![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Arshel masuk kerestoran dengan aura nya yang dingin, kamarin saat Paul datang dia pergi dan tidak kembali lagi kerestoran dan membuat Audi khawatir
Audi pusing memikirkan kenapa Arshel bertingkah dingin padanya, Arshel masuk dan langsung duduk di kursi, dia memainkan ponselnya disana tanpa melihat Audi yang sudah lebih dulu ada disana,
Audi memperhatikan gerak- gerik Arshel dari dia mengambil minuman, membukanya dan kembali memainkan ponselnya, Arshel sebenarnya tahu Audi memperhatikannya dia sengaja tidak ingin bicara pada Audi, untuk apa toh Audi sudah punya kekasih pikirnya, dan mengingat itu membuat Arshel kembali kesal
" Arshel, aku membuat biskuit coklat, ini ambilah" Audi mendatangi Arshel dengan biskuit coklat yang dia buat tadi pagi, dia mencoba untuk lebih dekat dengan Arshel, Arshel melirik biskuit itu tanpa menatap Audi, dia mengambilnya dan meletakkannya dimeja tanpa bicara apa pun
" maaf kalau tidak enak, aku masih belajar, baiklah kalau begitu aku kebelakang dulu" Audi kecewa, Arshel sama sekali tidak bereaksi apa-apa, Audi berjalan kebelakang, Arshel menatap biskuit coklat yang tersusun rapi pada toples kecil, Arshel melihat itu dengan kesal
" dia pasti membuat itu untuk pria sialan itu, dan memberikan sisanya padaku ck "
***
Simon masuk dan melihat Arshel yang sibuk dengan ponselnya, dia datang mendekat dan duduk disebelah Arshel
" wah apa ini biskuit coklat, aku makan ya?"
" ambil saja semuanya, aku tidak suka" jawab Arshel acuh, Audi juga melihat Simon datang dan mendengar perkataan Arshel, dia sedih mendengar perkataan Arshel dia sengaja bangun lebih awal untuk membuat biskuit itu dan memberikannya pada Arshel, biskuit itu berbentuk hati, dia ingin mengungkapkan rasa cintanya dengan itu dan Arshel malah memberikannya pada orang lain
Mata Audi sudah panas rasanya apalagi saat Arshel menggeser biskuit itu dengan botol minumannya, apa sebegitu Arshel tidak suka pada biskuit buatannya, Simon makan dengan lahap
" Arshel, biskuit ini enak sekali, dan bentuknya cantik , siapa yang membuatnya? dia pasti membuatnya dengan penuh cinta "
Arshel mendengus saat Simon bilang penuh cinta
"Ya jelaslah penuh cinta, dia membuat biskuit itu untuk si berengsek itu dan memberikan sisanya padaku " Arshel merutuk dalam hati
" Arshel Audi mana?"
"........"
" Arshel apa kamu melamun?"
" tidak"
" Audi mana?"
" cari saja sendiri"
Simon dari awal sudah menduga Arshel ada masalah dengan Audi tapi dia tidak tahu apa, karena Arshel tidak bercerita apa pun
*****
besok harinya
Arshel duduk dengan kedua temanya di kantin, Arshel masih saja dengan wajahnya seperti hari sebelum - sebelumnya, Tapi hari ini dia tidak semangat sama sekali dia hanya diam dengan memainkan makanannya
" Arshel, kamu cerita saja pada kami jangan memendamnya sendiri"
Arshel tidak menjawab dia masih dengan memainkan sendok nya
" Arshel apa kamu tahu kalau Ms. Laura mempunyai kekasih?" Sony mencoba memancing Arshel tapi Arshel tidak bereaksi sama sekali, tapi Sony tidak menyerah
" dan kamu tahu siapa kekasih Ms.Laura?"
" siapa?" tanya Simon dengan semangat, kenapa malah Simon, Aisssh, Sony kesal
" pria itu.....kakak kandung Audi" seketika Arshel menatap Sony dengan serius
" apa!? " Simon kembali bereaksi
" ya, Ms. Laura berpacaran dengan kakaknya Audi"
" wah aku tidak menyangka kalau dunia ini begitu sempit "
" ada apa dengan Arshel? apa dia kesal karena Ms. Laura mempunyai kekasih?"
" tidak....aku rasa ini ada hubungannya dengan Audi, kamu tahu saat aku bilang Ms. Laura ada kekasih dia tidak bereaksi apa- apa, tapi saat aku menyebut nama Audi dia langsung menatap ku dengan serius
" ya, aku juga merasa kalau Arshel itu mempunyai rasa pada Audi, saat aku mulai menatap Audi dia akan menatapku dengan tajam, awalnya aku pikir itu biasa saja, tapi semakin aku mendekat dan mulai menggoda Audi dia mulai berkata kasar dan dingin padaku, waktu itu aku ingin mengajak Audi nonton dan aku memberitahukan itu pada Arshel, sebenarnya aku hanya bercanda tapi saat melihat wajah Arshel yang mulai mengeras, aku semakin menggodanya dan menunggu Audi hingga pulang kerja, dan kamu tahu saat aku dan Audi akan pergi dia bilang dia akan ikut kami nonton, dia sengaja menggandeng tangan Audi selama disana, menyeret Audi untuk di dekat nya hingga pulang , aku merasa seakan aku sedang mengikuti sepasang kekasih yang sedang berkencan "
" ya aku tahu, aku juga merasakan itu, tapi mari kita lihat seberapa lama Arshel akan menahan perasaannya"
*****
Audi sedang didapur, menggoreng ayam-ayamnya, Arshel masuk dengan pelan bahkan Audi tidak menyadarinya
" Audi" Audi berbalik dan melihat Arshel disana dengan bunga ditangnnya, Audi bingung apa ini? apa Arshel ingin memberikannya bunga, Audi sudah mulai berdebar, tapi semua musnah setelah mendengar perkataan Arshel
" ini, bisa kamu berikan pada Ms. Laura, aku sangat menyukainya jadi tolong berikan ini padanya" Audi kehilangan kata- kata, jantung yang berdebar tadi ada entah hilang kemana
" hei Audi, apa kamu mendengarku"
" ya, tapi....."
