![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Audi sama sekali tidak bisa tidur malam tadi, dia masih saja memikirkan Arshel hingga larut malam dan tertidur jam 3 pagi
Sekarang dia sungguh malas untuk mandi, hari ini dia tidak kuliah karena ini hari wekkend tapi dia tetap kerja jadi dia bangun dengan susah payah
Sedangkan Arshel sudah bangun dengan bawah matanya yang hitam, dia mensentak selimutnya dengan kasar dan berjalan menuju kamar mandi
Setelah 15 menit dia keluar dengan handuk di pinggangnya, dia berdiri di depan cermin menatap dirinya, sungguh Arshel belum pernah seperti ini sebelumya bawah matanya hitam wajahnya seperti lelah sekali
Malam tadi dia tidak bisa tidur, setiap kali dia memejamkan mata wajah Audi terbit disana dan kalau dia ingat Audi dia akan mengingat bibir Audi, dia sungguh frustasi malam tadi
" Ini semua karena Audi" katanya dengan kesal
Arshel berjalan turun dan sarapan bersama seperti biasa tapi dengan pandangan aneh dari Lily dan kedua orang tuanya
" kamu kenapa kak?"
Arshel yang ditanya melihatnya
" tidak apa- apa"
" kamu ini aneh sekali, kemarin kamu bertingkah dengan kesal sekarang bertingkah lelah, kamu ini sebenarnya ada apa?" Tanya Margarete bingung
" aku tidak apa- apa Mama"
" kalau kamu sakit lebih baik tidak usah buka restoran hari ini" kata ibunya
" tidak, aku akan tetap buka hari ini " Arshel sebenarnya tidak ingin bertemu Audi tapi dia juga ingin melihatnya wanita itu hari ini
" Terserah kamu kalau begitu" kata ibunya dengan meletakkan makanan didepan suaminya
" kakak aku ikut kerestoran mu ya?"
" tidak boleh"
" kenapa?"
" nanti kamu malah membuat masalah disana"
" Mam lihat kak Arshel aku ingin ikut" adu Lily dengan manja pada ibunya
" biarkan Lily ikut Arshel, dia juga hari ini tidak sekolah"
" tapi Ma....."
" tidak ada tapi, tapian" Kata Margarete dengan tegas, Arshel menatap Lily yang tersenyum puas
" baiklah"
***
Audi datang kerestoran Arshel dengan menaikki bis padahal kakaknya sudah akan mengantarnya tapi dia menolaknya
Audi tahu kakaknya akan mengajak kakak Laura bekecan jadi dia tidak mau mengganggu, dia memanggil Laura dengan panggilan kakak karena Laura sendiri yang memintanya untuk memanggilnya dengan panggilan tersebut
Audi berjalan di trotoar yang mana banyak sekali kedai- kedai dan kafe, setelah lama berjalan dia tiba direstoran, dia masuk kedalam dan bertemu dengan anak remaja yang mungkin masih sekolah di menengah atas
" selamat datang, ingin pesan apa?" kata Lily dengan sopan
" Tidak aku bekerja disini" jawab Audi, Lily kaget mendengar nya
" benarkah? Aku sama sekali tidak menyangka kakak bekerja di sini karena kakak terlalu cantik untuk bekerja disini" kata Lily dengan jujur, Arshel yang kembali mendengar suara keras adiknya keluar dari dapur dan mendatangi Lily dan Audi
Audi yang melihat Arshel datang mendekat kembali gugup dan mulai berkeringat dia masih malu,
"bagaimana ini" kata Audi dalam hati
" Audi kamu sudah sampai? "
Kata Arshel
" ya"
" kakak kenapa kamu tidak bilang kalau ada kakak cantik yang bekerja disini?"
" kakak cantik ?"
" ya kakak ini" kata Lily sambil menunjuk Audi, Arshel yang melihat itu paham
" ya namanya Audi dia sudah sebulan ini bekerja disini"
" wah..kakak salam kenal ya" kata Lily sambil menjabat tangan Audi, Audi membalas itu dengan senyum manisnya Arshel tertegun melihat senyum itu
"manis sekali" kata Arshel dalam hati.
