![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Arshel pergi ke discotic dia tidak tahu kemana dia harus pergi, dia hanya ingin melampiaskan kemarahannya, dia tidak pernah kesana tapi dia butuh minuman untuk menghilangkan kesakitan dihatinya, dia masuk kesana dan Arshel sudah tidak suka dengan pemandangan yang memuakkan, orang- orang menari dengan bebas dan wanita- wanita sexy dengan pakaian yang terbuka
Arshel duduk di depan bartender dan memesan minum, setelah minumannya selesai dibuat dia meminumnya hingga tandas, entah sudah berapa gelas dia habiskan tapi rasa sakit itu masih terasa nyata
" kenapa? Kenapa Audi? Kenapa Kamu menyakitiku?" Arshel meminum lagi minumanya dan seorang wanita dengan gaun yang rendah mendatanginya
" kenapa tampan? apa kamu sedang patah hati?" Arshel melirik wanita itu dengan tatapan jijik
" enyahlah sialan! " wanita itu kaget sekali, dia tidak suka pria yang pemarah jadi dia meninggalkan Arshel, Arshel masih minum hingga 3 jam disana
" Audi, aku... Ak.. Aku mencintaimu"
" sial....kenapa aku malah mengingat wanita itu, berengsek"
" pergi saja! Aku tidak perduli dengannya, terserah dia mau dengan siapa, aku juga tidak perduli" Ashel lagi- lagi meneguk minuman keras itu
" aku akan membunuh pria itu jika aku bertemu dengannya, berengsek, berani sekali dia menyentuh wanitaku "
"baiklah jika itu yang Audi inginkan"
" pria itu bahkan tidak lebih tampan dariku, apa yang Audi lihat darinya"
" aku akan benar- benar menghancurkan pria itu"
" Audi! Audi"
Bartender di depannya sudah menggelengkan kepalanya melihat tingkah Arshel
" aku mencintaimu, kenapa aku baru menyadarinya sekarang"
***
Audi sudah kembali dan dia tidak mendapati Arshel direstoran hanya pelanggan pria yang menjaga itu, pelanggan itu kesal karena dia harus menjaga sangat lama, entah kemana Arshel? Audi juga kesal pada Paul, tadi saat Audi sudah selesai dengan belanjaanya Paul menelpon dan akhirnya mereka bertemu di taman
Audi kira hal mendesak apa yang ingin Paul lakukan? dan apa yang Paul lakukan? memintanya menjadi bahan latihan castingnya, ini karena Paul yang terlalu banyak meminta, dia bilang, kamu itu kurang mendalami, kamu itu kurang bahagia, kamu itu kurang senyum entah apa lagi, Audi pun pusing jadinya dan sekarang Arshel dimana? Dimana pria itu?
***
Arshel sudah sangat mabuk, dia bahkan tidak bisa hanya untuk berdiri, bartender yang di depannya mengambil ponsel Arshel dan menelpon nomor terakhirnya Arshel menelpon di ponselnya
Sony datang dengan tergesa- gesa, dia awalnya sama sekali tidak percaya Arshel mabuk- mabukkan seorang diri di Club malam
" apa- apaan pria ini" Sony sudah memegang punggung Arshel yang menjatuhkan kepalanya di meja
" Arshel, apa yang terjadi?"
" Arshel?"
" diamlah, jangan ganggu aku"
" hei! sialan, cepat bangun, sebenarnya ada apa?"
" aku akan membunuh pria itu"
" pria ? Siapa Arshel?"
Arshel tidak menjawabnya, Sony sungguh kesal, dia mengangkat tubuh Arshel dan membawanya pulang, didalam perjalanan Arshel bergumam tidak jelas dan sesekali menyebut nama Audi, Sony menyangka kalau ini pasti ada hubungannya dengan Audi
***
Hari sudah pagi, Arshel bangun dengan kepalanya yang pusing sekali, dia bangun dan melihat sekeliling, dia di kamarnya, Arshel mengingat yang terjadi, dia mabuk hingga tertidur dan ingatan malam itu di taman, dada Arshel kembali sesak mengingat itu, melihat Audi bersama pria lain membuat amarahnya kembali meroket
" aku sungguh kesal, sial" Arshel bangun dengan amarah di dadanya dan masuk ke kamar mandi
****
Arshel berjalan masuk ke Universitas dengan wajah tidak bersahabat, orang yang berpas- pasan dengannya akan mengira Arshel membencinya
" Arshel" Simon yang melihat temannya datang menyapa nya, Arshel duduk di kursi nya dengan meletakkan kasar tasnya diatas meja
" ada apa?" Arshel tidak menjawab, dia hanya membuka buku dengan kasar dan membolak balikkan kertas dengan emosi
" Arshel jawab aku apa kamu baik- baik saja?"
