AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
36



Audi di rumah tanpa melakukan apa- apa, dua hari lagi pernikahannya, dia hari ini tidak bekerja , karena Arshel sudah memberhentikanya dari perusahaan , tiba- tiba saja kamarin saat dia kekantor, maneger memberikan surat pemberhentian untuk Audi ,


Audi protes pada manegernya, tapi menegernya bilang kalau itu perintah Arshel, Audi kesal sekali, Arshel melakukan sesuatu tanpa persetujuannya, dari tadi ponsel Audi berbunyi Arshel menelpon berkali- kali tapi Audi tidak mau mengangkatnya, dia marah pada Arshel.


Arshel kesal karena Audi tidak mengangkat telponnya dari kemarin, Arshel berjalan keluar


" Barbara kosongkan jadwalku hari ini"


" baik pak" Arshel berjalan masuk ke lift, dia keluar dari Lift dengan wajah dingin, karyawan yang berpas pasan dengannya menatap penasaran ada apa dengan Direktur mereka.


Arshel mengendarai mobilnya dengan kencang, di berhenti didepan rumah Audi, dia turun dari mobilnya, menarik nafas panjang , memperbaiki pakaiannya dan tersenyum lalu berjalan melangkah.


Tok tok


Arshel mengetuk rumah Audi, pintu itu terbuk, ibu Audi yang membukanya, ada keterkejutan disana, Arshel tersenyum


" maaf, kalau saya mengganggu "


" tidak, tidak sama sekali , mari masuk " ibu Audi tersenyum , Arshel masuk matanya mencari- cari orang yang dia cari


" duduklah dulu, Mama akan panggilkan Audi "


" terima kasih ibu " ibu Audi tersenyum dan mekangkah naik, dia mengetuk pintu Audi


" sayang, dibawah ada Arshel, dia datang mencarimu" Audi yang sudah terpejam terbangun, dia memilih tidur saat dia tidak bekerja , Audi bangun dan berjalan membuka pintu


" ada apa Ma?"


" Arshel ada di bawah dia mencarimu" Audi yang tadi tidak begitu sadar langsung membuka matanya lebar


" katakan saja aku tidur "


" iiiishhh kamu ini cepat turun, tapi perbaiki dulu penampilanmu, itu jelek sekali"  Audi mengerucutkan bibirnya, ibunya tertawa dan bejalan pergi,


Audi kesal apa lagi yang Arshel mau


Audi malah mengacak rambutanya hingga tambah berantakan, biarkan saja Arshel melihatnya seperti tu, Audi langsung turun saja tanpa memperbaiki penampilannya , biarkan Arshel jijik padanya ,


Arshel menatap Audi yang turun , Arshel menatapnya dengan senyuman, dia berpikir begitulah penampilan Audi setiap pagi yang akan dia lihat setiap hari nantinya, Audi masih begitu cantik , melihat Audi seperti itu malah membuat Arshel tidak sabar lagi untuk menikahi Audi, Audi menatap Arshel malas, dia berjalan mendekat tapi tidak duduk, Arshel menatap Audi dengan senyum manis, Audi yang sudah kesal malah menatap nya sinis


" kenapa kamu kesini?"


" apa tidak boleh mengunjungi calon istri" Audi mencibir perkataan Arshel sungguh drama sekali


" kenapa kamu tidak duduk?"


" tidak , aku bau baru bangun tidur, aku sekarang pengangguran jadi hanya bisa makan dan tidur saja dirumah " Audi berbicara dengan sedikit melirik kesal, dia sengaja menyinggung Arshel, Arshel tertawa pelan , dia langsung menarik Audi hingga duduk disampingnya, Audi ingin kembali berdiri tapi Arshel menahan pinggangnya


" kenapa kamu kesal sekali?"


" ini semua gara - gara kamu!" Audi berteriak didepan telinga Arshel, Arshel mengenyit sakit di telinganya


" memangnya apa yang aku lakukan?"


