![AUDI [ This Love ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/audi---this-love--.webp)
4 tahun kemudian
Audi sedang sibuk memasak didapur, sebuah tangan memelukknya dari belakang
" Arshel, lepas"
" tidak " Arshel malah memeluknya dengan erat dan mencium tengkuk Audi, Audi sedang mengikat rambutnya sekarang jadi Arshel dengan mudah mencium lehernya
" Arshel geli"
" bikin baby yuk"
" Arshel... Dasar mesum" Audi berbalik , Dan ingin memukul Arshel , Arshel menangkap tangan Audi yang ingin memukulnya dan mencium bibir Audi kembali
" ciuman selamat pagi ku" Audi terdiam Arshel masih sangat manis
" Mama, Papa" mereka menoleh kebawah disana berdiri anak laki- laki yang lucu, ya dia Alex anak Audi dan Arshel yang masih berumur empat tahun.
Audi mendorong Arshel menjauh dan berjongkok mengimbangi anaknya, dia takut Alex melihat mereka tadi
" apa yang Papa lakukan tadi Mama?" tanya Alex polos, Audi menatap Arshel kesal, Arshel hanya mengangkat bahunya pura- pura tidak mengerti
" tidak ada sayang itu hanya...."
" Papa mencium Mama apa tidak boleh" belum Audi selesai berbicara Arshel sudah menyeletuk
" Arshel...dia masih kecil" Arshel menghembuskan nafasnya pelan dan ikut berjongkok
" Alex anak pintar , sudah ya kamu sarapan saja , yang tadi itu tidak perlu ditanya" Arshel berbicara dengan aneh sekali
" baiklah, Mama aku lapar" Audi tersenyum dan mengendong anaknya kemeja makan
" sayang kamu lanjutkan masakkan ku ya" Arshel terdiam kenapa malah dia yang harus masak, tapi dia tetap melanjutkan masakan Audi
******
Mereka sedang sarapan bersama, Audi menyuapi anaknya makan
" Mama aku mau makan sendiri" Audi tersenyum dan memberikan sendoknya
" anak pintar makan yang rapi ya jangan berserakkan"
" iya Mama" Audi makan, lalu dia menatap Arshel yang hanya memaikan sendoknya
" ada apa?" Arshel menatap Audi dengan ekspresi manja
" suapin" Audi menatap Arshel , Arshel masih memasang wajah memohon,
Audi mengambil piring makan Arshel dan menyuapi Arshel, Arshel berbinar dan langsung memakan suapan Audi,
" Papa manja, makan masih di suapi Mama"
" biarin saja, sayang lagi " Audi mengelengkan kepalanya, Arshel sungguh manja
******
" sayang hari ini kan Wekkend kita kerumah Mama yuk" mereka sedang duduk di ruang tamu, sedang menonton tv, dengan Arshel memeluk Audi diatas sofa
Alex sibuk dengan mainan robotnya, tiba - tiba saja Arshel berbicar ingin kerumah ibunya
" kenapa memangnya ?"
" Mama pasti rindu sama Alex" Audi berpikir dan mengangguk,
" baiklah " Arshel langsung mencium bibir Audi cepat, Audi hanya menatap Arshel dengan bingung, Arshel bahagia sekali dia punya rencana.
******
Mereka bertiga sedang didalam mobil, mereka akan pergi kerumah ibu nya Arshel
" Mama kita mau kemana?'
"kita mau kerumah Omma, Alex senang?"
" benarkah ?" Alex bahagia dia menepuk - menepuk kedua tangannya bahagia , Arshel juga tersenyum rencananya semakin berhasil.
