![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Audi dan Sandra sedang makan dikantin, tiba - tiba Trio datang, Sony langsung duduk disamping Sandra dan mencium pipinya.
" bisakah kalian lihat situasi tidak hanya kalian disini" kata Simon kesal melihat itu
" bilang saja kamu iri karena tidak punya kekasih" jawab Sony
" kalian jangan salah, aku dan Audi sudah jadian " kata Simon, Semua terkejut termasuk Audi.
" tidak- tidak aku hanya bercanda kenapa kalian serius sekali" Kata Simon dengan tertawa pelan
" becanda kamu tidak lucu sama sekali" kata Arshel dingin
Simon dan Audi melihat kearahnya sedangkan Arshel berdiri pergi untuk mengambil makanan
" kamu ini! Sini kamu beraninya kamu bilang seperti itu, Audi itu terlalu baik untuk mu" kata Sandra sambil mengangkat tangannya ingin memukul Simon, Simon dengan cepat menutupi wajahnya dengan tangan.
" kalian berdua sama saja" kata Simon menatap kesal Sony dan Sandra
Audi hanya diam saja dan Arshel kembali dengan makanannya
" kenapa kamu hanya mengambil untuk mu? mana untuk ku? " kata Simon pada Arshel
" ambil saja sendiri "
Simon mengerucutkan bibirnya dan berdiri dari kursinya
"Sony ayo kita ambil makanan, aku lapar"
Sony dan Simon berdiri untuk mengambil makanan, Arshel dan Audi saling melihat, Audi dengan cepat mengalihkan pandangannya entah mengapa jantungnya berdebar saat Arshel melihatnya dengan mata itu.
**
Mereka sudah selasai makan, dan sudah masuk keruangan mereka masing - masing, waktu berlalu dengan cepat, mereka sekarang duduk didalam restoran milik Arshel
"sayang aku pergi dulu ya , hari ini aku ada pemotretan"
Kata Sony pada Sandra, Sandra melihat ke arah Sony
" ya baiklah "
Mendengar itu itu Sony mengecup bibir Sandra cepat, Sandra terkejut di buatnya dan tersenyum malu
" kalian membuat restoranku ku ternodai" kata Arshel kesal
Sony hanya senyum dan menarik Simon
" ayo cepat kita harus kelokasi"
" eh tunggu, Audi aku pergi dulu ya" kata Simon sambil melambaikan tangannya dengan senyum lebar, tapi dia langsung mengubah ekspresi wajahnya saat mendapat tatapan tajam dari Arshel ,itu membut nyalinya ciut
Sandra juga pergi tak lama setelah Sony dan Simon pergi
" Audi apa kamu mau ikut aku ke super market untuk belanja keperluan restoran?"
" ya aku mau, tunggu sebentar aku akan mengurus ini dulu" kata Audi sambil membereskan alat- alat yang ada di dapur.
" baiklah aku akan menunggu mu didepan jadi cepatlah " kataArshel, lalu dia melangkahkan kakinya keluar, dia sudah diluar di samping motornya, dia melihat kedalam karena Audi belum juga keluar, saat dia akan masuk untuk menyusul Audi, Audi sudah lebih dulu keluar
" maaf aku lama"
" tidak masalah ayo"
Arshel menaiki motornya dan menatap Audi yang tidak kunjungan naik ke motor
" apa lagi yang kamu tunggu? naik" kata Arahel
" heh? Iya" Audi naik kemotor, Audi merasa tidak nyaman duduk sangat dekat dengen Arshel, tangan Audi di belakang memegang bagian jok motor
" kenapa ? " Tanya Audi pada Arshel yang belum juga menjalankan motornya.
"kamu harus berpegangan saat naik motor"
" sudah"
" sudah? dimana?"
" disini" kata Audi, Arshel melihat kebelakang, dia melihat kedua tangan Audi yang ada di jok motor
Arshel mengambil tangan Audi dan membawanya melingkari perutnya, Audi kaget dan badannya mendadak tegang.
" seharusnya disini" kata Arshel sambil menghidupkan motornya
Arshel tersenyum di balik helm nya saat merasakan detak jantung Audi yang berdetak cepat dipunggung nya, sedangkan Audi, wanita itu bahkan menahan nafasnya karena gugup.
