![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Arshel dan Audi sudah direstoran, mereka bekerja seperti biasa tapi tidak dengan wajah Arshel, dia dari Universitas tadi tidak tersenyum sama sekali, ekspresi wajahnya lebih ke arah cemberut saat Audi bertanya dia hanya menjawabnya singkat, Audi bingung dan merasa aneh ada apa dengan Arshel?
Apa dia marah pada Audi? tapi Audi tidak tahu apa salahnya.
Audi mengantarkan makanan untuk pelanggan dan saat itu Simon datang.
" hai Audi " Simon menyapa Audi
" hai"
" kenapa kamu datang kesini?" kata Arshel kesal
" apa kamu tidak senang aku kesini, harusnya kamu kasihan padaku, si Sony itu sibuk dengan kekasihnya sampai melupakan sahabatnya ini" dengan ekspresi wajah terluka sedangkan Arshel hanya memutar matanya kesal.
Simon duduk di meja dekat pembatas, Arshel langsung duduk mendatangi Simon
" memangnya kemana Sony?"
" kenapa kamu bertanya padaku? Mungkin dia sibuk kencan, dia bahkan mematikan ponsel nya, Sony sialan itu, dia meninggalkan aku dengan pekerjaan yang belum selesai".
Arshel yang mendengar Simon mengumpat menjitak kepalanya.
" kenapa kalian berdua suka sekali menjitak kepalaku ? kalau aku hilang ingatan bagaimana?"
" sudah, kamu jangan sedih hari ini aku akan memberikan gratis untuk mu"
" benarkah?" kata Simon dengan mata berbinar
" ya"
" kamu memang sehabat sejati ku"
Saat mereka sibuk berbincang, mobil mewah hitam berhenti di depan restoran, mereka langsung mengalihkan pandangan pada sosok yang kelur dari mobil
Sosok itu masuk kedalam restoran dengan pakaian kerjanya dia tampak gagah dengan itu, terlihat sekali kalau di orang kaya hanya dari penampilannya saja, Audi yang melihatnya langsung datang mendekati.
" Akhirnya datang juga, aku sudah menunggu lama" sambil memasang ekspresi kesal
" maaf ya , tadi aku banyak kerjaan , ini juga aku bela- belain kesini" jawab James sambil mengusap kepala Audi. Arshel yang melihat itu membelalakkan matanya besar.
" ayo duduk disini, aku akan mengambilkan makanannya"
Setelah bicara seperti itu Audi pergi kebelakang, Arshel memperhatikan James yang melihat- lihat restorannya
Tak lama itu Audi datang dengan membawa banyak sekali ayam, dia sengaja membawa banyak biar kakaknya yang kaya itu membayarnya.
" kenapa kamu membawa banyak sekali ayam?"
" tidak apa- apa kakak kan banyak uang" jawab Audi dengan senyum menjengkelkan membuat James mengerucutkan bibirnya tapi setelah itu dia tersenyum.
" adikku pintar sekali" kata James dengan mengacak- acak rambut Audi, Audi kesal karena itu jadi Audi langsung duduk saja disamling James, mereka berbicara sambil sesekali tertawa, hari ini tidak terlalu sibuk bagi Audi karena pelanggan yang datang hanya sedikit untung kakaknya datang jadi dia bisa memporoti kakaknya itu, pemandangan itu tidak luput dari mata Arshel dia melihatnya kesal entah kenapa
" Arshel aku boleh tambah lagi ya?"
" ambil saja sendiri" kata Arshel kesal
" apa kamu tidak ikhlas?"
Arshel langsung melihat ke Simon yang berwajah sedih
"Kenapa aku jadi marah pada Simon, ini semua karena Audi, tapi kenapa aku harus marah pada Audi" Arshel mengusap rambutnya frustasi
" tidak bukan begitu maksudku, hanya saja ..." Arshel bingung apa alasannya
" baik- baiklah kamu memang aneh sejak tadi pagi, apa kamu ada masalah?"
" tidak ada" kata Arshel, matanya kembali melihat Audi dan James, Simon yang melihat kemana arah pandang Arshel memikirkan sesuatu, dia baru sadar kalau Audi sedang duduk dengan seorang laki- laki yang datang itu, tapi ketika dia melihat mobil yang di pakai laki- laki itu tadi, dia sadar mobil itu sama dengan mobil yang mengantar Audi tadi pagi kekampus.
"Kenapa kamu melihat kesana?"
Arshel yang dari tadi memperhatikan Audi melihat Simon
" tidak, hanya saja bukan kah aneh melihat Audi berkencan dengan om- om?"
