ArkaSha with Niki

ArkaSha with Niki
Ketahuan



Hari ini Shanna keluar dari rumah sakit, dalam hitungan sudah dua hari ia tak berkabar dengan Alruni. Hal yang ia sesali yaitu, benar saja ia harus tinggal di rumah abangnya. Ternyata mamanya sudah menyiapkan perlengkapannya dalam dua koper yang sudah terletak manis di rumah abangnya.


Di lain sisi, ia sudah tak sabar membuka WhatsApp nya. Ia ingin melihat ratusan spam dari teman-temannya. Terkhusus ia ingin membalas pesan dari Alruni yang mungkin sedari kemarin sudah menyumpah serapah Shanna, karena tidak diberi kabar. Ia sangat merindukan sahabat sedari kecilnya itu.


Niki Imoet 😀


Gada kuota buk? Masa offline mulu


Aaaaa..Reyy jawab gue


Lo kemana sih? Gue udah ke rumah tapi lo gada


Udah 2 hari, ga rindu gue apa


Sangat tidak berperasaan anda


Reyy…gue janji dh ga jahilin lo lagi


Lo aktif dong


Tiap gue ke rumah, mama papa gada


Gue udah ke danau biasa, lo juga gada


^^^Udah selesai ngomongnya pak?^^^


^^^Khawatir banget..jadi rindu 😻^^^


Baru muncul lo!!😀


Kemana aja? Masa kuliah ditinggal


Ga lucu tau ga


^^^Pelan-pelan pak 😏^^^


Gue ke rumah sekarang


^^^Gue ga di rumah^^^


Dimana? Gue susulin


^^^Rumah bang Diksa^^^


Otw sayang😘


Melihat notifikasi dari Shanna membuat Alruni lega, namun tak lupa ia juga merasa kesal kepada Shanna yang terlihat santai ketika tak memberinya kabar. Tak ia ketahui, Alruni akan sangat frustasi tanpa melihat batang hidung Shanna sehari saja. Ia menyalakan sepeda motornya, lalu melaju kencang menuju rumah Diksa. Ya, ketika ia berangkat kampus sendiri ia akan mengendarai sepeda motor, namun terkadang jika Shanna membersamainya ia akan membawa mobil milik Ayahnya.


Sesampainya di kediaman Diksa, ia melihat mobil Papa Shanna disana. dalam pikirannya mungkin keluarga ini sedang berkunjung, namun tak kalah benaknya juga mengherankan kondisi ini. tumben mereka berkumpul di rumah Diksa. Alruni sangat mengetahui keluarga ini, ia ibarat anak lelaki kedua setelah Diksa. Namun dari lain orang tua.


Ia membuka pintu bercat putih itu, langsung saja keramaian keluarga ini memenuhi penglihatannya ketika mereka juga menoleh ke arahnya. Sudah seperti biasa, ia tak segan akan berteriak di hadapan keluarga Shanna.


Cowok itu kemudian menyalami satu persatu orang yang lebih tua darinya itu, kemudian bergegas ingin melempari Shanna dengan bantal sofa yang tersedia di rumah Diksa. Kedua orang tua Shanna memaklumi hal ini, mereka paham Alruni pasti akan marah jika Shanna menghilang tiba-tiba.


β€œ lo seneng kan, ngilang tanpa jejak dari gue! Ha!” ucap Alruni sambil berkacak pinggang ke arah Shanna yang tak berhenti tertawa, tanpa merasa bersalah Shanna kembali melempari Alruni dengan bantal yang sama. Hal itu membuat Alruni merasa geram.


β€œ maaf, bapak Niki..”


β€œ ma..masa Reyy minta maaf.” Rengek Alruni kepada Mama Tantri, ia semakin kesal dengan jawaban Shanna.


β€œ niki ada ke rumah nak?” Tanya Mama Tantri memandang prihatin Alruni. Anak yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri, begitu juga dengan Papa Shanna.


β€œ tiap hari Niki ke rumah ma, yang ada cuman Pak Tarjo. Gada siapa-siapa.” Jawab Alruni yang kemudian mendapat elusan di bagian pundaknya. Hal itu dilakukan oleh Papa Shanna. Mendengar hal itu, Alruni memperbaiki posisinya duduk di sofa seberang Shanna.


