AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
10



Audi dan Sandra sedang berjalan kaki, mereka akan menuju restoran tempat Audi bekerja, selama dijalan Sandra selalu bercerita tentang dia dan sony, dia sangat bahagia karena bisa bersama kembali dengan sony dan Audi hanya menanggapi dengan senyuman, dia juga bahagia bila temannya bahagia, tapi dia juga masih memikirkan Arshel, kenapa dia merasakan perasaan berbeda saat bersama Arshel, perasaan itu begitu asing, apa ini yang di bilang orang cinta,  entahlah dia pun tak tahu


Mereka sudah sampai di depan restoran, Sandra masuk terlebih dahulu, disana sudah ada Arshel, Simon, dan Sony


" hai" kata Sandra


Sony yang sedang bicara dengan Arshel langsung berdiri dan menghampiri Sandra, Sony langsung memeluknya, sedangkan Arshel mengerlingkan matanya jenuh dan Simon yang mencibir Sony


" bisakah kalian sehari saja tidak bertingkah seperti itu?" kata simon, dua orang yang dituju langsung melihat kearahnya garang, Simon hanya mengalihkan matanya seolah- olah tidak terjadi apa- apa, Arshel yang melihat Audi masih berdiri di depan pintu memanggilnya


" kenapa kamu diam di situ saja? kemarilah"


" iya aku lebih baik kebelakang saja" setelah mengatakan itu Audi langsung pergi kebelakang, Arshel yang mendapatkan penolakan itu langsung mengikuti Audi kebelakang menyisakan Simon dengan ekspresi polosnya


" kenapa aku di tinggal ? hei! Kalian"


Kata Simon kesal, matanya kembali melihat Sony dan Sandra yang masih bermesraan, dia kesal apa seperti ini rasanya sendiri.


**


" ada apa? " Tanya Audi saat dia melihat Arshel mengikutinya kebelakang, Arshel yang mendapat pertanyaan itu hanya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal


" memangnya kenapa kalau aku mau kesini? aku juga mau membantu"


Audi menatap Arshel aneh, tapi dia hanya menggelengkan kepalanya ke kanan mencoba mengabaikan pemikirannya


Tiba - tiba kepala Simon keluar dari pembatas dapur


" woi Arshel, ada pelanggan"


Arshel yang mendengarnya langsung menyusul keluar, matanya melihat tidak suka pada orang yang datang itu, dia mengampirinya dengan enggan


" ada apa?" kata Arshel datar, William yang ditanya dengan nada seperti itu melihat Arshel bingung tapi kemudian dia tersenyum pada Arshel, sedangkan Arshel yang melihat itu sudah mulai jenuh.


" aku temannya Audi, apa dia bekerja disini? dan bukankah kita pernah bertemu di super market saat itu?"


" siapa ya aku sepertinya tidak kenal kamu" kata Arshel acuh,  sebenarnya dia ingat hanya saja dia tidak suka william sok dekat


" aku rasa kamu pelupa, tapi mungkin karena kita belum sempat berkenalan waktu itu, karena kamu  pergi lebih dahulu"


Arshel rasa ingin mengusir William karena seolah- olah mengejeknya pelupa


" mungkin" kata Arshel singkat


" lebih baik kamu duduk saja dulu, aku akan pergi melayani pelanggan yang lain"


sambung Arshel, dia ingin pergi jauh- jauh dari William, dia hanya mencari alasan saja, dan kebetulan memang ada pelanggan yang datang


Setelah di tinggal Arshel, William duduk dikursinya, matanya mencari- cari sosom yang dia cari, tentu saja Audi, dia sengaja datang kesana untuk bertemu Audi, dia sudah lama tidak bertemu Audi dan perasaannya masih sama dengan 3 tahun yang lalu, saat itu dia sudah tamat High school tapi dia pergi kesana  untuk mengurus sesuatu dan disana dia bertemu Audi untuk  pertama kalinya, saat itu dia sudah menetapkan hatinya untuk Audi


***


" dia siapa ? tampannya" Sandra yang dari tadi memperhatikan William dan memuji ketampananya


" sayang " kata Sony dengan tekanan, dan itu membuat Sandra menoleh padanya dengan senyum manisnya


" tidak kok sayang, kamu lebih tampan sampai membuat aku tidak bisa tidur hanya dengan memikirkan wajahmu" kata Sandra dan itu berhasil membuat suasana hati Sony kembali ceria


" benarkah?" kata Sony sambil merangkul pundak Sandra dan dibalas anggukan oleh Sandra


Sony yang melihatnya mencium Sandra di depan Simon, Simon kesal melihat itu jadi dia berdiri dari kursi berniat untuk kebelakan menemuimu Audi, mungkin dengan bertemu Audi suasana hatinya akan membaik, tapi belum sampai dia disana, William memanggilnya


" permisi, apa disini ada karyawan yang bernama Audi?"


Simon yang di tanya hanya menganggukkan kepalanya, William yang melihat itu tersenyum cerah


" bisa kamu panggilkan?"


