![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Anak- anak ramai memenuhi lorong, mereka semua sibuk membicarakan tentang sebuah acara pesta yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh kampus yaitu ulang tahun Universitas
Acara ini menjadi acara yang paling ditunggu bagi anak- anak mahasiwa, Sandra dan Audi yang melihat ramainya orang- orang disana datang mendekat
" ada apa disana? Ayo Audi kita kesana"
Mereka pergi kesana dan melihat poster pengumuman di madding kampus
" astaga apakah ini benar? Wah aku senang sekalisekali" kata Sandra
" memangnya kenapa? kan itu sudah biasa bagi setiap Universitas untuk merayakan setiap tahunnya?"
" astaga Audi, kamu ternyata belum tahu ya, disini itu beda, kamu tahu pihak Universitas disini biasanya akan mengundang para Artis dan motivator untuk acara ini dan itu luar biasa"
" benarkah? "
" tentu saja"
Mereka mengaitkan kedua tangan mereka dan tertawa bahagia
" baiklah karena Acaranya seminggu lagi kita harus mencari gaun untuk itu" kata Sandra semangat
" tapi aku harus bekerja "
" tidak untuk hari ini, nanti saja kita pergi belanja saat hari minggu, kamu akan hanya bekerja sampai hari sabtu"
" baiklah"
" kalau begitu kita kelas dulu ayo"
Kata Sandra dengan menarik tangan Audi, Mereka pergi menuju keruangan mereka
***
Audi tiba direstoran terlebih dahulu, dan masuk kerestoran, dia bisa masuk kesana karena Arshel memberikannya kunci cadangan untuknya supaya jika Arshel terlambat Audi bisa membuka restoran lebih dulu
" baiklah, aku harus semangat" kata Audi dengan mengepal kan tangan kanannya ke atas untuk menyemangatinya hari ini
Audi sudah selesai menyusun kursi- kursi dan tak lama sebuah motor berhenti didepan restoran, Simon turun dan masuk kerestoran, dia melihat Audi yang sudah akan berjalan masuk ke dapur
" Audi"
Audi yang mendengar namanya dipanggil membalikkan badannya
" Simon, kamu datang?"
" ya, aku kesini sendirian, kamu tahu tadi aku bersama Arshel tapi dia sibuk di kampus untuk mengurus acara ulang tahun Universitas "
" jadi begitu, Simon maaf ya aku tinggal kebelakang "
" ya tidak apa- apa , aku tahu kamu sibuk"
Audi tersenyum dan berlalu dari sana
Pelanggan sudah banyak yang datang, Audi pun kewalahan untung saja ada Simon yang membantunya
" terima kasih ya kamu sudah membantu"
" tidak masalah, aku hanya perlu meminta upah ku nanti pada Arshel" kata Simon bercanda dan Audi tertawa mendengar nya
Ada satu pria yang melihat Audi dari tadi, dia sepertinya tertarik pada Audi dia hanya sendiri disana dan pertama kali datang kerestoran tersebut
" permisi" kata pria itu pada mereka berdua, Simon yang melihat itu sudah paham apa maksud pria itu, insting laki- laki tidak pernah salah, Audi yang merasa di panggil datang mendekat
" ya ada yang bisa saya bantu"
" Begini aku sangat suka pada Ayamnya " kata pria itu dengan menatap Audi
" terima kasih" Audi senang sekali mendengar mya
" dan aku orang yang sibuk, aku tidak punya banyak waktu untuk singgah kerestoran ini jadi bagaimana cara aku agar bisa memesan ini nantinya? " kata pria itu
Audi bingung dia juga bingung karena Arshel tidak pernah membicarakan tentang memesan makanan via telepon
" Bagaimana ya? kalau begitu anda bisa menghubungi kami dengan nomor ini" kata Audi sambil menuliskan nomornya pada kertas dan memberikannya pada pria itu
Pria itu menerimanya dan tersenyum, Audi yang melihat itu juga tersenyum sopan
" baiklah kalau begitu aku pergi dulu , nanti jika Aku ingin makan ayam aku akan menghubungi nomor ini"
Pria itu pergi dari restoran dan Audi kembali ketempat Simon
" ada apa?" Tanya Simon penasaran
" Apa?"
" pria itu?"
" oh.. Tadi dia minta nomor"
"Jadi kamu memberikannya?"
" Iya...tidak bukan seperti itu, dia hanya ingin tahu bagaimana untuk memesan ayam via telpon"
" oh jadi seperti itu"
" menurut mu apa lebih baik memasang iklan untuk pemesanan lewat telpon untuk restoran ini?"
