AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
31



Arshel berjalan dengan aura dingin dan kesal, setiap melewati karyawannya tidak ada senyuman, dan sapaan karyawannya dia abaikan, hatinya lagi panas, wanitanya akan menikah dan bukan dengannya bagaimana mungkin dia masih bisa tersenyum,


Arshel masuk ruangannya dengan membuka pintu kasar, didalam sudah ada Sony yang datang saat jam makan siang untuk bertemu Arshel, dia sudah seminggu tidak bertemu Arshel karena sibuk dengan pekerjaan sebagai fotografer, ya Sony masih bekerja itu, karena itu bakat dan hobynya tapi sekarang sedikit berbeda bukan dia yang memotret tapi karyawannya.


Arshel tidak melihat Sony, dia langsung duduk dan memutar kursinya menghadap keluar kaca besar yang memperlihatkan seluruh kota, tapi itu tidak dapat mengalihkan pikirannya, dia berbalik lagi dan langsung kaget karena Sony sudah duduk didepan nya hanya dipisahkan sebuah meja kerja Arshel.


Arshel lagi sedang dalam hati yang kacau jadi dia hanya menatap Sony, Sony merasa kecewa, dia disini ingin membuat kejutan untuk Arshel tapi pria itu malah mengeluarkan aura kesal, apa dia salah datang tanpa memberitahu


" Arshel...Sony"


Simon masuk dengan membawa banyak makanan ditangannya dia masuk dengan bahagia dan meletakkannya di meja disamping sofa, lalu berjalan mendekati kedua temannya


" ada apa?" Simon bertanya setelah kedua temannya hanya melihatnya tanpa bicara apa- apa, Arshel mengalihkan matanya dari Simon,


Sony memberi kode melalui matanya pada Simon, memberitahu bahwa Arshel terlihat aneh, Simon yang mengerti langsung memanggil Arshel


" Arshel kenapa kamu disini? bukannya kamu akan makan siang bersama Audi?" Sony kaget mendengar Simon menyebut nama Audi,


Arshel menatap Simon datar, dia juga maunya begitu, tapi Audi malah bicara tentang pernikahan, dan itu sangat merusak suasana hatinya


" Audi!?"


Simon menatap Sony, dia lupa memberitahukan Sony


" apa Sandra tidak cerita padamu?"


" tidak, aku rasa dia sengaja untuk tidak memberitahu ku agar Arshel tidak menemukannya"


" Audi kerja disini" Sony kaget untuk kedua kali mendengarnya


" bagaimana mungkin?"


" mungkin Audi tidak tahu kalau ini perusahaan milik keluarga Arshel"


" aku tidak menyangka, Audi sudah hampir 5 tahun menghilang "


" kenapa kalian malah membahas itu" Arshel kesal temannya malah membahas tentang kepergian Audi yang sudah berlalu


" Arshel kalau kamu ada masalah kamu bisa cerita pada kami"


" Audi akan menikah "


Sony dan Simon syok mendengarnya


" dengan siapa ?" tanya mereka berbarengan, Sony dan Simon saling pandang


" yang jelas bukan denganku"


" apa itu benar?"


" dia sendiri yang berkata padaku "


" bisa jadi dia hanya ingin kamu tidak menggangunya "


" meskipun dia benar - benar akan menikah dengan orang lain, aku tidak akan membiarkannya"


*****


Sekarang Audi sudah duduk di ruang keluarga, disana juga ada kedua orang tuanya dan James, hari ini dia akan mengatakan apa yang akan dia pilih , dia sudah memikirkan ini dengan mempertimbangkan segala hal dan dia sudah memutuskan


" aku akan menikah dengan pria yang PapPapa jodohkan denganku" kedua orang tuanya dan James kaget mendengar itu mereka pikir Audi akan menolaknya dan ayahnya sudah memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan jika anaknya menolak, dia akan pura- pura sakit agar Audi mau menikah tapi sepertinya itu tidak perlu,


Ayahnya bukan ingin membuat anaknya tersiksa atau bersedih dia sudah kenal dengan anak dari keluarga Simpson itu, dan dia adalah pria yang baik, Audi akan bahagia jika menikah dengan pria itu.


" benarkah? " ayahnya bertanya ragu- ragu takut yang dia dengar adalah salah


" iya" jawaban itu seperti hujan yang membasahi tanah yang gersang bagi kedua orang tuanya


" kamu yakin?" James bertanya lagi dan langsung mendapat tatapan tajam dari ayahnya , karena pertanyaan James bisa membuat Audi berubah pikiran ,


" aku yakin jadi, kakak cepat lah menikah agar aku bisa segera menikah " Audi berbicara sambil tersenyum manis


" tentu saja, pernikahan ku tinggal 2 minggu lagi" Audi merasa galau berarti pernikahanya mungkin sebulan setelah James


******


Arshel menatap kedua orang tuanya aneh, orang tuanya tampak saling menunjuk untuk siapa yang bicara melalui mata.


