AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
24



Mereka sudah sampai didepan bangunan apartemen mereka, Arshel turun lebih dulu dan disusul Audi lebih, mereka hanya diam saja tanpa ada yang bicara hingga masuk lift dan sampai didepan pintu apartemen mereka


Arshel menatap Audi yang mengabaikanya dan masuk keapartemennya, Arshel ingin menahan wanita itu hanya saja dia tidak ingin Audi kembali marah padanya jadi dia juga masuk keapartemennya, dia akan menemui Audi lagi besok


Audi bersandar pada pintu Apartemennya, dia sungguh bingung apa Arshel sungguh menyukainya, dia tidak bisa membohongi hatinya bahwa dia bahagia mendengar Arshel mengatakan mencintainya, tapi apa secepat itu Arshel mencintainya, Audi mengelengkan kepalanya kuat, itu tidak mungkin, tidak mungkin Arshel mencintainya


Audi berjalan dan duduk di sofa dia merasa kacau semenjak Arshel menemuinya, dia akan membicarakan semua ini pada Arshel besok


****


Arshel sudah siap, dia ingin mengantar Audi untuk kuliah



Arshel sudah akan membuka pintu, tapi seketika dia kaget karena melihat Audi yang sudah berdiri didepan pintunya


Arshel tersenyum melihat Audi disana sedangkan Audi hanya memasang wajah datarnya


" kita perlu bicara" setelah mengatakan itu Audi berjalan lebih dulu , Arshel dengan cepat mengejar Audi, setelah dia berhasil mengimbangi Audi dia tersenyum dengam cerah sambil menatap wajah Audi, sedangkan Audi hanya menatap kedepan


****


Arshel tersenyum bahagia menatap wanita yang duduk didepannya, dia penasaran apa kira- kira yang ingin disampaikan Audi, apa dia menerima Arshel


Dada Arshel gemuruh menanti itu, dia sungguh mengharap Audi akan menerima dirinya, memikirkan itu membuat Arshel bahagia sekali mm


" Arshel"


" ya" Arshel menjawabnya dengan semangat


Audi menatap Arshel didepannya dengan serius


" lebih baik kamu kembali ke Inggris" seketika senyum Arshel luntur apa maksud Audi? Audi kembali melanjutkan bicaranya


" semua percuma saja, tidak ada yang berubah, aku sudah memaafkanmu untuk semuanya, dan untuk.....ungkapan perasaanmu waktu itu kamu bisa berhenti dari sekarang " Arshel mengambil tangan Audi dan menggenggamnya, tidak... dia tidak mau pulang, dia ingin Audi


Audi menarik nafasnya pelan dari genggaman Arshel, mata Arshel menatapnya sendu


" Arshel...aku mengerti perasaanmu, aku tahu rasanya mencintai seseorang yang tidak bisa kita gapai, Ms.Laura sudah bahagia bersama kakakku jadi jangan buang- buang waktumu untuk  mengganggu ku lagi"


Arshel mengeleng dan kembali menarik kedua tangan Audi dan menggenggamnya erat, seakan takut Audi akan pergi, atau memang itu yang akan terjadi


" Audi aku sungguh mencintaimu, apa kamu tidak dapat merasakannya"


" aku tahu.... kamu sangat mencintai Ms Laura....."


" Ms.Laura....Ms. Laura aku sudah muak, Aku mencintaimu Audi Townsend, sangat"


" dengarkan aku Arshel...."


" kamu yang dengarkan aku!, aku mencintaimu Audi, tolong jangan begini" Arshel merasa putus asa meyakini Audi, apalagi wajah Audi seakan menunjukkan tidak percaya pada perkataannya


" kalau kamu benar- benar mencintaiku, lebih baik kamu pulang dan menyelesaikan kuliah mu dan menjadi pria sukses" Audi mengejek dirinya sendiri karena bicara seperti itu, kenapa dia berbicara seakan- akan Arshel benar - benar mencintainya, Arshel terdiam mendengar itu dan mengeratkan genggamannya


" baiklah jika itu keinginanmu" entah kenapa Audi merasa sedih mendengarnya


" tapi....kamu harus pegang janjiku, aku tidak akan melepaskan mu" Arshel menatap Audi dengan penuh keyakinan dan Audi merasa tersihir karena itu