Simon yang ditanya berpikir karena itu
" menurutku bagus"
" baiklah, kalau begitu aku akan menuliskan nomorku di kertas ini dan menempelkannya disana" kata Audi mengambil kertas besar dan menunjuk dinding yang bisa dilihat semua orang di restoran
" aku merasakan pirasat buruk tentang ini" kata Simon dalam hati, dia melihat Audi menulis nomornya pada kertas tersebut
" baiklah aku sudah selesai apa bagus?" kata Audi dengan menunjuk kan kertas itu pada Simon disana tertulis
menerima pesanan hubungi no xxxxxx, Audi tidak menuliskan namanya disana
" bagus" kata Simon
" aku akan menempelkannya disana " Audi berdiri dan menempelkan kertas tersebut
Pelanggan datang kembali, Audi kembali sibuk dengan ayam dan bir, Simon pun masih ada disana dia tidak bekerja hari ini dan Sony sibuk dengan Sandra, jadi dia ingin menghabiskan hari ini di restoran, dia juga kesal karena Arshel belum juga kembali padahal dia bilang akan segera kerestoran
" Simon, apa kamu mau menjaga restoran ini sebentar, aku akan keluar untuk membeli bahan yang habis ?"
" apa lama?"
" tidak, hanya sebentar, aku hanya akan pergi kemini market di persimpangan itu" kata Audi menjelaskan
" apa perlu ku antar?"
" tidak perlu, aku akan berjalan kaki saja kesana"
" baiklah"
" terima kasih"
Audi mengambil tasnya dan keluar dari restoran, Simon sungguh kesal kenapa dia harus menjaga restoran Arshel
Tak lama dari itu motor Arshel datang dan dia turun dari sana, dia masuk dan matanya langsung menangkap sosok Simon
" apa yang kamu lakukan disini?" kata Arshel
" duduk" kata Simon yang langsung mendapat tatapan tajam dari Arshel
" kenapa kamu harsu marah padaku? harusnya kamu berterima kasih padaku, aku sudah membantu Audi dari tadi"
Dan kata itu malah tambah membuat tatapan Arshel tambah tajam
Membayangkan Simon dan Audi bersama membuat Arshel kesal
Sungguh Simon kesal juga jadinya, tapi dia mencoba untuk memaklumi sikap Arshel
" dia lagi keluar...."
Belum Simon selesai bicara sudah dipotong okeh Arshel ln;
" kemana?"
" mini market"
" dengan siapa ?"
" sendiri"
setelah itu Arshel berjalan ke lemari pendingin dan mengambil 2 minuman disana dan kembali lagi ketempat Simon dia memberikan satu minuman itu pada Simon, Simon mengambil minuman itu
" hanya ini?" kata Simon
Arshel yang ditanya melihatnya dengan bingung
" aku sudah membantu Audi dari tadi siang dan juga harus menjaga restoran ini"
" nanti ayo kita pergi ke Mall untuk membeli pakaian untuk pesta minggu depan ?"
" benarkah?" kata Simon semangat dan mendapat anggukan dari Arshel, Simon terseyum senang dan meminum minumannya
Audi kembali dari membeli bahan, dia masuk dan melihat Simon disana yang sedang memainkan ponselnya, Audi tersenyum pada Simon
" maaf ya lama"
" tidak masalah " kata Simon dan dia kembali memainkan ponselnya
Audi berjalan kedapur dan terkejut melihat Arshel yang sudah menatapnya dingin, seakan Arshel sengaja menunggunya disana
" Arshel"
Arshel hanya menatapnya dan itu aneh bagi Audi, jadi Audi mengabaikannya dan berjalan ketempat penyimpanan
Arshel masih berdiri disana dan merasa diabaikan menjadi kesal
" Audi?"
Audi yang sudah akan memasukkan bahan- bahan berhenti melakukkanya dan melirik Arshel di belakangnya
" ada apa?'
" apa ponselmu mati?"
" ponsel?"
