AUDI [ This Love ]

AUDI [ This Love ]
12



Hari ini sedikit cerah tidak seperti kemarin yang hujan dari pagi hingga sore hari meski hanya hujan gerimis


Audi berjalan di lorong kampus sendirian dengan buku- buku di pelukkannya pikirannya hari ini sedikit kacau karena tugas yang di berikan dosennya belum selesai semua sedangkan waktu yang diberikan tinggal sedikit, saat dia berjalan dengan pikiran itu tak sengaja dia menabrak seseorang


Braakkkk


" maaf, maaf aku tidak sengaja" kata Audi sambil berjongkok mengambil buku- bukunya yang berserakkan


" tidak masalah" kata laki- laki itu dengan senyum miringnya dia melihat Audi dari atas hingga bawah entah apa yang dia pikirkan, dia juga ikut membantu Audi


" terima kasih, sekali lagi maaf"


" tidak masalah, aku tidak apa- apa"


" kalau begitu aku pergi dulu"


" tunggu dulu boleh aku tahu siapa namamu?"


"Ehh...namaku Audi Townsend"


" namu mu cantik seperti orangnya, namaku Jake Heaton" sambil mengulurkan tangannya, Audi melihatnya ragu- ragu tapi akhirnya dia membalas jabat Jake


Audi merasa tidak nyaman dengan genggaman Jake karena jari jempol pria itu mengelus tangan Audi dan membuat Audi risih, Audi menarik tangannya tapi Jake tetap menggenggam tangan ya erat.


Baru Audi akan berbicara sebuah tangan menarik kerah baju Jake dan meninju wajahnya, Audi kaget melihat itu karena Arshel orang tersebut, Arshel memukul Jake dengan dua pukulan di wajahnya setelah itu mendorong Jake menjauh


Wajah Jake merah padam karena amarah, dia begitu membenci Arshel kalau saja dia tidak ingat kalau Arshel itu masih ada hubungan dengannya dia pasti sudah akan menghajarnya


" jangan pernah mengganggunya" kata Arshel dengan mata tajam nya pada Jake, sedang kan Jake hanya mendengus sinis seolah merendahkan Arshel, mereka masih saling tatap- tapan dengan tajam sebelum Arshel memalingkan wajahnya dan menarik Audi pergi dari sama, Jake masih berdiri disana dan dua temanya yang baru keluar dari ruang kelas mendekatinya


" boss apa kamu baik- baik saja?" Tanya salah satu temannya saat dia melihat sudut bibir Jake yang terluka,


sedangkan mata Jake masih menatap kepergian Arshel dengan mata penuh dendam


" aku akan menghancurkan mu Arshel Simpson, aku bersumpah" kata Jake dengan mengepal kedua tangannya erat


Kedua temannya bingung mendengarnya meski mereka tahu bahwa bossnya memang sangat membenci Arshel


" boss lebih baik lukamu di obati dulu" kata temanya yang bernama Edward, Jake tidak menjawab, dia pergi dari sana dengan di ikuti kedua temannya


***


Arshel masih menarik tangan Audi, dia tidak tahu kenapa, tapi dia merasa marah dan kesal saat melihat Jake dan Audi berpegangan tangan, ada sesuatu di dalam hatinya yang tidak senang melihat hal tersebut


" Arshel" Kata Audi agar Arshel berhenti menarik tangannya


Saat Arshel mendengar suara Audi dia berhenti tapi belum melepaskan tangannya dari Audi, dia berbalik menghadap Audi menatapnya dengan serius Audi jadi malu sehingga di memalingkan kesamping untuk menutupi rasa malunya


" tatap aku" kata Arshel dengan suara tegasnya, Audi yang mendengarnya langsung menatap Arshel


" jangan lagi berbicara dengan laki- laki itu dan bahkan jangan berdekatan denganya" Kata Arshel dengan menggenggam erat tangan Audi


Audi bingung mau menjawab apa, dia merasa suasana seperti ini terasa aneh


" apa kamu mendengarnya!" kata Arshel geram, Audi tersentak saat Arshel menaikan nada suaranya, Audi hanya menganggukan kepalanya pelan


Setelah Audi mengiyakan, Arshel melepaskan tangan Audi dan pergi dari sana dengan santai, Audi masih mematung disana dia merasa seperti wanita yang baru saja di marahi kekasihnya kerena bersama dengan pria lain


" aku pusing sebenarnya ini apa?" kata Audi menggeleng kepalanya frustasi, dia melihat Arshel yang sudah sangat jauh, lagi- lagi dia mengelengkan kepalanya tidak mengerti


" otakku sudah kacau karena tugas, aku harus segera sadar, lebih baik aku ke kelas ".


