AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
18



Ponsel Audi berbunyi menyadarkannya dari lamunan tentang Arshel, dia mengangkat nomor tidak dikenal disana


" hallo"


" Audi"


" siapa?"


" apa kamu melupakan suaraku?"


Audi berpikir siapa kira- kira pria yang menelponnya, seketika dia terlonjak


" astaga- astaga kamu Paul, kenapa kamu baru menelpon ku sekarang ?"


"Hahaha aku tahu kamu merindukan aku sayang"


" dasar sepupu kurang aja berhenti memanggilku seperti itu, nanti orang bisa salah paham"


" tidak, akan sayang"


" kamu benar- benar minta dihajar dan kenapa kamu menelpon dengan nomor baru? "


" Aku sudah tidak menggunakan nomor lama, ini nomor ponsel ku yang sekarang, aku ingin memberikan kabar yang bahagia untukmu"


"Kabar bahagia?"


" aku besok akan kembali ke Inggris"


" wah benarkah? Ya ampun kamu sudah 5 tahun tidak kembali kesini, aku sangat merindukanmu "


" akhirnya kamu mengakuinya ya, besok kamu harus menjemput ku dibandara, aku akan tiba pagi nanti"


" baiklah besok aku akan menjemputmu, apa kamu sudah memberitahu ayah dan ibuku?"


"tidak, aku ingin memberikan kejutan untuk mereka semua, jadi kamu jangan memberitahu mereka ok"


"Ok"


" dan aku juga punya rencana disana, aku akan mengikuti cesting disana untuk menjadi seorang aktor"


" apa kamu bercanda? Kenapa harus aktor?"


" itu cita- cita ku dari dulu, aku tidak bisa menjadi aktor di Parris karena aku belum terlalu lama disini, aku akan mencoba di Inggris terlebih dahulu"


"Aku akan mendukungmu, kamu itu tampan, tinggi dan sexy aku yakin kamu pasti bisa untuk menjadi aktor yang hebat"


"Terima kasih sayang, tunggu aku besok ya, baiklah sampai disini dulu, aku rasa kamu butuh istirahat karena sekarang sudah sangat malam, bye bye sayang, Good Night"


" Good Night "


Audi sudah tidak sabar bertemu sepupunya itu, terakhir mereka bertemu lima tahun yang lalu saat mereka berumur lima belas tahun, Audi mencoba untuk tidur dan saat itu dia kembali teringat ciumannya bersama Arshel


" Arshel menciummu? " Kata Audi dengan masih tidak percaya


"bagaimana besok aku bertemu dengannya, aku malu sekali"


" tidak, tidak, Audi kamu harus sadar, dia yang menciummu jadi biarkan dia menjelaskan dan kamu hanya perlu bersikap seolah- olah tidak terjadi apa- apa" Audi memejamkan matanya dan mulai tertidur, setelah dia berusaha dengan keras meyakini dirinya


***


Audi sekarang sudah dibandara, dia sedang menunggu sepupunya Paul, dia tidak ada mata pelajaran kuliah hari ini jadi dia bahagia sekali, dari kejauhan sudah terlihat sosok laki- laki tampan dengan jaket kulit hitam dan kaca matanya, orang- orang yang melewati nya menatap kagum Paul yang berasal sinar


Sepupunya itu sungguh sempurna, Paul melambaikan tangannya dan dibalas Audi, Audi berjalan sedikit cepat mendatangi Paul, dia langsung memeluk Paul, Paul juga langsung membalas pelukkan Audi


" apa kamu sebegitu bahagianya bertemu denganku sayang?" orang - orang yang melihat mereka mengira mereka sepasang kekasih yang LDR,  Audi memukul pelan lengan Paul mendengar nya


" sudah aku bilang jangan panggil aku itu"


" baiklah, baiklah Audi ayo kita pulang aku rindu bibi dan paman" kata Paul dengan ekspresi yang membuat Audi ingin memukulnya lagi


Paul langsung saja menarik tangan Audi membawanya keluar bandara


" mana mobilmu?"


