AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
16



Hari ini hari libur, Sandra dan Audi sudah berada di dalam mobil Sandra karena tadi Sandra yang datang untuk menjemput Audi


" kira - kira gaun seperti apa yang bagus untuk ku ya?" Tanya Sandra, Audi yang mendengar itu berpikir


" mungkin gaun warna hitam selutut"


" em... Tidak.... aku lebih suka yang panjang hingga mata kaki dengan belahan di pahanya"


" Sandra...." Audi memanggil Sandra dan dengan tatapan tidak suka


" tidak, tidak aku hanya bercanda " kata Sandra tertawa dan itu membuat Audi juga tertawa, mereka sudah seperti sahabat lama


Mobil Sandra berhenti di sebuah Mall, mereka turun setelah memarkirkan mobil, mereka berkeliling untuk mencari gaun yang cantik dan yang pasti harus cocok dengan mereka t


Mereka memasuki sebuah toko pakaian yang menjual baju dengan merek ternama, mereka memilih- milih baju disana


" Audi apa ini cocok untukku?" kata Sandra dengan meletakkan baju itu didepannya, baju itu warna marron dengan panjang hingga mata kaki tanpa lengan, Audi suka karena itu tidak terlalu terbuka


" bagus, itu cocok denganmu"


" benarkah? Kalau begitu aku akan mencobanya terlebih dahulu"


Sandra pergi ke ruang ganti dan Audi jadi semakin bingung yang mana yang cocok untuknya, saat itu ponsel Sandra yang ada di kursi tunggu berbunyi jadi Audi membuka tas Sandra dan dia melihat disana ada telpon dari Sony


Audi ragu apa dia angkat atau tidak, dan panggilan itu mati tapi tidak berberapa saat Sony kembali menelpon jadi Audi memutuskan untuk mengangkatnya


" sayang, kenapa lama sekali angkat telpon nya?" kata Sony manja


" em... Sony ini aku Audi"


" Audi?"


" ya, kami sekarang sedang di Mall dan Sandra sedang di ruang ganti "


" baiklah kalau begitu, tunggu....kamu dan Sandra sedang di Mall mana?"


" kami dia Mall xxx"


" Ok, kasih tahu saja pada Sandra tadi aku menelpon "


" baiklah"


***


Sedangkan di sebuah kafe, tiga serangkai sedang duduk untuk menikmati waktu libur mereka, Arshel sengaja hari minggu untuk menutup restorannya, dia juga butuh refresing dari kuliah dan perkerjaan


" aku rindu pada Sandra "


Dua temanya yang ssedang meminum jusnya melirik kesal pada Sony


" kamu sudah menjadi budak cinta" kata Arshel


" benar, aku sudah bosan dengan kalian" lanjut Simon


" kalian itu jangan mengejek ku, kalian hanya belum saja bertemu orang yang kalian cintai, rasanya kalau tidak melihatnya setiap waktu kita menjadi gelisah dan selalu ingin tahu apa yang dia lakukan setiap saat"


" kamu terlalu berlebihan " kata Arshel dengan tertawa mengejek


" kita lihat saja nanti kalian akan tahu suatu saat nanti" kata Sony mengabaikan ejekan dari kedua temannya


" ya ya seterah bucin saja " kata Simon, setelah itu Simon dan Arshel tertawa seolah mengejek Sony, Sony tidak ingin menanggapi mereka, dia mengambil ponsel dan menelpon Sandra


Dia sudah menelpon Sandra tapi tidak diangkat dan dia kembali menelpon akhirnya kata Sony dalam hati


" sayang, kenapa lama sekali angkat telponnya? " kata sony


" em... Sony ini aku Audi"


" Audi?"


Arshel yang tadi sedang meminum jusnya melirik pada Sony setelah mendengar nama Audi


" ya kami sekarang sedang di Mall dan sandra sedang di ruang ganti"


"Baiklah kalau begitu...."


Saat Sony sudah akan menyelesaikan telponya, Arshel tiba- tiba bertanya


" Audi sedang dimana?" Sony merasa aneh  dengan pertanyaan Arshel tapi dia juga ingin tahu kekasihnya sedang dimana


" tunggu....kamu dan Sandra sedang dimana?"


