ARTELARIVAN

ARTELARIVAN
Ale-27



...# Happy Reading #...


"System bagaimana pengaruh pendeta sihir?" Tanya Rivan, saat ini ia sedang berbaring di atas kasur yang cukup empuk di bandingkan saat ia harus berdiri di altar dahulu.


[Setiap anggota pendeta sihir akan sangat di hormati karena mereka adalah orang-orang spesial dengan sihir yang lumayan kuat]


[Kedudukan mereka setara dengan bangsawan tergantung dengan jabatan apa yang mereka punya di kuil sihir]


[Kuil sihir adalah tempat mereka melakukan perkumpulan dan pusat organisasi mereka juga berada di sana]


Jelas system cukup sederhana dan dapat di mengerti oleh Rivan.


"Tahap berapa pemimpin pendeta sihir saat ini?" Tanya Rivan.


[Pemimpin pendeta sihir berada di tahap POPULASI tingkat 5, selangkah lagi ia akan masuk ke tahap EKOSISTEM]


"Ternyata rumor itu tak sepenuhnya salah" gumam Rivan.


Tok


Tok


Tok


"Tuan mari makan malam" suara Horan terdengar memanggilnya.


Rivan mulai berpikir, kapan terakhir kali ia merasakan garam?.


"Tuan?" Panggil Horan lagi.


"Iya" jawab Rivan.


Ia mulai beranjak membuka pintu melihat Horan sedang menunggunya.


"Anda baik-baik saja tuan?" Tanya Horan.


"Hm" jawab Rivan.


Horan mengangguk kemudian mereka berjalan menuju dapur yang tak jauh, karena memang rumah Horan taj terlalu besar.


Di meja makan sudah menunggu Alex dan Maria.


Rivan duduk di samping Alex sedangkan Horan duduk di samping istrinya.


Mereka mulai makan malam bersama.


"Ayah apakah aku tidak bisa ikut tes bakat?" Tanya Alex sedari tadi anak itu terlihat tak bersemangat menyantap makanannya.


Horan menoleh ke arah istrinya. Ia tak tahu harus menjawab apa.


"Ayah?" Tanya Alex lagi.


"Makanlah dulu" jawab Horan.


Alex kembali memakan makanannya walau agak di paksakan.


Rivan ketika melihat anak kecil itu selalu saja teringat akan Tarqa, teringat bagaimana anak itu sedih dan meminta sesuatu padanya, memberinya kecupan sebagai sogokan.


Tangannya mengusap rambut Alex yang cukup kasar.


Alex mendongak melihat tatapan Rivan.


"Aku lupa mengatakannya, tapi terimakasih paman sudah menyelamatkan kami" kata Alex.


Rivan hanya tersenyum tipis sebagai respon.


"Kristal sihir apa yang kamu butuhkan?" Tanya Rivan pada Horan yang sudah selesai dengan makannya, sementara Maria sedang membersihkan meja makan.


"Kristal sihir kualitas rendah sudah lebih dari cukup untuk membantu membangkitkan tubuh pada anak usia 10 tahun" jawab Horan.


Rivan mengangguk kemudian mulai menggerakkan tangannya seperti melambai ringan.


Shinggg


Sebuah lubang hitam yang terlihat menempel di udara melayang di sampingnya sebelum Rivan memasukkan tangannya mengambil sebuah kristal berwarna merah seukuran telapak tangan.


Rivan mengambilnya melalui inventori yang ada pada system, kristal itu ia ambil dari pembantaian ratusan ribu monster yang ia lakukan saat bebas.


"Aku tak tahu apakah itu yang kamu butuhkan atau bukan" kata Rivan.


Horan masih menatap takjub padanya.


"Anda siapa tuan?" Tanya Horan dengan wajah yang nampak sangat penasaran. "Sihir tuan barusan terlihat tak asing tapi aku melupakan sihir apa itu" lanjutnya.


"Bukankah sudah jelas aku juga penyihir?" Kata Rivan.


"Tuan terlalu kuat untuk seorang penyihir biasa, apakah tuan pemimpin pendeta sihir?" Tanya Horan.


"Kau tak mau?" Rivan tak menghiraukan ucapan Horan ia akan menyimpan kristal berwarna merah itu kembali, namun Horan langsung menahannya.


"Terimakasih tuan" kata Horan.


Horan menatap kristal itu dengan mata yang berbinar. "Kristal kualitas tinggi, pasti butuh waktu lama untuk membunuh Monster sihirnya, apalagi ukurannya lumayan besar" kata Horan.


"Sekali lagi terimakasih tuan" kata Horan ia menunduk dalam.


"Hm" jawab Rivan.


"Tuan benar-benar akan memberikannya? Ini pasti sangat mahal jika di jual" kata Horan.


"Ambil saja" sahut Rivan.


"Baiklah kalau begitu kembalikan" sahut Rivan mengulurkan tangannya, ia malas berurusan dengan orang yang terus menolak jika di beri sesuatu dan ujung-ujungnya tak ingin mengembalikannya.


"Ah baik tuan aku akan menerimanya dengan senang hati" jawab Horan, ia kemudian memberikan kristal itu pada Alex.