" kakak kamu sangat pintar memilih pegawai, kak Audi sangat cantik pasti banyak laki- laki yang datang kerestoran kita"
Entah kenapa Arshel tidak suka mendengarnya, kenapa dia tidak terpikirkan tentang itu, memang semenjak Audi bekerja disana restoran mulai banyak pelanggan dan rata- rata pelanggan disana adalah laki- laki, Arshel jadi kesal memikirkan nya
" tidak, kamu terlalu berlebihan, kalau begitu aku akan kembali kebelakang dulu" kata Audi
" aku mau ikut, aku ingin melihatnya" Kata Lily mendekati Audi
" baiklah Ayo" kata Audi dan dibalas Lily dengan menggandeng tangan Audi, Arshel tersenyum melihat kepergian kedua wanita itu dia senang karena adiknya bisa akrab dengan Audi
Tapi ketika dia ingat dengan kata adiknya tadi dia kembali kesal.
**
Karena hari ini hari libur jadi restoran sedikit lebih ramai dari hari biasa, Audi dan Lily sedang mengantarkan pesanan dan itu tidak luput dari pandangan Arshel, dia memperhatikan setiap gerak- gerik semua pelanggan laki- laki disana
Saat dia melihat laki- laki yang memandang Audi dari atas hingga kebawah itu membuat emosinya tersulut
" aku akan mencabut mata itu dari wajahnya, berengsek " kata Arshel dalam hati sambil meremas pena yang di pegangnya Hinga patah menjadi dua
Tak lama dari itu datang lagi segerombolan anak muda, mereka anak laki- laki dan perempuan seusia Lily, Lily yang melihat mereka datang langsung menghampiri mereka
" kalian sudah datang, aku kira kalian tidak akan datang"
" tentu kami akan datang"
" baiklah"
anak- anak yang terdiri dari 3 anak perempuan dan 2 laki- laki itu duduk di meja dekat jendela, mereka berbincang dengan sedikit tertawa karena lulucon temannya, Arshel masih memperhatikan mereka tapi ada satu anak laki- laki yang melihat kearah Arshel, Arshel pikir anak itu melihat kearahanya karena dia tampan, dasar Arshel sok ganteng, tapi setelah sekian lama anak itu masih melihat kearahya dia penasaran jadi dia melihat kearah belakangnya disana ada Audi yang sedang sibuk membersihkan gelas- gelas birbir
Arshel kembali melihat anak laki- laki itudin dia masih menatap kearah Audi, sumpah Arshel rasanya ingin meledak, dia berdiri dari kursinya dan berdiri di belakang Audi dia sengaja menutupinya agar bocah itu tidak dapat melihat Audi
anak laki-laki tersebut melihat
Arshel yang berdiri menutupi Audi, dia menatap Arshel dengan kesal dan itu di lihat oleh Arshel, Arshel tersenyum mengejek pada anak itu, Anak laki- laki itu kembali mengobrol dengan teman- temannya dan Arshel tertawa kemenangan karena itu
" ada apa?" Tanya Audi kaget dengan tawa Arshel, Arshel yang mendengar Audi bertanya membalikkan badannya dan menatap Audi dengan senyum manisnya
" kamu tahu ini sungguh lucu" kata Arshel dengan masih tertawa kecil
" apa yang lucu?"
Kata Audi penasaran dan Arshel tidak menjawabnya dan hanya tertawa kembali, Audi melihatnya dengan Aneh dan kembali bicara
" baiklah kalau begitu aku kebelakang dulu"
Setelah kepergian Audi, Arshel kembali melihat kearah anak tadi, dia sibuk dengan teman - temannya dan Arshel puas
Setelah beberapa lama gerombolan anak- anak itu berdiri dari kursi mereka, Lily datang mendekati Arshel
" kakak, aku pergi bersama temanku ya"
" kemana?"