" disana"


Mereka masuk ke mobil dan mobil itu pergi dari kawasan bandara, setelah sekian lama mereka sampai dirumah Audi, Paul langsung membuka pintu mobil dan langsung berlari masuk kedalam kerumah


" bibi! Paman! Aku datang!"


" astaga Paul ini sungguh keterlaluan, dia masuk dan langsung berteriak " Audi bergumam dengan kesal, dia juga mengikuti Paul masuk kedalam rumah


" Paul!!!"  Teriak Sarah dari lantai atas menuri tangga


" Lihat Mama juga seperti itu" Kata Audi setelah melihat ibunya, ingatkam Audi untuk mencekik Paul setelah ini


Sarah turun dan langsung memeluk Paul


" sayang, kenapa kamu tidak memberitahu bibi kalau kamu datang?"


" aku sengaja untuk memberikan kalian kejutan, " Paul juga berjalan mendekati ayah Audi dan memeluknya


" kami merindukanmu Paul" kata Liam setalah dia melepaskan pelukkannya pada Paul


" aku juga" kata Paul mendramatisir


" di mana kak James ?" Tanya Paul


" dia lagi di kantor "


" ayo bibi akan tunjukkan kamarmu" ibu Audi menarik tangan Paul dan


Audi mendekati ayahnya


" Ayah, lihat Paul, dia mulai memonopoli kalian" Liam tersenyum dan mendekati putri nya


" kamu ini, kamu itu sudah besar, lagian Paul itu memang manja dari kecil"


" aktor?"


" ya, dia bilang, dia kesini untuk casting menjadi aktor "


Audi menarik ayahnya untuk duduk disofa ruang tamu


" benarkah? Papa rasa dia mungkin bisa menjadi aktor, karena dia tampan "


" tampan saja tidak cukup, dia itu juga harus mengubah sikapnya "


" sudah, kamu ini" ayah Audi merangkul anaknya dengan sayang


********


Waktu sudah berlalu dan Audi juga tidak kerja hari ini karena Arshel mengirimnya pesan untuk tidak membuka restorannya hari ini karena dia sedang ada acara, padahal yang sebenarnya Arshel tida mau bertemu Audi, dia bingung harus bagaimana untuk menjelaskan kejadian ciuman itu, dia tidak bisa tidur dan hanya memikirkan Audi


***


Malam hari sudah tiba keluarga Audi sedang makan malam bersama, James datang dan langsung bertanya


" siapa ?"


"Kak james " kata Paul


" Paul ?kapan kamu kembali?" tanya James, dia sedikit kaget melihat Paul


" baru tadi pagi "


" James ayo kemari kita makan bersama" ibu nya menginstruksi, James berjalan dan duduk di sebelah Paul


" wah kamu semakin tampan saja " Paul yang dipuji memasang wajah bangga


" tentu saja, aku akan menjadi aktor terkenal setelah ini"


" kamu sudah bilang itu ribuan kali" suara pelan Audi menyela


" jangan dengarkan dia Paul, dia hanya iri pada wajahmu" James mulai mencari masalah dengan Audi, Paul tersenyum mengejek pada Audi, Audi geram sekali melihat nya


" Audi itu tidak bisa merawat dirinya, dia bahkan belum memiliki kekasih hingga sekarang" James benar- benar memancing emosi Audi


" kakak" Audi berkata dengan geram, James berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Audi, dia mencium puncak kepala Audi dan berjalan naik ke kamar nya


" Mama aku tidak makan, karena aku sudah makan bersama kekasihku tadi!" Teriak James dari atas tangga, Audi hanya menatap kesal kakaknya yang pergi


Audi juga melirik Paul yang masih cengengesan tidak jelas


" kamu sangat senang ya" kata Audi dengan mengangkat garpunya, Paul yang melihat itu menjadi ngeri dan melanjutkan makannya


***


Audi sudah akan masuk ke restoran, saat dia membuka pintu, dia berpas- pasan dengan Arshel mereka, mereka saling menatap dalam diam, jantung mereka sudah lari meraton 50 km , Arshel mencoba menjadi laki - laki sejati


" Audi kamu sudah sampai " Arshel merutuki dirinya, Audi yang juga gugup mencoba untuk membalasnya


" ya" dan mereka kembali terdiam, Sampai akhirnya sebuah suara menyadarkan mereka


" ada apa dengan kalian ? " kata sony, Audi dan Arshel melihat Sony dengan canggung


" tidak apa- apa" kata Arshel


" aku akan kebelakang" Audi pergi dari sana dan Arshel masih menatap kepergian Audi


" sebenarnya kalian kenapa ?"