Mereka tiba di kediaman keluarga Arshel, Arshel turun lebih dulu baru Audi yang sedang menggendong Alex
Arshel mengambil alih Alex lalu menggandeng tangan Audi, dia mengetuk pintu , pintu terbuka ibu Arshel yang membukanya, dia keget dan senang
" oh astaga cucu ku datang" dia langsung mengambil alih Alex dari gendongan Arshel, ibunya langsung masuk membawa Alex,
Arshel menarik tangan istrinya untuk masuk, disana mereka bertemu Lily
" kakak"
Audi melepaskan genggaman tangan Arshel dan datang mendekati Lily, Audi berbisik pada Lily
" bagaimana dengan si dia?" Lily diam dan tersenyum malu- malu, Audi ikut tersenyum jarinya mencuil- cuil wajah Lily, Lily semakin malu dibuatnya, Arshel yang melihat itu penasaran , tapi dia ingat tujuannya kesana, ini waktu yang tepat saat Audi sibuk bersama Lily,
Arshel berjalan pelan dan naik tangga, ibunya pasti ada dikamar bermain bersama Alex, Audi berpaling dia tidak melihat Arshel dimana suaminya,
" kakak jangan beritahu siapa pun ya" Audi berpaling dan tersenyum
" tentu saja, kakak akan memberitahu semua orang saat kalian sudah benar- benar bersama "
" kakak harus janji padaku "
" iya" Lily menarik Audi untuk duduk
" bagaimana dengan kakak?"
" baik"
" maksud ku kak Arshel apa dia bertingkah ?"
Audi mengeleng dan berbisik pada Lily ,
" astaga, kakakku keterlaluan sekali"
Arshel sudah didepan pintu, dia tiba- tiba saja bersin
Haacchhiiih...
" siapa yang membicarakan kejelekkanku?" Arshel membuka pintu dan masuk, disana dia melihat Alex yang sedang bermain di atas ranjang, dia masuk dan
" ada apa?" Arshel berjingkat kaget
" Mama"
" ada apa kamu kesini?" ibunya berjalan mendekati Alex yang sedang bermain, Arshel berjalan mendekati ibunya
" apa Mama senang bermain bersama Alex?"
" tentu saja, kenapa kamu bertanya ?"
" apa Mama mau cucu perempuan ?" ibunya yang tadi acuh langsung menatap Arshel
" benarkah?" dia bertanya antusias dia selalu ingin cucu perempuan yang cantik
" belum , tapi aku bisa memberikannya pada Mama"
" bagaimana caranya?"
" begini , aku ingin Mama membiarkan Alex bersama Mama berberapa hari, agar aku bisa memberikan adik untuk Alex, bagaimana?"
" itu mudah sekali, Mama sangat senang bisa bersama Alex, tapi apa Audi mengizinkannya ?"
" Mama harus membujuk Alex agar mau tinggal bersama Ibu"
" tidak, dia terlalu sibuk dengan Alex hingga melupakan ku, jadi Mama bisa kan membantuku?"
" kamu ini, ternyata kamu memanfaatkan Mama, tapi tidak masalah, asal Mama akan mendapatkan cucu perempuan "
Arshel tersenyum bersama ibunya dan mereka saling bertepuk tangan
******
Arshel dan Audi sudah akan kembali ke kediamannya, Audi ingin mengambil Alex dari gendongan ibu mertuanya, tapi Alex menangis
" Alex mau sama Omma" Audi berusaha membujuk anaknya
" Alex sayang, kita pulang ya?" Alex menggelang dan memeluk leher neneknya, Arshel tersenyum dan Lily melihat itu, dia tahu sekarang ini pasti rencana kakaknya,
" tidak apa - apa sayang, biar Alex tinggal disini berberapa hari"
" tidak, nanti Mama kerepotan mengurus Alex"
" tidak, Mama tidak repot" ibu Arshel sudah membujuk Alex agar mau tinggal , dia membujuk Alex dengan mengiming- imingi mainan yang banyak dan permen, ibunya tersenyum menatap Arshel, Arshel pun tersenyum pada ibunya, Lily melihat itu, dia semakin nyakin,
Audi menghela nafas pelan dan mundur
" tidak apa sayang, biarkan saja Alex bersama Omma nya mungkin dia masih rindu " Arshel merangkul pundak Audi
" baiklah Mama kalau begitu kami pulang ya"
******
Selama perjalan Arshel tersenyum dengan cerah dia sudah mempunyai rencana setelah ini, Audi menatap Arshel yang tersenyum tidak jelas
" kenapa kamu tersenyum?"