" kamu siapa?" tanya Simon


" aku temannya Audi"


Simon yang mendengarnya mengangguk paham


" baiklah"


" terima kasih"


Simon melanjutkan langkahnya mencari Audi, dia melihat Audi yang sedang sibuk dengan ayam- ayam itu, Simon mengumpat Arshel dalam hati, kenapa Arshel tidak mencari karyawan tambahan sih, dia kasihan melihat Audi


" hai"


" hai Simon"


" apa kamu butuh bantuan?"


" tidak"


" kenapa kamu kesini?"


" diluar ada yang mencari mu, dia bilang teman mu"


" benarkah, siapa?"


" aku tidak tahu, tapi dia seorang pria, apa dia kekasihmu?"


" apa! Tidak, aku tidak punya kekasih "


" benar ya, jangan bohong"


" iya"


Simon senang mendengar Audi masih sendiri


" aku akan keluar sebentar lagi, aku ingin menyelesaikan ini dulu"


" aku disini saja untuk menemanimu, aku tidak mau duduk semeja dengan si Sony dan Sandra"


Audi tertawa pelan mendengar Simon bicara seperti itu


" makanya kamu cari kekasih"


" aku sih maunya begitu tapi tidak ada yang pas"


" kamu terlalu pemilih"


" tentu saja, aku kan tampan, sudah seharusnya seorang Simon mencari yang terbaik"


Audi tertawa lagi mendengarnya


" kamu lucu sekali" kata Audi sambil memukul bahu Simon yang berdiri disamping nya


" apa yang lucu?" suara seseorang mengalihkan suasana


" kamu tidak perlu tahu " kata Simon, Arshel kesal mendengarnya


" kenapa kamu disini? Keluar sana, kamu itu mengganggu "


" kenapa kamu jadi kesal?" Kata Simon tidak kalah kesal


" baiklah, aku sudah selesai " kata Audi, membuat kedua pria tersebut menghentikan perdebatan nya dan menatap Audi


" aku akan keluar dulu menemui seorang teman" kata Audi, setelah itu Audi keluar menyisakan Simon dan Arshel


" teman?" gumam Arshel, tapi Simon dapat mendengarnya


"  laki- laki yang berbicara pada mu tadi"


Arshel kembali mengangkat kepalanya menatap kesal Simon


" kenapa kamu memasang wajah seperti itu?" kata Simon bingung dengan ekspresi wajah Arshel


" aku kesal padamu"


" kenapa kamu selalu kesal  Akhir- akhir ini? lebih baik kamu periksakan dirimu kedokter, aku rasa kamu mempunyai riwayat darah tinggi"


" kamu mau aku bunuh! " kata Arshel dengan mengangkat pisau diatas meja


Simon yang melihat Arshel mengangkat pisau, langsung saja pergi dari sana


" aku rasa dia memang punya penyakit darah tinggi" kata Simon setelah keluar dari dapur


" aku bisa mendengarmu! " kata Arshel,


Simon yang nya bergegas pergi, dia lebih baik duduk dengan pasangan sok romantis itu dari pada menjadi korban darah tinggi Arshel.


***


William berdiri setelah dia melihat Audi datang mendekatinya, Audi tersenyum melihat William, dia sebenarnya tahu bahwa William menyukainya bahkan William pernah mengungkapkan rasa cintanya pada Audi hanya saja Audi hanya menggapnya seorang kakak, Audi tidak mempunyai perasaan ingin memiliki William tidak lebih dari rasa adik pada kakaknya


" apa senior  sengaja datang kesini untuk menemuiku?"


" ya, aku merindukanmu"


Audi tertawa mendengarnya


" benarkah? Kita kemarin baru saja bertemu"


" Audi apa sekarang kamu masih sendiri?"


" Huh?  kenapa senior menanyakan itu?"


" kamu tahu alasannya"


" ya aku masih sendiri "


" apa kamu ada orang yang kamu sukai?"


" ya"


" siapa?"


Audi tidak menjawabnya, tapi matanya menatap Arshel yang duduk bersama Simon dan pasangan sok romantis itu (kata simon ya ini), William melihat arah mata Audi, dan William tahu siapa pria yang disukai Audi, dia merasakan hatinya sakit, tapi dia bukan orang yang suka memaksakan kehendak nya, dia sudah cukup dewasa untuk memahami sebuah hubungan


" tidak masalah, kalau kamu tidak mau menjawabnya, aku tahu kamu menyukai sosok laki- laki itu kan?"


Kata William sambil melirik ke arah Arshel dan Audi tahu apa yang dimaksud William.


" ya, dia pria yang aku suka"


" baiklah, aku merasa bahagia karena kamu tidak menyembunyikannya dariku, kamu memang menganggap ku kakakmu" kata William tersenyum lembut


" senior?"


