AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
33



Sebuah taxi berhenti didepan rumah Audi, Audi akan membuka pintu taxi tapi sebuah tangan menahannya, Audi menatap Arshel


" perjodohan ini akan tetap terjadi " Audi hanya diam saja, dia kembali membuka pintu mobil dan keluar,


Audi menatap taxi yang berlalu dari rumahnya, Audi merasa bahagia karena Arshel pria itu, tapi dia ingin tahu seberapa jauh Arshel akan memperjuangkannya meskipun tanpa adanya perjodohan ini, Audi berbalik dan masuk kerumahnya


*****


Arshel masuk kerumahnya, dia melihat kedua orang tuanya dan Lily di ruang keluarga.


Arshel berdiri disana, ayahnya yang tadi sibuk dengan tabletnya untuk memantau perusahaannya menatap Arshel yang masih berdiri


" apa kamu sudah membatalkannya? besok Papa akan menyampaikan permintaan maaf pada keluarga Townsend"


" aku...."


" tidak apa - apa Arshel Papa mengerti" setelah berkata seperti itu ayahnya kembali fokus pada tablet di tangannya, dengan sudut bibir yang terangkat,


" sekarang bagaimana kamu mengatakannya Arshel, Papa sudah dapat menduga ini" ayah Arshel tertawa dalam hati karena berhasil mengerjai anaknya


" tidak Papa, maksudku....aku...tidak jadi membatalkannya" ayahnya memasang wajah pura- pura bingung disana, lucu sekali, dia tidak menduga anaknya akan salah tingkah seperti ini.


Arshel yang melihat ayahnya diam saja menjadi was- was, dia tidak ingin perjodohan ini batal, Arshel berjalan lebih dekat dan berlutut didepan Ayahnya, ayah Arshel shock sekali ini diluar perkiraannya, apa anaknya sangat menyukai gadis itu. Ibu Arshel dan Lily juga tidak kalah shock dengan apa yang Arshel lakukan


" Papa aku mohon tolong lanjutan perjodohan ini"


" bukannya kamu memang menerimanya"


" aku...aku mengatakan padanya untuk membatalkan perjodohan ini" ayahnya kaget anaknya membatalkannya


" kalau kamu tidak suka dan sudah membatalkannya kenapa meminta Papa untuk melanjutkan semua ini?"


" bukan seperti itu....aku membatalkannya tanpa melihat wajah gadis itu dulu, tapi siapa duga ternyata dia gadis yang aku cinta" ayahnya menatap anaknya itu dengan pandangan kasihan, anaknya bodoh sekali, harusnya dia melihat dulu wajah gadis itu


" tidak....jika kamu sudah membatalkannya ya sudah" ayahnya masih saja ingin menjahili anaknya, ayahnya tertawa jahat didalam hati


" tidak Pa, aku mohon"


" kakak, ada apa?" Tanya Lily penasaran


" Lily diam dulu " Arshel menatap adiknya kesal, dia sedang memperjuangkan gadisnya sekarang


" Papa aku tahu aku salah......" Arshel terdiam kenapa harus dia yang salah,


Arshel menatap ayahnya curiga, apa ayahnya sudah tahu semua ini dan sengaja mengerjainya.


" apa Papa mengerjaiku?" Arshel berkata ragu- ragu disana, dan terdengar kekehan dari ibunya, Arshel semakin yakin


" apa benar!?" Arshel langsung berdiri dan menatap ayahnya kesal


Orang tuanya tertawa disana karena mereka berhasil,


Lily yang melihat orang tuanya tertawa juga ikut tertawa meski dia tidak tahu apa yang lucu


Arshel pergi dari sana dengan hentakkan kaki kesal, tapi ditengah jalan dia berhenti dan berbalik


" perjodohan ini harus tetap terjadi, titik" setelah itu Arshel kembali berjalan dan terdengar kembali tertawaan disana,


Arshel semakin kesal dan masuk kekamarnya, dia menarik kasar dasinya hingga terlepas.


Dia kesal karena ayah dan ibunya mengerjainya, tapi seketika Arshel tersenyum, Audi akan menikah dengannya dan akan menjadi istrinya, tiba- tiba hati Arshel bergetar karena bahagia dia tersenyum dengan sangat lebar .


*****


Audi baru memasuki rumahnya, ibunya langsung menarikanya duduk di sebuah sofa disana juga telah duduk ayahnya,


" sayang bagaiman dengan pertemuanmu ?"


" baik"


" lagi?"


