![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Arshel dan kedua temannya sedang duduk mengikuti pelajaran yang di sampaikan seorang pengajar wanita
Mata Arshel tidak berpaling darinya, dia tidak mendengarkan apa yang di sampaikan dia hanya melihatnya saja
" apa kamu sebegitu sukanya pada Ms. Laura?"
Arshel yang sedang memandangi Laura pun menatap Sony yang bertanya, sedangkan Simon menulis dengan rajin terkadang anak itu bisa rajin tergantung moodnya
" ya aku sangat menyukainya" jawab Arshel dengan senyuman kemudian dia kembali memperhatikan Laura
" apa kamu yakin kamu benar- benar menyukainya?"
" tentu saja" Jawa Arshel yakin
" maksudku.... Apa kamu cinta, apa kamu memang cinta atau hanya sekedar suka?" tanya Sony serius
" apa yang kamu bicarakan tentu saja aku cinta, kalau aku suka pasti aku cinta kamu ini bagaimana?" jawab Arnold dengan tertawa pelan merasa lucu dengan pertanyaan sahabatnya
" aku rasa kamu belum memahami apa arti cinta itu sesungguhnya, tapi tidak masalah kamu perlu banyak belajar dulu"
" kamu bicara seakan- akan kamu yang paling tahu"
" tentu saja aku lebih tahu darimu, dan aku mau jadi gurumu untuk masalah ini"
" guru? memangnya kamu mau jadi guru apa?" Tanya Simon menyela
" tulis saja pelajaran mu jangan ikut campur" kata Sony, Simon kesal karena dia dijawab seperti itu
" kamu selalu saja berbicara seperti itu semenjak kamu bersama sandra, coba pikirkan perasaan ku sedikit" jawab Simon dengan kesal, tapi dia sungguh kesal, Akhir- akhir ini Simon terlalu sibuk dengan Sandra
" baiklah Simon maafkan aku, aku memang terlalu sibuk dengan kekasihku, aku tidak akan berkata kasar lagi padamu, ok"
" aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya" jawab Simon dengan senang
" apa syaratnya?"
" kemarin aku ke Mall di sana aku melihat sepatu yang sudah lama aku inginkan, tapi aku tidak punya uang"
" langsung saja apa mau mu jangan bertele- tele"
" baiklah- baiklah, kamu mau kan membelikan aku sepatu itu?"
" aku tidak butuh maafmu"
" kamu ini, ini semua juga salahmu, coba kita banyak melakukan pemotretan aku pasti ada banyak uang, tapi kamu selalu sibuk dengan kekasihmu"
" ok...ok aku akan membelikannya untukmu puas "
" benarkah? Sony kamu memang sahabat terbaik" kata Simon sambil memeluk Sony dan dengan mata berkaca- kaca, sedangkan Arshel hanya tertawa pelan saat melihat Sony merasa tersiksa dengan pelukkan Simon
" ada apa?" sebuah suara mengagetkan mereka bertiga
" tidak ada Ms. Laura" kata Simon dengan cepat dan melepaskan pelukkannya pada Sony, Laura menatap satu persatu Simon, Sony, dan Arshel sebelum dia pergi dari sana
" Aduh... Untung saja kita tidak kena marah" Kata Simon mengelus dadanya lega
Sedangkan Sony hanya memperhatikan Arshel yang sejak tadi memperhatilan Laura, entah apa yang dipikirkan Sony.
**
Sang Trio sudah keluar dari ruangan kelas mereka, Arshel yang melihat Laura membawa banyak buku mendekat
" apa anda membutuhkan bantuan Ms. Laura?"
" Ah... Iya tolong kamu bawakan ini ke ruangan saya"
" baik" kata Arshel dengan senyum manisnya, Arshel berjalan mengikuti Laura yang berjalan di depanya
" Sony coba kau lihat Arshel, dia mencari kesempatan saja"
" aku lihat, aku juga punya mata"
" isshh.... kamu mulai berkata kasar lagi" kata simon kesal
" baiklah, maafkan aku, apa kamu tidak mau ke Mall ?"
" ke Mall?" jawab Simon bingung
" jadi kamu tidak mau sepatu itu?"
" eh... tentu saja aku mau, ayo aku sudah tidak sabar lagi" Simon langsung menarik Sony cepat
" kamu ini, kalau seperti ini saja kau cepat, tapi tunggu dulu, Arshel bagaimana?" Kata Sony
" sudah jangan dipikirkan, dia itu kalau sudah ketemu Ms. Laura lupa semua, lebih baik kita kesana, cepat!"
