![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Audi berlari ditengah lorong Universitas dengan tatapan aneh orang- orang padanya, Sandra juga melihat Audi berlari dengan air mata yang membanjiri pipinya, Sandra merasa khawatir pada Audi jadi dia mengejar Audi yang berlari keluar Universitas,
" Audi!" sandra memanggil Audi tapi Audi tetap lari
" Audi!!" Audi tetap mengabaikan panggilan Sandra
" Audi berhenti, kalau kamu tidak berhenti aku tidak akan mau lagi berteman denganmu " Sandra tahu ancamannya sungguh berlebihan tapi dia ingin Audi berhenti dan benar Audi berhenti tanpa membalikkan badannya, Sandra datang mendekati Audi dan berdiri di depan nya, Audi menundukkan kepalanya dia mencoba menutupi wajah sedihnya dan Air mata yang malah semakin deras mengalir saat Sandra mengangkat wajah Audi untuk melihatnya
" ada apa?" Sandra bertanya dengan lembut dan itu membuat Audi semakin sedih, Sandra yang melihat Audi mulai akan menangis lagi memeluknya dan saat itulah Audi menangis melepaskan semua rasa yang dia tahan, Sandra mengelus punggung Audi untuk membuatnya tenang
" baiklah Audi sekarang saatnya kamu bercerita" Audi menatap Sandra setelah mereka melepaskan pelukannya
" ayo" Sandra membawa Audi pergi dan mereka sekarang duduk di bangku taman
" Audi" Sandra memanggil Audi yang hanya diam menundukkan kepalanya tanpa berbicara apa- apa
" Audi, kamu tahu kalau aku ada untukmu, jadi kamu bisa membaginya denganku" Audi menatap Sandra dengan pandangan terluka
"Sandra.... Aku akan pergi "
" apa! Kamu akan pergi kemana?" Sandra bingung Audi bicara dengan ambigu
" aku akan pergi jauh"
" Audi lihat aku, kamu bisa cerita padaku, jangan seperti ini "
Audi menatap Sandra, Sandra juga menatapnya dengan penuh keyakinan
" Arshel..."
" Arshel kenapa ?" Sandra bertanya penasaran, dia tahu kalau Audi menyukai Arshel, belum lama ini Audi cerita kalau dia menyukai Arshel dan kue yang dibuat Audi waktu itu adalah saran dari Sandra
" dia ... Dia memanfaatkan ku"
" Audi"
" dia memafaatkanku untuk merusak hubungan kakakku dengan Ms. Laura" suara Audi bergetar menceritakannya dan Air mata itu kembali mengalir
" dia menyukai Ms Laura dan sengaja memintaku memberikan bunga pada Ms. Laura, dia bahkan tahu kalau James adalah kakaku, dia dari awal sudah merencanakannya, dia ingin merusak nya" Audi sungguh merasa kecewa pada pria yang selama ini dia sukai itu
" Audi" Sandra menggapai tangan Audi dan menggenggamnya dengan erat, dia ingin menyalurkan kekuatan pada Audi
" kamu tahu, setiap kali dia memintaku memberikan bunga, rasanya aku ingin mati saja, karena sakit, aku menahan semua itu selama ini dan apa yang aku tahu sekarang itu bahkan beribu lebih sakit dari yang sudah ada disini" Audi meyentuh dadanya dan meremasnya dengan kuat, dia belum pernah merasakan perasaan seperti ini, mencintai laki- laki yang menyakitinya
Sandra bahkan sudah menangis, dia bisa merasakan kesakitan Audi, dia pernah tidak percaya pria lagi semenjak dia berpikir Sony mengkhianatinya, tapi akhirnya semua itu hanya kesalah pahaman
" Audi kamu harus mencari tahu dulu kebenarannya "
" tidak perlu Sandra, aku mendengar itu dari mulutnya sendiri, tidak mungkin itu salah" Audi kembali menangis mengingat perkataan Arshel yang menyakitinya, Sandra memeluk Audi dan mereka menangis bersama
***
Disisi lain Arshel menatap jam ditangannya, dia memikirkan Audi karena sekarang sudah lewat dua jam dari Arshel biasa membuka restorannya
Dia merasakan perasaan tidak nyaman, dia ingin menghubungi Audi, dia bahkan sudah akan menekan nama Audi di ponselnya, tapi dia urungkan
" Audi sekarang pasti sedang sibuk dengan pria itu" Arshel kembali ke sifat keras kepalanya
" tapi, kenapa dia tidak menghubungiku" Arshel kembali risau, dia mencoba mengabaikan perasaannya tentang Audi tapi pada akhirnya dia tidak tahan, dia pun menelpon Sony
"Hallo Arshel ada apa?"
"apa kamu bersama Sandra?"
