![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Besok adalah hari pernikahan James dan Laura, Audi sudah berencana meminta cuti besok hari pada menegernya, dia sekarang sedang duduk didalam bis perjalanan menuju tempat kerjanya.
*****
Audi baru saja masuk ke ruangan pemasaran disana semua rekan dan manegernya sedang berkumpul, Audi menatap jam ditangannya dia tidak terlambat jadi ada apa? Audi berjalan mendekat, semua rekan melihatnya.
" akhirnya kamu datang juga" Audi bingung menegernya memerintahnya untuk duduk, Audi duduk bersama semua rekannya
" baiklah karena kita semua sudah berkumpul, saya sudah membagi kalian menjadi dua titik untuk memasarkan produk kita" semua melihat meneger tidak mengerti
" Sisil, Catrina kalian satu tim, dan Dave dan Audi kalian berdua satu tim, kita harus bisa meningkatkan penjualan produk kita tahun ini, karena kita mengalami sedikit penurunan berberapa bulan ini"
" kalian siapkan dulu brosurnya, kalian bisa langsung pergi setelah menyelesaikan pekerjaan kalian disini"
" baiklah karena kalian sudah mengerti, saya berharap kalian bisa bekerja keras untuk tim kita" Antony berdiri dari kursi
" kalau begitu saya pergi dulu, kalian ingatlah untuk bekerja keras" Antony meninggalkan empat orang yang terdiam
" bagaiman mungkin kita harus bekerja dilapangan? kita ini bekerja di dalan ruangan, meneger selalu sesuka hati" Sisil berbicara dengan nada emosi
" tapi bukan kah itu juga baik, kita bisa keluar dan bebas untuk sementara, kita hanya menyebarkan brosur saja kan" kata Catrina sambil menimbang
Tiba- tiba mereka semua kaget karena meneger kembali datang, ada apa lagi? wajah Sisil pucat pasi, dia takut maneger mendengar apa yang dia katakan
" saya lupa , kalian harus menyiapkan seribu lembar brosur, setiap tim lima ratus, baiklah itu saja" Antony meninggalkan mereka, Sisil merasa lega karena Maneger tidak mendengar apa yang dia katakan, tapi akhirnya mereka terdiam, seribu lembar harus dibagikan kepada orang - orang? apa menegernya gila.
****
Mereka sudah siap untuk pergi menyebar brosur, Sisil dan Catrina pergi terlebih dahulu, meninggalkan Audi dan Dave, Ponsel Audi berdering, Arshel Calling
Audi menjauh sedikit dan mengangkatnya
" ada apa?"
" siang ini kita makan bersama"
" tidak bisa"
" kenapa ?"
" karena aku ada urusan, sudah ya aku tutup"
" tunggu Audi...." telpon sudah diputuskan oleh Audi
*****
Audi dan Dave berdiri didepan toko kosmetik yang diproduksi perusahaan milik Arshel, dia dan Dave diluar dengan berbagai macam kosmetik yang tersusun rapi sebagai bahan pemasaran
" akhirnya selesai, kita hanya tinggal mempromosikannya" kata Dave dengan senyuman, mereka baru saja selesai dengan menata kosmetik- kosmetik
" baiklah kita mulai sekarang"
" ya" mereka berteriak menawarkan produk mereka
orang- orang yang lewat mereka berikan brosur tentang kosmetik mereka, beberapa orang juga datang mendekat untuk melihat produk mereka,
Audi dan Dave berusaha mengatakan kelebihan produk- produk mereka, segerombolan anak sekolah menengah keatas menghampiri Dave dan Audi.
Mereka banyak bertanya, Dave dan Audi juga berusaha menjawabnya .
" aku ingin kakak memakai lipstik ini, aku ingin lihat apa ini bagus saat dipakai" Audi mengangguk
" baiklah"
" aku ingin kakak pakai yang warna merah" Audi mengambil lipstik dengan warna merah dan memakainya, setelah selesai Audi menunjukkannnya pada anak- anak gadis itu, mereka melihat lipstik yang dipakai Audi
" bagus, ayo kita masuk dan beli berberapa" anak - anak gadis itu suka dan masuk ketoko kosmetik mereka, Audi senang sekali dan memeluk Dave, Audi menarik dirinya
" aku tidak sangka kita akan mendapat banyak peminat" Audi memandang Dave yang memasang wajah tegang
" Dave kamu kenapa?" Audi menyentuh lengan Dave, tapi Dave tetap diam saja, Audi memalingkan wajahnya kebelakang dan keget karena melihat Arshel disana yang sudah memasang wajah masam dan tatapan tajam,
Arshel berjalan mendekat, dan menarik Audi kesisinya, dia menatap Dave dengan dingin, Dave jadi kikuk,
" Direktur...."
" jangan sentuh istriku" Arshel berbicara dengan dingin, Audi dan Dave shock, Audi shock kenapa Arshel berkata seperti itu pada Dave , bagaimana dia menjelaskannya, Dave juga shock istri? dia menatap Audi meminta jawaban, Arshel yang melihat Dave dan Audi saling pandang menjadi geram
" Audi"
" apa!" Audi yang keget karena dipanggil menjawab dengan keras, Arshel memasang wajah dingin, Audi melihat itu dengan pandangan senyum pias.