***


Audi dan Sandra sudah selesai kuliah, sekarang mereka berdua sedang berjalan menuju restoran Arshel


" Audi?"


" ehmmm"


" apa kamu tidak punya kekasih?'


"kenapa kamu bertanya?"


" aku bertanya kamu malah bertanya kembali"


" tidak, aku tidak punya kekasih"


" kenapa? Kamu kan cantik harusnya banyak yang suka"


Audi seorang gadis yang cantik dengan rambut coklat yang berkilau, mata hazel yang indah dengan postur tubuh yang bagus wajahnya bersih tanpa noda mulus dan kulitnya putih, dia juga mempunyai lesung pipi di pipi kanannya yang membuat orang betah melihatnya lama- lama


" benarkah? aku rasa laki- laki tidak suka wanita seperti aku" kata Audi dengan tersenyum pahit


" tidak, aku rasa mereka hanya buta tidak bisa melihat berkilau nya kamu" kata Sandra dengan semangat itu membuat Audi tertawa


" Sandra kamu memang teman terbaik" kata Audi sambil mengandeng tangan Sandra dan menatapnya dengan senyum bahagia


***


Suasana di restoran berjalan seperti biasa ada Simon dan Sony dan kekasihnya, entah kenapa mereka selalu ada, seakan mereka memang menjadwalkan waktu disana


" kenapa kalian setiap hari kesini?" Tanya Arshel


Tiga orang yang merasa tersinggung mendengar pertanyaan Arshel menyipitkan mata mereka menatap Arshel yang berdiri didepan mereka


" memangnya kenapa ? Apa tidak boleh seorang teman datang ketempat temannya?"


Kata Simon kesal


" bukan seperti itu" kata Arshel merasa bingung untuk menjawabnya


" jadi?" kata mereka bertiga berbarengan


" hanya saja apa kalian tidak mempunyai pekerjaan?"


" tidak" kata mereka bersamaan dengan santai, Arshel yang mendengar nya hanya hanya menganggukan kepalanya, dia menarik satu kursi dan duduk di samping Simon


" oh iya Arshel bagaimana dengan Ms. Laura?" Tanya Simon pada Arshel yang sudah duduk disampingnya


" Ms. Laura? Bukannya dia Dosen kita di kampus?" sambung Sandra


" iya" jawab Sony


" memangnya apa hubungan Arshel dengan Ms. Laura?" Tanya Sandra bingung


" Arshel menyukainya, iya kan Arshel? " kata Simon tersenyum jahil dan menyenggol bahu Arshel menggodanya


Arshel yang melihatnya biasanya saja dia menatap Audi yang mengantarkan pesan untuk pelanggan


" benarkah? Wah...Arshel aku rasa kamu mempunyai keberanian yang besar, apa kamu sudah mengungkapkannya?" Tanya Sandra penasaran pada Arshel


" Dia menyukai Ms Laura dari pertama dia masuk Universitas dan


Sampai sekarang dia tidak berani untuk mengatakannya pada Ms. Laura" kata Simon dengan tertawa pelan


Audi datang ketempat mereka setelah dia mengantarkan pesanan pada pelanggan, Sandra yang melihat Audi menatap mendekat dan langsung menarik tangan Audi hingga wanita tersebut terduduk


" Audi apa kamu tahu? Arshel menyukai Ms. Laura dosen cantik di kampus kita"


Audi yang mendengarnya terdiam, ada rasa sakit saat dia mendengar bahwa Arshel menyukai wanita lain


" benarkah?" kata Audi dengan menormalkan suaranya, dia berusaha untuk menyembunyikan rasa sakitnya, air matanya bahkan akan keluar tapi dia berusaha dengan keras untuk menahannya