"Ayo mulai serap kita tak punya banyak waktu sebelum tes bakat" kata Horan.


"Iya ayah" Alex kemudian mengambil duduk bersila meletakkan tangannya di tengah-tengah dengan posisi saling menggenggam kristal merah itu.


Rivan melihat sebuah asap berwarna merah perlahan masuk ke tubuh Alex dan berkumpul di perutnya dan mulai membentuk lingkaran di sana.


"Bukankah lingkaran sihir harus terkumpul di jantung?" Tanya Rivan.


"Apa yang anda maksud tuan? Tahapan sihir memang terbentuk di perut" kata Horan dengan penasaran. "Bahkan puncak tertinggi BIOSFER juga mengumpulkannya di bagian perut di zaman dulu" lanjut Horan.


"BIOSFER? Bukankah masih ada yang lebih tinggi lagi?" Kata Rivan.


"Kurasa tak ada tuan, tahap BIOMA saja sudah hal yang hampir mustahil untuk di lakukan" kata Horan.


Rivan hanya diam melihat proses penyerapan sihir yang Alex lakukan.


"Berapa lama lagi ia akan dalam posisi itu?" Tanya Rivan.


"Mungkin semalaman ini tuan" jawab Horan. "Kurasa ini pertanyaan yang tak sopan tuan, namun sekarang anda berada di tahap apa?" Lanjutnya sangat penasaran.


"Menurutmu?" Tanya Rivan.


"Aku tak tahu tuan, aku tak melihat tanda-tanda adanya tahapan sihir maupun aura sihir di pusat sihir anda, bahkan jika tahapan tuan lebih tinggi, setidaknya aku dapat merasakan keberadaan sihir anda, tapi ini tidak" kata Horan. "Anda seperti bukan penyihir" lanjutnya agak takut, mengatai seorang penyihir bukan penyihir merupakan hal yang tabu dan dilarang.


Rivan hanya acuh mendengar penjelasan Horan.


"system apa yang Horan katakan?" Tanya Rivan.


[Dahulu orang-orang menggunakan jantung mereka sebagai media sihir, namun karena beresiko tinggi yang dapat terjadi karena ledakan sihir dapat menghentikan jantung, mereka beralih pada organ lain yang berada di sekitar perut mereka hal ini lebih minim resiko, hanya saja kualitas pemurnian sihirnya akan berbeda]


[Perubahan media sihir sudah terjadi 10.000 tahun yang lalu, sehingga mereka melupakan media jantung]


"Hm jadi ia tak dapat merasakan sihir ku karena media yang ia miliki dan yang kumiliki berbeda?" Tanya Rivan.


[Benar tuan]


"Pantas saja aku tak dapat merasakan sihir milik Horan, media yang kami miliki berbeda"


Horan hanya melirik ke arah Rivan yang terlihat sedang melamun, ia tak berani mengganggunya.


"Bagaimana kalau menggunakan dua media sekaligus?" Tanya Rivan pada system.


[System tak tahu tuan]


[Namun system dapat memastikan jika hal itu memiliki resiko yang sangat tinggi] lanjut system.


Rivan hanya mendengarkan ia kembali membuka inventori dan mengambil sebuah kristal berwarna ungu agak kehitaman milik monster ular.


"Tuan!" Horan melotot melihatnya.


"Ada apa?" Tanya Rivan, ia mulai mengambil posisi duduk seperti Alex dan bersiap menyerap kristal sihir itu.


"Kristal sihir premium anda sudah gila ingin menyerapnya?" Kata Horan.


"Ada apa dengan itu?" Kata Rivan.


"Perut tuan akan meledak jika tahapan anda belum sampai tingkat ORGANISME" peringat Horan.


Namun hal yang ia lihat malah membuatnya terdiam, Rivan sudah mulai menyerap kristal sihir itu, asap ungu hitam tebal mulai memberontak masuk ke dalam perut Rivan dan mulai membentuk lingkaran yang bergerak cepat.


Penyerapan Rivan semakin lama semakin intens dan cepat.


Bang


Bang


Bang


Warna ungu gelap itu berubah menjadi cincin berwarna kuning.


"Tahap jiwa?" Gumam Horan, tak mungkin tahap jiwa bisa menirukan sihirnya, dan lagi penyerapan yang harusnya untuk membangkitkan kekuatan sihir malah Rivan gunakan untuk membangun tahapan sihir?


Bang


Bang


Bang


Uhuk


Darah segar mulai keluar dari mulut Rivan, sepertinya perutnya benar-benar meledak setelah kenaikan tahapan yang begitu cepat. SEL tingkat 5.


Horan mulai panik melihatnya, namun kristal sihir yang ada di genggaman Rivan seolah bergerak tanpa kendali.


Rivan yang saat ini sedang menggenggam kristal sihir di tangannya merasakan sakit yang luar biasa saat tubuhnya mulai sakit dan kontrolnya terhadap kristal sihir itu mulai hilang.


Warna hijau dari tahapan SEL yang seharusnya bergerak melingkar di perutnya malah terlihat berantakan dan tak beraturan. Itu seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja dan bersiap menghancurkan tubuh Rivan.


______________


Bye❄️


Update besok lagi ya:v