![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
Audi berbaring di tempat tidurnya, dia memikirkan segala hal yang terjadi hari ini, dari pekerjaannya hingga Arshel
Audi baru akan memejamkan matanya, poselnya diatas nakas berdering, Audi meraih ponsel itu dan melihat nomor tidak dikenal menelponnya
" hallo"
"Hallo sayang"
"Arshel, darimana kamu tahu nomor ponselku?"
" itu rahasia"
"Kalau tidak ada yang penting aku matikan saja"
"Tunggu...kamu ini, aku hanya ingin mengucapkan selamat malam"
"Ya sudah itu saja kan, aku tutup"
"Tapi....."Audi langsung mematikan sambungan telpon tersebut, Arshel kesal Audi mematikan sepihak telpon tersebut jadi dia kembali menelpon Audi, tapi Audi selalu meriject panggilannya
******
Audi turun untuk sarapan, dia hari ini tidak terlambat bangun dan itu bagus.
"Pagi Papa, pagi Mama, pagi juga kakaku James" sapa Audi duduk disamping kakaknya, James tersenyum manis pada Audi dengan mata bersinar
" ada apa? Kenapa kakak melihatku seperti itu"
" Laura menerima lamaranku " Audi mendengar itu sangat senang sekali dan langsung memeluk kakaknya
" benarkah?"
" ya, dan aku akan menikah dengannya bulan depan "
" bukankah, itu terlalu cepat"
" aku sudah menunda terlalu lama"
" ya, ya aku bahagia kalau kakak bahagia"
" adikku sayang, kakak sangat menyanyangimu, nanti kakak antar ya"
" benar ya"
" iya"
*****
Audi turun dari mobil mewah kakaknya didepan kantor, dia sebenarnya dia merasa tidak nyaman, tapi biarkan saja, jika ada yang bertanya dia akan menjawab dengan jujur bila itu kakaknya
" terima kasih ya" kata Audi dengan melambaikan tangannya tapi tanpa disadari Audi, sepasang mata sedang memperhatikan Audi dari atas gedung, dia berdiri didepan kaca yang besar sehingga dia bisa melihat seluruh bagian kota dari ruangannya yang terletak paling tinggi di gedung tersebut, tangannya mengepal didepan kaca, hatinya panas, karena wanitanya turun dari sebuah mobil mewah entah siapa yang ada didalam mobil tersebut
"Audi itu milikku tidak ada yang boleh memiliki Audi selain aku, bahkan tidak ada pria lain yang boleh tertawa bersama wanitaku selain aku sendiri "
Hatinya sudah akan meledak karena cemburu, dia mengambil ponselnya disaku dan langsung menelpon Audi
Tapi Audi malah meriject panggilannya, Arshel berkali- kali menelpon dan Audi juga berkali- kali Meriject nya, Arshel menggeram marah, dia kesal hatinya panas saat membayangkan Audi bersama pria lain, Arshel berjalan kemejanya dan langsung menelpon seseorang melalui jaringan telpon kantornya
" panggilkan karyawanmu yang bernama Audi ke ruangan saya" suara Arshel terdengar dingin, Antony bahkan dapat merasakan kemarahan disana, bahkan dia yang ditakuti anak buahnya merasa bergidik mendengar itu
" baik pak Direktur" Sambungan telpon langsung terputus, Antony merasa takut
" Apa aku melakukan kesalahan hingga Direktur menelpon tapi kenapa malah dia meminta Audi yang keruangan nya, sudahlah Direktur tampak marah, lebih baik aku memanggil Audi untuk keruangan Direktur"
Antony menelpon bagian pemasaran
" Sisil, berikan telponnya pada Audi" Sisil awalnya kaget saat dia mengangkat telpon, Antony langsung bertanya tentang Audi
" ada apa ?"
