AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
7



Hari sudah malam dan saatnya pulang, Audi sudah bersiap- siap untuk pulang.


" Arshel aku pulang dulu ya" setelah mengatakan itu Audi melangkahkan kakinya keluar restoran


" eh Audi tunggu dulu"


" ada apa?"


" kita pulang bersama saja, kamu tahu kan aku tidak bawa kendaraan"


" eh? Baiklah" awalnya Audi kaget Arshel mengajaknya pulang bersama.


" baiklah ayo" setelah Arshel mengunci restoranya dia menarik tangan Audi untuk jalan bersama, Audi yang mendapat perlakuan seperti itu menjadi salah tingkah.


" eh...Arshel...."


" ada apa?" Arshel bingung awalnya tapi setelah dia melihat apa yang dilihat Audi dia buru- buru melepaskan tangan Audi.


" maaf, itu karena kamu lama sekali jalannya, ayo cepat nanti kita ketinggalan bis"


Arshel berjalan terlebih dahulu meninggalkan Audi, Audi yang masih mematung langsung menyusul Arshel.


**


Mereka sudah duduk di halte bis, Audi membuka tasnya dan mengeluarkan permen lolipop dan membuka bungkusnya, Audi memakannya sedangkan Arshel hanya melihatnya, Audi yang menayadari tatapan Arshel langsung bertanya.


" apa kamu mau?"


" ya"


Entah mengapa Audi merasa aneh dengan jawaban Arshel, sebabnya Arshel terlihat seperti orang yang tidak suka makan makanan manis tapi pada akhirnya dia memberikan satu permen pada Arshel, Arshel menerimanya dengan antusias, belum sempat Arshel membuka permennya, ternyata bis sudah datang.


" bis nya sudah datang ayo Arshel" Kata Audi berdiri dari tempat duduknya


" baiklah" mereka naik ke bis, Audi duduk terlebih dahulu didekat jendela disusul Arshel, Arshel memasukkan permennya kedalam saku jaketnya


" Aku akan memakannya dirumah"


Lama perjalanan membuat Audi tertidur, dan kepalanya Audi sudah terjatuh di bahu Arshel, Arshel melihat Audi tertidur entah apa yang dia pikirkan tapi dia membiarkan Audi tidur dibahunya, Arshel kembali memperhatikan Audi tertidur tangannya terangkat untuk merapikan anak rambut Audi yang menutupi wajahnya dan menyelipkannya kebelakang telinga Audi. Arshel masih memperhatikan Audi yang tertidur sampai tak terasa Bis sudah berhenti, seketika Audi terbangun dari tidurnya ketika merasa bis berhenti sedangkan Arshel dengan cepat mengalihkan pandangan.


" maaf aku tertidur" kata Audi merasa bersalah karena tidur di bahu Arshel.


" tidak masalah sepertinya kamu kelelahan, turunlah pulang dan istirahat"


" baiklah, aku turun duluan ya"


Arshel membalasnya dengan gumaman, Setelah Audi turun bis kembali berjalan, Audi mengantuk dan ingin cepat tidur di kasur nya.


" aku pulang"


" sayang, apa kamu lapar?"


" tidak ibu, aku sudah makan tadi, aku naik dulu ya"


Audi naik ke tangga, disana dia berpaspasan dengan kakaknya yang hendak turun.


" ada apa dengan wajahmu"


" kakak, kapan kamu pulang?"


" tadi siang"


" kakak jangan lupa dengan janji kakak , aku sekarang sudah mendapat pekerjaan"


" benarkah? Kerja apa?"


Audi pergi menaiki tangga lagi melewati Jamse yang menunggu jawabnnya


" kamu ini, dasar anak nakal, aku masih mau bicara"


" besok saja bahasnya , aku ngantuk"


**


Pagi hari Audi dan keluarganya sedang duduk sambil sarapan


" cepat katakan kamu bekerja dimana?" tanya James tak sabaran.


" kenapa kakak tidak sabaran, aku bekerja di restoran dekat kampus namanya Chicken Wish


dan kakak jangan lupa dengan janji kakak ya?"


" baiklah nanti aku kesana"


" jangan nanti hari ini saja"


" iya- iya kalau pekerjaan ku sudah selesai "


" baiklah aku akan tunggu kakak, kalau kakak tidak datang lihat saja nanti"


" apa? memangnya apa yang bisa kamu lakukan"


" kakak pasti tidak mau mendengarnya" jawab Audi dengan senyum misterius, James mengeyitkan dahinya bingung kira- kira apa yang di pikirkan adiknya, entah mengapa dia merasakan sesuatu yang tidak beres.


" baiklah aku sudah selesai aku akan berangkat dulu" kata Audi.


" tunggu! kakak akan mengantar mu"


" tidak perlu"


" tidak, ayo cepat"


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya mereka pergi, sekarang mereka sedang ada didalam mobil hitam mewah milik James.


" seharusnya kakak tidak perlu mengantarkan ku , aku malu, apa yang akan teman kuliahku pikirkan melihat aku turun dari mobil ini"


" kenapa kamu harus perduli dengan apa yang orang pikirkan"


" eh iya, apa kamu sudah mendapat orang yang kamu suka?" kata James dengan senyum mengejeknya, Audi yang mendapat senyuman itu menjadi kesal.


" tentu saja sudah" James terkejut dengan jawaban Audi


" benarkah? Kamu jangan berbohong"


" tidak"


" siapa? Apa dia lebih tampan dariku?"


