AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
22



Arshel mendatangi Sandra yang baru saja keluar dari ruangannya, Sandra yang melihat Arshel pura - pura tidak melihatnya  Arshel menghadang Sandra yang akan melewatinya


" Sandra kita perlu bicara" Sandra tidak menjawab dan akan pergi tapi lagi- lagi Arshel menghadangnya


" dimana Audi?"


" kenapa kamu bertanya padaku?"


" Sandra, please katakan dimana Audi?"


" aku tidak tahu" Sandra pergi dari sana dan meniggalkan Arshel, Arshel menatap punggung Sandra, dia tidak percaya akan perkataan Sandra, dia yakin Sandra pasti tahu dimana Audi


Arshel tidak membuka restorannya hari ini, dia mendatangi tempat Sony dan Simon berkerja hingga membuat kedua temanya itu kaget akan kedatanganya


" Arshel" Smon kaget sakali melihat Arshel


" dimana Sony?"


" dia lagi memotret model disana" Tunjuk Simon pada salah satu ruangan


" baiklah"


" tapi tunggu dulu ada apa?" Tanya Simon penasaran


" ada yang ingin aku bicarakan dengan Sony"


" tapi tunggu dia selesai dulu, sebentar lagi waktu istirahat "


" baiklah"


Arshel duduk di kursi diikuti Simon


" Arshel"


" ada apa?"


" em....begini, aku sudah lama memikirkan ini, tolong kamu jawab dengan jujur, apa kamu menyukai Audi?" Arshel menatap Simon tidak ada ekspresi kaget dari pertanyaan Simon


" ya" jawab Arshel dengan lemah


Setelah itu tidak ada pembicaraan diantara mereka, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing, tak lama Sony keluar dan keget melihat Arshel


" Arshel" Arshel mengangkat kepalanya melihat Sony


" Sony"


" ada apa ?"


" ada yang ingin aku bicarakan"


" bicara apa?" tanya Sony yang juga duduk dihadapan kedua temanya, Arshel terlihat menarik napas panjang untuk bercerita


" bisa kamu tanyakan pada Sandra dimana Audi sekarang ?" Sony bingung dengan permintaan Arshel, Sony menatap Simon yang menganggukkan kepalanya, dia paham sekarang


" baiklah, aku akan coba bertanya pada Sandra, kebetulan malam ini aku akan bertemu denganya "


" terima kasih Sony" kata Arshel dengan suara lemah, Sony merasa sedih dengan keadaan sahabatnya


***


Sony dan Sandra duduk di bangku taman dengan Sandra yang bersandar pada pundak Sony


" sayang aku sudah lama tidak melihat Audi kemana dia?" Sony mencoba bertanya seolah- olah itu hanya pertanyaan biasa,


Sandra menegakkan kepalanya dari bahu Sony dan menatapnya, Sony juga menatap Sandra


" kenapa kamu ingin tahu?" nada suara Sandra terdengar curiga


" tidak ada, aku hanya bertanya?"


" dia pergi "


" pergi kemana?"


" kenapa kamu ingin tahu?"


" sebenarnya.....Arshel.."


" aku sudah menduganya" lirik Sandra dengan jengkel, Sony yang melihat Sandra kesal, menggenggam tangannya


" maaf ya kalau kamu tidak mau memberi tahu nya tidak apa- apa, aku hanya menyampaikan pesan Arshel saja"


" baiklah tapi kalau Arshel datang padamu lagi dan bertanya tentang Audi, bilang saja tidak tahu" Sony mengangguk, dia tidak bisa melawan Sandra, Sony sangat mencintainya


***


"maaf" Sony merasa bersalah karena tidak bisa membantu Arshel, Arshel berdiri dari kursinya


" kalau begitu aku sendiri yang akan mencari tahu" Arshel pergi dari sana, dia mengambil ponselnya didalam saku


" ada apa Arshel?"


"Papa aku bisa minta tolong padamu?"


****


Arshel sekarang sedang berada di perusahaan Ayahnya, dia ingin menemui Ayahnya untuk membantunya mencari tahu keberadaan Audi, dia tidak tahu kenapa dia sebegitu gencarnya mencari Audi hingga melibatkan Ayahnya


" duduklah" Arshel yang baru membuka pintu di panggil Ayahnya agar mendekat


"Bagaimana Pa ?"