" ehem..." Arshel berdehem untuk mengalihkan perhatian kedua orang tuanya .


Kedua orang tuanya menatap Arshel, mereka menunggu apa yang akan Arshel katakan, Arshel mengerutkan dahinya, dia yang disini menunggu apa yang ingin dikatakan kedua orang tuanya.


" ada apa ? Katakan saja"


Ayahnya memperbaiki duduknya dan berbicara dengan wibawa


" besok, kita akan bertemu calon istrimu" Arshel menatap datar kedua orang tuanya, ayah dan ibunya menunggu reaksi anaknya


" tidak" Arshel menolak dengan nada dingin, ayahnya tidak mau kalah, ini semua demi anaknya.


" besok kamu harus tetap pergi menemui calon istrimu"


" kalau aku tidak mau bagaimana?" Kata Arshel tidak akan mau melakukan itu, kepala Arshel rasanya akan meledak, baru tadi siang Audi berkata akan menikah dengan orang lain dan itu sudah membuat hatinya panas dan apalagi sekarang dia juga akan menikah dengan wanita lain, apa - apaan ini, ini tidak akan terjadi , tidak akan pernah


" kamu tahu apa yang akan Papa lakukan"


" aku sudah memiliki wanita yang akan aku nikahi"


" benarkah? kamu pikir keluarga dari wanita yang ingin kamu nikahi mau menerima mu yang tidak mempunyai apa- apa"


Arshel menatap ayahnya penuh permusuhan, ayahnya hanya tersenyum disana


"Papa tidak perlu memikirkan tentang itu, itu adalah urusan ku, tanpa harta dari Papapun aku bisa, Papa jangan lupa dengan hotel yang aku bangun dengan uangku sendiri, sekarang hotel itu sudah cukup maju, itu juga sudah cukup bagiku"


Arshel kembali tersenyum disana, sedangkan ayahnya terdiam, dia lupa kalau Arshel mempunyai sebuah hotel berbintang dan beberapa restoran, tidak, dia tidak akan kalah oleh anaknya, dia kembali menatap anaknya sengit


" benarkah? kamu pikir wanita seperti apa yang akan kamu nikahi, keluarga wanita itu masih lebih kaya dari harta yang kamu miliki" ibu Arshel menyikut lengan suaminya


Suaminya hampir memberitahu sebuah rahasia, Ayah Arshel menatap ibu Arshel seketika dia sadar, dia menatap wajah anaknya, disana Arshel terdiam, Arshel memikirkan tentang apa yang ayahnya katakan, harta yang dia miliki tidak sanggup untuk melebihi keluarga Audi, kecuali bila dia dapat mewarisi perusahaan ayahnya, perusahaan ayahnya lebih besar dari perusahaan Townsend, Arshel kembali frustasi, dia menatap ayahnya


" jadi apa yang Papa mau?" ayah Arshel menghembuskan nafas lega, anaknya tidak curiga dengan perkataannya, dia menatap anaknya dengan percaya diri


" kamu harus ...." belum selesai ayahnya bicara, istrinya memotong,


" kamu bisa datang besok untuk melihat gadis itu, jika kamu tidak suka kamu bisa membatalkannya" ayah Arshel menatap ibu Arshel dia tidak menyangka istrinya bisa membujuk Arshel untuk pergi dengan mudah


" baiklah, aku pegang kata Mama, aku akan melihat gadis itu sebentar , dan akuĀ  akan langsung membatalkannya disana" Arshel langsung pergi dari sana, tapi dia sempat mendengar ayahnya berkata


" Papa pegang kata- katamu Arshel, setelah kamu melihat gadis itu besok, kamu harus langsung membatalkan perjodohanmu disana, dan jangan memohon kepada Ayah setelah itu" Arshel mendengus merendahkan perkataan ayahnya,


" itu tidak akan terjadi, Papa tenang saja, aku akan membatalkanya saat aku baru tiba disana" Arshel berjalan dan naik kelantai atas dia masuk kedalam kamarnya, hari ini sangat berat bagi Arshel, tapi dia tidak akan menyerah tunggu saja.


Arshel masuk kekamar mandi dia ingin mendinginkan pikirannya.


*****


Audi berbaring matanya menatap langit- langit kamar dengan pandangan sedih,


" besok semuanya akan berakhir"


Arshel berjalan menuju balkon, dia menatap langit malam yang bersinar terang dan penuh bintang, Arshel tersenyum disana, dia berencana akan membatalkan perjodohan itu besok dan akan langsung melamar Audi setelahnya, dia tidak mau menunda semuanya lagi


" besok semua akan dimulai"


********