" tentu saja"


" kenapa kakak memasang wajah seperti itu cepat sedikit nanti aku terlambat"


James masih memasang wajah cemberutnya, Audi tertawa melihatnya.


" kakak? "


" apa?" jawab ketus James


Audi jadi kesal mendengarnya


" sudah sejauh mana hubungan kakak dengan Ms. Laura?"


James langsung mengubah ekspresi wajahnya mendengar nama Laura.


" apa kmau bertemu dengannya?


" tidak, Aku hanya bertemu dengannya saat pertama kuliah"


" kami sudah berpacaran 2 tahun, aku berencana melamarnya" kata James dengan senyum lebar.


" benarkah? Kalau begitu aku akan mendukungmu kakak"


Akhirnya mereka tertawa bersama , mobil James sudah berhenti di depan Universitas, sebenarnya Audi meminta turun di dekat taman yang ada di dekat Kampus tapi kakaknya itu malah mengantarnya di depan kampus, sekarang dia bingung bagaimana mau turun.


" tadi kan aku bilang disana saja, kenapa malah disini."


" sudah cepat turun, kakak masih ada pekerjaan"


Audi kesal mendengarnya dan membuka pintu mobil dengan cepat, setelah itu mobil James melaju meninggalkan Universitas, Audi melihat sekelilingnya semua mata anak- anak melihatnya, dia jadi malu, Saat dia berbalik badan, ternyata sang trio sudah ada di belakangnya.


" siapa?" Tanya Simon dengan penasaran.


" apanya?" kata Audi dengan bingung dia masih kaget


" maksud ku siapa yang mengantarmu tadi? " kata Simon melanjutkan


" oh itu....." belum sempat Audi menjawab, Arshel sudah memotongnya.


" tentu saja kekasihnya , kenapa kamu masih bertanya " kata Arshel dengan dingin membuat semua melihat padanya, Arshel yang di tatap hanya diam saja


" kenapa kalian melihatku seperti itu? Aku pergi dulu, aku sudah terlambat untuk kekelas" kata Arshel dan langsung pergi meninggal mereka bertiga.


" ada apa dengan anak itu?" kata Simon bingung dengan sikap Arshel


" Audi memangnya tadi siapa?" Sony kembali bertanya


" kakak ku hari ini dia mengantar ku"


" oh jadi dia kakakmu berarti aku masih ada kesempatan" kata Simon cepat , lagi- lagi dia mendapat jitakkan dari Sony.


" kamu ini! Cepat masuk"


Simon hanya memasang wajah cemberutnya dan mengikuti Sony yang lebih dulu pergi, Mereka berjalan melangkah masuk bersama kedalam Universitas


**


Jam istirahat


" Audi mana Sandra?" kata Sony saat dia melihat Audi


" Sandra? Dia sedang ke toilet sebentar"


Mata Audi melihat Arshel yang membuang wajahnya pada Audi saat Audi menatapnya


" maaf Audi Aku lama" Sandra sudah kembali dan berdiri di samping Audi


Mata Sandra melihat kearah Sony, mereka saling melihat dengan senyuman


" berhentilah tatap- tapannya , cepat kita ke kantin aku lapar" Kata Simon yang merasa jenuh melihat kedua anak manusia itu tatap-tatapan tidak jelas


Akhirnya mereka pergi bersama ke kantin dan Arshel masih tidak mau melihat Audi entah mengapa moodnya sekarang menjadi buruk.


Sandra tan Sony duduk bersebelahan dan Audi, Simon dan Arshel didepannya, mereka marasa aneh dengan sikap Sandra dan Sony, karena mereka terlihat malu- malu.


" apa kamu mau ini?" kata Sony pada Sandra


" iya"


" apa enak?" Tanya Sony saat melihat Sandra memakannya


" ya, kamu mau?"


Sony mengangguk menjawab pertanyaan sandra, Sandra mengambil makanan itu mengunakan sendok dan mengarahkannya pada Sony, Sony langsung memakan itu, mereka bahkan melupakan tiga orang yang sedang memperhatikan mereka penasaran


" sebenarnya sandra apa hubunganmu dengan Sony?" Audi bertanya


Sandra dan sony yang saling suap- suapan mengentikan kegiatan mereka


Sandra awalnya tersenyum tapi dia menjawab


" kamu ingat mantan yang aku ceritakan dulu? dia Sony " kata Sandra tersenyum kemudian dia melihat Sony mereka saling tatap- tapan lagi.


"Benarkah? Dunia pasti sempit sekali" kata Audi


" kalian mantan kekasih? Kenapa kamu tidak pernah menberitahuku?" tanya Simon


" kenapa aku harus cerita, lagian kami sudah kembali bersama " kata Sony sambil menggenggam tangan Sandra.


Simon langsung cemberut, sedangkan Arshel masih diam saja dia tidak menanggapinya sama sekali, Audi yang melihat nya bertanya.


" kamu kenapa? Apa kamu tidak enak badan?" kata Audi


"tidak" kata Arshel dingin, Audi merasa sedih mendengarnya.


" eyes bro kenapa kamu kesal? Apa kamu lagi banyak pikiran ? " kata Simon


" tidak , aku cuman lagi memikirkan tugas kuliah yang banyak itu sampai membuat aku pusing "


" santai saja" kata Sony


" ya "


Arshel hanya menjawabnya singkat, matanya melihat lagi ke Audi yang sedang memakan makannya


" Kenapa aku harus merasa kesal? "


Mereka kembali diam, makan itu berlangsung damai diselingi dengan candaan Simon dan keromantisan Sandra dan Sony.