*****


Hari ini hari yang tidak diinginkan untuk Arshel yaitu kembali ke Inggris, tapi yang sesungguhnya yang membuat dia sedih adalah dia tidak bisa memiliki Audi, bukan tidak bisa tapi belum, dia tidak akan menyerah dia bersumpah akan mendapatkan Audi, Audi hanya akan menjadi miliknya


Mobil Arshel berhenti di depan Universitas Audi, dia turun dan menghampiri Audi yang sedang berbicara bersama kedua teman wanitanya


" Audi" Audi membalikkan badannya dan melihat Arshel disana


" aku ingin berbicara "


" baiklah" setelah berpamitan pada kedua temannya, Audi mendekati Arshel, Mereka berhenti di dekat taman Universitas


" ada apa?" Setelah Audi berbicara Arshel menarik Audi kepelukkannya, dia memeluk Audi dengan erat dan mencium aroma Audi, dia akan merindukan aroma itu, Audi tidak membalas dan juga tidak menolakknya dia membiarkan Arshel memeluknya


" aku akan sangat merindukanmu" Arshel berkata dengan nada kesedihan, rasanya dia tidak ingin pulang ke Inggris dan memilih bersama Audi hingga wanita itu lulus kuliah


" apa kamu tidak ingin kembali ke Inggris?" Arshel bertanya berharap Audi akan kembali ke Inggris bersamanya, Audi melepaskan pelukan Arshel dengan lembut, dia menatap mata Arshel dengan senyum manis di bibirnya


" tidak, aku akan tetap disini"


" tapi aku tidak bisa berjauhan denganmu"


" kamu jangan berlebihan Arshel"


" tidak, aku serius dengan perkataanku" Arshel menatap jam di tangannya satu jam lagi pesawatnya akan lepas landas, tapi rasanya kakinya terlalu berat melangkah untuk meninggalkan Audi


" Audi bisakah aku menciummu untuk terakhir kalinya? " Arshel  bertanya dengan penuh harap, Audi kaget mendengar itu, tapi entah kenapa dia menganggukkan kepalanya, Arshel yang merasa mendapatkan persetujuan Kembali merengkuh Audi kepelukkannya, mereka saling bertatapan, tangan Arshel berjalan ke pipi Audi mengelusnya dengan lembut, perlahan kepalanya maju hingga akhirnya bibir mereka bertemu


Audi memejamkan matanya dia merasa ini benar- benar akan menjadi yang terakhirnya, Arshel mengecup bibir itu dengan penuh perasaan dia bersumpah ini akan menjadi awal semuanya, ciuman ini akan menjadi pembuka untuk ciuman- ciuman yang lainnya


Setelah sekian lama mereka berciuman, Arshel menarik dirinya, sebenarnya hanya Arshel yang mencium karena hanya bibir Arshel yang mengecup dan mencumbu bibir Audi, Arshel melepaskan Audi  dengan tidak rela, dia menatap Audi yang dengan perlahan membuka matanya, Arshel kembali mengecup kening Audi untuk yang terakhir


" aku akan kembali" Arshel berbicara dengan penuh keyakinan, Audi hanya diam saja dia sungguh terbawa suasana, dia merasakan bahwa Arshel bersungguh- sungguh dengan kata- katanya tapi kepala Audi ternyata lebih keras, karena dia masih berusaha menyangkal itu


" baiklah, aku akan pergi sekarang, karena sebentar lagi pesawatnya akan lepas landas, jika aku ketinggalan pesawat Aku tidak bisa menjamin bahwa aku akan melepaskan mu untuk sekarang " Arshel melepaskan pelukkanya dan melangkah pergi dari sana, mata Audi masih setia menatap Arshel hingga pria itu benar- benar pergi dengan mobilnya.


Audi merasa dia dan Arshel seperti sepasang kekasih yang sedang menjalin hubungan jarak jauh, Audi menggelengkan kepalanya


" sadar Audi, sadar, yang dia suka itu Ms Laura bukan dirimu" mengingat itu membuat hati Audi kembali sakit


Arshel sudah berada di dalam pesawat, dia akan menjadi pria sukses dan kembali mendatangi Audi, menjadikan gadis itu miliknya, hanya miliknya.


" aku bersumpah "