" berikan saja" Sisil dengan cepat memanggil Audi dia takut kena semprot
" Audi ada telpon dari menager" Audi yang sedang sibuk dengan pekerjaannya tersentak
" ada apa menager menelpon apa aku melakukan kesalahan" Audu berjalan dengan cepat kemeja Sisil, Sisil langsung memberikan telpon yang mengerikan itu pada Audi
" ya menager" Kata Audi setelah dia menerima telpon tersebut dari Sisil
" keruangan Direktur" Audi kaget, Antony memintanya keruangan Arshel
" tapi..."
" cepat pergi" Kata Antony tidak ingin dibantah
"Ya Tuhan apalagi ini, ini pasti ulang Arshel"
Audi kesal apalagi menagernya mengancam tidak akan memberikan waktu libur baginya minggu ini, apa- apaan itu, ini semua kejam, memberinya tugas saat weekkend
Audi meletakkan telpon itu dengan kasar, Sisil merasa takut dengan kemarahan Audi
" Audi, apa kamu baik- baik saja? apa manegar memarahimu?" Audi menarik nafasnya kasar, dia harus bicara baik- baik dengan Arshel agar pria itu tidak mengganggunya lagi dia hanya ingin bekerja dengan tenang
" tidak, aku akan pergi dulu" Audi bicara dengan lembut dan sisil merasa tenang mendengar nya
" kemana?"
" membunuh seekor tikus"
Sisil langsung bergidik ngeri
"apa maneger yang menyuruhmu melakukan itu?" Tanya Sisil takut-takut, Audi tidak menjawab dan pergi dari sana dengan pandangan penasaran dari Dave dan Catrina
" kemana Audi?" tanya Catrina
" membunuh seekor tikus" jawab Sisil, Catrina syok mendengar itu, sedangkan Dave menggeser kursinya menghadap Sisil
" manager kita sungguh mengerikan" kata Catrina dengan pandangan kasihan pada Audi
" lebay" sambung Dave pada Catrina, Catrina yang merasa tersinggung menjadi kesal
" kamu pria stress lebih baik kamu diam"
" apa!" Dave merasa terhina mendengar nya
" kenapa kamu tidak terima ?"
" kamu gadis aneh"
" wanita gila"
" kamu!! Dasar pria kesepian"
" sudah! Stop! Kalian berhentilah, membuat aku pusing saja, kerjakan saja pekerjaan kalian, kalau tidak berhenti aku akan pergi ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kalian" Kata Sisil dengan penuh ancaman
" apa!!" jawab Dave dan Catrina berbarengan
" aku tidak sudi" kata Catrina
" kamu pikir aku sudi"
Mereka kembali berkerja setelah saling melempar tatapan tajam, Sisil hanya geleng- geleng kepala melihat nya
" anak kecil"
" aku dengar! " kata Dave dan Catrina berbarengan, mereka saling tatapan tajam penuh kebencian, sedangkan Sisil menghela nafasnya kasar
****
Audi sudah melihat meja sekretaris Arshel, disana duduk seorang wanita yang Audi tahu bernama Barbara, wanita itu cantik body nya juga bagus, Audi jadi iri melihat nya
" apa Arshel menyukai wanita itu, hingga wanita itu dia pilih menjadi sekretarisnya" gumam Audi tapi kemudian Audi tersadar dengan perkataan nya
" kenapa aku malah memikirkan hal itu, terserah Arshel mau siapapun yang menjadi sekretarisnya"
Audi berjalan mendekati meja sekretaris, Barbara yang tadi sedang sibuk dengan pekerjaannya, mengangkat kepalanya saat melihat Ausi
" apa Anda yang bernama Audi ?" tanya Barbara, Audi hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan
"Anda sudah ditunggu didalam sama pak Arshel" Setelah bicara Barbara menatap penampilan Audi
" Wanita ini biasa saja, badanya juga tidak terlalu bagus, kenapa Direktur bisa menyukainya? Aku bahkan jauh lebih baik darinya"
