangkan diri"


"Baiklah aku tidak bisa menolak keinginan wanita cantik sepertimu"


••••


"Jojo jauh banget ini gue capek"


"Lo ngeluh mulu dari tadi mau kabur atau mau ngeluh sih!"


"Kaburlah tapi sumpah demi ****** superman ini jauh gila"


"Baru aja segini kenapa lo nyerah lo mau balik lagi ke mansion lo!"


"Kagak mau gue"


"Ya udah dikit lagi nyampe emang di sini tuh minim banget kendaraan, babi El"


"Babi"


"Anjing Jojo!"


"BABI EL"


"Emang si Jojo buta kali ya? Jelas-jelas itu anjing kenapa ngotot bilang babi. Mending gue kabur dulu aja sebelum si guk guk gigit pantat mulus gue," batin El.


"Eh tuyul lo mau kemana malah jauh lagi kalau lewat sana woii babi El"


"Guk... guk... guk..."


Jojo meringis mendengar suara kucing besar yang di sebut sebut El tadi, dengan pelan Jojo membalikan kepalanya menengok ke belakang.


Dan benar ada anjing berbadan cukup besar entah punya siapa membuat Jojo tak bisa berkutik lagi, mau lari tapi tak bisa tak berlari anjingnya malah mengonggong.


"Demi apa gue ketemu anjing gila"


"KABUR! TUNGGU BABI EL" Jojo berlari mengejar El dengan celana yang mulai sudah basah entahlah ini keringat atau cairan berbau yang harus dibuang oleh tubuh.


"Guk... guk... guk..."


Semakin berlari semakin anjingnya mengikuti tapi tak lama anjing tersebut balik arah ke arah semula sementara El sudah berhenti di sebuah rumah yang tak berpenghuni dan Jojo masih berlari mendekati El.


"Babi El, lo... hah... hah.."


"Tarik napas dulu goblok"


"Gue capek haaah," teriak Jojo dengan duduk selonjoran di tanah.


Sedangkan El sedang mengatur napasnya setelah berlari membuat dia merasa sesak.


Setalah beberapa menit Jojo sadar ini adalah rumah yang dituju, rumah milik orang tua Jojo yang sudah tak berpenghuni dan dibiarkan begitu saja.


Tapi orang tua Jojo selalu menyuruh seseorang membersihkannya dengan membayar sejumlah uang.


Jojo mengambil kunci di saku celananya. Perlahan duo kunyuk itu membuka pintu rumah sederhana namun sepertinya nyaman ditinggali itu.


El yang merasa lelah dan gerah pun akhirnya memilih untuk tiduran di lantai. Begitu pula dengan Jojo, sesekali ia menggerakkan tangannya ke sana kemari untuk mencari sinyal.


"Wah parah gak ada sinyal sama sekali"


"Bagus dong kalau gitu"


"Lah bagus darimana anjer!"


"Ya bagus, biar para setan itu gak bisa ngelacak HP kentang lo"


"Kurang ajar!" Jojo yang kesal pun bergelut ringan dengan El. Mereka saling menggelitik hingga salah satu dari mereka merasa lelah dan mengakhiri kegiatan konyol tersebut.


Namun bukannya merasa lelah, mereka malah merasa senang. Rasa rindu mereka akhirnya tersalurkan. 3 minggu sudah mereka berpisah karena El dijemput keluarganya.


•••


Kedua kakak El kini berada di rumah sahabat adiknya, Jojo. Namun bukannya mendapati anak nakal itu, mereka malah diberi kabar bahwa Jojo juga tidak pulang-pulang setelah sekolah.


"Jojo tidak bisa dihubungi, sepertinya ponselnya tidak aktif. Bagaimana ini nak? Tante khawatir terjadi sesuatu dengan mereka berdua," ujar Viona, ibunda Jojo.


Clovis dan Dante menghembuskan napasnya serentak.


"Apa ada tempat yang sering mereka kunjungi Tante? Seperti mall, taman, atau mungkin tempat nongkrong?" Tanya Clovis.


"Nahh itu dia nak Clovis, suami tante sudah mencari ke tempat-tempat tersebut namun hasilnya tetap saja tidak ada. Sekarang dia sedang perjalanan pulang ke sini"


Semuanya kembali hening. Mereka tak habis pikir, mengapa kedua bocah itu bisa kabur dengan mulusnya tanpa terdeteksi. Bahkan Jake, pengawal pribadi El saja tidak dapat dilacak.


Tiba-tiba ponsel Clovis bergetar. Sebuah telepon dari anak buahnya ia jawab tanpa basa-basi lagi.


"Baiklah aku akan segera ke sana, dan lacak terus adikku sampai ketemu!" Panggilan ditutup sepihak oleh Clovis. Ia kemudian bangkit hendak meninggalkan rumah Jojo.


"Kenapa kak?" Tanya Dante penasaran.


"Anak buahku menemukan lokasi Jake. Aneh sekali, ****** itu bilang kalau Jake membawa El pergi, namun anak buahku menemukan Jake di hutan belakang mansion. Jake dan El tidak sebodoh itu kalau berniat kabur"


"Sudah kuduga semua ini ulah si ****** sialan itu!" Geram Dante.


Saat Dante hendak berdiri dirinya malah ditahan oleh kakaknya. "Kau tetap di sini barangkali dua bocah nakal itu kembali, aku tak akan lama"


Dante mengangguk setuju. "Hati-hati"


To be continued~