AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
17



Audi ingin segera menyelesaikan pekerjaannya karena dia ingin datang ke pesta Universitas bersama Sandra


" Audi, apa kamu sudah akan pulang ?" Tanya Arshel, jam dinding masih menunjukkan pukul 4 sore


" ya kalau semua selesai dan kamu mengizinkan"


Arshel menimbang - nimbang


" setelah selesai aku akan mengantarmu pulang" kata Arshel, Audi sudah akan menjawab tapi Arshel kembali lagi bicara


" tidak ada penolakan" jawab Arshel final, dia keluar dan duduk di kursi, dia memang ingin menutup restoran ini lebih cepat karena pesta Universitas malam nanti, Setelah 10 menit Audi keluar dan menghampiri Arshel


" aku sudah selesai" Arshel yang dari tadi hanya melihat keluar menatap kearah Audi, pelanggan terakhir baru saja keluar sebelum Audi selesai dengan pekerjaannya


" kalau begitu, ayo" Arshel berjalan terlebih dahulu disusul Audi dibelakangnya, Arshel sudah naik kemotornya, saat Audi akan naik, ponselnya berdering


" tunggu sebentar" Arshel meletakkan kembali helm nya, Audi mengangkat telpon itu dan Arshel memasang kupingnya untuk mendengar siapa yang menelpon Audi


"hallo"


"hallo"


"ini aku Mark"


"iya Mark ada apa?"


Saat mendengar nama itu Arshel langsung mengambil ponsel Audi dan mematikan ponselnya, Audi yang mendapat perlakuan itu kaget


" kenapa kamu mengambil ponsel ku?"


" sudah aku bilang jangan berbicara pada pria itu lagi"


" tapi dia hanya ingin bertanya, aku hanya ingin menyampaikan bahwa kita tidak menerima pesanan lewat telpon"


" sudah aku bilang, abaikan saja, biarkan saja" lalu Arshel membuka ponsel Audi dan mencari kontak Mark, dia langsung memblokir nomor itu, lalu mengambalikannya pada Audi


" apa yang kamu lakukan? apa kamu memblokirnya? " Audi melihat ponselnya, nama Mark sudah tidak ada lagi di kontak ponselnya


" iya lalu kenapa?"


" dia itu pelanggan "


" aku tidak butuh pelanggan sepertinya"


" kamu ini kenapa ?"


" aku tidak akan bangkrut hanya karena pria itu" kata Arshel dengan nada kesal, Audi menatap Arnold dengan pandangan bingung


" apa lagi yang kamu tunggu? apa kamu tidak ingin ke pesta? "


" ....."


Audi hanya diam saja dia masih merasa aneh, Arshel yang sudah tidak sabar menarik Audi untuk duduk dibelakangnya, Audi terlonjak kaget karena itu, setelah Audi naik, Arshel menarik kedua tangan Audi dan membawanya memeluk pinggangnya


Audi gugup dengan tindakan Arshel, setelah sampai di dirumah Audi, Audi turun, Arshel juga turun dari motornya, dalam hati Audi bertanya- tanya ada apa pria itu juga ikut turun


" kamu pergi dengan siapa?" Audi yang ditanya menjawab


"Sandra"


" bukannya sandra akan datang bersama Sony?"


" tidak, dia bilang akan datang bersama ku" Arshel ingin bicara tapi dia urungkan


" ya baiklah, kalau begitu aku pulang saja " kata Arshel kecewa.l


" ya hati- hati dijalan" Arshel sudah naik kemotornya tapi belum juga menjalankan motornya dia menatap Audi yang juga menatapnya


" ada apa?" tanya Audi, Arshel masih saja menatap Audi dan itu membuat Audi malu


Arshel mengangkat tangannya untuk menyentuh rambut Audi , mata Audi membesar karena itu, sumpah dia kaget atas perlakuan Arshel, tangan Arshel hanya diam saja dikepala Audi tanpa usapan, mata Arshel memandang bibir ranum Audi, Audi bahkan sudah ingin pingsan rasanya apa yang akan Arshel lakukan? Audi pikir Arshel mungkin akan menciumnya tapi Arshel melepaskan tangannya dan tersenyum


Arshel memakai helmnya dan menghidupkan motornya tapi sebelum jalan dia berbicara pelan pada Audi


" jangan dandan terlalu cantik malam nanti" setelah Itu Arshel melajukan motor mya meninggalkan Audi dengan banyak pikiran, apa maksud Arshel? Audi masih diluar dia memegang dadanya yang berdebar, dia merasa senang karena Arshel menyentuh kepalanya


" hei Audi apa kamu tidak akan masuk?" sebuah suara menyadarkan Audi, Audi berbalik dan melihat kakaknya didepan pagar rumah


" siapa pria tadi , kekasihmu ya?"


Audi tidak menjawabnya dan malah meninggal James disana, James melongo melihat itu


" Audi! kenapa kamu meninggalkan kakak?"