" baik, baik tapi jangan tarik- tarik, malu dilihat anak mahasiswa yang lain"
Tapi Simon tetap saja menarik Sony hingga sampai di parkiran, disana mereka bertemu Audi dan Sandra yang juga baru sampai diparkiran
" mau kemana?" Tanya Sandra
" sayang...kami mau ke Mall, kamu mau ikut?" Kata Sony dengan mendekati Sandra
" benarkah?" kata Sandra semangat, sedangkan Simon menata tidak suka Sandra yang terlihat senang
" kenapa kamu melihat aku seperti itu?" kata Sandra saat melihat Simon menatapnya tidak suka
" tidak, aku tidak suka saja padamu, Sejak kamu bersama Sony dia jadi malas untuk bekerja "
" sayang apa benar ?" kata Sandra dengan wajah sedih menatap Sony di sampingnya
" tidak...Simon bercanda, iya kan Simon?" kata Sony dengan menatap Simon dengan mengedipkan matanya, agar Simon menarik kata-katanya tapi Simon tidak memperdulikan kodean mata dari Sony dengan memalingkan wajahnya kearah lain
" maaf kan aku ya, mungkin aku telalu sering ingin bersama mu jadi mengganggu pekerjaanmu,
Simon maafkan aku mungkin kamu kesal padaku" Kata Sandra merasa bersalah
Baru Sony akan menjawab Simon lebih dulu berbicara
" ya ya aku juga salah, Sony sudah mempunyai kekasih harusnya aku mengerti, tapi kamu jangan terlalu sering menghubunginya itu mengganggu pekerjaannya"
" iya, aku akan mulai memperbaiki sikap ku" Kata Sandra dengan tersenyum pada Simon, Simon juga tersenyum dan menarik Sony
" baiklah, ayo Sony cepat kita ke Mall, nanti sepatuku diambil orang" Simon langsung mendorong Sony untuk masuk kemobil
**
Mereka pergi naik mobil Sony, Sony dan Simon duduk di depan sedangkan Sandra dan Audi di belakang
" Audi apa kamu tidak masalah pergi ikut kami, kamu kan harus kerja?" Tanya Sandra pada Audi yang duduk di sampingnya
"aku lupa! " Kata Audi sedikit keras, dia juga baru sadar bahwa dia harus bekerja
" tapi kita sudah di jalan, sudah sangat jauh untuk berbalik" kata Sony
" aku akan menghubungi Arshel untuk memberitahu bahwa kamu akan terlambat datang ke restoran " kata Simon, dia tidak mau kembali untuk mengantar Audi, dia mau cepat- cepat sampai di Mall untuk sepatu yang sudah sangat lama dia inginkan
Simon mengambil ponsel nya disaku dan menelpon Arshel
" ada apa?" belum sempat Simon bicara Arshel sudah lebih dulu bersuara dengan nada terdengar kesal
Kata Simon dengan bingung dengan nada bicara Arshel
" katakan saja cepat "
" baiklah- baiklah , aku mau kasih tahu kalau Audi akan datang terlambat kerestoran karena dia ikut kami ke Mall"
"Audi? Jadi dia tidak datang ke restoran karena kalian, cepat antarkan dia kesini"
" kami sudah sangat jauh "
" seharusnya kalian tidak membawanya"
" Kawan, sekali ini saja Ok, unntuk sekali ini saja" jawab Simon menyakinkan,
"demi sepatu itu, aku akan melakukan apa saja" Kata Simon dalam hati
Terdengar suara helaan nafas kesal Arshel dari Seberang telpon
" baiklah sesudah itu langsung kembali kesini"
" baiklah, terima kasih kawan" kata Simon dan sambungan telpon langsung diputuskan oleh Arshel setelah Simon berbicara
"Sabar Simon demi sepatu itu" katanya dalam hati menahan rasa kesalnya pada Arshel yang mematikan ponsel tanpa salam perpisahan
**
Sudah 1 jam berlalu,
Arshel duduk sendirian di kursi sambil memperhatikan pelanggan- pelanggannya yang sedang menikmati makanan mereka
" kenapa lama sekali Audi datang? Apa mereka belum selesai ?" Kata Arshel dengan kesal, dan tak lama Simon masuk dengan wajah bahagianya, tangannya melambai- lambai pada Arshel dengan tersenyum sangat lebar hingga gigi putihnya terlihat, disusul Sandra, Sony dan Audi dibelakang nya
" woi... Arshel coba kamu lihat aku, apa aku terlihat berbeda?" tanya Simon semangat, Sedangkan mata Arshel menatap Audi yang berjalan mendekatinya
" maafkan aku, aku terlambat"
" tidak masalah, aku tahu mereka yang membawamu "
" hei Arshel aku bertanya padamu kenapa kamu malah berbicara pada Audi?"