" kakak tidak perlu tahu"
" kamu ini!" Kata Arshel kesal
" iya- iya aku hanya akan jalan- jalan dan nonton nantinya, dan akan pulang setelahnya jadi kakak tidak perlu khawatir"
" ya sudah pergi sana"
" iya kakak, aku minta nomor ponsel kak Audi ya?"
" buat apa?"
" emm.... Kakak tidak perlu tahu"
" tidak punya " kata Arshel berbohong
" tidak mungkin kakak tidak ada, kakak jangan berbohong, Kalau kakak tidak mau kasih tahu aku bisa minta sendiri pada kak Audi"
" kamu ini, memangnya buat apa?" tanya Arshel lagi
" kakak tahu teman ku yang disana " tunjuk Lily pada salah satu temannya
" iya kenapa ?" kata Arshel yang mulai paham dan kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada
" dia ingin tahu nomor ponsel kak Audi"
" tidak boleh" jawab Arshel tegas
" kenapa tidak boleh?"
" kalian itu masih kecil lebih baik belajar dengan benar "
" ya sudah aku minta pada kak Audi saja" Lily sudah akan berjalan ke arah dapur tapi kata-kata Arshel dapat menghentikan langkahnya
" kalau kamu berani memintanya pada kak Audi, kamu juga harus bayar semua yang teman mu makan" kata Arshel dengan dagunya menunjuk meja bekas teman- temanya, Lily yang diacam seperti itu menjadi kesal
" kakak macam apa ini tega sekali pada adiknya "
Arshel hanya tersenyum disana seolah - olah mengejek adiknya
" baiklah, aku pergi " kata Lily, dia sudah akan berjalan pergi tapi dia kembali lagi ketempat Arshel, Arshel sangka adiknya tidak menyerah ternyata dia hanya minta uang saku
" terima kasih kakakku sayang"
Setelah mendapatkan yang dia ingin, Lily pergi dari sana bersama teman- temannya
Arshel pergi kebelakang untuk melihat Audi disana Audi terlihat sibuk membereskan barang- barang di dapur
" apa ada yang bisa aku bantu?"
" tidak ada ini sudah akan selesai" kata Audi
" mana tangga yang kemarin malam?" Tanya Arshel
" tangga ?"
" Iya yang kita gunakan untuk memperbaiki lampu tadi malam?" ketika Arshel bilang tangga, itu mengingatkan Audi tentang ciuman itu, Arshel yang melihat reaksi Audi juga mengingat kejadian malam tadi
Mereka terdiam satu sama lain tidak ada satu pun yang bicara membuat suasana disana menjadi sunyi dan canggung
" Audi?" Arshel sudah berusaha keras untuk menguatkan hatinya untuk mengeluarkan kata itu
" ya"
" Soal malam tadi....."
Belum selesai Arshel bicara Audi sudah lebih dulu menyela
" aku tahu itu hanya kecelakaan saja" kata Audi, Arshel yang mendengar perkataan Audi itu entah kenapa dia tidak suka Audi bilang itu hanya kecelakaan meskipun itu semua benar
" ya kamu bisa mengabaikannya saja" kata Arshel lemah, rasa gugupnya tadi entah hilang kemana setelah Audi bicara tadi, dia menjadi tidak semangat lagi, Apa Audi tidak suka saat dia membicarakan ciuman itu? apa Audi tidak senang karena dia orang itu? Arshel pergi dari sana dengan hampa
Sedangkan Audi yang melihat reaksi Arshel merasa bingung dia berpikir Arshel akan menyuruhnya untuk melupakan kejadian itu, tapi reaksi Arshel menunjukkan bahwa pria itu terluka pada perkaan Audi. Kenapa ? Kenapa Arshel harus kesal?
"Kamu hanya perlu ingat Audi dia menyukai kak Laura bukan dirimu jadi kamu tidak perlu merasa besar rasa" tekan Audi dalam hatinya.