Sedangkan Arshel yang mendengar pertanyaan Audi sudah akan menjawabnya tapi Simon lebih dulu bicara


" Tentu saja, iya kan Arshel" Kata Simon dengan kembali menyenggol bahu Arshel menggoda pria tersebut


Sakit, hati Audi sakit sekali mendengar nya, baru saja dia menyadari perasaan cintanya pada pria tersebut dan dia sudah merasa sakit dari cinta bertepuk sebelah tangan


Arshel menatap wajah datar Audi mencoba menerka-nerka apa yang dipikirkan wanita itu setelah mengetahui kalau dia menyukai Ms Laura


" iya Aku menyukai Ms. Laura dari pertama aku masuk kuliah hingga sekarang" jawab Arshel dengan masih memperhatikan Audi, Audi yang mendengarkan tersenyum dengan manis untuk menutupi rasa sakit dan kecewa nya


Arshel yang melihat senyum Audi tersebut entah kenapa menjadi kesal, dia mengambil air minum diatas meja dan meminumnya hingga tandas


" Arshel itu pantang menyerah, kamu tahu saat Ms . Laura mengajar dia hanya memperhatikan Ms. Laura dan saat jam pelajaran selesai dia akan menghampiri Ms. Laura dan menawarkan bantuan, tapi kelihatannya Ms. Laura biasa saja" kata Simon dengan tertawa besar


pelanggan datang dan Audi berdiri untuk menghampiri pelanggan itu, mata Arshel masih memperhatikan Audi yang berdiri dan mendekati pelanggan tersebut


Audi bersyukur karena ada pelanggan yang datang karena dia merasa kalau dia lebih lama disana dan mendengar semua itu lebih jauh dia takut tidak bisa menahan perasaannya dan menangis disana dan akan membuat mereka menatap aneh Audi nantinya


Audi membawakan pesanan pelanggan dan kembali lagi kebelakang dia tidak mau duduk kembali di tempat Arshel dan teman- temannya tadi


" sayang aku pulang ya" kata Sandra


" aku akan mengantarkan mu"


" tidak usah aku akan naik Taxi saja"


" tidak, ayo" kata Sony berdiri dari kursi dan menarik tangan Sandra keluar dari restoran, Sebelum dia keluar dia berpamitan pada Arshel dan Simon


" aku di tinggal sendiri lagi" kata Simon dengan wajah sedih, Arshel yang melihatnya tersenyum


" kan Ada aku" kata Arshel


" ya, dan hanya kita berdua disini, eh...iya apa aku ajak Audi kecan ya" kata Simon semangat


senyum Arshel yang tadi ada menghilang tiba- tiba setelah mendengar perkataan Simon tentang kencan


" kenapa harus Audi?" kata Arshel dengan datar sambil menuang minuman kegelasnya dan langsung meminumnya


" Audi itu cantik, pintar dan mandiri, dia sangat cocok denganku yang pekerja keras" kata Simon dengan senyum lebarnya, mata Simon mencari- cari keberadaan Audi tanpa memperhatikan Arshel yang sudah melihatnya dengan kesal


" dimana Audi? " Tanya Simon pada Arshel setelah dia tidak dak menemukan keberadaan Audi


Arshel tidak menjawab pertanyaan Simon dan malah berdiri dari kursi


" lebih baik kamu pergi saja, aku akan bekerja dan meninggalkan mu sendiri" kata Arshel datar, Simon yang mendengar nada bicara Arshel biasa saja, dia sudah terbiasa dengan nada bicara Arshel yang sedikit kasar akhir-akhir ini


" aku akan disini saja sampai Audi selesai kerja dan mengajaknya nonton di bioskop nanti"


" Terserah" kata Arshel dengan dingin dan langsung meninggalkan Simon tanpa menatap nya, Simon merasa aneh dengan sikap Arshel sebulanan ini menggaruk keningnya bingung


**


Arshel pergi kebelakng disana dia melihat Audi yang sedang membereskan dapur


" Audi"


Audi terkejut mendengar namanya dipanggil, dia menatap kesamping saat Arshel sudah ada disampingnya


" ya ada apa?"


