AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
29



Audi keluar dengan kesal, berani- beraninya Arshel ingin membunuh kakaknya, dia berjalan menuju mejanya dan duduk di sana dengan mendapat tatapan penasaran dari rekan-rekannya


Audi sebenarnya menyadari tatapan tersebut tapi dia pura- pura tidak tahu, Sisil sudah akan bertanya tapi dia urungkan, dia akan bertanya saat jam makan siang nanti


****


Sedangkan di ruangan Direktur Simon duduk dihadapan Arshel yang menatapnya penuh kebencian, apa salahnya hingga Arshel menatapnya seperti itu, Simon melihat bibir Arshel yang berdarah dan langsung bertanya


" Arshel bibirmu kenapa ?" tanya Simon, Arshel yang masih belum sadar dengan itu langsung bertanya dingin


" memangnya kenapa?" Simon merasa tidak nyaman karena Arshel berbicara dingin padanya meskipun itu sering terjadi tapi dia masih belum terbiasa


" em....bibirmu berdarah" Arshel yang mendengar itu kaget dan menyentuh bibirnya dengan jarinya, dia melihat darah disana, ini pasti karena gigitan Audi, Arshel tersenyum melihat nya


" Ternyata dia termasuk wanita berbahaya" Simon menatap aneh Arshel yang tersenyum setelah pria itu mengusap bibir nya yang berdarah


" apa kamu lagi ada masalah dengan Audi?" Simon bertanya dengan kurang percaya diri, Arshel yang tadi sibuk memikirkan Audi yang menggigit bibirnya langsung mengalihkan wajahnya menatap Simon


" ya, aku salah mengira, aku sangka tadi pagi Audi diantar dengan pria lain, tapi siapa sangka kalau itu kakaknya" Arshel tidak menutupi tentang hubungannya dengan Audi, Simon sudah cukup tahu dari 5 tahun terakhir


" jadi dimana letak salahnya?"


"itu karena aku berkata padanya akan membunuh pria itu dan membuangnya kesungai Amazon" Simon tertawa mendengar itu, Arshel memang sungguh keterlaluan, meskipun Arshel mungkin bersungguh- sungguh dengan perkataanya apakah itu tidak terlalu berlebihan hanya karena cemburu


" kamu ini, itu kekanak- kanakkan"


" tapi aku serius dengan perkataanku" Simon terdiam Arshel terdengar serius dangan itu


" dan karena itu Audi marah padamu, kamu ini, kamu itu harus lembut dengan wanita jangan langsung shot seperti itu"


" itu karena...aku memang seperti itu, begitulah caraku"


" ya, ya, kamu memang keras kepala dan sangat sulit, pantas saja Audi selalu menghindar darimu dari dulu " mendengar perkataan Simon membuat Arshel terdiam dia ingat kenapa Audi pergi darinya dan itu membuat dia kesal pada dirinya, dia dulu begitu bodoh hanya karena cemburu membuat dia melukai wanita yang dia cintai, Simon yang tersadar dari ucapannya merasa tidak enak pada Arshel


" maaf Arshel aku tidak...."


" tidak apa- apa Simon, itu memang kesalahan ku, aku tahu sekarang Audi belum bisa menerima ku, tapi aku tidak akan menyerah " Simon tersenyum, dia selalu senang berteman dengan Arshel meskipun dia sedikit emosional tapi selama ini yang Simon tahu Arshel hanya terlihat emosional bila menyangkut Audi, selebihnya jarang atau bahkan tidak pernah, Arshel adalah pria baik, dia tidak pernah memikirkan tentang uang jika menyangkut teman- temannya, dan Simon beruntung bisa berteman dengam Arshel


" ya kamu pasti bisa, aku akan mendukungmu, aku akan membantumu bila kamu membutuhkan bantuan ku"


" terima kasih kawan"


" ya, dan..." Simon melihat jam ditangannya


" saatnya metting " Arshel tersenyum dan berdiri, dia membenarkan penampilannya dan berjalan lebih dahulu dan disusul Simon,


Simon tersenyum menatap punggung Arshel


"semangat bro" sambung Simon dalam hati


*****


Audi dan ketiga temannya sedang duduk di restoran kecil yang menjual iya bakar


" kenapa kita makan disini?" Tanya Sisil


" karena aku ingin makan daging" timpal Catrina


" aku lagi dalam masa diet, dan kalau begini bagaimana mau berhasil " kata Sisil dengan sedikit kesal


" kalau kamu tidak mau makan jangan makan" kata Catrina


" kamu ini, aku mana tahan kalau sudah mencium bau enak dari daging ini, pokoknya kamu harus tanggung jawab" baru Catrina akan menjawab Dave lebih dulu bicara


" sudah makan saja, jangan banyak bicara" Sisil kesal karena Dave bicara seperti itu, Catrina mentap Dave yang makan dengan santai, jantungnya berdebar


"tidak, tidak Catrina jangan terpesona , jangan lagi" Catrina kembali makan dan berusaha mengabaikan detak jantungnya