Audi tidak menjawabnya, James mengejar adiknya masuk kedalam rumah


***


Universitas sudah disulap menjadi pesta yang meriah, panggung yang besar, meja- meja dan kursi untuk tamu undangan dan makanan yang sudah tertata rapi, lampu yang sangat indah dengan warna warni dan musik sudah diputar memeriahkan gedung itu


Mahasiswa sudah banyak berdatangan dan tamu undangan hampir semua sudah hadir, tidak ketinggalan tiga sahabat yang sudah tampan dengan jas mereka, Arshel dengan jas abu- abunya, Simon jas hitam, dan Sony yang juga berjas hitam, mata Sony mencari- cari kekasihnya


Tak lama mata mereka bertiga mengarah pada kedua sosok yang menarik perhatian, Sandra masuk bersama Audi kedalam gedung itu dengan anggun, Sandra memakain gaun marronnya yang elegan dan Audi yang sederhana dengan gaun putih tapi itu sangat indah dipakai Audi


Sandra dan Audi datang mengghampiri mereka bertiga, sony langsung menggenggam tangan sandra saat itu juga


" kamu sangat cantik sayang" kata Sony menatap Sandra dengan penuh cinta, Sandra bahkan tersipu


" benarkah?"


Wanita itu sungguh malu hingga dia tidak berani berdiri, tapi sebuah tangan terulur di hadapannya, dia menatap tangan itu dan mendongak, mata Simon dan wanita itu bertemu seperti ada getaran di dada mereka


"apa kamu baik- baik saja?" tanya Simon setelah wanita itu berdiri dengan uluran tangannya


" ya" dia sudah akan melepaskan tangan Simon tapi Simon tidak melepaskannya dan malah membawanya pergi dari sana, Simon membawanya kepinggir dari kerumunan orang- orang


" terima kasih sudah menolong ku tadi" Simon menatap wanita itu, dadanya bergetar saat menatap wanita itu


"apa ini perasaan yang Sony maksud?" Kata Simon didalam hati dengan masih menatap Wanita tersebut


" Kalau begitu, aku akan pergi" wanita itu sudah akan berbalik tapi tangan Simon menahannya


" tunggu, boleh aku tahu siapa namamu?'


" Sintya"


" jadi benar, kamu yang mencarikan ku jas waktu itu?"


" jas?" wanita itu berpikir sambil melihat senyum simon, manis sekali


" iya, kamu pria yang jasnya di ambil pria disana" tunjuk Sintya pada Arshel yang duduk di kursi tamu


" haha iya, kamu mengingatku ternyata" Kata Simon dengan tertawa pelanggan


" tentu saja aku ingat pria tampan...." Sintya tidak melanjutkan ucapan nya saat menyadari perkataan


" tampan ?" tanya Simon dengan senyum lebar, sungguh dia bahagia sekali


" Itu...aku akan pergi" Kata Sintya salah tingkah


" kamu juga cantik dengan gaun itu, tapi kamu harus berjalan dengan pelan jangan terburu- buru, aku juga baru tahu kalau kamu juga kuliah disini?"


Sintya malu dipuji Simon dan mengalihkan matanya kearah lain


" iya, aku juga kuliah disini"


" baiklah, karena kamu sendiri kamu lebih baik dengan ku saja" Simon menggandeng tangan Sintya, Sintya kaget karena itu mereka baru dua kali bertemu, Ini terlalu cepat, tapi tidak ada yang terlalu cepat bagi cinta.


**


Sedangkan di satu sisi Audi merasa aneh pada sikap Arshel, saat Audi masuk tadi Arshel melihat Audi dengan intens, sekarang pria itu bahkan tidak berbicara pada Audi


Arshel melirik Audi, disana Audi tersenyum pada laki- laki yang menyapanya, apa Audi itu lupa dengan pesannya jangan dandan terlalu cantik tapi lihatlah sekarang dia tampil dengan cantik, Arshel tidak suka dengan itu apalagi laki- laki yang sok tampan yang mencoba mendekati Audi, Arshel sengaja mengabaikan Audi karena dia marah karena Audi tidak menjalankan pesannya, Arshel melihat Jack dan teman- temannya yang datang mendekati Audi, Arshel yang semula duduk dengan tenang, menegakkan punggungnya spontan


"kenapa si Jack berengsek itu mendekati Audi?" Kata Arshel didalam hati geram, Arshel berjalan mendekati Audi dan berdiri di sampingnya, Jack yang datang dengan menawarkan minuman itu menatap remeh Arshel, Arshel sedang tidak ingin bertengkar jadi dia mengabaikannya saja, Arshel mengambil minuman yang tadi diberikan Jack pada Audi dan meletakkannya diatas meja, Audi menatap bingung Arshel yang mengambil minuman tersebut, Arshel langsung menarik tangan Audi dan membawanya ketempat yang sepi


" kamu sudah 2 kali melanggar pesan yang aku berikan"


" pesan?"


" kamu ini, apa yang tadi kamu lakukan? aku sudah pernah bilang jangan berbicara pada Jack dan jangan berdekatan dengannya delam jarak 3 meter, dan apa ini?" Arshel membuka sanggulan rambut Audi sehingga rambut Audi terurai, Audi terkejut Arshel merusak tatanan rambutnya


" apa yang kamu lakukan? kamu merusaknya" kata Audi dengan mata kaget, Arshel bahkan tidak menunjukkan muka bersalah, Audi jadi kesal karena itu


" kenapa memangnya? aku kan sudah bilang jangan dandan terlalu cantik" Kata Arshel mengabaikan tatapan kesal Audi


" kamu ini kenapa ? aku ingin tampil cantik apa itu salah?"