" sabar son, ini pertama kalinya kamu mencari seorang gadis" David mencoba menggoda anaknya


" Papa aku serius"


" baik, baiklah, begini Papa akan pergi keruang metting sebentar lagi, jadi kamu tunggu disini,seorang suruhan Papa akan datang membawa informasi untuk mu"


" terima kasih Papa" Ayahnya hanya tersenyum dan berlalu dari sana, tak berapa lama pintu diketuk dari luar, masuklah satu laki- laki berjas hitam, dia mendatangi Arshel yang sudah berdiri dari kursi nya


" tuan Arshel" Arshel hanya menganggukan kepalanya, pria itu memberikan sebuah dokumen kepada Arshel, Arshel mengambil itu dan pria itu pamit undur diri


Arshel kembali duduk dan membuka dokumen itu, disana tertera semua tentang Audi, dari siapa orang tuanya, saudaranya, tanggal lahir, hingga pendidikannya, saat dia membuka file terakhir dahinya mengkerut


" Prancis? Audi kuliah di Parris" disana tertera dimana Audi kuliah dan tempat tinggalnya


dia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang


" kita harus bicara"


" tidak ada yg perlu dibicarakan"


"Kamu dimana? Aku akan kesana" Arshel langsung mematikan ponselnya


Sandra dan Arshel sekarang sudah duduk disebuah kafe, Sandra sebenarnya tidak mau datang tapi dia juga ingin Arshel tahu bahwa Arshel itu sudah melukai sahabat nya


" Sandra aku... "


" Audi pergi karena dirimu" Arshel membesarkan bola matanya mendengar itu


" aku?" Sandra mendengus sinis mendengar perkataan Arshel


" ya kamu, karena kamu Audi pergi, semua karena keegoisan mu"


" Sandra, tolong berbicara dengan jelas aku tidak mengerti "


" Aku tahu kamu sengaja meminta Audi untuk memberikan bunga pada Ms. Laura"


Arshel hanya diam karena semua itu benar


" kamu tahu Audi mendengar pembicaraanmu dengan Sony dan Simon"


" pembicaraan?" Tanya Arshel bingung


" kamu mengatakan hanya memanfaatkan Audi untuk merusak hubungan kakaknya dengan Ms. Laura" dada Arshel bergemuruh karena perkataan Sandra


" itu semua hanya kesalah pahaman, itu tidak seperti kelihatanya"


" tidak benar katamu? Dia mendengar sendiri itu dari mulutmu "


"Itu..... aku lakukan karena aku marah dan kesal padanya "


" kekanak- kanakkan" Kata Sandra dengan kesal pada Arshel


" aku tidak suka Audi mempunyai kekasih, aku kesal dan marah, karena itu aku bersikap dingin padanya"


" apa kamu serius?"


" ya, aku melihat Audi bersama seorang pria di taman, aku mendengar Audi menerima pria itu, aku marah, aku ingin memukul pria itu tapi aku tidak bisa karena Audi terlihat bahagia disana"


"itu tidak mungkin, Audi tidak mempunyai kekasih"


" pria itu bahkan datang kerestoran kami dan memanggil Audi sayang"


" seperti apa pria itu?" Arshel malas untuk mengingat pria itu


" namanya Paul"


" Arshel bodoh, kenapa kamu ini begitu bodoh" Arshel menatap Sandra tidak percaya dengan perkataan Sandra yang menyebutnya bodoh


" Paul itu sepupu Audi, dasar bodoh, harusnya kamu bertanya dulu"


" kamu jangan bohong"


" kamu ini, dia itu beneran sepupu Audi, dia dari Paris dan datang ke London untuk syuting film"


"Jadi...."


" jadi kamu itu salah paham, bisa jadi waktu mereka di taman itu hanya akting dan kamu dengan teganya menyakiti Audi" Sandra kembali lagi ke mood jengkel


Arshel menatap meja dengan tidak percaya, dia yang bersalah disini, dia marah pada dirinya


" seharusnya dia tidak pergi sejauh itu untuk menghindariku"


" itu karena Audi cinta sama kamu bodoh" mata Arshel langsung menantap Sandra dengan pandangan meminta penjelasan


" kenapa kamu melihat aku seperti itu, ini semua salah mu, Itu karena kebodohanmu, sudah lah, aku mau pergi saja , masih banyak yang harus aku selesaikan " Sandra berdiri dari kursi berjalan meninggalkan Arshel dengan perasaan kacau