" aku baik- baik saja" jawab Arshel dengan dingin, Simon pusing sendiri biasanya Arshel akan bercerita jika dia ada masalah, Sony juga baru datang dan duduk disana
" dia tidak akan menjawab mu aku sudah bertanya dan dia mengabaikanku"
" Arshel, kamu mabuk semalam dan aku yang mengantarkan mu pulang"
" Arshel mabuk?" tanya Simon tidak percaya
" ya dia mabuk semalam, aku juga tidak tahu alasannya "
" Arshel, coba kau ceritakan pada kami, mungkin kami bisa membantu"
" sudah kalian tidak perlu khawatir, aku baik- baik saja" kata Arshel menyakini, Sony dan Simon saling menatap mereka masih penasaran apa yang terjadi
***
Audi memasuki restoran, dia mencari sosok Arshel yang menghilang tadi malam, dia melihat Arshel yang hanya memandang keluar dari balik jendela memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang dijalan raya
" Arshel" Audi memanggil Arshel, tapi Arshel tidak membalikkan wajahnya meski dia mendengar Audi memanggilnya
" malam tadi kamu kemana?"
" aku pulang duluan, memangnya kenapa ?" jawab ketus Arshel, dia mengambil kaleng bir diatas meja dan meminumnya
" baiklah aku akan kebelakang " Audi pergi dari sana saat merasakan kalau Arshel sedang tidak ingin diganggu
" ck, kenapa dia harus perduli padaku, saat dia bersama pria lain" Arshel meremukkan kaleng bir yang sudah habis isinya dengan pandangan mata yang penuh kabut amarah
Tak terasa waktu sudah mulai malam, saat hanya tinggal satu jam sebelum saatnya pulang, sebuah taxi berhenti didepan restoran dan turunlah sosok laki- laki tampan dia masuk sambil melepaskan kaca mata hitamnya, dia berdiri didepan Arshel yang menatapnya dengan tajam, Paul sedikit takut melihat nya, karena tatapan tajam itu seakan untuknya meskipun dia tidak tahu apa salahnya
" permisi, aku ingin bertemu Audi tolong kamu panggilkan" Arshel sudah dari tadi menahan dirinya untuk tidak memukul wajah Paul yang sok tampan itu
" panggil saja sendiri, berengsek" Arshel masih mencoba tenang
" kenapam kau tiba- tiba memaki?" Kata Paul juga jadi kesal dengan sikap Arshel
" Audi! Audi! " suara keras Paul memenuhi restoran, hingga berberapa pelanggan sedikit terganggu, Arshel sudah berdiri untuk memukul Paul tapi suara Audi menghentikannya
" Paul"
Paul melihat Audi disana dan tersenyum mendekat
" sayang, kamu ini aku menelponmu tapi tidak aktif"
" memangnya ada apa?"
" aku..."
Arshel keluar dari restoran dengan membanting kaleng bir ketempat sampah hingga berbunyi dengan keras, dia sudah tidak tahan lagi disana, dia tidak bisa menjamin nyawa pria itu jika Arshel lebih lama disana, Audi melihat Arshel yang pergi dengan motornya
" ada apa?"
" aku akan pulang malam ini ke Parris" Audi kaget mendengarnya
" kenapa cepat sekali?"
" Mamaku jatuh dari tangga dan harus masuk rumah sakit, Papaku menelpon meminta ku untuk pulang"
" astaga, apa parah?"
" tidak, hanya luka ringan, hanya saja ibuku juga merindukan aku, dia bilang, dia setiap hari memikirkan aku, padahal aku sudah diterima disebuah judul film dan sekarang harus pulang"
Kata Paul dengan sedih
" tidak apa- apa kamu bisa mengejar mimpi mu lain kali, tapi tidak dengan ibumu"
" kamu benar, itulah kenapa aku akan pulang malam ini, aku rasa aku akan mencoba peruntungan di Paris saja"
"Papmu kan banyak uang suruh saja dia membayar sutradara"
" Tidak! Aku tidak mau jadi aktor karena suap"
" haha, ya baiklah, aku yakin kamu akan berhasil"
" baiklah aku pulang ya sayang, sampai jumpa lagi" Paul memeluk Audi dengan erat dia sangat menyayangi Audi karena dia tidak punya saudara kandung, dia hanya anak tunggal