ARTELARIVAN

ARTELARIVAN
Ale-25



...# Happy Reading #...


[System telah di perbarui]


[Menyinkronkan ulang dengan tubuh pemilik]


[System telah menyatu dengan sempurna dengan tubuh pemilik]


[Memindai Tubuh pemilik]


[Ingin membaca data?]


Rivan menatap pada layar transparan di hadapannya.


"Ya" jawab Rivan


[ Data Pemilik


Nama : Artelarivan Dominic


Umur : 127 Tahun


Penampilan : 45/100


Kekuatan : ∞/100


Kecerdasan : 80/100


Keberuntungan : 60/100


Tahapan Sihir :


• Tingkat Legenda tingkat 1


Keterampilan :


•Pikiran


•Pedang


Poin Pengetahuan : 100.000.000


Kekayaan : 0 Gold]


System menampilkan keterangan dirinya yang tentunya banyak hal yang tak di ketahui oleh Rivan.


"127 Tahun?" Pikir Rivan melihat umurnya yang ternyata sudah terlalu tua. "Mungkin sudah dapat di catat di genius books of rekor sebagai manusia tertua yang masih perjaka" pikir Rivan.


Rivan kembali meneliti layar di sana. "Hm? Penampilan ku hanya 45%? Kenapa sedikit sekali" gumam Rivan.


[Tuan ingin melihat diri anda?] Tanya System.


"Ya?" Jawab Rivan dengan nada yang sedikit ragu.


Layar transparan di hadapannya berubah ukuran menjadi lebih besar sebelum akhirnya memantulkan dirinya di sana layaknya cermin.


"Astaga, harusnya itu 25%" kata Rivan saat melihat penampilannya yang sangat-sangat tidak layak.


Rivan kemudian melanjutkan kembali melihat data dirinya sendiri.


"Hm? Tingkat sihir apa itu?" Tanya Rivan.


[ Saat ini tuan sedang berada di tahapan sihir legenda tingkat 1]


[Tuan ingin melihat tahapan-tahapan sihir?]


"Ya"


[ Tahapan Sihir


• Roh 20 Tingkat (Putih)


• Jiwa 20 Tingkat (Kuning)


• Sel 5 Tingkat (Hijau)


• Jaringan 5 Tingkat (Merah muda)


• Organ 5 Tingkat (Merah)


• Sistem Organ 5 Tingkat (Biru muda)


• Organisme 5 Tingkat (Biru)


• Populasi 5 Tingkat (Ungu muda)


• Komunitas 5 Tingkat (Ungu)


• Ekosistem 5 Tingkat (Kelabu)


• Bioma 5 Tingkat (Silver)


• Biosfer 3 Tingkat (Hitam)


• Legenda 3 Tingkat (Emas)


• Legenda Semesta 3 Tingkat (Jantung kristal)


• Pencipta Benda 2 Tingkat (Jantung Delima)


• Pencipta Alam 2 Tingkat (Jantung Alam)


• Pencipta Kehidupan (Jantung Sihir)


• .....


•.....


•.....]


Rivan terdiam mengamati deretan huruf di hadapannya.


"Jadi sekarang aku sudah lumayan kuat?" Tanya Rivan.


[Tempat saat ini dapat di pastikan Tuan adalah yang terkuat] jawab system.


"Hufft baguslah" gumam Rivan, ia adalah orang yang sangat tak suka di tindas.


"Baiklah kalau begitu ayo cari sungai terdekat untuk membersihkan diri" kata Rivan, ia mulai merasa semangat kembali karena sudah bebas dari altar yang menahannya selama 100 tahun.


[Tuan ingin system memandu jalan?] Tanya System.


"Bisakah?"


[ Peta perjalanan]


Rivan menatap takjub layar transparan di hadapannya, ia kemudian berjalan sambil sesekali melihat peta itu.


Saat berjalan ia tak menemukan monster apapun mungkin karena mereka sudah mati semua.


"Pembaharuan mu sangat pesat, apa saja yang bisa kamu lakukan?" Tanya Rivan pada system, sekarang ia telah berada di sebuah aliran sungai yang tak terlalu deras sambil mencuci janggut dan rambutnya yang sudah terlalu panjang.


[Ada menu shop, inventori, dan navigasi pada system, tuan ingin mencoba?]


Rivan mengangguk "Peta tadi navigasi kan? Sekarang buka menu shop"


Rivan melihat apa saja yang dapat di beli di sana. Ia mencari senjata modern berupa pistol atau setidaknya sepeda motor seperti Mob tapi nihil tak ada.


Yang di jual shop hanyalah bahan mentah, Tanaman, daging, kain, peralatan dapur dan beberapa sumber daya alam. Ya setidaknya itu cukup untuk sekarang.


"Beli kain dan jarum, aku akan membuat pakaian dulu, beli juga gunting dan cukur kumis"


[Berapa banyak kain, jarum, gunting dan cukur kumis yang tuan butuhkan?] Tanya System.


Rivan mengangkat alisnya, ternyata system tak dapat melakukan perintah yang kurang spesifik.