" iya, iya ada apa?" Kata Arshel dengan kembali menatap Simon
" lihat aku apa aku terlihat berbeda?"
Arshel menatap Simon dari ujung kepala hingga ujung kaki
"Tidak ada" Kata Arshel santai,
Simon kesal jadi dia melirik- lirik pada kakinya, Arshel yang mengikuti lirikan mata Simon mengerti apa yang dimaksud sahabatnya tersebut
" oh kamu membeli sepatu baru"
" apa keren ?"
" ya itu cocok padamu"
" benarkah? aku memang tidak salah" Kata Simon bangga dengan menatap sepatu barunya
" aku akan kebelakang dulu" kata Audi pada Arshel, Arshel menatap Audi dan mengangguk
Pasangan romantis Sony dan Sndra juga sudah duduk dikursi disamping jendela dan mulai mengabaikan orang- orang
" apa kamu tidak mau menganggu mereka?" kata Arshel menunjuk Sony dan Sandra yang tertawa dengan tangan saling bertautan
" tidak, karena Sony sudah membelikan aku sepatu ini aku akan membiarkan mereka berdua " kata Simon menatap Sony dan Sandra
" aku rasa aku bisa membelikanmu barang- barang kalau aku punya kekasih nanti, jadi kamu tidak akan mengangguku"
" kamu ini! apa kamu sungguh sahabatku? Kamu lihat saja nanti aku akan punya kekasih lebih dulu dan akan mengabaikan kalian semua" Kata Simon dengan menatap kesal Arshel yang tersenyum
" aku hanya bercanda, duduk lah apa kamu mau ayam?"
" apa gratis?"
" ya" Simon tersenyum dan mengangguk bahagia
Arshel tersenyum dan berdiri, dia pergi kebelakang dan melihat Audi yang sudah sibuk menggoreng ayam, Arshel bingung apa yang harus dia katakan
" Audi?"
" ya"
" kenapa kamu tidak menelpon ku kalau kamu datang terlambat ?"
"Maafkan aku, tapi bukankah Simon sudah memberi tahu?"
" maksudku kenapa tidak kamu yang menelpon "
" aku tidak tahu nomor posel mu, jadi aku tidak bisa memberitahu mu"
" kamu ini bagaimana ? Seharusnya kamu sudah tahu nomor ku, sini mana handphone mu?" kata Arshel sambil mengulurkan tangannya, Audi merasa aneh dengan situasi ini
" ada di tasku"
Setelah Audi bicara Arshel berjalan mendekati tas Audi dan membuka tasnya
" apa kamu tidak memakai sandi untuk ponselmu?"
" tidak , aku suka lupa"
" benarkah?"
Audi mendekati Arshel dan mencoba mengambil alih ponselnya dari tangan Arshel
" biar aku yang mengetik nya dan kamu sebutkan"
" baiklah"
Setelah mengetik nomor ponsel Arshel, Arshel mengambil ponsel itu dari tangan Audi, dia melihat nama yang di ketik Audi di nomor ponselnya
" Boss?"
" ya apa itu tidak bagus?" Tanya Audi setelah melihat wajah tidak suka Arshel
Arshel tidak menjawab dia mengganti nama kontaknya setelah itu memberikan nya kembali pada Audi
" jangan menggantinya, ingat itu" kata Arshel memperingatkan sebelum dia keluar dari dapur
Setelah Arshel keluar Audi melihat ponselnya dan melihat namanya yang di ganti Arshel, dia kaget dengan mulut terbuka, bukan karena namanya tapi emojinya, ni aneh ada apa ini? jantungnya berdebar sekarang
Disana tertulis " ARSHEL 😚"
Hati Audi berdebar, tapi sebuah pemikiran melintas di kepala nya
" mungkin dia salah memberikan emoji, aku terlalu terbawa perasaan, apa aku menggantinya saja ya?"
dia mengingat perkataan Arshel untuk tidak menggantinya jadi dia tidak menggantinya.