Audi bingung bagaimana menjelaskannya, apa dia bilang saja kalau Arshel ingin memutuskan perjodohan ini hingga perjodohan ini batal atau berkata semuanya lancar


" Audi, tadi teman Papa menelpon dia bilang anaknya menerima perjodohan ini" Audi menatap ayahnya , Arshel bahkan bergerak lebih cepat darinya, dia bahkan belum berbicara apa- apa tapi Arshel sudah memberitahu orang tuanya.


Sekarang Audi tidak ada alasan lagi untuk menolak, Audi menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan


" jadi karena pria itu menerimanya kalian bisa menikah bulan depan"


" iya baiklah " Audi tersenyum dan memeluk lengan ibunya.


" apa Mama ikhlas kalau aku pergi dari rumah ini?'


" tentu saja tidak, tapi kamu harus sering- sering datang setelah kamu menikah ya"


" iya, Mama tenang saja, kalaupun Arshel melarang, aku akan lari dari rumah" ibunya mencubit tangan Audi


" iya, iya maaf Mama ku sayang" ibunya tersenyum


" anak baik"


Audi terdiam, dia berpikir mungkin ini yang terbaik, Audi tersenyum dan mengeratkan pelukannya


******


Audi baru saja akan membuka pintu rumahnya untuk kerja, dia kaget melihat Arshel didepan pintu rumahnya dengan pakaian kantornya, Arshel terlihat tampan sekali.


" siapa kamu?" James bertanya agak dingin, dia ingat pria yang didepannya, James sering melihatnya bersama Laura dulu, dan itu adalah mantan bosnya Audi 5 tahun yang lalu.


Arshel tersenyum dan langsung menarik tangan Audi, James marah karena pria itu menarik tangan adiknya


" apa yang kamu lakukan? lepaskan adikku"


" maaf kakak ipar kami pergi dulu " Arshel langsung menarik tangan Audi, James kaget kakak ipar tidak mungkin kan kalau Arshel itu pria yang dijodohkan dengan adikanya,


Arshel mendorong Audi masuk kedalam mobil dan dia langsung pergi ke kursi pengemudi tapi sebelum itu dia melihat James yang masih berdiri disana,


Arshel tersenyum sedangkan James menatapnya dengan kesal. Arshel masuk dan menjalankan mobilnya dia menatap Audi yang berada disampingnya


" kita akan menikah bulan depan"


" aku tahu"


" jadi aku akan sering jemput dan antar kamu "


"kakakku belum menikah dengan kak Laura jadi dia tidak ada dirumahku" Arshel menatap Audi  bingung dengan jawaban Audi, Arshel tersenyum apa Audi cemburu, Arshel tersenyum jail


" apa benar? sayang sekali padahal aku sudah lama tidak melihatnya " Audi melirik Arshel kesal, bibir Arshel berkedut menahan tawa, Audi sungguh lucu, jadi ingin cium


" kalau kamu begitu merindukannya, kamu bisa menemuinya di Universitas, tidak perlu menjemputku" Arshel tertawa disana ternyata Audi benar- benar cemburu, Audi menatap Arshel dengan sangat kesal, apa yang lucu, Arshel berengsek.


" berhenti saja di halte depan aku akan naik bis saja" Audi tidak mau lagi menatap Arshel dia marah sekarang,


Arshel memberhentikan mobilnya,


Arshel menarik bahu Audi hingga menghadapnya tapi kepalanya mengarah ke arah kiri dia tidak mau menatap Arshel, Arshel menarik nafas, dan menghembuskannya pelan , Arshel menangkup kedua belah pipi Audi agar Audi menatapnya, tapi mata Audi melirik kearah lain


" lihat aku" Audi tidak juga melihatnya


" Audi, lihat aku" Audi yang dari tadi sudah kesal, menatap Arshel sinis, Arshel bilang dia rindu kak Laura siapa yang tidak marah mendengarnya, Arshel yang melihat Audi dengan ekspresi itu merasa geli didalam hati wanitanya sangat lucu, ingin cium, Arshel langsung mengecup cepat bibir Audi, Audi tambah menatapnya kesal,


Arshel tambah geli melihat itu, Audi sungguh lucu, Arshel kembali mengecup bibir Audi, dan menatap Audi yang masih memasang wajah garang,


Arshel tertawa dengan tangan yang masih menangkup pipi Audi, Audi kesal Arshel malah mengetawainya, Audi melihat tangan Arshel dan langsung menggigitnya, Arshel yang kaget langsung melepaskan tanganya dari pipi Audi, Audi tersenyum kemenangan disana, Arshel melirik Audi tidak percaya