" tidak ada apa- apa, aku hanya melihat - lihat"


Audi hanya menatap datar Arshel dan kemudian kembali sibuk bekerja, Arshel masih setia didapur dan sesekali keluar untuk melayani pelanggan


**


" Setelah ini selesai aku akan pulang, sekarang sudan jam 9" Kata Audi sambil menyusun alat-alat dapur ditempatnya


Arshel yang mendengarnya sudah ingin membuka mulutnya untuk bicara tapi di urungkannya


Arshel masih disana sampai Audi selesai bekerja


" baiklah Aku sudah selesai "


Audi sudah akan mengambil tasnya tapi suara Arshel menghentikannya


" Audi ...."


" ya" jawab Audi, dia masih menunggu apa yang akan dikatakan Arshel, tapi Arshel masih belum juga bicara jadi dia kembali bertanya


" ada apa?"


" tidak ada"


" baiklah kalau begitu aku akan pulang" kata Audi sambil mengambil tasnya dan keluar dari dapur, Arshel yang melihat Audi pergi mengikuti Audi keluar dari dapur


Mata Audi melihat Simon yang masih duduk dikursi nya dan Audi berjalan mendekati Simon


" kenapa kamu tidak pulang ?" Tanya Audi


" ehh Audi kamu sudah selesai? " kata Simon dengan sumringah sambil berdiri dari kursi dan menghampiri Audi, Arshel yang melihat nya juga berjalan menghampiri Simon dan Audi


" ya , aku baru saja selesai, apa kamu menungguku?"


" ya, aku sengaja menunggu mu disini, aku mau mengajakmu nonton apa kamu mau?"


"Astaga...kenapa kamu menungguku hingga malam, Nonton ya? " Kata Audi berpikir apa dia menerima ajakan Simon atau tidak


" iya"


" ehm baiklah" kata Audi, Audi merasa tidak enak saat dia mengingat Simon yang menunggunya sangat lama hanya untuk mengajak nya nonton


Simon yang mendengarnya tersenyum lebar, mereka terlalu sibuk berdua hingga mengabaikan Arshel yang memperhatikan mereka berdua


"Apa kita hanya berdua?" TanyaAudi


" ya"


" aku mau ikut! " kata Arshel cepat,


Simon dan Audi menatap Arshel kaget dengan perkataan pria tersebut


***


Mereka bertiga pergi nonton bersama, Simon sebenarnya kesal karena Arshel ingin ikut, Arshel tiba- tiba saja ingin ikut padahal dia ingin berdua saja dengan Audi


Simon sudah memberi kode pada Arshel saat itu agar Arshel tidak ikut tapi dia tetap saja ikut, sedangkan Audi hanya mengiyakannya saja


Mereka sedang bingung didalam bioskop, mereka ingin nonton apa, Simon dan Audi ingin nonton film romance Action sedangkan Arshel ingin film Action saja


" aku ingin nonton ini " kata Simon dengan menunjuk poster film tersebut


" aku ingin nonton film Action" kata Arshel


" iya ini film Action" Kata Simon pada Arshel


" tidak! aku tidak mau menonton itu aku tidak suka yang ada romantis nya" kata Arshel tegas


Sedangkan Audi hanya diam saja, dia bingung kenapa dia harus berada di posisi ini di apit dua laki- laki kiri dan kanan


" Audi kamu ingin nonton film apa?"


Tanya Arshel pada Audi yang hanya diam saja


" ehmmm......aku ingin nonton film ini" kata Audi menunjuk salah satu poster film


" baiklah" kata Arshel


Simon yang mendengarnya membelalakkan matanya, dan menatap Arshel kesal, Arshel yang mendapat tatapan itu bersikap biasa saja, Simon sungguh kesal karena film yang ditunjuk Audi sama dengan film yang ingin dia tonton,  saat dia bilang ingin nonton itu Arshel bahkan membentaknya karena dia tidak mau menonton film itu tapi saat Audi yang ingin dia dengan mudah bilang baiklah


" Arshel kurang ajar "


maki Simon dalam hati, Arshel pergi dari sana setelah menarik tangan Audi untuk membeli karcis nonton, Simon mengejar mereka yang pergi lebih dulu, dia sungguh kesal dia yang ingin menonton bersama Audi kenapa malah Arshel yang bersama Audi.