" pura- pura tidak tahu, nanti kalau sudah menikah aku akan bekerja di tempat lain saja, yang penting bukan setempat denganmu" Audi sudah keburu kesal dengan sikap sok tidak tahu Arshel,


" memangnya salah ya aku melakukan itu?"


" tentu saja salah"


" aku melakukan itu agar kamu tidak lelah karena pernikahan kita tinggal dua hari lagi" Audi menatap Arshel


" semua keperluan pernikahan  sudah siapkan ibumu dan ibuku, aku bahkan tidak diperbolehkan melakukan apa pun, jadi aku hanya ingin bekerja saja"


Arshel memegang wajah Audi dan menatap nya disana


" aku tahu, hanya saja aku hanya ingin kamu dirumah saja, aku merasa tidak nyaman karena itu"


" kamu boleh pergi bekerja, kenapa aku tidak boleh ?" Arshel menghembuskan nafasnya pelan Audi sungguh keras kepala


" kenapa menghela nafas?" Audi bertanya kesal, Arshel tertawa dan mencubit pipi Audi, Audi menampar tangan Arshel yang mencubitnya


" sakit"


" iya iya maaf " Arshel langsung mengecup pipi Audi,


" sekarang sudah tidak sakit"


" memangnya aku anak kecil" Audi kesal Arshel memperlakukannya seperti anak kecil


" sudah - sudah jangan marah lagi ya sayang, kalau kamu merasa tidak adil, aku juga akan cuti dulu untuk bekerja hingga hari pernikahan kita" Audi menatap Arshel, bukan itu maksudnya


" tidak, bukan itu maksud ku" Arshel menatap Audi yang terlihat bingung, Arshel tersenyum didalam hati dia tahu Audi merasa bersalah bila dia cuti untuk kerja


" jadi ?" Audi menatap Arshel ingin menjelaskan tapi semua begitu rumit


" tidak ada, kamu tidak perlu cuti, kamu harus mengurus perusahaanmu"


" aku bisa menyerahkannya pada Simon untuk sementara waktu"


" itu tanggung jawabmu, kenapa kamu membebaninya pada orang lain" Arshel tertawa dia mengecup pipi Audi, Audi terdiam menatap Arshel ,Arshel tersenyum mendekatkan wajahnya pada Audi , wajah Arshel semakin dekat


" ehem..." mereka rifleks menoleh, ibunya tersenyum menggoda disana, Audi dan Arshel dengan cepat bergeser menjauh , ibunya tertawa pelan dan menaruh segelas minuman


Arshel merasa gugup, dia ketangkap basah ingin mencium Audi, Arshel salah tingkah


" em..iy iya Mama terima kasih" ibu Audi tertawa dan berlalu dari sama


" lanjutkan saja" ibu Audi sempat berbicara dengan sesekali tertawa, Audi dan Arshel malu sekali , Arshel melihat Audi, Audi menatap kesal Arshel


" kenapa !?"


"Mama bilang lanjutkan " Audi berdebar mendengarnya , dasar Arshel, Arshel tersenyum dengan jail, Audi berdiri dan berjalan menaiki tangga


" kamu mau ke nama?"


Tanya Arshel yang melihat Audi meninggalkannya


" mau mandi"


" terus aku bagaimana?"


" kamu pulang saja, ngapain kesini"


" kan aku rindu ..." Audi berdecak kesal dan kembali turun


" begini donk, kan aku jadi senang" Audi menatap Arshel kesal


" jangan pasang muka begitu sayang " Arshel mencubit kedua pipi Audi, Audi yang awalnya kesal menahan senyumannya, Arshel melihat itu dan mengejeknya


" senyum aja gengsian"


" sudahlah, memangnya kamu tidak bekerja" Arshel merapat pada Audi dan bersandar dibahu Audi, Audi kaget


" tidak , hari ini aku hanya ingin bersama calon istriku"


******


Pesta pernikahan sedang berlangsung, Sndra dan Sony mendatangi kedua pengantin yang sedang berbahagia tapi kalau di perhatian pengantin prianya terlihat terlalu bahagia


" hei bro" Sony langsung memeluk Arshel, Arshel membalasnya dengan menepuk punggung Sony


" tentu saja, Audi itu takdir ku" Arshel menatap Audi dan menciumnya,


" dasar sok romantis" bukan Sandra atau Sony yang berbicara tapi simon dia datang mendekat bersama istrinya sintya yang sedang mengandung 4 bulan.