β€œ selesain deh masalah kamu sama Reyy, papa ga ikutan ya Nik.” Pria paruh baya itu meninggalkan kedua pemuda itu. Alruni tidak tinggal diam, ia kembali mengintrogasi Shanna. Jika kalian menanyakan, Diksa sedang tidak berada di rumah. Secara ia kan Dokter pasti sibuk kerja di rumah sakit, begitu juga dengan Gita tengah sibuk berkutik di Boutique miliknya.


β€œ jelasin ke gue Reyy..”


β€œ nih..” shanna memperlihatkan kantong obat yang ia miliki, menandakan selama dua hari ini ia sakit. ia selalu begitu, jika sakit, ketika sudah sembuh barulah ia bercerita dengan Alruni.


Ketika mendapati sesuatu yang disodorkan Shanna, mata Alruni membelalak. Ternyata gadis dihadapannya ini sakit selama ini. tentu saja Alruni semakin geram, kenapa gadis ini tidak memberi tau nya? Hal ini hanya akan membuat Alruni merasa tidak berguna sebagai sahabat sekaligus orang paling dekat dengan Shanna.


β€œ lo sakit?” Tanya Alruni, dibalas anggukan oleh Shanna sambil meraih jus mangga yang terletak di atas meja di hadapannya.


β€œ tuhkan…ko ga kabarin gue?” kata Alruni dengan tatapan khawatirnya.


β€œ takut ngerepotin..” hal yang menjadi alasannya menyembunyikan ini dari Alruni. Namun Alruni tidak menerima alasan itu, ia merasa tak dianggap oleh Shanna.


β€œ Reyy…kita ga kenal setahun dua tahun ya, gue kenal lo seumur hidup lo. Apa itu alasannya lo sembunyiin semuanya dari gue.”


β€œ lo jangan simpan sakit lo sendiri, gue mau direpotin asalkan itu lo. Apa gunanya gue? Kalau diam-diam lo sakit sendiri, gue ada Reyy..” penjelasan panjang keluar dari mulut Alruni.


β€œ terharu gue pak…” shanna tersenyum mendengar penuturan Alruni. Namun itu tak membuat hatinya luluh, sampai kapanpun ia takkan mau berbagi kesakitannya pada Alruni. Toh jika ia sudah sehat ia bercerita juga.


β€œ gue ga becanda! Gue uring-uringan tau ga, ngeliat lo ngilang gini. Setidaknya kasih gue kabar, biar gue lega.” Sambung Alruni matanya berkaca-kaca. Shanna adalah perempuan berharga di hidupnya setelah mamanya.


β€œ jangan sedih gitu…ga bisa gue liatnya.” Timpal Shanna sambil menelungkupkan kedua telapak tangannya di permukaan wajahnya, ia mengusap wajahnya.


β€œ sekarang udah gimana? Masih sakit lagi?” Tanya Alruni.


β€œ lo bisa liatkan? Gue udah jauh lebih baik. Gue udah mendingan Nik..” shanna menegakkan punggungnya meregangkan kedua tangannya menambah kekuatan pada dirinya.


Alruni menatap lama dan lekat Shanna. Benar saja, keliatannya gadis ini sudah membaik. Hal itu membuatnya jauh lebih lega, kekhawatirannya perlahan menghilang.


β€œ besok bareng gue ke kampus, tuan putri kan baru pulih..” kata Alruni dengan manis membuat Shanna terdiam sejenak, kemudian dengan cepat menggeleng.


β€œ gak usah..gue berangkat sendiri. Gue tinggal di sini untuk sementara, lo bakal lebih jauh lagi jemput gue.” Ucap Shanna. Perkataan Alruni sebenarnya ada benarnya, ia sangat malas jika akan mengendarai motor. Namun jarak rumahnya dengan abangnya kurang lebih 4 KM. hal itu akan membuat Alruni repot menjemputnya dengan jarak yang semakin jauh.


β€œ gue jemput pokonya..” paksa Alruni. Shanna hanya mengangguk tanpa menolak lagi.


Tidak ingin Shanna kelelahan merupakan alasan Alruni tetap bersikukuh ingin mengantar jemput Shanna beberapa hari ini. alruni hanya ingin Shanna pulih dengan cepat, ia takkan membiarkan Shanna sakit lagi.