" om -om? Aku lihat laki- laki itu masih muda dan juga tampan " kata Simon, Arshel tambah kesal mendengarnya Simon memuji James.
" kamu bayar ini semua, aku tidak mau memberimu gratis! "
" eh....kenapa kamu menarik kata- kata mu? laki- laki sejati tidak akan menarik kata - katanya"
Arshel tambah kesal mendengarnya dan kembali melihat Audi yang tertawa bersama James dia kesal.
" lagian laki - laki itu kakaknya Audi"
Arshel dengan cepat memandang Simon yang meminum Oreance jusnya
" benarkah ?" tanya Arshel dengan semangat, Simon merasa aneh pada Arshel
" ya tadi pagi Audi cerita saat kamu masuk duluan"
" oh jadi begitu ya" jawab Arshel dengan senyum cerah melihat Audi
" kamu kenapa?"
" tidak apa- apa, kalau begitu aku akan mengambilkan ayam yang enak untukmu"
" kamu kenapa Arshel ? aneh sekali hari ini!"
Sedangkan Arshel tidak menghiraukan pertanyaan Simon,
Setelah itu Simon melihat kearah Audi entah apa yang dia pikirkan hanya Simon dan Tuhan yang tahu.
**
" eh iya, kamu bilang ini restoran punya teman mu mana dia?"
" aku sampai lupa, kakak tunggu dulu disini aku akan memanggilnya.
.
.
.
Audi melihat Arshel di belakang memanggilnya, sedangkan Simon sudah pergi dari tadi setelah mendapat telepon dari Sony dia pergi dengan kesal.
" Arshel"
" ya"
" aku ingin memperkenalkan mu pada kakakku"
" Huh? "
" dia ingin bertemu dengan pemilik restoran tempat ku bekerja"
Akhirnya mereka keluar bersama, sekarang mereka sudah duduk bersama
" apa kanu pemilik restoran ini?"
" ya" kata Arshel gugup
" kenapa aku jadi gugup? ini mamalukan" kata Arshel dalam hati.
" kakak namanya Arshel, Arshel ini kakak ku James"
Setelah itu mereka berjabat tangan saling memperkenalkan diri, James sudah pergi dari restoran tidak lama setelah mereka berbincang
" aku baru tahu kamu punya kakak laki- laki"
" iya, karena kamu tidak bertanya "
Setelah itu Audi pergi kebelakang, sedangkan Arshel hanya melihat kepergian Audi,
Tak terasa waktu sudah malam dan saatnya pulang .
" apa kamu akan pulang?"
" ya"
" aku bisa mengantar mu"
" tidak perlu aku naik bis saja"
Sebenarnya Arshel mau memaksa Audi untuk pulang bersamanya hanya saja dia merasa tidak punya alasan melakukan itu, Audi keluar dari restoran setelah berpamitan pada Arshel.
.
.
.
.
Didalam bis Audi memikirkan Arshel, bukannya Audi tidak tahu dengan sikap aneh Arshel hari ini dia selalu memperhatikan pria itu
Saat itu Audi sedang berbincang dengan kakaknya, matanya melirik kearah Arshel, dia melihat tatapan tidak suka Arshel pada kakaknya, dan saat dia memperkenalkan kakaknya pada Arshel, Arshel terlihat gugup dan senang, Audi merasa aneh dengan Arshel tapi apa, dia tidak tahu .
.
.
.
Sedangkan Arshel ada di di atas motornya yang sedang melaju di jalan raya dia juga memikirkan sikapnya hari ini, ada apa dengannya kenapa dia merasa aneh dengan dirinya sendiri.
Audi dan Arshel sudah pulang kerumah mereka, Audi sedang berbaring diatas kasur nya begitu juga dengan Arshel,
Audi membalikkan badannya kearah kanan, dan Arshel juga berbalik kearah kiri ,mereka melihat lurus kedepan seolah - olah mereka bertatapan langsung
" ada apa dengan mu?"
" ada apa dengan ku ?"
Kata mereka bersamaan dan setelah itu mereka memejamkan mata mereka tertidur.
***
**Di dunia ini setiap orang terhubung dengan benang merah yang tak kasat mata pada orang lain yang akan menjadi jodohnya.
kadang benang itu lurus tanpa tergulung dan kadang juga bisa kusut yang membuat orang itu sulit bertemu. Cinta itu hanya ungkapan kata tapi yang sesungguhnya apa yang tersimpan didalam hati, tergantung cara orang tersebut bagaimana mereka mengungkapkannya tapi perasaan cinta sama di setiap hati manusia ketika mereka jatuh cinta**.