AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
23



Arshel sudah mengetuk pintu Apartemen Audi dari tadi bahkan sudah 30 menit Arshel mengetuk tapi tak ada tanda- tanda Audi akan membuka kan pintu


" apa dia tidak ada didalam?" pikir Arshel, Arshel menunggu Audi hingga malam tapi Audi tidak juga kunjung datang


" kemana dia?"


****


Audi sekarang berada di rumah Paul, itu semua karena dia ingin menghindari Arshel dia tidak sanggup, dia takut dia akan kembali terpesona dengan Arshel, Karena pria itu masih ada di hatinya


Arshel bahkan tertidur didepan pintu apartemen Audi hingga pagi, tapi wanita itu tidak ada, Arshel sengaja menunggunya diluar, karena dia takut saat Audi datang dia tidak sadar kalau dia tidur di apartemennya,


Arshel menatap kecewa pintu di sampingnya, dia tidak akan menyerah


***


Arshel sekarang sedang menunggu Audi di depan Universitas wanita itu, dia sengaja membeli mobil untuk bisa menjemput Audi dengan uang tabungannya sendirisendiri, Arshel yang tadi bersandar pada kursi mobil menegakkan badannya saat melihat wanita yang dia tunggu, tapi Audi sedang bersama seorang pria dan mereka terlihat dekat


" apa , apaan pria itu" Arshel yang sudah kesal turun dari mobilnya dan menghampiri Audi


" Audi" Audi kaget sekali Arshel tahu tempatnya kuliah


" kenapa kamu bisa ada disini?"


" ikut aku" Arshel langsung menarik tangan Audi setelah dia menatap tajam pria yang tadi bersama Audi


" apa yang kamu lakukan?"


" masuk "


" tidak"


" masuk"


" tidak mau"


" baiklah" Arshel langsung mengangkat tubuh Audi dan mendudukanya di kursi penumpang dan Arshel langsung berlari untuk masuk kedalam mobil, Audi sudah akan membuka pintu mobil tapi Arshel dengan cepat menguncinya, Audi melirik Arshel dengan permusuhan, tapi Arshel malahtersenyum seolah- olah berkata aku menang.


Entah kemana Arshel membawa Audi yang jelas itu bukan jalan pulang


" kamu mau membawaku kemana?" Arshel tidak menjawab hanya menjalankan mobilnya saja, setelah lama berkendara mobil Arshel berhenti, Audi tertidur karena lamanya perjalanan


Arshel turun lebih dulu dan membuka pintu untuk Audi yang masih tertidur


" Audi "


Audi masih saja tidur


" Audi kita sudah sampai"


Audi membuka matanya dan menatap Arshel


" ada apa?" jawab Audi sinis


" kita sudah sampai " Audi menegakkan badannya dan melihat sebuah pantai dari kaca mobil


" ayo turun"


" tidak mau"


" cepat Audi"


" aku bilang aku tidak mau" Arshel menggendong Audi dan itu membuat Audi teriak


" turunkan aku! " Arshel tidak mendengarkanya dan membawa Audi ketepi pantai, Arshel menurunkan Audi dan Audi menatap Arshel dengan pandangan lembut, Arshel menjadi gugup karena itu sehingga dia melepaskan pelukannya pada Audi, Seketika Audi berlari menuju mobil dan itu membuat Arshel kaget sekali tapi dia tidak mengejar Audi, Audi masuk ketempat pengemudi dan akan membawa mobil Arshel pergi dari sana


Tapi sial kunci mobil itu tidak ada disana, Audi keluar dan dari kejauhan Arshel tersenyum licik, Audi menjadi kesal dan mendatangi Arshel dengan kemarahan


" mana kunci mobilnya ?"


" kenapa ?"


" aku ingin pulang " Arshel mengeluarkan kunci itu dari sakunya dan Audi seketika ingin mengambilnya tapi Arshel mengangkatnya dengan tinggi


" Arshel "


" ambil saja sendiri" Audi menjinjitkan kakinya untuk menjangkau kunci yang diangkat tinggi - tinggi oleh Arshel, Kesal karena tidak bisa mendapatkannya Audi meloncat- loncat untuk menggapainya, Arshel tertawa karena tingkah Audi dan itu malah semakin membuat Audi marah, dia melompat dengan tinggi dan sial dia malah menubruk tubuh Arshel dan membuat Arshel terjatuh, Arshel malah menarikanya sehingga dia juga terjatuh, Audi terjatuh dia atas tubuh Arshel, Arshel malah tersenyum dan menatap langit dengan bahagia dia menikmati posisinya bersama Audi sekarang, Audi tersadar dan bangkit berdiri dengan kesal, Arshel juga ikut berdiri