" kenapa kamu menggigitku? kalau kamu sungguh ingin memakan ku, kita bisa pergi ke hotel" Audi berdebar mendengar itu, pipinya memerah, dia menatap Arshel kesal, Arshel yang melihat Audi salah tingkah kembali tertawa


" ayo kita pergi ke hotel sekarang"


" Arshel! " Arshel yang tadi sudah mau menghidupkan mobilnya menarik Audi dan merengkuhnya, dia memegang wajah Audi dengan satu tangan, sedangkan yang satunya memeluk pinggang Audi erat, Audi berdebar, jantungnya berdetak dengan cepat , mereka saling menatap disana, Arshel menatap bibir Audi,


Arshel mendekatkan kepalanya, ujung bibirnya sudah menyentuh bibir Audi, Arshel langsung meraup bibir Audi dan menciumnya dengan lembut, Audi menutup matanya menikamati ciuman Arshel,


Arshel mengecap dan menggigit pelan bibir Audi, lidah Arshel mendesak untuk masuk ke mulut Audi, Audi yang merasakan itu membuka kecil mulutnya, Arshel tidak membuang kesempatan Itu lidahnya langsung menerobos masuk, Audi merasa kepalanya pusing karena ciuman Arshel,


Arshel mengeratkan dekapannya dan memperdalam ciumannya, dia tidak bisa berhenti, dia candu akan bibir itu. mereka masih berciuman dengan penuh gairah hingga lupa dengan sekelilingnya, klakson mobil berbunyi, Arshel sedikit terganggu dengan itu, tapi tidak dapat membuatnya mengakhiri ciumannya, klakson mobil berbunyi lagi dan lebih keras sekarang,


Arshel menggeram merasa terganggu, klakson itu tidak berhenti berbunyi, Audi yang hanyut akan ciuamannya tersadar dan menarik bibirnya, bibir Arshel masih mencari bibir Audi, Audi tertawa dengan itu, dia menutup mulut Arshel dengan telapak tangannya, Arshel membuka mata dan menatap Audi dengan mata memohon, Audi menggeleng kecil,


Arshel kecewa dan menarik dirinya, Arshel kesal ini semua karena suara klakson itu, siapa yang membunyikannya, ingatkan Arshel untuk meninjunya setelah ini, klakson itu kembali berbunyi, Arshel kesal dan menurunkan kaca mobilnya, dia kaget disana James menatapnya nyalang


" kalau ingin berciuman jangan di jalan, memalukan" kata James dengan nada merendahkan, lalu setelah mengatakan itu, James langsung menjalankan mobilnya, dia tertawa karena berhasil membuat Arshel kesal,


Arshel menatap kepergian James dengan kesal, James itu sengaja membuatnya kesal, jika saja dia bukan kakak dari calon istrinya Arshel tidak akan melepaskanya


" apa itu kak James?"


" iya" Audi keget dan melihat jam ditangannya, dia terlambat


" Arshel!ini salahmu, aku terlambat, cepat jalan kan mobilnya" Arshel lama menjalankan mobilnya dengan malas dan terkesan ogah- ogahan, Audi kesal melihatnya


" cepat,"


" iya sayang"


" naikkan lagi kecepatannya"


" tenang saja, aku bosnya" Audi menatap kesal Arshel


" kalau aku terlambat datang kekantor , jangan pernah berharap dapat menciumku lagi"


Audi merasa malu mengancam dengan itu, Arshel terdiam dia tidak dapat mencium Audi, dia lebih baik dia mati saja, Arshel langsung menaikkan kecapatannya dan melaju dengan kencang Audi kaget sekali


" Ini terlalu cepat! "


*****


Mobil Arshel berhenti tepat didepan gedung tinggi perusahaan Arshel


" kenapa kamu berhenti disini?" Audi malu bila keluar didepan kantor, bagaimana bila rekannya melihatnya turun dari mobil Arshel, bagaimana dia menjelaskannya.


" kenapa disini?"


" sudah cepat turun, nanti kamu terlambat" Audi tersadar dan membuka pintu mobil tapi mobil itu terkunci, Audi menatap Arshel


" yang aku maksud cepat cium aku, nanti kamu terlambat"


" Arshel" Audi menggeram kesal


" Terserah cium atau terlambat" Audi langsung mencium pipi Arshel, Arshel kaget dengan serangan dadakan itu, Arshel membuka kunci mobil itu


" ingat untuk mencium bibirku lain kali" Audi menatap kesal sekilas Arshel dan langsung lari masuk kekantor, Arshel tertawa melihat tingkah Audi, wanita itu berlari dengan menutupi wajahnya dengan tas.