Setelah tahu Sandra dan Audi dimana Sony mematikan ponselnya


"mereka ada dimana?" Tanya Arshel, Sony menatap aneh pada Arshel


" mereka sedang di Mall xxx"


" kalau begitu kita kesana saja" Lanjut Arshel


" kenapa kita harus kesana?" Tanya Simon bingung


" apa kamu ingat dengan janjiku kemarin, aku akan mengajakmu untuk membeli pakaian untuk pesta Universitas nanti"


" benarkah? baiklah kalau begitu ayo kita sekarang kesana"


Arshel dan Simon sudah berdiri, sedangkan Sony masih menatap Arshel penasaran tapi tak lama dia tersenyum misterius, dia juga berdiri dan mengikuti kedua temannya


Mereka masuk ke mobil berwarna putih milik Arshel, dijalan Arshel yang sedang menyetir menghidupkan lagu dan bernyanyi, Simon yang mendengar Arshel bernyanyi juga ikut bernyanyi, sedangkan Sony menatap Arshel dengan banyak pertanyaan dipikirannya


Mereka sampai di Mall yang juga di datangi oleh Audi dan Sandra, mereka turun dan masuk bersama, mereka berkeliling dan Sony kembali menelpon Sandra untuk mengetahui dimana posisi kekasihnya tersebut


Setelah Sony selesai menelpon, mereka masuk ke toko pakaian yang disana juga ada Sandra dan Audi, Sony langsung menghampiri Sandra dan menciumnya , sedangkan Arshel menatap Audi, sebuah senyum terbit di bibirnya, sedangkan Simon sudah sibuk memiliki jas-jas yang ingin dia pakai nantinya


Sandra membawa sony untuk melihat pakaian, menyisakan Audi dan Arshel disana, Audi gugup karena Arshel hanya berdiri disana dengan menatpnya tanpa bicara


" apa kamu sudah mendapatkan pakaian yang akan kamu pakai nantinya ?" Tanya Arshel


" Ya..ini" kata Audi dengan memperlihatkan gaun warna biru laut yang selutut tanpa lengan, Arshel melihat gaun itu, dia mengernyit tidak suka pada kerah baju itu, itu terlalu rendah


" jelek" kata Arshel dengan nada tidak suka,  Audi keget karena itu


" benarkah?"


Arshel menganggukan kepalanya untuk menjawab


" jadi gaun yang seperti apa yang bagus untukku? Aku sudah dari tadi mencari gaun yang pas untukku"


Arshel melihat- lihat pada gaun- gaun yang banyak disana, dia melihat satu gaun yang cocok untuk Audi, dia mengambil gaun itu dan membawanya pada Audi


" cobalah " kata Arshel, Audi yang mengerti mengambil gaun itu dan masuk ke ruang ganti, tak lama Audi keluar dengan gaun itu, Arshel yang sedang melihat pakaian tidak sadar akan itu


" Arshel"  Arshel melihat ke sumber suara, disana dia terpana pada Audi, Audi sangat cantik dengan gaun itu, gaun itu berwarna putih dengan panjang di bawah lutut dan yang pasti tidak terbuka pada dadanya


" Arshel?" kata Audi saat Arshel hanya diam menatapnya


" ya, kau sangat cantik dengan gaun itu"


Audi yang dipuji Arshel memerah karena malu


" benarkah? "


" ya"


" tapi gaun yang tadi...."


" kamu ambil yang ini"


Kata Arshel dengan nada perintah setelah itu dia berlalu untuk mencari pakaiannya sendiri, sedangkan Audi menimbang apa dia ambil gaun yang dipilih Arshel atau tidak, dia masuk kembali keruang ganti


" apa kamu sudah mendapatkan pakaian ?" Tanya Arshel pada Simon


" ya, kamu bagaimana?"


" kamu ingin warna apa?"


Arshel yang di tanya menggeleng


" lebih baik kamu warna ini saja" kata Simon dengan menunjukkan jas warna navy, Arshel melihat jas itu dan berpikir


" kira- kira jas apa yang cocok untuk gaun warna putih?" kata Arshel yang mendapat tatapan bingung dari Simon


" emm....mungkin jas warna abu- abu"


" baiklah aku akan ambil yang ini " kata Arshel mengambil jas yang ada ditangan Simon


" eh...tidak, ini milikku"


" kamu ambil yang lain saja, Ok" Simon menatap kesal Arshel setelah Arshel pergi dengan jas milik nya, padahal Simon sudah berusaha keras mencari yang pas untuknya dan setelah dia mendapatnya Arshel dengan mudah mengambilnya


Seorang pegawai wanita yang melihat kejadian tadi datang mendekati Simon


" ada yang bisa saya bantu?"


" ya, aku bingung jas yang mana yang pas untukku" kata Simon tanpa melihat orang itu, wanita itu mengambil jas warna hitam dan memberikannya pada Simon


" ini, kamu pasti akan sangat tampan saat memakainya" Simon tersadar saat itu dan melihat pada wanita itu, wanita itu masih muda mungkin seusinya, Simon terdiam melihat wanita itu


" ini" ulang wanita itu dan simon mengambilnya, setelah memberikan jasnya wanita itu pamit undur diri, sedangkan Simon masih memperhatikan wanita tersebut


" hey bro, ternyata kamu sudah memilih pakainmu ya" Simon tersadar dan tersenyum pada Sony yang menegurnya


" ya"


" kalau begitu lebih baik kita membayarnya" sambung Sandra, mereka pun pergi dari sana, tapi Simon masih sempat melihat pegawai wanita itu, dia melihat tag nama wanita itu Sintya