" kemari kan kunci itu" Arshel berjalan mendekati Audi dan Audi seketika juga memundurkan langkahnya, hingga kaki Audi menyentuh air pantai, Arshel berhenti dengan posisi mereka yang sangat dekat


" kamu mau kunci ini ?" kata Arshel dengan mengangkat kunci itu, Audi melihat kunci itu dengan penuh harap tapi seketika Audi tidak percaya Arshel melempar kunci itu kelaut


" kamu ini benar- benar!" Audi sangat marah dan mendorong Arshel dengan kuat hingga Arshel terdorong kebelakang, Audi langsung lari dari sana dan melewati mobil Arshel, Arshel kaget melihat itu


" apa dia marah padanya? padahal aku tidak benar - benar membuang kuncinya"  Arshel berlari mengejar Audi


" Audi!" Audi tetap saja berjalan tidak menghiraukan panggilan Arshel


" Audi!!" Arshel geram karena Audi tetap saja mengabaikannya, Arshel berjalan dengan cepat dan menarik tangan Audi, tapi dengan keras Audi menghempaskanya dan kembali berjalan


Arshel berjalan dan menghadang Audi didepannya, Audi menatap Arshel dengan penuh kebencian, hati Arshel sakit melihat itu


" cukup"


" Audi, dengarkan aku...."


" aku bilang cukup! aku sudah muak denganmu"


Arshel langsung memeluk Audi dengan erat, dia tidak sanggup lagi mendengar nada kebencian dari mulut Audi, Audi berontak dalam pelukkan Arshel sehingga peluk kan itu terlepas, Audi sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, air matanya turun membasahi pipinya dan menatap Arshel dengan sinis


" apa yang kamu lakukan?! aku tahu alasan mu datang menemui ku ke Paris, apa semua itu belum cukup, hah!?"


Arshel berjalan mendekati Audi tapi...


" berhenti disana"


" Audi aku datang kesini karena...."


" karena Ms . Laura iya aku tahu kamu sangat mencintainya hingga tega memanfaat kan aku iya begitu kan maksudmu?" Audi tersenyum mengejek disana dan itu membuat hati Arshel tambah sakit


" tidak, kamu salah paham "


" aku tahu! Aku tahu semuanya! Kamu datang kesini menemui ku disini untuk membatalkan pertunangan kakakku dengan Ms Laura iya kan !!"


Arshel hanya diam, dia bahkan tidak tahu bila Ms. Laura akan bertunangan


" sudah, jangan menemui ku lagi, aku tidak menyangka, apa sebegitunya kah kamu menyukai Ms. Laura hingga sampai menyusulku kesini, aku kasih tahu padamunya, Ms. Laura itu mencintai kakakku, mereka saling mencintai jadi lebih baik kamu enyah dari hadapanku!" Arshel menggelengkan kepalanya menyangkal semua itu,


" itu semua tidak benar" Audi mendengus sinis dan berjalan melewati Arshel dihadapanya


" aku cinta padamu Audi!" Arshel mengungkapkan perasaannya pada Audi, dia sudah tidak tahan lagi, dia tidak sanggup lagi, dia mencintai Audi, sangat...


Audi seketika berhenti karena perkataan Arshel.


"Jangan terpengaruh Audi dia hanya ingin menfaatkanmu lagi dan kamu akan terluka kembali" Audi berusaha meyakini dirinya bahwa semua itu bohong dan dia kembali melangkah


Arshel melihat itu dengan hati hancur, dia sungguh mencintai Audi apa wanita itu tidak percaya? tapi dia tidak akan menyerah


" Aku mencintaimu! "


" Audi dengarkan aku!"


