
...# Happy Reading #...
Saat ini Rivan berjalan bersama ayah Alex yang bernama Horan untuk pulang ke rumah mereka.
"Sekali lagi terimakasih tuan telah menyelamatkan kami" kata Horan
Telinga Rivan mulai sakit menanggapi ucapan tulus itu pasalnya Horan sudah mengatakannya puluhan kali selama perjalanan.
"Apa yang kalian lakukan sampai berakhir di sana?" Tanya Rivan, tentunya ia menggunakan bahasa bangsa Vali.
"Anakku sudah berusia 10 tahun, kami mencari binatang sihir agar sihir yang ada di tubuhnya dapat di keluarkan" kata Horan yang masih menggendong Alex yang terlihat sangat kelelahan.
"Binatang sihir?" Tanya Rivan.
"Iya tuan, seminggu lagi akan ada tes bakat untuk anak usia 10 tahun tak jauh dari kota" wajah Horan terlihat agak lesu.
"Mungkin Alex tak akan ikut karena kami belum mendapatkan binatang sihir" lanjutnya.
"Kenapa harus dengan binatang sihir?" Tanya Rivan.
"Bukankah kristal sihir bisa mengeluarkan potensi diri tuan?" Horan berkata dengan menatap aneh pada Rivan.
"Kristal sihir?"
"Iya tuan, kristal sihir di dapat dari binatang sihir, anda tak tahu? Bukannya itu adalah pengetahuan umum?"
Rivan tak jawab karena sekarang ia sibuk bertanya pada system hal-hal yang menjadi pengetahuan umum di dunia sihir ini.
Tatapan Rivan beralih pada punggung Alex, ia menatap sedu anak itu.
"System, bagaimana kondisi Alegtarqa Dominic?" Tanya Rivan penuh harap.
[System tak tahu tuan, akses system ke dunia yang lama telah terputus oleh dimensi] jawab System.
Raut wajah Rivan berubah masam dalam hati ia bertekad menemukan cara untuk bisa kembali ke dunianya dulu.
[Namun system memperoleh informasi bahwa waktu di dunia ini dan dunia lama tuan berbeda] jawab system bagai angin segar untuk rivan.
"Berapa perbandingannya?" Tanya Rivan, walaupun perbandingannya hanya 1:2 namun hal itu masih dapat mempertemukan ia dengan Tarqa yang sudah pasti usianya sekitar 50 tahunan.
[1:10, Satu tahun di dunia lama tuan sama dengan 10 tahun di dunia ini] jawab system.
Jantung Rivan berdegup kencang mendengarnya ia sangat senang akan hal itu.
Berarti usia Tarqa sekarang adalah 14 tahun.
"System bagaimana cara agar aku bisa kembali ke duniaku yang lama?" Tanya Rivan penuh tekad.
[System tak tahu] Jawab system.
"Ck" Rivan merasa kesal karenanya. "Apakah ada kemungkinan?" Tanya Rivan.
[Menganalisis......
38% persentase tuan bisa kembali ke dunia yang lama]
Rivan mengangguk, setidaknya masih ada harapan.
"Tuan? Kita telah sampai" kata Horan mengalihkan perhatian Rivan.
Rivan melihat sekitar, hanya ada satu rumah di sana, tak terlalu besar namun juga tak terlalu kecil.
Pintu rumah Horan terbuka memperlihatkan seorang wanita yang terlihat sangat khawatir.
"Kalian baik-baik saja?" Tanyanya pada Horan dan Alex.
"Iya, tuan itu menolong kami dari masalah" jawab Horan.
Wanita itu melihat pada Rivan.
"Terimakasih tuan telah menyelamatkan keluarga saya" katanya dengan sedikit membungkuk, mata Rivan malah salah fokus ke arah belahan yang ada di sana.
Oh ayolah Rivan itu perjaka tua, bendungan besarnya sudah sangat penuh, jangan memancing di sana takutnya kalian akan tenggelam.
Rivan segera menggelengkan kepalanya.
"Ada apa tuan?" Tanya Horan merasa keheranan.
"Tidak apa, biarkan anakmu istirahat" kata Rivan.
"Baiklah mari masuk tuan" ajak Horan.
Rivan mengangguk kemudian berjalan masuk menyusul kedua pasangan yang telah masuk lebih dulu itu.
"Aku akan menyiapkan kamar untuk tuan sebentar, silahkan menunggu di sini" kata wanita itu kemudian pergi.
