![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Audi bangun tidur setelah dia tidur sangat malam untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai di kantor tadi, jadi dia membawa pulang pekerjaannya, dia melihat jam diatas meja samping ranjang tidurnya, matanya membelalak terkejut, karena sekarang sudah jam 08 30 dia langsung lari kekamar mandi dan ke luar setelah mandi dengan super cepat
Dia memakai pakaiannya di depan cermin dan langsung pergi tanpa make up. Ya Ampun kalau seorang wanita lain pasti akan lebih mengutama make up lebih dulu, tapi tidak dengan Audi dia langsung saja turun
" Mama kenapa tidak membangunkan ku?"
" Mama sudah membangunkan mu, kamu saja yang susah dibangunin"
Audi mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan ibunya
" mana kak James?"
" dia sudah berangkat duluan"
" Aiishh kan aku ditinggal" Audi langsung mencium pipi ibunya dan langsung saja lari keluar
" Audi sarapanmu"
Audi kembali masuk setelah mendegar itu, dia mengambil bekal makanan yang disiapkan ibunya, ibunya sengaja mempersiapkan itu, karena dia tahu Audi pasti tidak sempat sarapan, Audi kembali berlari keluar dan dia sekarang sedang menunggu bus di halte
" kenapa bus nya belum datang, apa aku ketinggalan ya?" Audi melihat jamnya yang sudah hampir jam 9,dia pasti akan dimarahi menegernya yang galak itu
Sebuah mobil mewah hitam berhenti didepan Audi kaca mobil itu turun dan Audi kenal siapa orang itu
" ayo masuk aku tahu kamu terlambat" Audi yang dipanggil mengabaikan itu dan pura - pura tidak mendengarnya Arshel menatap penampilan Audi
Dia tidak suka melihat itu, karena roknya terlalu rendah bagi Arshel
" Audi cepat" Arshel berbicara dengan nada penekanan, tapi Audi tetap mengabaikanya
" hei nona lebih baik kamu masuk, Karena mobil itu akan menghalangi bus yang akan datang " seorang ibu paruh baya berbicara sambil menunjuk bus yang datang mendekat
" aku tidak kenal dia, mungkin dia salah orang"
Sumpah Arshel kaget sekali Audi akan melakukan itu, berpura- pura tidak mengenal untuk mengusirnya, tapi Arshel tidak akan kalah
" maaf kan dia bu, di itu kekasihku, kami sedang bertengkar sekarang" Audi menatap Arshel sinis karena berkata seperti itu, tapi Audi tidak akan menyerah
" maaf tuan, sepertinya anda salah orang aku bukan kekasihmu" jawab Audi dengan tersenyum manis seakan- akan yang dikatakanya itu benar, Arshel yang tadi mengira Audi akan menyerah menjadi kesal
" tidak perduli siapa yang benar, tuan, lebih baik anda menjalankan mobilmu, karena bus itu semakin dekat, saya sudah terlambat ketempat kerja" timpal ibu- ibu tadi, Audi tersenyum kemenangan menatap Arshel, Arshel juga menatap Audi tidak mau kalah
Baiklah dia akan menyerah kali ini tapi tidak dengan nanti, Arshel menjalankan mobilnya dengan kesal , matanya melihat Audi yang masih tersenyum memandangi kepergiannya
" aku gagal lagi" Arshel memukul setirnya pelan, dia kesal, tapi dia kemudian tersenyum
" lihat saja nanti"
****
Audi sudah masuk keruanganya dengan mendapat tatapan tajam dari menegernya dan tatapan kasihan dari teman setimnya
" ikut saya " kata meneger tersebut, Audi tidak menjawab dan mengikuti menegernya tersebut, setelah sampai di ruangan, managernya langsung menyemprotnya dengan kata- kata kejam
" kamu ini! kamu itu belum menyelesaikan pekerjaan yang saya berikan dan sekarang kamu malah terlambat, jadi tanganmu itu kamu gunakan Untuk apa!?"
Kuping Audi rasanya akan pecah mendengar managernya yang berbicara dengan keras, di saat sang manager masih saja marah- marah telpon diatas meja berdering, managernya mengangkat itu
" hallo manager Antony"
" ya"
" saya sekretaris Direktur"
"oh benarkah " nada bicara manager berubah setelah mendengar kata direktur
" direktur meminta seseorang yang berada di tim anda yang bernama Audi keruangannya"
Antony kaget ada kepentingan apa direktur memanggil Audi keruanganya, setelah itu telpon terputus, Antony menatap Audi dengan serius dia ingin bertanya ada urusan apa antara Audi dan direktur, tapi pada akhirnya dia urungkan
" pergi keruangan Direktur" Audi bingung apa manegarnya berbicara padanya
" apa lagi yang kau tunggu
Cepat pergi"
" apa manager berbicara pada saya?"