" baiklah, aku akan pergi dulu karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, tapi tolong bungkus kan aku satu porsi ayam ya"


" senior, rasa yang kamu rasa kan pada ku tidak lebih dari rasa sayang kakak pada adiknya, aku dapat merasakan itu, tolong jangan bohongi dirimu sendiri, aku tahu kamu mempunyai perasaan cinta pada kally, hanya saja kamu menutupinya, kamu menyangkalnya ,  kamu salah paham tentang semuanya, surat yang selalu kamu terima itu semua bukan dari ku tapi dari Kally, maafkan aku tentang semuanya karena tidak mengatakannya sejak dulu, itu karena....karena Kally tidak mau kamu tahu, dia kira cintanya bertepuk sebelah tangan, dia kira senior menyukaiku, sehingga dia datang padaku, dan menangis meminta padaku untuk mengakui bahwa semua surat- surat itu dariku, maaf kan aku senior "


Entah apa yang ada dipikirkan William dia hanya diam menatap Audi dalam kebisuan.


" senior? "


William tersentak setelah Audi memanggilnya


" aku akan pergi sekarang, maaf aku membatalkan pesanku, aku akan datang lagi nanti" setelah mengatakan itu William keluar dengan tatapan kosong


Audi dapat merasakan betapa kaget nya William hingga dia tidak bereaksi sama sekali, tapi Audi senang setelah mengungkapkannya dia sudah menyimpan rahasia ini lama sekali


" maafkan aku Kally aku mengingkari janjiku padamu "


" siapa kally?"


" Arshel? " Audi kaget tiba - tiba Arshel sudah berdiri disampingnya


" tidak, hanya seorang teman"


" apa kamu menolaknya?"


" apa?"


" dia, si senior mu itu, dia keluar dengan muka sedih " jawab Arshel ketus, Audi mengeyitkan dahinya bingung dengan nada bicara Arshel


" kami tidak mempunyai hubungan seperti itu, kamu salah paham"


" baguslah"


" apa?"


Audi kaget mendengar Arshel bicara seperti itu, Sedangkan Arshel hanya bersikap santai saja


" kataku cepatlah kerja, pelanggan mulai berdatangan"


Setelah mengatakan itu Arshel pergi meninggalkan Audi yang masih dalan kebingungan,


Audi memegang dadanya, jantungnya berdebar kencang sekali


" aku rasa aku jatuh cinta" kata Audi sambil memandangi kepergian Arshel


***


Sedangkan di dalam mobil William menyetir mobilnya dalam pandangan kosong, hampir saja dia menabrak seorang pejalan kaki saat orang itu menyebran


William meminggirkan mobilnya, dia menarik rambutnya kasar, hatinya sakit, sangat sakit, dia marah pada dirinya sendiri kenapa semua ini baru dia ketahui.


flashback


William berjalan masuk kesekolah tapi seorang wanita menghentikan langkahnya, wanita itu sangat sederhana dengan rambut sebahunya, tapi entah kenapa William merasakan perasaan aneh saat melihatnya.


" ini ambilah"


Setelah mengatakan itu, wanita itu pergi meninggalkan William dengan sebuah surat di tangannya.


Flashoff


William sedang duduk di balkon kamarnya ditanganya memegang sebuah surat dan tangannya mulai membuka surat itu


itu surat cinta tanpa nama


Sang pemuja


Aku menyukaimu.


Aku menyukaimu


Aku menyukaimu


Bahkan bila aku tulis sebanyak apapun kata itu tak cukup  untuk rasa cinta yang aku miliki


Bahkan bila aku tulis di seluruh tempat di dunia ini itu masih tak cukup bagiku


Aku menyukaimu


Aku menyukaimu


Aku menyukaimu


Saat aku menulis di kelas, aku bahkan tidak bisa menulis pelajaran, tangan ku berkhianat pada diriku, tangan itu hanya menulis kan kata itu 


Aku menyukaimu


Aku menyukaimu


Aku menyukaimu


Dimalam hari aku merenung melihat bulan, disana sepi tidak ada seorang pun disana, tapi entah mengapa aku ingin tinggal disans, aku ingin pergi kerumahmu dan menculikmu dan membawamu kesana bersama ku sehingga aku bisa selalu bersamamu hanya berdua


William tersenyum membaca bait surat tersebut


Aku menyukaimu


Aku menyukaimu


Aku menyukaimu


Sampai rasanya aku tidak bisa bernafas karena kata itu


Maukah kamu tinggal di hatiku yang Saat ini yang sedang menanti kamu datang, dia saat ini aku masih duduk di depan pintu berharap kamu mengetuknya, dan akan selalu begitu


AKU MENUNGGUMU WILLIAM JOSH


William tidak bisa menahan air matanya, dia menangis membaca surat itu, dia sudah membacanya ribuan kali


Saat melihat Kally pertama kali dia sudah menyukainya tapi saat dia mendapatkan surat itu dia juga menyukai sang penulis itu


Dia bingung kenapa dia bisa menyukai dua orang wanita dalam waktu bersamaan, dia mengabaikan rasa sukanya pada kally karena surat itu


Dia marah, marah pada dirinya sendiri yang bahkan tidak bisa memahami hatinya sendiri.


" kally"


" kally"


" kally.... aku mencintaimu "