Mereka sedang membayar baju mereka dikasir, Arshel mendekati Audi dan bertanya


" apa kamu mengambil baju yang tadi?" tanya Arshel


" Iya "


Arshel tersenyum senang mendengar nya


***


Diparkiran


" sayang kamu pulang naik apa?" Tanya Sony


" aku membawa mobil "


" apa kita akan berpisah disini, tapi aku masih rindu"


Sandra tersenyum dan memegang wajah Sony dengan satu tangan, sumpah Simon dan Arshel jengah sekali


Arshel menatap Audi yang memainkan ponselnya tak lama ponsel Audi berdering ada yang menelpon, disana  hanya tertera sebuah nomor dan Audi mengangkat nya


" hallo" Kata orang yang menelpon Audi, Arshel menajamkan pendengarannya saat Audi mengangkat panggilan tersebut


"Maaf ini siapa?"


"Aku yang kemarin meminta nomor untuk pesanan lewat telpon"


" oh yang kemarin"


"Aku ingin memesan"


" Maaf ya hari minggu kami tidak buka, besok anda bisa mulai memesan"


" siapa yang menelpon Audi"  Tanya Arshel didalam hati, telinga Arshel masih setia mendengar pembicaraan Audi dan penelepon


"Namaku Mark kamu bisa memanggilku dengan nama itu"


" baiklah Mark" Kata Audi mencoba sopan


" Mark? pesanan? apa pria itu yang meminta nomor Audi yang dimaksud Simon kemarin" pikir Arshel


Audi menutup telponnya, Arshel pun langsung bertanya


" siapa?"


" apa?"


" Mark?"


" oh.... dia adalah pelanggan di restoran kita"


" kenapa dia menelponmu?"


" karena aku memberikan nomorku"


" kenapa kamu memberikannya?"


" karena untuk pemesanan ayam"


" aku tidak pernah mengatakan bisa memesan lewat telpon"


" aku hanya berinisiatif sendiri"


" kalau dia menelpon abaikan saja"


" tapi aku melakukan ini untuk kemajuan restoran"


" aku tidak butuh itu"


Arshel dan Audi saling bertatapan tanpa ada yang mau mengalah, mereka mengabaikan tiga orang yang dari tadi memperhatikan mereka berdua dengan aneh


"ada apa dengan mereka mereka?"


"Merek seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar"


Audi lebih dulu memalingkan wajahnya dan Arshel kembali bicara


" ingat itu, jika si mas itu....."


" Mark" sambung Audi memperbaiki kesalahan Arshel dan itu malah menambah amarah Arshel


" Terserahh entah siapa pun namanya, abaikan saja jika dia kembali menelpon, mengerti" tegas Arshel, Audi tidak menjawabnya dan hanya menatap datar Arshel


" jawab"


" Iya" Kata Audi dengan menahan kekesalannya, Arshel yang mendengar itu pun mengangguk puas


" bagus, Sony, Simon ayo kita pergi" Arshel pergi darisana dan diikuti kedua temannya yang mengikuti dengan bingung, Sony masih sempat mencium pipi Sandra sebelum dia pergi


Arshel menjalankan mobilnya dengan sedikit laju


"Aku sungguh kesal, kenapa juga pria itu harus menelpon Audi? dia pasti hanya mencari alasan saja untuk menghubungi Audi, lihat saja jika aku bertemu dengannya pria itu akan habis di tanganku" Kata Arshel didalam hati dengan menggenggam erat setir mobil


" kamu itu kenapa Arshel? Audi itu tidak salah dia ingin restoran mu lebih maju" kata Sony dan langsung mendapat tatapan kesal dari Arshel, Simon juga sudah memberikan kode pada Sony supaya tidak meneruskan perkataannya, dia sudah paham akan sikap Arshel kalau sudah begini


" kenapa kamu menatap ku seperti itu?" Tanya Sony dan malah tambah membuat Arshel kesal, sedangkan Simon menepuk jidat nya merasa Sony begitu bodoh


" dan ada apa dengan mata mu Simon?" Tanya Sony saat Simon memberikan kode melalui matanya agar Sony menutup mulutnya, Simon rasanya ingin sekali menjitak kepala Sony


" Kenapa dia bertingkah bodoh saat ini? biasanya dia yang paling pintar" Kata Simon merasa bodoh dengan sikap Sony


" lebih baik kamu diam saja" kata Simon mencoba menahan kekesalannya pada Sony


" memangnya kenapa? Apa yang salah dari perkataan ku? Audi......" belum selesai Sony bicara mulutnya sudah disuapi oleh Simon dengan roti agar dia berhenti bicara


" Lebih baik aku tutup saja mulut Sony bodoh ini sebelum Arshel bertambah marah dan menumburkan mobil ketiang listrik dan aku akan mati muda bersama mereka".