" Audi menyukai ku, mencintai ku? "


Arshel masih tidak percaya bila Audi mencintainya sungguh hati Arshel seperti bunga yang bermekaran saat memikirkan nya tapi saat dia mengingat alasan kepergian Audi, dia kembali kesal dan memukul meja dengan keras, sehingga beberapa pengunjung menatap kearah nya


****


Arshel baru saja keluar dari bandara, dia sudah tidak sabar bertemu Audi, dia akan meminta maaf pada Audi dan mengungkapkan perasaanya pada Audi, dia memberhentikan taxi dan masuk kedalam nya


Dia turun dari taxi dan menatap apartemen yang setinggi dua puluh tinggkat, sebuah apartemen sederhana, dia masuk dan naik lift, dia sudah berdiri dikamar 303, matanya melirik kamar 304, dia tersenyum dengan hati yang bahagia


" sampai bertemu besok Audi" dia masuk setelah berbicara seperti itu


****


Audi sudah siap dan membuka pintu Apartemennya, jantungnya rasa akan copot saat melihat siapa yang ada didepan pintu nya sambil tersenyum dengan manis, Audi masih diam tidak berbicara sedikitmu, yang ada hanya rasa marah pada Arshel


" Audi....aku...."


" aku akan pergi untuk kuliah bisa kamu pergi dari pintu ku" Kata Audi dengan nada dingin tidak perduli karena apa pria itu ada didepan pintu apartemen nya, Arshel tidak menyangka Audi akan berbicara seperti itu, Audi berjalan melewati Arshel yang hanya mematung disana, saat Audi akan pergi tangannya di tahan oleh Arshel


" lepas" Arshel tidak bicara dan tidak juga melepaskan tangan Audi, dia membalikkan badanya menghadap Audi


" maaf, maafkan aku untuk semuanya" Audi menatap Arshel yang juga menatapnya


" kamu ini bicara apa? Aku tidak mengerti" Audi masih berusaha melepaskan tangannya dari Arshel


" Audi!" saat Arshel akan bicara sebuah suara memanggil nama Audi, Arshel dan Audi melihat kearah pria yang memanggil Audi


" Paul" Audi bicara setelah Paul berada diantara Arshel dan Audi


Mata Paul melirik Arshel dan mencoba mengingatnya


" kamu bukanya mantan bos Audi waktu di Inggris ?"


" dia bukan siapa - siapa lebih baik kita pergi aku sudah terlambat " Audi sudah berhasil lepas dari Arshel dan langsung membawa Paul pergi dari sana, Arshel hanya diam disana, dia tidak akan menyerah dia akan mendapatkan maaf Audi dan cintanya


****


Audi baru pulang dan akan membuka apartemenya, tapi seseorang mengagetkanya


" Audi" Audi tidak menjawab dan akan masuk ke dalam apartemen nya , saat Audi sudah masuk dan akan menutup pintu nya sebuah kaki menghalangi pintu itu


" apa yang kamu lakukan?" Audi gugup sekali, karena Arshel berhasil masuk kedalam apartemennya


Arshel berjalan dan duduk di sebuah sofa


" keluar " Arshel tidak menganggapnya dan malah berbaring disana


" Arshel!"


" aku rindu kamu memanggil namaku " Audi terdiam seketika, dia masih menyukai Arshel tapi rasa dendam dan amarahnya lebih besar


" aku bilang keluar! kalau kamu tidak juga keluar aku akan memanggil keamanan" Arshel berdiri dari sofa dengan kesal karena ancaman Audi, dia berjalan dengan cepat, dia berjalan melewati Audi dengan wajah cemberut, tapi dia kembali lagi kehadapan Audi, dia hanya diam dihadapan Audi, Audi pun juga hanya diam, Audi berpikir apa yang akan Arshel lakukan? kepala Arshel mendekat dan dengan cepat langsung mengecup bibir Audi dengan suara kecupan yang cukup jelas, badan Audi kaku rasanya dia tidak bisa bergerak, Arshel menjauhkan wajahnya dan masih memasang wajah cemberutnya, dia berjalan keluar dari aparteman Audi dengan santai tapi sebelum dia benar-benar keluar dia berteriak


" selamat malam sayang!! Mimpikan aku ya!"


Audi tersadar dari lamunanya, dia memegangi dadanya yang masih berdebar karena Arshel, dia memukul bagian dadanya, dia benci karena masih mencintai Arshel.