" maaf ...." Arshel langsung menarik Audi pergi
" Arshel tunggu , Dave..." Arshel berhenti dan menatap sinis Audi
" aku lagi bekerja, kamu tidak bisa membawaku pergi begitu saja"
" pekerjaan apa yang berpelukkan?" Audi diam, Arshel melihat dia memeluk Dave, tadi itu hanya pelukkan bahagia saja
" itu.... kamu salah paham"
" salah paham apa!" Audi diam karena Arshel berbicara dengan nada keras
" kalau kamu tidak percaya padaku, ya sudah, dan kalau kamu mau kamu bisa membatalkannya perjodohan ini, bukannya dari awal kamu sudah membatalkannya" wajah Arshel yang tadi keras melembut, dia langsung menarik Audi kedalam pelukkannya
" aku tidak suka kamu bersentuhan dengan pria lain, hanya aku yang boleh melakukanya, hatiku panas saat melihat kamu berpelukkannya, aku akan memberi pelajaran pada pria itu" Audi menarik dirinya dari peluk kan Arshel, dan menatap tajam Arshel
" awas saja, bila kamu melakukan sesuatu pada Dave"
" jadi namanya Dave"
" Arshel, kamu harus janji kamu tidak akan melakukan apa pun pada Dave"
" kenapa kamu sebegitu membelanya?" Arshel kesal Audi selalu menyebut nama Dave
" dia itu teman ku , rekanku, dan bagaiman aku menjelaskan semuanya nanti padanya, ini semua salahmu"
" apa yang susah, tinggal bilang saja, aku suamimu"
" kamu bukan suamiku"
" tapi itu akan terjadi "
" iya terserahmu, tapi kamu harus janji tidak melakukan apa pun padanya"
" tapi cium dulu" Audi menatap merendahkan Arshel, Arshel tertawan dia menarik Audi mendekat dan mencium keningnya.
" baiklah untuk kali ini aku maafkan, tapi kalau ini terjadi lagi, jangan salahkan aku" Audi memukul lengan Arshel, Arshel tertawa, Audi kesal dan ingin memukul Arshel lagi, tapi Arshel memegang tangannya, Arshel menatap Audi dengan intes, Audi terdiam gugip, tangan Arshel terangkat menyentuh bibir Audi
" Arshel sakit " Audi mengeluh karena Arshel mengusapnya kasar
" kenapa susah sekali hilanganya?"
" karena lipstik ini bagus, sudah jangan di usap lagi"
" tapi aku tidak suka " Arshel masih berusaha menghapus lipstik itu, Audi berusaha menolaknya tapi Arshel bersikeras
" Arshel !" Arshel dan Audi melihat orang yang memanggil nama Arshel, disana Sony dan Sandra berjalan mendekat
" apa yang terajadi?" Audi langsung menarik dirinya dan menjauh dari Arshel, Arshel menatap Audi kesal, Audi berpaling dan tersenyum
" Sandra, aku merindukanmu" Audi mendekati Sandra dan langsung memelukkanya dan dibalas sandra dengan memeluknya erat
" aku juga sangat rindu padamu "
" Sandra apa yang kamu lakukan disini?"
" tidak ada, hanya berkencan " Sandra tersenyum menatap Sony , Sony juga tersenyum disana
" dan kalau kalian, apa yamg kalian lakukan disini,? tidak mungkin berkencan kan?" tanya Sony
" tidak, kami hanya kebetulan bertemu saja" Arshel menatap Audi dengan kesal, mendengar jawaban Audi, tapi Audi hanya menatap acuh Arshel
" Audi apa kamu sekarang bersama Arshel?" Sandra berbisik pada Audi untuk bertanya, karena dia sempat shock melihat Audi dan Arshel, Audi kembali berbisik
" ceritanya panjang, aku akan menceritakannya nanti"
" sayang, ayo kita pergi" Sony sudah menarik Sandra pergi
" Audi maaf ya kami pergi , kamu berhutang penjelasan padaku"
Sebelum Sony pergi dia sempat menatap Arshel dan berbicara pelan padanya
" semangat bro" sony pergi dari sana, Arshel tersenyum Sony sengaja membawa Sandra pergi agar dia bisa bersama Audi,
Arshel menatap Audi yang hanya diam disana, dia berjalan mendekati Audi dan menggenggam tangannya Arshel akan bicara tapi bunyi suara perut Audi menghentikanya, Audi menatap Arshel tersenyum canggung
" apa kamu belum makan?"
" belum, aku tidak sempat "
" Antony tua itu, beraninya dia membuat calon istriku kelaparan" Arshel geram
Audi menatap Arshel ngeri, kanapa Arshel sering marah - marah sekarang
" tidak, ini bukan salahnya, aku hanya lupa saja"
" sudah jangan bicara lagi ayo kita pergi makan, kalau kamu sakit pernikahan kita bisa ditunda" Audi mencibir, ternyata yang dia pikirkan Arshel tentang pernikahan bukan dirinya ,
Arshel menarikanya masuk ke mobil dan berhenti didepan sebuah restoran.