Rivan duduk di atas karpet jerami di ruangan yang nampak seperti ruang tamu.
Tak lama Horan datang.
Rivan mengangguk sebagai respon.
Terjadi keheningan untuk beberapa saat.
"Aku penasaran dengan tes bakat yang kamu maksud tadi" kata Rivan.
"Anda tak mengetahuinya tuan?" Tanya Horan.
"Kurasa aku melupakannya, terjadi kecelakaan beberapa waktu yang lalu" jawab Rivan beralasan.
Sebenarnya ia bisa saja menanyakannya pada system, namun ia merasa butuh teman bicara saat ini.
"Setiap 5 tahun sekali, anak yang berusia 10 hingga 13 tahun akan di uji bakatnya oleh pendeta sihir" kata Horan mulai menjelaskan.
"Selain pendeta sihir, master tahap ORGANISME juga akan ada di sana untuk mengambil beberapa murid untuk di bawa ke akademi dan di latih menjadi penyihir yang kuat"
"Kenapa harus tes bakat?" Tanya Rivan.
"Tentu saja untuk mengetahui apakah sihir anak itu berguna atau tidak" jawab Horan.
"Ada sihir yang tidak berguna?" Tanya Rivan sedikit bingung.
"Tentu saja banyak" jawab Horan cepat.
"Apa itu?" Tanya Rivan.
"Beberapa sihir terlihat aneh dan tidak normal, contohnya saja sihir yang kumiliki" kata Horan, ia tertunduk lesu mengatakannya.
"Sihir sampah?"
"Ya" jawab Horan, ia mulai menutup matanya dan membuka telapak tangan, bola kecil yang kerasnya seperti besi mulai keluar dari sana, ukurannya hanya sebesar kelereng.
"Ini hanya berguna untuk melempar burung" katanya.
"Bagaimana kamu melakukannya?" Tanya Rivan merasa sedikit terhibur melihat prosesnya.
"Simpel saja, alirkan sedikit energi sihir ke telapak tanganmu tuan" kata Horan.
Rivan mulai melakukan apa yang di katakan Horan tanpa menunggu apa yang selanjutnya Horan katakan.
"Itu takkan bisa tuan, karena elemen ini adalah elemen yang tak normal dan sampah" kata Horan saat melihat Rivan mulai menutup matanya.
Namun perkataan Horan harus ia telan kembali saat melihat bola yang lebih besar dari miliknya muncul di tangan Rivan.
Rivan membuka matanya menatap bola yang seukuran bola pingpong itu, ia mencoba mengubah bentuknya menjadi sebuah senjata lempar.
Tak
Senjata yang telah berhasil ia buat itu menempel sempurna di tiang kayu yang cukup jauh dari tempatnya.
Horan menatapnya takjub.
"Anda juga memiliki elemen yang sama tuan?" Tanya Horan.
Rivan mengangkat bahunya "Anggap saja seperti itu"
"Tahapan apa kau sekarang?" Tanya Rivan.
"Bukankah itu pertanyaan yang tak sopan tuan?" Kata Horan agak takut.
"Oh benarkah?" Kata Rivan.
"Sekarang saya berada di tahap SEL Tingkat 4 beberapa langkah lagi akan memasuki tahap Jaringan" jelas Horan.
Rivan mulai menghitung perbedaan kekuatan miliknya dan milik Horan. Cukup jauh ah tidak sepertinya kata sangat jauh lebih cocok. Dari SEL ke tahap LEGENDA setidaknya melewati 7 Tahapan. Dan menurut system perbedaan tingkat 1 dan 2 saja sudah seperti jarak langit dan bumi.
"Siapa orang terkuat saat ini? Dan di tahap apa dia?" Tanya Rivan.
"Aku kurang tahu tuan, namun ada rumor yang mengatakan pemimpin pendeta sihir berada di tahap POPULASI tingkat 3" kata Horan.
"Sepertinya pendeta sihir adalah orang yang sangat terhormat?" Kata Rivan.
"Tantu saja! Semua orang ingin menjadi pendeta sihir" sahut Horan.
"Hmm baiklah terserah kau saja" jawab Rivan.
"Maaf mengganggu tuan, kamar anda sudah siap" kata Maria yang datang dari arah belakang.
"Baiklah, kalau begitu aku istirahat dulu" jawab Rivan kemudian mengikuti ke arah Maria yang terlihat akan mengantarkannya.
_________
Wkwkwkwk, jangan protes.
Bye❄️