Arshel kembali berjalan dengan cepat untuk menyusul Audi


" Audi berhenti "


" Audi berhenti !!" Audi tetap berjalan dan itu membuat semua amarah dihati Arshel muncul, apa wanita itu tidak mengerti perasaannya? dia menarik tangan Audi dengan keras dan langsung menciumnya dengan kasar



bibirnya mencium bibir Audi dengan rakus, dia ingin mengungkapkan semua perasaannya, Audi menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri agar ciuman itu lepas tapi tangan Arshel naik ketengkuknya dan memperdalam ciuman itu, Arshel menggigit bibir bawah Audi berberapa kali dan itu membuat kepala Audi pusing rasanya, Audi menangis karena itu, dia tidak menyangka Arshel akan melakukan itu, menciumnya demi Ms.Laura hati Audi sakit rasanya sehingga air matanya kembali turun dengan deras, Arshel merasakan air mata Audi di pipinya tapi dia tidak melepaskan ciumannya, dia ingin Audi bisa merasakan kalau dia menginginkan Audi, setelah lama mereka berciuman Arshel menarik bibirnya dari bibir Audi dengan perlahan dan menyatukan dahi mereka, Arshel menatap Audi yang hanya diam dengan menundukkan pandangannya, tangan Arshel terangkat untuk menghapus air mata Audi di pipinya


" jangan menangis" Arshel kembali menarik Audi kepelukkanya dan memeluknya dengan erat seakan takut Audi akan berlari menjauhinya, Arshel mengecup rambut Audi berkali- kali dia sungguh mencintai Audi, dari awal, dari pertama melihatnya, Arshel sudah menyukainya, Audi yang tadi hanya diam saja kembali mendorong Arshel dan langsung menamparnya


" beraninya kamu menyentuhku!" tidak ada kemarahan di mata Audi hanya rasa kecewa karena Arshel melakukan semua itu demi memanfaatkan untuk merusak hubungan kakaknya dengan Ms. Laura


" jangan pernah menemuiku lagi dan lebih baik kamu kembali saja ke Inggris, karena aku tidak akan terpengaruh " Audi berjalan lagi, dia sungguh sudah bertekat tidak akan bertemu lagi dengan Arshel sampai kapan pun, Tapi tubuh Audi seketika terangkat karena Arshel menggendongnya saat itu dan berjalan kearah dimana mobil mereka berada


" turunkan aku!"


" kamu dengar aku berengsek!"


" diamlah, atau aku kan menciummu lagi dan akan aku pastikan akan lebih begairah dan panas"


" kalau kamu berani melakukannya aku akan membunuh mu" Arshel tertawa mendengarnya, mereka teralalu jauh berjalan karena pertengkaran mereka tadi membuat Arshel juga lama menggendong Audi dan setelah berberpa menit mereka sampai dimobil Arshel dan Arshel langsung mendudukkan Audi disana


Tangan Arshel mati rasa karena lama menggendong Audi, Audi juga sebenarnya merasa tidak enak, tapi dia menyakini dirinya agar tidak perlu memperdulikan pria itu, Arshel kembali duduk disamping Audi, dia memijit tangannya agar dia bisa menyetir, dia melihat Audi tapi Audi memalingkan wajahnya melihat keluar jendela mobil


" kamu seharusnya tidak perlu lari- lari seperti tadi, karena aku tidak sungguh - sungguh membuang kuncinya"


Audi tidak menjawab dan Arshel menjalankan mobil nya


Tidak ada pembicaraan diantara mereka hingga mereka berhenti disebuah restoran


Audi menatap Arshel dengan sinis


" aku lapar aku ingin makan dulu" Kata Arshel mengabaikan tatapan tidak eneng Audi, Arshel tersenyum dan turun dari mobil, dia berjalan dan membuka kan pintu mobil untuk Audi, tapi Audi tidak juga turun


" sayang, ayo turun" Audi menatap Arshel dengan kesal saat Arshel memanggilnya sayang, Arshel tersenyum melihat itu, dan menarik tangan Audi agar turun


****


Sekarang mereka sedang makan, tidak bukan mereka hanya Arshel, Audi sama sekali tidak menyentuh makanannya


" sayang ayo makan " Audi kesal sekali Arshel mamanggilnya dengan panggilan itu kembali, Arshel mengambil makanan Audi dan mengarahkanya pada mulut Audi


" aku bisa makan sendiri " Audi mengambil sendok itu dari tangan Arshel dan memakan sendiri makanannya, Arshel tersenyum melihat itu, mata Arshel melihat bibir Audi yang kotor karena makanan, tangannya terangkat dan mengusap bibir Audi dengan ibu jarinya


" makan itu yang benar jangan belepotan" kata Arshel dengan memakan makanannya kembali sedangkan Audi berdeham pelan untuk menghilangkan gugupnya karena perlakuan Arshel dan dia juga kembali memakan makanannya, Arshel melirik Audi dan tersenyum kecil, dia marasa lucu dengan reaksi Audi yang gugup


" aku mencintaimu Audi Townsend"