" iya Audi, tadi kamu bagaimana?" tanya Sisil pada Audi yang sedang memanggang daging di pemanggangan, Audi berhenti dan menatap Sisil


" tidak, aku hanya disuruh menyelesaikan data penjualan bulan ini" Sisil mengangguk mengerti


Mata sisil menatap meja seberang matanya membesar karena itu, dia bergeser mendekat pada Catrina dan berbisik di depan telinga Catrina


" coba kamu lihat di meja seberang bukan kah itu Direktur " Catrina menatap arah yang dimaksud Sisil, dia juga kaget kenapa Direktur tempatnya bekerja makan disana juga


" Ada apa? "Dave yang sudah dari tadi penasaran bertanya


" coba kamu lihat disana " Dave berbalik sedikit dan disana dia melihat Arshel


" wah Itu Direktur " sambungnya tidak percaya, Audi juga melihat arah pandang Dave, dia membalikkan badannya dengan penuh karena dia membelakangi meja yang dilihat Dave, mata Audi membesar melihat Arshel makan bersama wanita, tiba- tiba hatinya nyeri, apa ini semua, baru tadi pagi Arshel berkata bahwa Audi miliknya dan tidak suka Audi dekat bersama pria lain dan sekarang Arshel malah makan bersama wanita lain dan mereka terlihat akrab


Audi berbalik dan kembali memanggang, dia awalnya sedih wajahnya terlihat lesu, tapi kemudian dia sadar, kenapa dia harus sedih dan merasa tersakiti,


Terserah Arshel mau bersama siapa, itu bukan urusannya, Audi kembali tersenyum dan makan dengan lahap, untuk apa dia memikirkan pria seperti Arshel


"Berengsek "


"Aku tidak menyangka kalau Direktur akan makan ditempat ini" kata Dave


" ya, dan siapa wanita itu, mereka nampak akrab" sambung Sisil


" mungkin wanita itu kekasihnya" kata Catrina , Audi kembali merasa sesak mendengar itu


Audi kembali makan dengan lahap hingga daging itu tinggal sedikit, Sisil yang dari tadi sibuk menggosipkan Direkturnya dengan Catrina menatap pemanggangan, dia syok melihat itu


" Audi! Kamu makan semua! " suara Sisil yang melengking membuat pengunjung menatap kemeja mereka, Dave dan Catrina  menatap pengunjung lain dengan canggung, Sisil sungguh membuat mereka malu, Catrina dan Dave  menatap sisil dengan tajam, Sisil yang merasa bersalah menunjuk pemanggangan, Catrina dan Dave menatap pemanggangan, mereka juga sedikit kaget dan mereka menatap Audi yang juga menatap mereka


" maaf aku lapar " kata Audi dengan suara pelan, Audi juga merasa takut dengan suara Sisil yang kuat apalagi ada namanya disana, bagaimana kalau Arshel dengar, Audi sebenarnya penasaran ingin melihat Arshel tapi dia urungkan, tidak mungkin Arshel akan perduli, dia kan lagi sibuk dengan kekasihnya


" baiklah, aku akan pesan lagi dan kali ini, aku yang bayar" kata Audi


Sisil, Catrina dan Dave langsung semangat dan Audi juga menjadi bahagia, dia besyukur berteman dengan mereka, Sisil kembali memesan dan mereka kembali makan dengan lahap melupakan pria yang sempat mereka bicarakan


**


Sehabis metting dan sedikit mengurus pekerjaannya di ruangan, ponsel Arshel berdering adiknya menelpon mengatakan Arshel harus berkencan dengannya hari in, Disinilah Arshel makan siang bersama Lily, dia sebenarnya malas makan siang bersama adiknya hanya saja adiknya baru saja masuk kuliah dia minta traktir makan siang dan Arshel mengiyakannya dengan berat hati


Simon juga pulang untuk makan bersama istrinya dirumah, senangnya punya istri dirumah, saat Arshel sedang sibuk mendengar Lily berceloteh


Dia tertegun karena mendengar seseorang menyebut nama Audi, dia melihat sekeliling dan melihat punggung seorang gadis yang dia kenal, awalnya Arshel ragu tapi setelah dia melihat orang yang juga duduk disana, yang Arshel tahu itu rekan Audi, dia yakin kalau wanita yang memunggunginya adalah Audi


Arshel berpikir apa Audi melihat dia makan bersama wanita lain, apa Audi masih kenal dengan Lily mereka hanya pernah bertemu sekali dan itu juga 5 tahun yang lalu, Arshel masih memperhatikan Audi yang makan sambil sesekali tertawa bersama temannya


" kakak, apa yang kamu perhatikan?" tanya Lily setelah dari tadi melihat kakaknya yang hanya melihat ke arah lain, Arshel berpaling dan menatap Lily


" apa kakak melihat meja disana?" tunjuk Lily pada meja Audi


" ya, disana karyawan kakak"


" oohh" Kata Lily singkat


" Eh iya kak, aku ada janji dengan Mama untuk menemaninya ke Mall, jadi aku akan pergi sebentar lagi"  Sambung Lily, Arshel tidak menjawab dia memperhatikan Audi yang sudah akan pergi dari restoran bersama rekannya


" kakak, kamu dengar tidak?"