" kenapa malah aku yang mendapat predikat itu? itu milik pasangan ini" tunjuk Arshel pada Sony dan Sandra


" tidak, mereka sudah tidak romantis lagi, mereka terlalu lambat bergerak" Arshel dan Simon tertawa, karena hanya sony dan Sandra yang belum menikah diantara mereka ,


Sandra kesal dan mencubit Sony


" ini semua gara- gara kamu" Sony meringis dan menatap Sandra


" kenapa aku yang salah?"


" kan aku sudah bilang kita harus lebih dulu menikah dari Arshel, tapi lihatlah sekarang"


" sayang, ini bukan aku yang salah , ini salah mereka karena mereka menikah secara mendadak"


Sandra menatap Audi dan Arshel


" benar, mereka yang salah, mereka memperdaya kita, pokoknya bulan depan kita harus menikah "


" iya sayang" kata Sony mengecup pipi Sandra


Audi menatap Sintya yang mengelus perutnya


" apa dia sehat?" Sintya menatap Audi dan tersenyum


" ya dia sehat, kamu juga harus segera memiliki baby" Sintya tersenyum menatap Audi dan Arshel


" tentu saja, iya kan sayang?" Audi berdebar, Arshel menatapnya jail


" iya, iya pengantin baru" Simon menarik istrinya mendekati meja makanan


" lebih baik kita makan ya sayang, baby mau kan?" Simon berbicara sambil mengelus perut Sintya, Sintya mengangguk dan mereka pergi, tapi Simon sempat berbalik


" selamat ya bro" Simon mengedipkan matanya, dan di balas kedipan mata oleh Arshel


" kalau begitu kita juga pergi sayang" ajak Sony


" iya, kalau begitu Audi selamat ya semoga bahagia selalu dan cepat dapat baby" Sandra memeluk Audi, Audi tersenyum dan membalas pelukkam Sandra


" bro langgeng ya"


" terima kasih bro "


*****


Setelah kepergian Sandar dan Sony, Audi dan Arshel sibuk melayani tamu- tamu undangan yang rata - rata keluarga dan rekan kerja.


" sayang" Audi dan Arshel melihat orang yang memanggil nama Audi, Arshel menatap kesal orang tersebut, Paul datang mendekat dan langsung memeluk erat Audi hingga rangkulan Arshel di pinggang Audi terlepas, Arshel kesal dan marah dia langsung menarik Audi kesisinya


" jangan sentuh istriku" Arshel berbicara dengan sinis, dia masih marah dengan peristiwa lima tahun yang lalu dan Paul masih saja ingin mengganggu miliknya


" santai Man " Arshel menatapnya tajam


" sayang, coba kamu lihat dia, dia posesif sekali , aku sarankan kalau dia sudah melampaui batas tinggalkan saja" Arshel geram sekali


" kamu..." Amarah Arshel sudah melambung, dia mengangkat tangannya ingin memukul Paul


" Arshel...." Audi menurunkan tangan Arshel dan menegurnya, Paul tersenyum mengejek, Arshel kesal melihatnya


" Paul , kamu juga pergi sana" Paul memasang wajah sedihnya


" Audi kamu sudah berubah karena pria ini, aku akan adukan pada bibi" Paul langsung pergi dan mendekati keluarga Audi, Arshel kesal dan menarik Audi pergi dari pesta, mereka berhenti di taman belakang


" ada apa?"