***


Mereka duduk dengan Audi yang berada ditengah Arshel dan Simon, Audi awalnya merasa tidak nyaman dengan posisi ini tapi saat film dimainkan dia mengabaikan itu dan mulai menikmati filmnya sambil makan popcorn.


Simon juga sebenarnya kesal tapi ya sudah dia juga mulai menikmati filmnya, sedangkan Arshel dia mulai bosan saat adegan romantis nya, dia menatap kesamping ketempat Audi, disana dia bisa melihat wajah Audi sangat dekat entah kenapa dia ingin melihatnya terus, wajah Audi yang lembut dengan hidung sedang nya, bulu mata panjangnya dan bibirnya yang..... Arshel suka bibirnya, itu sangat cantik menurut Arshel dia ingat adegan di film tadi saat tokoh pria mencium bibir wanita di film tersebut dia jadi membayangkan dia melakukannya bersama Audi....


Arshel masih melihat Audi entah sudah berapa lama, bahkan film yang diputarkan sudah selesai, Orang- orang sudah berdiri untuk keluar dari ruangan tersebut, Audi dan Simon juga sudah berdiri yang membuat Arshel tersadar


"Apa yang aku lakukan?" kata Arshel dalam hati dia mengelengkan kepalanya kuat dan memukul kepalanya dengan tangan, dia merasa menjadi pria mesum karena memikirkan dia berciuman dengan Audi


" Arshel" kata Audi


Arshel yang dipanggil melihat Audi


" ayo kita pulang" Sambung Audi


" ya baiklah"


***


Diluar gedung bioskop, Audi sudah akan pulang naik taxi tapi Simon ingin mengantarnya, tadi saat mereka akan pergi nonton Simon berdebat dengan Arshel untuk membonceng Audi naik motor untuk ke bioskop, Simon sudah akan menarik Audi naik ke motor nya tapi lagi- lagi Arshel mengganggu


" Audi ikut dengan ku saja" kata Arshel dengan santai


" tidak, tadi Audi berangkat bersama mu sekarang pulangnya harus bersama ku"


" peraturan dari mana itu?"


" sudah aku akan naik taxi saja" Kata Audi mengambil jalan tengah


" tidak ini sudah malam, tidak baik kamu pulang sendiri" kata Simon


Arshel kesal sekali Simon sok perhatian sekali dengan Audi dia tidak suka


" Maka dari itu dia harus pulang denganku" kata Arshel tidak mau kalah


"  kamu ini, aku yang akan mengantarnya" kata Simon juga tidak mau kalah


" kenapa harus kamu?" kata Arshel dengan tegas


" lalu kenapa harus kamu? Kamu kan suka Ms. Laura kenapa kamu harus memberikan perhatian pada Audi nanti dia bisa salah paham"


Audi yang mengingat kalau Arshel menyukai Ms. Laura kembali merasakan sakit dihatinya, dia ingin jauh dari Arshel untuk saat ini


Dan Arshel yang mendengar Simon berkata seperti itu terdiam dia bingung kenapa dia harus menahan Audi untuk bersamanya


" aku akan pulang bersama Simon" kata Audi


Simon senang mendengarnya, sedangkan Arshel menatap Audi dengan pandangan sedikit tajam, jika orang lain melihatnya mungkin itu hanya tatapan bisa tapi Audi merasakan perasaan yang lain dengan tatapan itu, Apa Arshel marah pada Audi saat dia bilang akan pulang bersama Simon?


Simon sudah naik kemotornya dan disusul Audi yang naik kejok belakang


Tatapan Arshel masih sama dengan yang tadi, Audi mengerakkan tangannya memegang pinggir jeket Simon, Audi melihat lagi kearah Arshel dan tatapan itu kenapa malah membuat Audi semakin takut, Arshel masih diam disana tanpa berkata Apa- apa


" Arshel kami pulang dulu ya" kata Simon dan di susul senyuman Audi, tapi Arshel masih tidak bereaksi apa- apa tapi matanya seperti sudah akan membunuh Audi dengan tatapan itu


" Kenapa Arshel menatap ku seperti itu? " Tanya Audi didalam hatinya


Motor Simon pergi dari parkiran dan melaju dengan kecepatan sedang.