Arshel menangkup wajah Audi dengan kedua tanganya dan agak menekan disana sehingga bibir Audi sedikit maju kedepan, Arshel yang melihat bibir itu ingin menciumnya setidaknya mengecupnya tapi disini banyak orang


" kamu itu cantik dengan sederhana, kamu hanya boleh tampil cantik didepan ku saja mengerti " Audi bingung dan juga malu, kenapa Arshel bersikap seolah- olah dia menyukai Audi, Arshel melihat wajah kebingungan Audi dan melepaskan tangannya dari wajah Audi, tangannya turun untuk menggenggam tangan Audi


" jangan jauh - jauh dariku"


Sepanjang pesta, tangan Arshel tidak melepaskan tangan Audi, Audi merasa gugup, tangannya pasti sudah berkeringat disana tapi tidak ada tanda- tanda kalau Arshel akan melepaskannya, Sony bahkan tidak menyadari itu apalagi Simon dia lagi di mabuk asmara, dia hanya berbicara pada wanita bernama Sintya, pesta pun sudah berakhir dan tangan Audi rasanya sudah pegal di gengaman Arshel, tapi lihatlah Arshel, dia masih dengan erat menggenggam tangan Audi


Sony sudah pamit untuk mengantar Sandra pulang, padahal semua tahu mereka hanya ingin berduaan, Simon juga ya ampun kenapa dia menatap wanita itu dengan intens sekali , wanita yang ditatap bahkan sudah memerah karena malu, Simon bodoh sekali apa hanya itu cara dia mendekati wanita


" Arshel, karena Sandra pulang bersama Sony, aku akan naik taxi saja" setelah berkata seperti itu Audi sudah ingin pergi, dia sudah tidak tahan lagi dengan ini, tapi tangan Arshel masih saja menggenggamnya bahkan semakin erat saat Audi akan pergi, Audi tidak mau menatap Arshel, Arshel sudah membalikkan badannya menghadap Audi


" ayo"


" apa Arshel ingin membuatku serangan jantung?"


Arshel sudah menarik tangan Audi untuk pergi ke mobil nya


"Arshel aku pulang sendiri saja" Arshel menatap Audi dengan tajam, Audi jadi takut, jadi dia masuk langsung kedalam mobil milik Arshel, Arshel menyusul masuk, di dalam perjalanan tidak ada yang bicara sama sekali, Audi jadi semakin gugup


" kenapa Arshel membawa mobil pelan sekali?"


Audi sudah sesak nafas karena gugup didalam sana, mobil Arshel berhenti di depan rumah Audi, Audi sudah melepaskan tali pengaman dan hendak turun, tapi tangan Arshel menghentikannya, Audi menatap Arshel, tangan Arshel terangkat untuk menyentuh wajah Audi dengan satu tangannya, jantung Audi seperti sedang melompat kejurang


" Ya Tuhan tolong aku"


Audi sudah semakin gugup saat wajah Arshel semakin dekat, makin dekat hingga hidung mereka bersentuhan, mata Audi masih menatapĀ  itu dengan syok, oh My God Arshel memejamkan matanya, bibirnya sudah menyatu dengan bibir Audi, mata Audi terbuka dengan lebar sekali


Audi hanya diam dengan kaku dia tidak berani bergerak bahkan hanya untuk bernapas, Arshel mengecup bibir Audi berkali- kali, sudah berlalu 3 menit dan Arshel masih belum juga menyudahi ciumannya, Audi sudah kehabisan nafas


" emphmm....." Arshel yang melihat Audi membutuhkan oksigen melepaskan bibirnya dari Audi, Audi mengambil nafas dengan cepat, Audi melirik Arshel disana yang hanya memasang wajah datarnya, Audi tidak berani bicara terlebih dahulu, Arshel bergerak mendekati Audi, dia pikir Arshel akan menciumnya lagi tapi Arshel membukakan pintu untuk Audi


" kamu tidak turun?" suara Arshel terdengar menyebalkan , Audi yang tersadar cepat - cepat turun, dan menutup pintu dengan sedikit keras, dia masuk dengan sedikit berlari, setelah Audi masuk, tubuh Arshel langsung bersandar pada kursi mobil, jantungnya juga berdebar dengan kencang dia tidak pernah mencium wanita selama ini, tapi dia dengan berani mencium wanita bahkan hingga wanita itu kehabisan nafas


Arshel tersenyum dengan matanya menatap rumah Audi


" aku suka bibirnya" gumam Arshel, dia sebenarnya tadi masih ingin mencium Audi tapi dia tidak bisa mencium Audi hingga pingsan jadi dengan berat hati Arshel menyudahi ciumannya


" apa- apaan ini aku ingin menciumnya lagi" Arshel memukul kepalanya kuat, untuk menyadarkan nya dari pikiran mesumnya.