" aku tidak suka pria itu" Audi tersenyum dan mengusap pipi Arshel


" dia sepupu laki- laki ku"


" tapi tetap saja, dia itu pria, dan aku tidak suka" Arshel langsung memeluk Audi dengan erat


" karena kedekatanmu denganya waktu itu aku salah paham dan melukaimu" Audi tersenyum dan membalas pelukan Arshel


" kamu tahu semuanya, aku bahkan tidak pernah bersama pria lain selain denganmu" Arshel melonggarkan pelukannya tapi tidak melepaskan pelukannya


" tapi aku tetap takut, kamu di ambil pria lain"


" kenapa kamu harus takut, apa kamu tidak yakin pada dirimu?"


Arshel mengangguk seperti anak kecil Audi tertawan pelan dan mengecup cepat bibir Arshel, Arshel terdiam menatap Audi


" aku tidak pernah melakukanmya selain denganmu" Arshel tersenyum lebar dan langsung mencium Audi, dia mencium dengan lembut


" jangan balas ciumanku, tunggu malam nanti saja, karena aku tidak akan menahannya" wajah Audi memerah karena malu, itu terlalu sensitif untuk dibahas , Arshel tertawa, dan melanjutkan mencium Audi, meskipun hanya Arshel yang bermain ciuman itu masih tetap nikmat bagi mereka berdua


**


Arshel mengendong Audi memasuki kamar pengantin mereka, Arshel menatap Audi dengan penuh cinta membuat wajah Audi memarah karena malu


Arshel terseyum dan membaringkan Audi di ranjang, mata Arshel tak lepas dari Audi, dia membuka baju yang dia kenakan dengan pelan dengan mata menatap Audi Intens, Audi sungguh malu saat tubuh Arshel terlihat tania pakaian


" tatap aku sayang" Audi menatap Arshel dengan jantung berdebar keras, Arshel tertawa pelan dan menarik tangan Audi dan meletakkan tangan wanita itu didadanya, membawa tangan Audi menelusuri tubuhnya yang atletis,


Audi merasa sangat malu dan gugup saat tanganya bersentuhan dengan tubuh polos Arshel yang panas


" kenapa? " tanya Arshel dengan tertawa pelan


" aku malu "


" kenapa harus malu? " kata Arshel dengan duduk disamping Audi dengan tubuhnya yang polos, dia menggeser tubuhnya hingga menempel pada tubuhnya Audi


" jangan buka bajumu" Arshel tertawa dan ikut berbaring, Audi merasa susah bernafas karena jantungnya terlalu cepat memompa


" aku akan membantumu melepaskan gaun ini" Arshel menggerakkan tangannya untuk membuka resleting gaun pengantin Audi


" Arshel jangan"


" tidak apa-apa" Arshel mencium Audi dan menindih tubuh istrinya, dia menurunkan gaun tersebut dengan masih mencium dalam Audi, Audi yang terlalu menikmati ciuman Arshel tidak sadar kalau dia sudah tidak memakai apa-apa


Arshel menarik dirinya dan menatap penampilan Audi


" kamu sangat cantik" Audi yang awalnya bingung, tersadar dengan tubuhnya yang lolos, dia menyilangkan tangannya didepan dada menutupi tubuhnya dari pandangan Arshel


" Audi" kata Arshel dengan suara yang parau, Audi menatap mata Arshel yang sudah bergairah, seakan siap menerkam nya


" aku mencintaimu " setelah mengatakan cinta, Arshel langsung mencium Audi dengan dalam, Audi merasa kesulitan mengimbangi Arshel yang mendominasi keadaan


" Arshel"


" iya sayang" kata Arshel dengan manciumi leher Audi hingga meninggalkan jejak kepemilikan disana


" pelan-pelan"


Arshel mengangkat kepalanya dan tersenyum


" iya" Arshel mencium seluruh wajah Audi dengan lembut.