***
Mereka sudah sampai di super market, Audi turun terlebih dahulu dari motor di susul Arshel.
Mereka memilih bahan - bahan yang dibutuhkan untuk restoran.
Arshel mendorong troli belanjaan sedangkan Audi yang mengambil barang, saat Audi akan mengambil barang yang lebih tinggi tiba- tiba satu tangan terlebih dahulu mengambilnya
Audi jadi gugup karena dia tahu itu tangan Arshel, Arshel berdiri sangat dekat dengan Audi sampai dada Arshel bersentuhan dengan punggung Audi, bahkan Audi dapat merasakan hembusan nafas Arshel di kepalanya.
" harusnya kamu banyak minum susu peniggi badan"
Audi yang mendengarnya langsung berbalik badan, tapi malah posisi itu lebih intim karena Audi bisa melihat wajah Arshel sangat dekat hanya berjarak 10 centi saja
" bukan aku yang pendek tapi kamu yang telalu tinggi"
" ya ya terserah, wanita memang selalu benar" setelah mengatakan hal itu Arshel mundur dan mendorong troli menjauh, Audi langsung mengejar Arshel.
Mereka sudah selesai dan baru saja keluar untuk menuju tempat parkir, belanjaan mereka tidak banyak hanya dua kantung plastik sedang.
Saat mereka sudah akan sampai pada motor Arshel, ada suara yang menghentikan mereka.
" Audi!"
Audi yang mendengar namanya dipanggil membalikkan badannya begitu juga Arshel, disana berdiri sosok laki - laki yang terlihat lebih tua sedikit dari mereka entah mengapa Arshel tidak suka melihatnya
Laki- laki itu datang mendekat dengan kantong belanjaan di tangan kirinya
" ternyata benar kamu Audi aku kira tadi salah orang, Apa kamu masih ingat padaku?" kata laki- laki itu dengan senyum manis, Arshel tambah tidak suka melihatnya
" tentu saja senior "
" kamu tidak berubah masih tetap cantik seperti dulu"
Audi yang mendengarnya menjadi malu dan salah tingkah, sedangkan Arshel yang melihat Audi seperti itu menarik sudut bibirnya kesal.
"Apa, apa dengan ekspresi itu" kata Arshel dalam hati kesal
" baiklah , aku akan pergi dulu ya, aku harus mengantarkan ini pada ibu kakak"
Arshel yang melihat nya jadi tidakkan William membesarkan matanya dan menatap tajam tangan William yang mengusap kepala Audi
" ayo cepat, aku harus membuka restoran ku " kata Arshel ketus
" iya Arshel perkenalkan dia....." belum sempat Audi selesai bicara Arshel sudah pergi meninggalkannya
" maaf ya senior, aku yang harus pergi dulu"
" tidak masalah, tapi bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengan mu lagi?"
" aku bekerja di restoran chicken wish
dekat Universitas tempat ku kuliah "
Setelah Itu Audi pergi sambil melambaikan tangannya pada William, William hanya tersenyum menatap kepergian Audi.
" kenapa lama sekali? cepat naik" kata Arshel dengan ketua saat Audi tiba disamping nya
" baiklah"
Saat Audi sudah naik, Arshel melajukan motornya dengan kencang membuat Audi takut jadi dia dengan reflek memeluk Arshel dengan erat,
Arshel yang merasakan peluk kan Audi menambah laju motornya.
***
Mereka sudah sampai di restoran, setelah Audi turun, Arshel masuk kerestoran dengan cepat meninggalkan Audi yang masih berdiri disamping motornya
Arshel langsung membuka tempat minuman dingin dan meminum air dingin itu sampai habis, hatinya panas dia butuh air dingin untuk meredakanya
Setelah itu dia kebelakang duduk di kursi dapur, tangannya meremas botol minuman itu dengan kuat hingga remuk, Audi datang sambil membawa belanjaan, dia melihat Arshel disana, sebenarnya dia ingin bertanya tapi di urungkannya.
" siapa?" kata Arshel bertanya nadanya terkesan menuntut
" Huh? "
" yang di super market?"