Audi merasa tidak nyaman dengan tatapan Barbara yang tampak tidak senang dengan dirinya
" Aku tahu aku tidak secantik kamu" Kata Audi didalam hati merasa sedikit kesal dengan tatapan Barbara padanya
" ya baiklah, terima kasih" setelah berterima kasih dan mendapat senyum tipis dari Barbara Audi berjalan mendekati ruangan Arshel, dia menguatkan hatinya untuk bertemu Arshel dan menyelesaikan semua masalah yang terjadi
Audi mengetuk pintu dan tidak ada jawaban dari dalam, jadi Audi memberanikan dirinya untuk membuka pintu itu, Audi sudah masuk dan tidak melihat Arshel diruangannya, Audi baru saja menutup pintu, sebuah tangan menariknya dan menyudutkannya antara pintu dan dada bidang
Audi mengangkat kepalanya dan menatap wajah Arshel yang menyeramkan, matanya seperti pisau yang siap menusuk Audi, apalagi tangan Arshel yang memerangkap Audi, Audi merasa malu dan gugup, dia memalingkan wajahnya ke kanan menghindari tatapan Arshel yang sangat dekat dengan wajahnya
" lihat aku" Arshel berbicara dengan nada dingin dan dalam membuat Audi dengan patuh menatap pria itu
" siapa ?" Dahi Audi mengenyit tidak mengerti apa yang dibicarakn Arshel
" siapa pria itu?" Arshel kembali bertanya dan nadanya bicara terdengar menuntut, Audi menatap Arshel dengan wajah semakin bingung
" Apa yang pria ini bicarakan? "
" kamu itu milikku, aku tidak suka kamu bersama laki- laki lain selain aku! " Audi menatap Arshel tidak percaya mendengar nya
" aku bukan milikmu" jawab Audi dengan membalas tatapan tajam Arshel, Arshel menjadi geram dan menarik Audi kedalam pelukkannya, Audi meronta tapi tubuh Arshel yang tinggi dan tegap membuat Audi kesulitan
" coba bilang sekali lagi" kata Arshel dengan suara yang tajam dan dalam, tapi Audi tidak mau tertindas dan mengalah
" aku bukan milik...mphphmm" belum selesai Audi bicara bibir Arshel sudah menutup bibir Audi dengan bibir nya, Arshel mencium dengan kasar seakan mengatakan ini milikku
Audi berusaha melepaskan bibirnya tapi karena Arshel juga memeluknya itu menjadi sulit
" uh..Ar..shel" Audi berusaha berbicara agar Arshel berhenti tapi pria itu kembali meraup bibirnya dan menggigit bibir bawah Audi hingga Audi membuka mulutnya, Arshel memasukkan lidahnya dan menikmati rongga mulut Audi, Audi rasanya syok dia tidak pernah berciuman sedalam ini, bahkan Audi tidak pernah dicium pria selain Arshel
Audi sudah merasa lelah meronta minta dilepaskan, Arshel bermain seorang diri, mencumbu bibir itu berkali- kali dan memiringkan kepalanya ke kanan dan kekiri, Audi sudah akan kehabisan nafas tapi Arshel seperti mempunyai pasokkan oksigen yang banyak
" uh...Arshel..." Arshel menarik bibirnya dari bibir Audi setelah mencium singkat bibir itu, dia sebenarnya tidak rela lagi, dia masih ingin mencium bibir itu tapi Audi sudah kehabisan nafas dia tidak ingin Audi pingsan karena dirinya
Arshel menyatukan dahi mereka dan menatap Audi yang menghirup udara dengan rakus, Arshel tersenyum karena dia berhasil membuat Audi sesak karena ciumannya, tapi seketika wajahnya kembali berang mengingat Audi bersama pria lain
" aku akan membunuh dia" kata Arshel dengan nada penuh tekanan, Audi menatap Arshel setelah dia selesai mengambil nafas dan mereka saling mengunci pandangan