" Audi aku tahu kamu dekat dengan Ms.Laura, bisa kamu membantuku memberikan ini, aku sering melihat mu mengobrol dengannya, kamu pasti sangat dekat dengannya, aku tidak berani untuk memberikannya langsung "
"Em...baiklah akan aku berikan " Audi mengambil bunga itu dari tangan Arshel dengan berat hati, tapi dia tetap tersenyum memperlihatkan gigi putihnya hingga lesung pipinya terlihat dan itu pemandangan yang indah bagi Arshel, tapi Arshel tidak suka ekspresi wajah itu dia tidak suka Audi bersikap biasa atau malah tersenyum saat dia meminta Audi untuk memberikan bunga pada wanita lain
" ya, kamu harus memberikannya, karena kamu sudah berjanji " suara Arshel kembali tidak bersahabat padahal tadi dia berbicara lembut pada Audi
Arshel pergi dari sana meninggalkan Audi dengan dadanya yang perih, Audi memukul dadanya yang sesak, air mata yang dari tadi dia tahan sudah turun membasahi pipi cantiknya, dia terluka, dia ingin memberitahu Arshel kalau Ms. Laura itu kekasih kakaknya James, tapi dia tidak ingin membuat Arshel kecewa dan sekarang malah Audi yang tersiksa
****
Audi sudah hampir 3 bulan bekerja disana, dan semua masih sama Arshel akan datang padanya memintanya memberikan bunga untuk Ms.Laura dan setelah itu akan kembali bersikap dingin seperti sekarang
" berikan ini pada Ms.Laura" Audi mengambil bunga itu dan tersenyum dan Arshel berlalu dari sana, selalu seperti itu setiap hari dan bahkan dia hanya memerintah Audi untuk memberikan bunga itu tanpa ada kata tolong atau bisakah, semua berlalu dan dengan hati Audi yang diremuk setiap harinya, Audi benar- benar memberikan bunga itu pada Ms.laura dan Laura menerimanya dengan senang dia mengira mungkin anak didiknya mengidolakannya tanpa tahu pria itu yang disukai Audi, Audi tidak memberitahukan nama Arshel atau kata- kata yang Arshel pesankan padanya, dia tidak ingin menghancurkan hubungan kakaknya, apalagi kakaknya pernah bilang akan melamar Laura dalam waktu dekat
*****
Semua masih sama, tidak ada yang berubah, Audi masih dengan kesakitannya yang membuat dia menangis setiap malam memikirkan dirinya, dia sudah mencoba untuk mengabaikan rasa cintanya pada Arshel tapi dia tidak mampu, dia sudah terlanjur mencintai pria itu
Arshel dan kedua temanya berdiri di lorong kampus
" aku rasa Audi menyukaimu"
Arshel mendengus sinis mendengar perkataan Simon
"suka? wanita itu bahkan sudah memiliki kekasih" Kata Arshel dalam hati dengan kesal, Arshel masing dendam sekali pada pria Paul
" aku tahu" Arshel menjawab dengan sembarang, dia merasa aneh kenapa dia harus menjawab itu, entahlah dia mungkin terlalu berharap perkataan Simon itu benar
" lalu kenapa kamu memintanya memberikan bunga pada Ms. Laura?"
" apa kamu sengaja, itu akan sangat menyakitkan bagi Audi" Kata Simon merasa kasihan pada Audi
Arshel kesal sekali kedua temanya menyalahkannya, kenapa harus memikirkan perasaan Audi, dia yang disini yang mencintai Audi, dia yang harusnya dibela, dia yang terluka bukan Audi
" iya, aku sengaja, aku ingin Ms. Laura berpisah dengan kekasihnya lalu kenapa ? Aku juga tidak menyukai Audi jadi untuk apa aku memikirkan perasaannya" Arshel mengatakan ke balik kan dari hatinya, dia mencintai Audi dia ingin memiliki Audi, dia hanya ingin Audi marah dan kesal, saat dia memintanya memberikan bunga dan apa yang Arshel dapat kan Audi tersenyum bahagia seakan dia tidak menyukai Arshel
Arshel benci kenyataan itu, Sony dan Simon menatap Arshel dengan wajah datar, ini bukan Arshel pikir mereka
Tanpa mereka sadari seorang wanita yang mereka bicarakan sedang berdiri dibalik dinding dengan air mata yang membasahi pipinya, bahkan dia jatuh terduduk mendengar itu, Arshel sengaja, sengaja untuk menghancurkan hubungan kakaknya dengan Ms Laura dengan memanfaatkan dirinya
Audi merutuki dirinya sendiri yang masih saja mencintai Arshel setelah apa yang dia dengar, Audi berdiri dengan kaki bergetar, jantungnya memompa dengan tidak beraturan, hatinya sakit, dia bahkan merasa sakit saat dia bernafas
Audi pergi dari sana dengan tekat kuat untuk tidak bertemu lagi dengan pria yang membuat hatinya terluka.