" tidak ada" Audi tidak mau membahasnya lagi jadi dia memalingkan wajahnya menatap keluar
Setelah berberapa lama mereka tiba di rumah mereka , Audi turun lebih dulu
" Arshel kamu mandi saja dulu, aku akan memasak makan malam"
" iya sayang " Arshel berlalu , Audi terdiam dia merasa aneh dengan sikap Arshel, tapi dia mengangkat bahunya acuh dan berjalan kedapur, sudah 20 menit masakan Audi sudah akan selesai semunya, Arshel datang dia melihat Audi yang sedang memasak
" dia cantik bahkan hanya dari punggungnya " Arshel datang mendekati Audi dan langsung mendekapnya dari belakang
" apa masih lama?" tanya Arshel manja, Audi memalingkan wajahnya kesamping , kepala Arshel yang diletakkannya dibahu hingga saat Audi berpaling , pipi Audi bersentuham dengan wajah Arshel, Arshel menghirup aroma Audi yang selalu dia suka
" sudah , ini yang terakhir" Audi memindahkan masakkannya dipiring dan berjalan menuju meja, Arshel tidak mau melepas dekapannya , saat Audi berjalan mengambil sendok, gelas dan berjalan kemeja, Arshel tidak melepaskan pelukannya
" sudah, ayo makan" Arshel melepaskan dekapannya dengan sangat tidak rela, dia duduk dan Audi juga duduk disebelahnya , Audi mengambilkan makanan untuk Arshel dan meletakkannya didepan Arshel, lalu Audi mengambil makanan untuk dirinya, Audi menyuap makanan kemulutnya lalu melirik Arshel yang tidak menyentuh makanannya,
" apa kamu tidak suka dengan makanannya?"
Arshel menggeleng ,
" lalu?" Arshel berbalik dan menghadap Audi
" aku ingin makan kamu?" Audi mengerutkan dahinya bingung, kemudian dia mengerti apa maksud Arshel, dia berpaling dan melanjutkan makanannya, dia berdebar sekarang , apa yang Arshel katakan, Arshel melihat Audi yang hanya diam saja
" aku tidak akan makan "
" ya sudah" Audi kembali melanjutkan makannya , Arshel kesal, dia berdiri dari kursi, Audi mendongak menatap Arshel
Arshel berjalan pergi naik kekamar mereka dengan langkah menghentakkan kakinya,
Audi tersenyum, Arshel masih saja bertingkah seperti itu disaat usia pernikahan mereka sudah berjalan empat tahun, Audi sudah selesai dengan makan malamnya tapi Arshel tidak juga turun untuk makan, Audi mencuci piring , untuk menunggu Arshel makan malam, tapi saat Audi sudah selesai mencuci piring pun Arshel masih tidak turun
" apa dia tidak lapar?" Audi bergumam pelan, dia mengambil piring dan mengisinya dengan makanan , lalu menuang air putih ke gelas, dia naik keatas, kekamar mereka, dia membuka pintu dan melihat Arshel yang berbaring membelakangi pintu masuk, Audi berjalan mendekat dan menaruhnya dia meja samping ranjang, Audi naik keranjang dan memegang lengan Arshel
" Arshel makan dulu" Arshel yang memang tidak tidur , pura- pura tidak mendengarnya, Audi menghembuskan nafasnya pelan, di ikut berbaring dan memeluk Arshel dari belakang , Arshel menegang tidak menyangka Audi akan melakukan itu, Audi merasakan itu, Audi tersenyum sekarang saatnya dia yang akan mengerjai Arshel,
Audi memeluk Arshel dengan sangat erat , dia mencium kepala belakang Arshel, Arshel memejamkan matanya kuat- kuat, dia tidak akan luluh, tangan Audi berjalan naik turun mengelus bagian depan dada Arshel, Arshel sudah akan kalah tapi dia urungkan , Audi juga tidak akan menyerah kepalanya turun dan mengecup tengkuk Arshel, Arshel yang tidak bisa menahan diri dari ciuman Audi langsung berbalik dan balik mendekap Audi , Arshel langsung mencium bibir Audi, Audi tertawa disela ciuman, Arshel menggeram dan mengecup Audi dengan suara kecupan yang keras,