"Kain 5 meter, jarum 1, gunting 1, dan cukur kumis 2"


[Tuan harus membayar sebanyak 9 PP]


"PP apa itu?" Tanya Rivan.


[Poin Pengetahuan]


"Oh itu, aku melihatnya tadi, itu cukup banyak, dari mana itu semua?"


[Tuan memiliki banyak pengetahuan dari membaca dan mempelajari banyak buku]


"Baiklah bayar semuanya" Rivan mengangguk mengerti atas penjelasan singkat system.


[Terimakasih telah melakukan pembelian] sahut system sudah seperti Spg yang berjualan.


Rivan melihat barang-barang yang di belinya tadi sudah terletak di atas rerumputan yang cukup tebal berjalan mendekat memotong kain lebih dulu untuk di lilitkan pada tubuh polosnya.


Setelah itu ia menggunting rambutnya sebatas bahu dan mencukur habis jenggot serta kumisnya.


Terlihat wajah Rivan yang masih nampak muda dan lebih segar.


Rivan kemudian mulai membuat pola dan menjahit kain yang sudah ia gunting menggunakan benang yang harus kembali di belinya dari system karena tadi ia lupa.


Lama menjahit manual dengan tangan, akhirnya Rivan selesai dengan bajunya, ia menggunakannya.


"Lumayan" gumam Rivan sambil mengatur tampilannya agar terlihat lebih rapih.


"System?" Tanya Rivan.


"Cari desa terdekat" perintahnya.


[Peta perjalanan]


Rivan mengangguk kemudian mulai menuju ke arah gambar beberapa rumah yang terletak cukup jauh.


Meloncat sambil berlarian di atas dahan pepohonan, sesekali ia berlari di atas tanah.


Kaki panjangnya bergerak sangat cepat hampir secepat cahaya, hembusan angin dan suara binatang menemani setiap langkahnya yang ringan.


Tak butuh waktu lama dengan kecepatan itu ia sampai di pinggiran hutan.


"Ah iya, sekarang kita berada di dunia apa system?" Tanya Rivan, langkahnya sudah berhenti.


[Kita berada Di dunia Sihir tuan] jawab system.


"Oh bisa jelaskan secara singkat?"


[Dunia sihir ini memiliki 7 Benua


•Velkasas


•Berborat


•Amioland


•Kalandra


•Perparas


•Kokana


•Tirlanka


Setiap benua memiliki penguasa(Raja)


Saat ini Tuan sedang berada di benua Velkasas


Yang di huni oleh manusia sebagai mayoritas.


Lebih tepatnya di pedesaan yang jauh dari pusat kerajaan.


Hanya ada 1 kerajaan di benua ini.


Velheasa adalah kerajaan manusia dan juga pusat kehidupan benua ini]


Roarrrrr


Baru saja akan bertanya kembali, suara yang cukup keras terdengar di telinganya, Rivan memperkirakan jaraknya kurang dari satu kilometer dari posisinya saat ini.


Dengan cepat ia menuju ke sumber suara.


"Alex cepat lari" teriak suara seorang pria dewasa yang sedang bertarung melawan seekor beruang yang cukup besar.


Rivan terkejut sejenak mendengar teriakkan itu, bahasanya sangat mirip dengan bahasa bangsa Valingalingxa.


Rivan memperhatikan dari jarak yang tak terlalu jauh, pria dewasa yang sepertinya ayah Alex itu sepertinya akan mengorbankan diri untuk anaknya, sedangkan sang anak juga nampak tak ingin meninggalkan ayahnya sendirian.


Alex melempari batu-batu kecil pada beruang, namun tentunya itu tak berdampak sama sekali, malahan beruang itu melompat melewati ayahnya dan berlari mengejar Alex.


"Alex!" Ayah Alex berteriak panik saat melihat anaknya yang sedang di kejar beruang yang 4 kali ukuran tubuhnya sendiri.


Alex berlari dengan sekuat tenaga, namun langkah kakinya yang kecil tentu saja tak mampu mengalahkan kecepatan beruang.


Roarrrrrr


Beruang itu menangkap kaki Alex, kukunya yang tajam melukai betis anak itu.


Beruang mulai mengangkat tubuh Alex dan membuka mulutnya lebar bersiap menghancurkan tulang tengkoraknya.


Crashhhh


Bukh.


Alex terjatuh dari cengkeraman sang beruang yang sudah tanpa kepala, terlihat jelas ketakutan di wajahnya.


Rivan berhasil memotong kepala beruang itu dengan pisau dapur yang dia beli dari system kemudian berjalan mendekati Alex.


Matanya yang tajam menatap dalam Alex, pancaran kerinduan terlihat jelas di mata Rivan.


Ah... Dia rindu dengan bocah itu bagaimana kabarnya sekarang? Mungkin Tata nya sudah tiada termakan usia pikir Rivan.


"Terimakasih tuan" kata Ayah Alex yang baru saja sampai, ia memeriksa kondisi anaknya. Beruntung luka di betisnya tak terlalu parah.


"Hm" jawab Rivan.


____________


Part perkenalan dunia baru:v


Bye❄️