" oh, dia senior ku di high school dulu"
" kamu itu wanita, apa tidak masalah dilihat orang kamu di sentuh seperti itu, dia kan hanya mantan seniormu kenapa terlihat sangat dekat "
" soal nya dia selalu menolong ku saat sekolah dulu makanya kami sangat dekat"
" Terserahlah apa itu , aku juga tidak perduli" kata Arshel, tapi itu hanya di mulut, hatinya masih panas dia ingin meninju orang sekarang, dan saat itu pelanggan terlihat datang, Arshel keluar untuk melihatnya, sedangkan Audi merasa Aneh pada sikap Arshel ,dia memasukkan makanan ke kulkas dengan pikiran dongkol, apa salahnya, kenapa Arshel terlihat kesal padanya.
Pelanggan silih berganti waktu pun sudah mulai malam, tapi wajah Arshel masih cemberut meski sudah mulai berkurang tidak seperti siang tadi
" apa kamu akan pulang naik bis lagi?"
" ya"
" apa tidak masalah kamu pulang sendiri?"
"tidak, biasanya juga aku pulang sendiri"
" kamu pulang dengan ku saja" itu bukan pertanyaan tapi perintah entah kenapa Audi merasa asing dengan sikap Arshel
Saat mereka sudah akan naik ke motor, Arshel membuka jeketnya dan memakaikanya pada Audi, Audi yang melihat itu kaget
" tidak perlu"
" diluar udara dingin"
" tapi kamu lebih butuh"
" tidak, aku sudah terbiasa, aku khawatir padamu, cepat naik"
Audi yang mendapat perlakuan seperti itu tersenyum hatinya menghangat.
" pegangan" kata Arshel, Audi langsung memeluk perut Arshel dan Arshel melajukan motornya dengan pelan tidak seperti tadi siang saat pulang dari super market market
Selama perjalan Audi tersenyum, dia merasa senang, dia menyandarkan kepalanya di punggung Arshel menikmati kebersamaannya bersama pria itu
Arshel yang merasakan itu menurunkan laju motornya, entah mengapa dia tidak ingin cepat sampai mengantarkan Audi pulang
Motor Arshel sudah berhenti didepan rumah besar, Arshel memperhatikan rumah itu dia merasa Audi anak orang kaya, untuk apa dia bekerja menjadi pelayan di restoran nya,
Arshel yang tidak merasakan pergerakkan Audi menyentuh tangannya tapi Audi masih tidak bereaksi,
Arshel melihat dengan matanya ternyata Audi tertidur di punggungnya Arshel tersenyum melihatnya
" Audi bangun kita sudah sampai"
Audi yang mendengar nya membuka matanya pelan
" benarkah? maaf ya aku ketiduran"
Audi turun dari motor dan membenarkan pakaiannya
" tidak masalah" Kata Arshel dengan tersenyum manis
Audi melihat ke arah Arshel, Arshel masih belum menghidupakn motornya padahal Audi sudah turun
" terima kasih sudah mengantarkan ku"
" ya sama- sama masuklah"
" tidak, kamu pergilah terlebih dahulu"
" tidak, kamu yang masuk dulu"
" kamu yang pergi dulu"
" kalau kamu tidak masuk, kapan aku akan pulang" kata Arshel dengan senyuman, Audi yang melihat itu jadi berdebar lagi
" baiklah kalau begitu aku masuk dulu, sekali lagi terima kasih"
Setelah itu Audi membuka gerbang dan masuk kedalam rumah, dia masih sempat melihat kebelakang dan Arshel masih ada disana masih menatap ke arah nya
Setelah Audi benar- benar sudah masuk baru Arshel melajukan motornya meninggalkan rumah Audi
Selama perjalanan dia tersenyum meski udara dingin di jalan, dia tidak merasakannya hanya ada rasa senang dan hangat yang dia rasakan.
***
Saat sudah di kamar Audi baru sadar bahwa dia masih memakai jaket milik Arshel, dia berdiri di depan cermin melihat pantulan dirinya disana, Audi tersenyum dan mencium jaket Arshel, menghirup aroma Arahel yang membuat dia ketagihan setelah itu dia melihat ke cermin dengan malu- malu
" Aku jatuh cinta"