" lalu pada siapa lagi hanya kamu yang ada disini"
" baiklah" meskipun Audi tidak tahu kenapa dia harus ke ruangan direktur
" dan cepat selesaikan pekerjaanmu yang belum selesai itu"
" saya sudah menyelesaikannya manager"
" baik menager, kalau begitu saya undur diri" managernya Antony hanya menganggukan kepalanya dan Audi pergi dari sana
Dia sudah masuk di dalam lift dia masih memikirkan kenapa direktur memanggilnya, apa itu karena dia terlambat, Audi belum pernah bertatap muka dengan direktur tempat dia bekerja
****
Audi sudah didepan pintu ruangan direktur, entah kenapa jantungnya berdebar, ada apa ini, dia melihat meja sekretaris disamping dia berdiri yang kosong
" apa sekretaris dan direktur sedang rapat, lalu kenapa aku dipanggil kesini? apa aku kembali saja ya? tapi nanti malah kena semprot lagi sama maneger"
Jadi Audi membuka pintu itu secara perlahan, dia awalnya merasa tidak enak karena masuk tanpa diminta, tadi dia berpikir, kalau ada yang memarahinya, dia akan bilang kalau menegernya yang menyuruhnya kesana dan masalah selesai
Audi berjalan dan memandangi ruangan itu, ruangan itu besar, ada sofa yang juga besar disana, dia berjalan dan duduk disana
" sampai kapan aku harus disini?"
Setelah hampir 30 menit dia menunggu pintu ruangan dibuka dari luar, seorang laki- laki masuk, mata Audi menatap kaget pria itu dan Audi langsung berdiri dari sofa yang dia duduki, pria tadi juga tidak kalah kaget melihat Audi
" Audi "
" Simon"
Mereka saling menatap dengan tidak percaya
" ehem....." sebuah suara mengintruksi mereka, mata Audi rasanya akan copot melihat siapa yang tadi berdehem
Pria itu berjalan mendatangi Audi dan langsung menarik Audi kembali berduduk, tangannya masih setia menggenggam tangan Audi, Audi sudah akan menarik tangannya tapi pria itu menggenggam erat tangannya, Audi melihat malas pada pria itu, dia memilih kembali menatap simon yang juga berjalan mendekati Audi
" aku tidak percaya kamu sudah kembali ?" Kata Simon pada Audi
" iya"
" wah, ini sudah empat tahun dan kita baru sekarang bertemu"
" aku sudah seminggu bekerja disini"
" benarkah?" Simon tidak percaya semua ini kebetulan sekali, Audi masih menatap Simon dia tidak mau menatap pria di sampingnya yang dengan tidak tahu malu menggenggam erat tangan Audi
Arshel yang disamping Audi kesal karena Audi sibuk dengan Simon, dia tidak suka, dan apa lagi simon dia bahkan sudah beristri, Tangan Arshel yang satunya terangkat dan menarik dagu Audi sehingga Audi menatapnya
" kenapa kau mengabaikan aku?" tanya Arshel dengan muka cemberut, Audi yang menlihat Arshel sangat dekat kembali gugup, tapi dia menyadarkan dirinya dan kembali menatap Simon, Arshel bertambah kesal karena itu jadi dia membawa tangan Audi kepipinya
Audi kaget saat merasakan hangat pipi Arshel ditangan nya, jantung Audi berdetak dengan cepat, Simon bersikap biasa saja dia sudah mengerti dengan sikap Arshel, dia tahu Arshel sudah terlalu lama menunggu
" kenapa kamu sangat tidak sopan, jangan mentang- mentang kamu itu temanya Simon kamu berani bersikap seperti ini" Arshel menatap Audi bingung, udi kembali menatap Simon
" maaf pak, tadi saya di suruh sama maneger saya keruangam bapak" kata Audi dengan masih berusaha melepaskan tangannya tapi Arshel tidak juga mau melepaskannya dan malah mencium telapak tangan Audi, Audi semakin berdebar
Audi menatap Simon meminta pertolongan, tapi Simon hanya diam saja.
"Simon Kamu itu kan Direktur kamu harus tegas pada karyawanmu" tunjuk Audi pada Arshel, Arshel yang masih meletakkan tangan Audi dipipinya tertawa dan itu membuat Audi marah dia mengangkat tangannya untuk memukul Arshel tapi Arshel malah menarik tangan Audi hingga Audi jatuh kepelukkannya, Audi kesal sekaligus gugup karena itu, dia ingin bangkit tapi Arshel menahannya dengan kedua tangan yang melingkari pinggang Audi
Audi malu sekali karena Simon melihat semua itu
" Arshel kamu sangat tidak sopan !!" teriak Audi didepan dada Arshel, Arshel hanya tertawa dan memberikan perintah pada Simon melalui matanya
" baiklah kalau begitu, aku pergi dulu" setelah berkata seperti itu Simon keluar Audi merasa kaget melihat nya
" Simon jangan tinggalkan aku!"
" Simon!" Audi memanggil Simon berharap Simon akan menolongnya, Kepala Arshel maju dan berbisik di depan telinga Audi
" tidak akan ada yang menolongmu " Audi menjadi geram dan mengangkat kepalanya dan dengan cepat Arshel mengecup bibir Audi, Audi kaget karena itu, Arshel hanya tersenyum dengan manis dengan tambah memeluk Audi erat di atas sofa
" lepaskan aku"
" tidak"
" aku akan teriak"
" silahkan " Audi bertambah geram
" tolong .....tolong ....." teriak Audi dengan keras berharap seseorang menolongnya , pintu diketuk dari luar dan sekretaris masuk yang Audi tahu itu sekretaris Direktur
" pak, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretaris itu, Audi awalnya malu karena posisinya, tapi tunggu pak, sekretaris itu memanggil Arshel pak
" tidak ada Barbara" setelah mendengar itu pintu kembali tertutup, Audi masih mencoba mencerna semuanya. Audi menatap Arshel dan Arshel tersenyum dengan lebar disana
" Direktur?"
" ya"
Audi merasakan firasat buruk setelah mendengar itu, ini akan menjadi sebuah malah besar karena pria ini.