" tidak, aku dan Simon sedang di studio"
" baiklah kalau begitu" Arshel menyudahi telponnya dengan Sony
" apa aku menelpon Sandra saja ya?" Arshel berpikir dengan keras karena itu dan dia mengabaikan sedikit egonya untuk menelpon Sandra, dia masih terlalu egois untuk menelpon Audi, dia tidak siap mendengarnya dari mulut Audi jika wanita itu bersama kekasihnya a
"Hallo Sandra"
"Ya"
" apa kamu bersama Audi? "
"Tidak"Arshel merasakan sedikt aneh dengan nada bicara Sandra
" ya baiklah, aku hanya bertanya, karena Audi tidak datang kerestoran"
Arshel bingung menjawabnya
"Kalau tidak ada lagi, aku tutup telponnya" Sandra menutup telpon itu secara sepihak dan itu membuat perasaan Arshel semakin gelisah
**
Arshel duduk direstorannya seorang diri, restorannya sudah tutup dari tadi dan Audi tidak datang bahkan hingga Arshel menutup restorannya, dia merenung memikirkan Audi
" apa yang terjadi? kenapa Audi tidak datang? apa dia sakit?" Arshel bertanya pada dirinya sendiri yang bahkan tidak bisa dia jawab
Arshel menjalankan motornya dengan sangat pelan, otaknya masih berpikir seputar Audi, dia merindukan Audi, setelah dia bersikap dingin pada Audi selama berberapa minggu ini, dia jadi merasa kesal pada dirinya kenapa dia harus bersikap seperti itu pada Audi
Audi tidak salah sama sekali selama ini, dia yang egois yang tidak terima bila Audi memiliki kekasih
***
Arshel duduk direstorannya dengan pikiran kosong, dia sudah banyak memikirkan Audi hingga dia tidak bisa lagi memikirkan yang lain, tadi saat di kampus dia mencoba mencari Audi di ruangannya, tapi dia tidak melihat sosok Audi disana, Arshel semakin risau karena itu, dia rindu Audi, bahkan dia tidak melihat Sandra juga
Hari semakin sore dan Arshel semakin kacau, sebuah mobil berhenti dan seseorang masuk, orang itu Sandra, dia berjalan ketempat Arshel yang sedang melamun
" ini" Arshel melihat ke sumber suara, dia melihat Sandra dengan kebingungan
" Audi memintaku memberikan ini" kata Sandra dan meletakkan amplop itu di atas meja, Arshel menatap amplop yang diletakkan Sandra diatas meja
" apa ini...." saat Arshel akan bertanya Sandra sudah keluar dari restoran, Arshel melirik ketempat amplop tadi, dia mengambil amplop itu dan mulai membukanya, matanya membesar membaca tulisan disana
Audi ingin berhenti dari restoran tanpa penjelasan apa- apa, Arshel berdiri dari kursinya dan mulai bersikap gelisah
" kenapa? apa yang terjadi? Audi, dia berhenti " Arshel mengambil ponselnya dan langsung menelpon nomor Audi, tapi bahkan nomor itu tidak aktif, Arshel menelpon nomor itu berkali- kali meskipun hasilnya tetap sama
" Audi kemana? apa terjadi sesuatu dengannya?" Arshel kembali terduduk saat sebuah pikiran terlintas
" apa Audi merasa kesal padaku karena aku bersikap acuh dan dingin pada nya? tapi ......" Arshel menarik rambutnya kacau, dia frustasi
" besok aku akan mencari Audi di Universitas, dia pasti ada " Arshel meyakini dirinya untuk membuat perasaannya menjadi tenang
***
Arshel turun dari motor dengan keyakinan, dia masuk dan di dalam Universitas dia tidak sengaja berpas- pasan dengan Sony dan Simon
" Arshel" Arshel tetap saja berjalan masuk tanpa menghiraukan panggilan Sony, Sony dan Simon saling pandang dengan bingung melihat sikap Arshel, Arshel masuk ke ruangan Audi, disana dia bertemu teman Audi
" apa Audi belum datang?" tanya Arshel, wanita dengan rambut pirang menjawab
" Audi?"
" ya"
" dia sudah tidak masuk dua hari" Arshel kaget mendengarnya
" dia pergi kemana?"
" tidak tahu" jawab wanita itu, Arshel kembali tidak nyaman karena jawaban itu,
"Sandra, Sandra pasti tahu kemana Audi" pikir Arshel, Arshel keluar dari sana dan berencana menemui Sandra saat jam istirahat
Arshel masuk keruangannya dan duduk di samping kedua temannya
" Sony?"
" ya, ada apa?" tanyanya pada Arshel
" apa Sandra ada bercerita sesuatu tentang Audi padamu? "
" Audi? em...tidak, memangnya kenapa ?"
" Audi berhenti bekerja dari restoranku ku"
" apa! " Sony dan Simon kaget mendengar itu
" ya"
" memangnya karena apa?"
" aku tidak tahu, Sandra yang mengantarkan surat pengunduran dirinya "