" iya"


****


Audi berjalan dalam diam sementara yang lain tertawa, entah kenapa dia masih memikirkan Arshel yang makan bersama wanita lain, dia pusing sekali


" Audi, ayo kita kesana" aja Sisil pada penjual jajanan pinggir jalan, Sisil, Catrina, dan Dave sudah lebih dulu menghampiri penjual itu, Audi berjalan dengan enggan kesana, dia sungguh tidak berselera meskipun itu kelihatan enak.


Sisil dan yang lain memegang satu tusuk sosis goreng besar dengan lelehan saus diatasnya, mereka makan dengan lahap, sedangkan Audi hanya memegang sosis itu tanpa ada niat memakannya, Audi berjalan dengan melamun tanpa sadar kalau yang lain sudah lebih dulu meninggalkannya


" aku ketinggalan " kata Audi dengan sedikit lesu


" apa yang kamu makan?" seseorang mengambil satu tusukkan besar sosis dari tangan Audi dan memakan nya


Audi berbalik dan melihat Arshel yang sudah menggigit sosis itu, Audi kesal mengingat Arshel makan bersama wanita lain, Audi mengabaikan Arshel dan kembali berjalan, Arshel yang awalnya berusaha menarik perhatian Audi melongo melihat Audi meninggalkannya


Arshel juga berjalan dengan cepat dan merangkul Audi dengan meletakkan tanganya di bahu Audi, Audi kaget dan langsung menghindar, Arshel berhenti berjalan dan menatap Audi yang tiga langkah jauh darinya


" Audi, aku minta maaf, aku sungguh tidak tahu kalau itu kakakmu" Arshel yang mengira Audi marah tentang kakaknya, berusaha meminta maaf.


" oh jadi kalau dia bukan kakakku, kamu akan tetap membunuhnya begitu" Entah kenapa Audi malah berbicara seperti itu, yang jelas Audi marah dan kesal sekarang, Arshel berjalan bersama wanita lain dan setelahnya mengampirinya


" iya" Arshel menjawab dengan gampang  dan Audi menggelengkan kepalanya stress


" sudahlah, kamu jangan mengganggu ku lagi, nanti aku terlambat kembali kekantor " Audi berjalan dengan cepat meninggalkan Arshel, Arshel yang tidak mau ditinggalkan menarik tangan Audi dan langsung memeluknya dengan erat, Audi kaget dan berusaha melepaskan peluk kan Arshel


" lepas"


" aku bilang lepas" Arshel hanya diam memeluk erat Audi


" kakak" sebuah suara mengalihkan perhatian mereka, Arshel dan Audi menatap seorang gadis berjalan menghampiri mereka, Arshel menatap adiknya merasa terganggu, sedangkan Audi merasa aneh kakak, gadis itu memanggil Arshel kakak


" kakak, siapa wanita ini?" kata Lily, Audi yang tersadar langsung melepaskan pelukkan Arshel yang mengendur, Arshel kesal Audi melepaskan pelukkanya, Arshel langsung menarik tangan Audi dan langsung menggenggamnya


" dia kekasih kakak" mata Audi sudah akan keluar karena saking kaget nya


" kekasih?" Lily menatap Audi yang hanya diam, Audi pusing dan stress, Arshel sialan


" tidak, aku bukan kekasih dia" tunjuk Audi pada Arshel, Arshel mengambil tangan Audi yang menunjuknya dan menggenggamnya juga


" dia tadi hanya cemburu pada kakak karena makan bersamamu, dia pikir kamu selingkuhan kakak" kata Arshel dengan tersenyum manis, Audi menatap tajam Arshel mendengar nya


" kakak , kamu jangan salah paham , aku Lily adiknya kak Arshel" Audi menatap wajah Lily dia ingat dengan gadis kecil yang dulu datang kerestoran, waktu dia bekerja direstoran Arshel


" namanya Audi" kata Arshel


" Audi? wah bukannya kakak yang bekerja ditempat kak Arshel dulu, kak Arshel bilang kakak berhenti kerja karena kuliah diluar negeri, semenjak kakak pergi restoran tidak lagi buka" Audi menatap Arshel setelah mendengar perkataan Lily


" baiklah kakak, aku sudah terlambat, nanti mama marah lagi kalau aku telat" Lily langsung pergi setelah berpamitan, mendengar kata telat membuat Audi tersadar


" aku telat! " kata Audi, dia sudah ingin melepaskan tangannya, tapi Arshel tetap menahannya


" Arshel aku terlambat "


Arshel mendekat dan melepaskan genggam tangannya dan merangkum wajah Audi, Arshel mencium dahi Audi dalam dan lama, Audi syok dan kaget, jantung nya kembali berdebar, Arshel melepaskan ciumannya dan menatap Audi


" kamu sangat cantik, jangan tinggalkan aku lagi"