" Arshel aku harus kembali kekantor"
" sudah cepat turun" Arshel turun lebih dulu, disusul Audi , Arshel menarik tangan Audi masuk kerestoran, dia menarik kursi untuk Audi, Audi menatap Arshel yang tersenyum,
" kenapa kamu memesan banyak sekali makanan?"
" memangnya kenapa ?'
" siapa yang akan menghabiskannya?"
" kamu"
" Arshel!"
" iya... Makan saja kalau tidak habis biarkan saja"
" Terserah " Audi sudah kesal, dia makan semua makanan walaupun dia tidak tahu apa dia sanggup, Audi makan dengan lahap awalnya, tapi karena perutnya sudah penuh dia ingin muntah rasanya, Arshel melihat itu
" kalau sudah kenyang jangan dimakan lagi"
Audi menatap tajam Arshel
" ini semua gara - gara kamu"
" aku kan sudah bilang biar kan saja" Audi kesal dan makan kembali, Arshel yang melihat itu menghebuskan nafas kasar, Audi sungguh keras kepala, dia mengambil ayam yang dipegang Audi dan memakannya, Audi kaget dia melihat Arshel yang juga menghabiskan makanan , Audi tersenyum, biar Arshel kekenyangan, mereka makan hingga semua habis, mereka memegang perut mereka
" perut ku sakit " kata Arshel
" memangnya perutku tidak sakit, ayo kita pergi dari sini"
Audi melihat Arshel yang tidak beranjak dari kursinya, dia menarik Arshel untuk berdiri
" Arshel"
" aku kekenyangan. tidak bisa berdiri " Arshel kembali duduk setelah hampir berdiri karena tarik kan Audi , Audi berpikir cara apa agar Arshel mau bergerak, dia melepaskan tangan Arshel dan pura - pura menatap keluar
" eh....astaga, bukannya dia Daniel mantan pacaran pertamaku " Audi langsung berlari keluar restoran,
Arshel yang tadi meletakkan kepalanya di meja seketika berdiri, mantan pacar pertama? tidak, ini tidak bisa dibiarkan, Audi itu calon istrinya, Arshel langsung berlari keluar dengan cepat matanya mencari- cari sosok Audi tapi tidak ada siapa - siapa, dia berjalan mendekati mobilnya,
" sial, dimana Audi " dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon Audi, bunyi telpon Audi berbunyi, Arshel langsung berjalan cepat kesamping mobilnya, disana Audi berjongkok sambil berusaha mematikan ponselnya
" Audi " suara dingin Arshel membuat Audi langsung berdiri,
" apa kamu menipu ku?" tanya Arshel dengan nada dingin, dan Audi merasa menggigil mendengarnya
" em....itu karena kamu susah sekali di ajak pergi " Audi menjadi gugup karena masih ditatap dingin oleh Arshel
" kamu harus dihukum" Arshel langsung menarik Audi dan memasukkannya kemobil,
Audi cemas apa yang akan Arshel lakukan , Arshel masuk dam menatap Audi yang menatapnya gugup, Arshel mengangkat Audi hingga Audi duduk di pangkuannya, dia langsung mencium Audi dengan rakus, Audi shock bola matanya membesar, Arshel menarik nya lebih dekat dia menarik tangan Audi dan meletakkan di lehernya, dia melanjutkan cumbuanya menghisap dan menjilati bibir Audi, lidahnya masuk dan menguasai rongga mulut Audi, lidah Arshel membelit lidah Audi, Audi berusaha mengikuti gerakkan Arshel
" Ar...shel.." Audi sudah kehabisan nafas, Arshel melepaskan cumbuannya, mereka saling menatap disana, Arshel menatap bibir Audi yang memerah dan basah karena ciumannya
" apa kamu serius dengan mantan pacar mu itu?" Audi tersenyum dia membelai rahang Arshel yang keras hingga rangang itu melembut
" tidak, aku bahkan tidak pernah bersama pria lain sebelum kamu"
" sebaiknya yang kamu katakan benar, kalau tidak , aku tidak tahu apa yang akan terjadi" Arshel kembali mencium Audi,
" balas aku" Arshel berkata di sela ciumannya , Audi kaget dia tidak tahu , tapi Audi berusaha mengikuti gerakkan bibir Arshel, dia mengecap bibir Arshel, Arshel yang merasakan itu menjadi tegang, dia semakin gila karena Audi , Audi menarik dirinya
" sudah, nanti kebablasan " Audi berbicara agar Arshel berhenti karena ciuman Arshel semakin liar, Arshel tersadar dia memang hampir lepas kendali , dia langsung memindahakn Audi kembali duduk disebelahnya , dia menghidupkan mobilnya dan melaju , dia harus segara mengantar Audi pulang, kalau tidak , dia tidak tahu apa yang akan terjadi