" kenapa kamu ingin tahu? kemana Simon? kenapa dia sekarang susah sekali dihubungi?" Tanya Arshel


" kamu tidak tahu? anak itu sungguh keterlaluan, dia meninggalkan pekerjaannya ,dan malah pergi ke Mall menunggu seorang pegawai wanita di toko pakaian hingga wanita itu pulang, aku tidak menyangka dia akan lebih gila dariku"


" benarkah? apa wanita yang dipesta waktu itu?"


" ya, Simon sekarang terkena karma karena sering menghina cintaku"


" kalian ternyata sama saja budak cinta "


" Arshel, kamu ingatnya kata- kata ku, aku rasa kamu akan di budak oleh cinta hingga kamu ingin mati rasanya "


" hahaha, baiklah sudah cukup bercandanya" Arshel langsung pergi meninggalkan Sony setelah puas menertawai perkataan Sony


Sony kesal jadinya,


" Arshel kamu terlalu naif padahal sudah sangat jelas kamu bahkan mengekang Audi saat kamu dan Audi tidak mempunyai hubungan apa- apa selain hubungan boss dan pegawai "


***


Hari sudah mulai sore dan Arshel masih belum berani berbicara pada Audi, dia hanya melihat Audi bolak- balik mengantarkan pesanan, Sony sudah lama pergi karena pekerjaan dan Simon bahkan tidak menunjukkan batang hidungnya hari itu direstoran


Audi sedang didapur, dia melihat kearah penyimpanan, tepungnya sudah habis, dia bingung apa dia menyuruh Arshel saja atau dia saja yang membelinya dengan banyak pertimbangan Audi keluar dan menghampiri Arshel


" Arshel" Arshel kaget setengah mati, apa Audi mau meminta penjelasan padanya? dia melihat Audi dengan datar padahal jantungnya sedang memompa dengan kencang


" ya"


" aku akan keluar sebentar, untuk membeli tepung"


" baiklah" Arshel mengumpat dirinya, kenapa dia tidak menawarkan dirinya untuk membeli atau mengantar Audi dia terlalu gugup sehingga dia langsung menjawab secara spontan, Audi yang mendengarnya pergi dari restoran, Arshel sungguh miris melihat dirinya, sungguh pengecut.


Arshel sudah menunggu Audi lama sekali tapi Audi belum juga kembali, Arshel jadi khawatir, dia keluar dari restoran setelah menitipkannya pada pelanggan setia restorannya


Dia naik ke motor dan melaju dengan pelan, matanya mencari- cari sosok Audi setelah beberapa lama dia tiba di sebuah taman bermain dia berhenti disana karena menangkap sosok wanita yang dia cari, dia turun dari motornya dan berjalan mendekat, keningnya mengkerut sangat dalam saat dia juga melihat sosok pria disana, dia sudah akan mendekat dan menyeret Audi dari sana, tapi dia berhenti karena mendengar perkataan Audi


" iya, aku mau menjadi kekasihmu, aku juga sudah lama menyukaimu" pria itu berdiri dan langsung memeluk Audi, jantung Arshel seperti dipanah dengan ribuan panah, amarahnya memenuhi rongga dadanya, apa - apaan ini, Arshel ingin sekali memukul pria itu hingga hancur tapi saat dia melihat senyum bahagia dibibir Audi itu membuatnya lemah sekaligus sakit


Arshel melangkah mundur tiga kali sebelum dia berbalik dan pergi dari sana, dia membawa motor dengan kencang sekali menghiraukan makian dari orang- orang yang hampir dia tabrak, hatinya seperti diremas, saat dia mengingat kejadian tadi, Arshel sungguh membenci semua ini dia ingin membunuh pria itu, tapi Audi, dia lemah karena wanita itu.