Audi mengambil hp nya dan melihat disana Ada pesan dari ARSHEL 😚
" aku akan terlambat datang kerestoran, karena ada rapat tentang pesta perayaan ulang tahun Universitas "
Arshel ikut rapat karena dia termasuk salah satu panitia disana, Audi yang melihat pesan itu menatap Arshel
" maaf ya , aku tidak melihat ponsel ku dari tadi, jadi tidak tahu kalau kamu mengirim pesan, Simon juga sudah memberitahu ku bahwa kamu sibuk jadi tidak masalah kalau kamu tidak ada di restoran"
" tidak masalah ?" kata Arshel dengan muka kesal, Audi bingung apa Arshel lagi ada masalah dengan urusan pesta itu
" ya lagian kan kamu pemiliknya jadi itu hak mu" Kata Audi
Arshel makin kesal karena perkataan Audi, dia melihat Audi dengan mata seriusnya dan itu membuat Audi takut
" lain kali kalau aku sms kamu harus langsung membalasnya, mengerti" kata Arshel tegas
Audi yang merasa bahwa itu perintah menganggukkan kepalanya
Setelah Arshel merasa Audi menuruti perkataannya dia keluar dari sana, Audi yang masih belum sepenuhnya mengerti berpikir kenapa Arshel harus marah saat dia tidak membalas pesan pria tersebut
" Dia hanya mengirim satu pesan kenapa dia harus sangat kesal? "
**
Diluar Arshel kembali duduk dengan Simon, dia tadi sebenarnya tidak ingin marah pada Audi hanya saja dia merasa kesal saja pada wanita itu, dia tidak masalah kalau Arshel tidak datang kerestoran, apa Audi tidak tahu kalau Arshel saat mengirim pesan itu berulang kali menghapus pesannya untuk mencari kata yang pas saat mengirim pesan itu, dan dia bahkan menunggu balasan Audi saat itu, dia selalu melihat ponselnya yang membuat dia tidak fokus dan malah mendapat teguran dari seniornya dan Audi disini dengan santai nya bilang tidak masalah, Arshel kesal sekali, Arshel menatap Simon disampingnya
" Simon?"
" ya?"
" selama kamu disini apa saja yang sudah Audi lakukan?"
" seperti biasa, menggoreng, mengantarkan pesanan dan kemini market"
" maksudku yang lain?"
Simon mencoba mengingatnya
" oh iya, ada pelanggan laki laki yang ingin memesan lewat telepon dan Audi memberikan nomornya "
" laki- laki?"
" ya dan Audi bahkan menempelkan nomornya pada kertas didinding itu" kata Simon dan Arshel melihat pada kertas yang di tunjuk Simon
Arshel berdiri dari kursinya setelah meletakkan minumannya dengan keras di meja bahkan itu mengagetkan Simon, Arshel berjalan kearah kertas itu dan mencabutnya dari sana lalu meyobeknya menjadi empat bagian dan membuatnya di tong sampah
"sudah aku duga ini tidak baik" kata Simon dalam hatinya setelah melihat perbuatan Arshel
Tak lama ponsel Simon berdering
Sony Calling
" ya bro?" Kata Simon setelah dia mengangkatnya
" Simon pemotretan untuk majalah Rose di percepat malam ini, jadi kamu lebih baik ke studio sekarang"
"Kenapa mendadak?"
" ini permintaan menegement dan mereka juga menambahkan uang untuk ini "
"Baiklah aku kesana setelah berpamitan pada Arshel" Kata Simon cepat setelah mendengar kata Uang
" ok"
setelah itu Simon mematikan ponselnya dan berjalan ke tempat Arshel
" Arshel aku pergi dulu ya"
Arshel melihat Simon yang bicara padanya
" ya" kata Arshel singkat
" baiklah aku pergi " kata Simon sambil melambaikan tangannya dan pergi dari sana
Arshel kembali melihat kertas tadi yang dia sobek dengan permusuhan yang sudah berada didalam tong sampah
**
Audi sibuk melayani pelanggan dan Arshel hanya melihatnya saja dengan kesal, dia tidak akan bicara pada Audi lebih dulu dia marah
Audi yang melihat Arshel seperti ada masalah tidak ingin mengganggunya. Jadi dia juga tidak berbicara pada Arshel tapi Arshel malah beranggapan bahwa Audi sedang mengajaknya untuk bertengkar
Sore pun sudah berlalu dan malam pun datang, jam sudah menunjukkan pukul 8 saatnya pulang, Audi berjalan kearah Arshel dan berpamitan
" Arshel aku pulang lebih dulu ya"
Arshel melihat kearah Audi dengan muka datar nya
" ya" hanya kata singkat yang Arshel keluarkan dia masih marah, Arshel ini sebenarnya kenapa? dia selalu saja marah dan kesal tanpa alasan sepertinya Simon benar Arshel harus memeriksa dirinya kedokter
Audi yang mendengar itu melangkah keluar, Arshel yang tadi saat bicara pada Audi melihatnya dengan enggan, dan saat Audi sudah akan keluar dia menatap punggung Audi hingga wanita itu menghilang dari pandangannya.