" sebenarnya kamu membicarakan apa? siapa yang akan kamu bunuh, kamu jangan keterlaluan" Audi betanya bingung sekaligus kesal, Arshel kembali emosi karena Audi seakan tidak menyadarinya
" kamu jangan menyangkalnya aku melihat sendiri, kamu turun dari mobil si berengsek itu" Audi menatap Arshel dalam dan Arshel sempat terpaku, dia ingin mencium bibir Audi andai saja dia tidak ingat kenapa dia marah pada Audi
Setelah dengan keras Audi berpikir dan mulai risih dengan dekapan Arshel yang tidak mengendur sedikitpun yang mulai membuat tubuhnya panas,
"Jadi kamu ingin membunuh pria itu?" kata Audi dengan Aura gelap, Arshel terpaku sebentar karena Audi berbicara seperti itu, tapi bukan Arshel namanya jika tidak bisa menaklukan wanita itu
" iya, aku akan membunuhnya dan membuang mayatnya ke sungai Amazon" kata Arshel dengan semakin mendekap Audi dengan kedua tangannya melingkari pinggang dan punggung Audi, wajahnya mendekati wajah Audii, ingin menyentuh bibir itu lagi dengan bibirnya tapi Audi memalingkan wajahnya dan itu membuat Arshel kesal, Audi menatap Arshel dengan permusuhan.
"Sebelum kamu membunuhnya, langkahi dulu mayat ku" kata Audi dengan tatapan tajam
" kamu itu milikku, dan tidak ada yang boleh selain aku" kata Arshel dan langsung meraup bibir Audi kembali, dia melumat bibir itu dengan sesekali menggeram menikmati bibir manis Audi
Audi kesal dan marah karena Arshel berbicara buruk tentang kakaknya, dia menggigit bibir bawah Arshel dan Arshel yang kaget langsung menarik bibirnya, bibir bawah Arshel mengeluarkan sedikit darah karena gigitan Audi
" kenapa kamu menggigit ku?" kata Arshel dengan nada tidak percaya
" kenapa? aku akan membunuh pria berengsek yang akan membunuh kakakku" kata Audi dengan sinis, Arshel terdiam mencerna semua itu tapi dia tetap mengeratkan dekapannya dia tidak akan kalah
" apa! Kamu tidak mengerti, kamu sialan! Ingin membunuh kakakku huh!?" Audi kembali berontak dan dia berhasil bebas, Arshel menatap Audi dengan pandangan minta ampun dia sudah salah mengira, dia terlalu bodoh
"Sial, harusnya aku cari tahu dulu, dan kenapa aku bisa lupa kalau Audi memiliki kakak laki- laki, shitt..." kata Arshel dalam hati dia takut Audi akan marah, Arshel berjalan mendekat dan Audi menjauh
" Audi, aku sungguh tidak tahu kalau...."
" sudahlah, kamu itu sudah keterlaluan, aku disini mau bekerja dan kamu juga harus bekerja, tapi kamu malah memanggilku kesini dan berencana membunuh kakaku"
" tidak Audi, aku hanya tidak suka kamu bersama pria lain"
" memangnya kamu siapa?"
" kamu itu milikku dan aku milikmu" Audi berdebar mendengar itu, Audi terpaku dan terdiam dengan jantung berdetak cepat, Arshel mengambil kesempatan itu untuk menggapai Audi tapi sebuah pintu terbuka dengan suara nyaring
" Arshel kamu sebentar lagi ada metting...." Simon yang masuk tanpa mengetuk pintu terdiam melihat dua orang yang menatapnya, Audi menatapnya dengan kelegaan sedangkan Arshel menatapnya siap akan membunuhnya
Audi mengambil kesempatan itu dan menarik tangannya kasar dari genggaman Arshel
" baiklah kalau begitu saya permisi" kata Audi dan berjalan keluar , Simon menatap Arshel yang sudah siap menerkamnya
"Sintya sayangku, aku hari ini sial sekali " kata Simon dalam hati setelah Arshel menunjuk dirinya dan memintanya mendekat.