Arshel semakin bergairah ciumannya berubah menjadi liar, bukan hanya bibirnya, tapi juga tanganmya, Audi yang sadar akan niat awalnya menjauhkan wajah Arshel, Arshel yang tidak mau kembali akan mencium Audi
" makan malam dulu" Arshel yang sudah menahan hasratnya , menggeleng menolak. Audi bangun dan duduk, Arshel yang sudah bergairah ikut duduk, dia mengusap pipi Audi dengan lembut, Audi menatap Arshel yang menatapnya memohon, dengan mata sendu, Audi tertawa didalam hati,
" makan, atau tidak ada sama sekali?" Arshel yang gagal membujuk Audi pasrah dan mengangguk, Audi tersenyum dan mengambil makanan di atas nakas, dia menyuapi Arshel makan, Arshel sebenarnya tidak berselera sama sekali , bagaiman dia mau nafsu makan saat Nafsu batinnya tertahan saat sudah memuncak,
Audi memang hebat dalam membuatnya tersiksa seperti ini, makanan itu hanya tinggal sedikit dan Arshel sudah kenyang dia juga sudah tidak sabar dengan jatahnya, Audi beranjak bangun dari ranjang
" mau kemana?"
" membawa ini kebawah "
" tidak perlu taruh saja disana" tunjuk Arshel pada nakas,
" sebentar saja, aku hanya menaruh ini saja" Arshel kesal, Audi tidak mengerti dia sudah menahan dirinya dari tadi
" seterahmu saja" Arshel berbaring dan membelakangi Audi dia marah sekarang , Audi kaget apa Arshel sudah tidak tahan lagi, Audi merasa bersalah dia menaruh piring bekas makan Arshel dinakas dan kembali naik keranjang , dia duduk disamping Arshel yang sedang berbaring , Audi mengecup pipi Arshel dengan sangat lama
" maaf, aku salah " Arshel berbalik dan bangun dari baring nya, dia menatap Audi yang sudah akan menangis
" jangan menagis, aku tidak suka, bila kamu tidak mau tidak apa- apa" Audi menggeleng
" tidak, aku mau" Audi langsung mencium Arshel dengan sedikit kasar, karena dia sungguh belum terlalu mengerti, Arshel menarik dirinya
" bukan begitu caranya" Arshel langsung mencium Audi dengan kasar tetapi dengan ritme yang benar, Audi membalas setiap kecupan , decapan dan hisapan pada bibirnya, Arshel sudah tidak bisa lagi menahan dirinya , dia menuntun Audi untuk berbaring
********
Audi bangun lebih dulu, dia menatap Arshel yang masih terlelap disampingnya sambil memeluk erat Audi, Audi mengecup pipi Arshel, Arshel terbangun
" maaf..." Audi merasa bersalah
" tidak" Arshel mencium bibir Audi dengan mengecapnya berberapa kali, tapi kemudian ciuman itu semakin liar, ciuman Arshel sudah turun ke leher Audi disana sudah banyak bekas ciumannya yang panas tadi malam, Arshel tersenyum mengusap bekas itu dengan jarinya, Audi miliknya dan akan selalu miliknya selamanya , dia kembali mencium Audi,
" Arshel kita harus menjemput Alex"
" tidak dia tidak akan mau pulang " Audi mengerutkan dahinya dan menangkup wajah Arshel, mereka saling menatap disana
" apa maksud mu?"
" tidak ada, karena Alex tidak ada dirumah, kita bisa melakukannya tanpa terganggu" Arshel kembali mencium leher Audi
" Arshel aku serius"
Arshel kembali menatap Audi
" baikalah, aku mengaku, aku sengaja meminta Mama agar menjaga Alex"
" Arshel "
" maaf, aku tahu aku salah"
" harusnya kamu tidak perlu melakukan itu, kamu bisa membicarakannya padaku
Aku tidak akan melarangnya"
" jadi kamu tidak marah?"
" kenapa harus marah"
" jadi kita bisa melakukannya?"
Audi tersenyum dan mengangguk
******************************
Terima kasih💗