
Shanna memutar bola matanya malas. Pria dihadapannya ini sangat cerewet menurutnya.
"Nikk...gue haus.." Rengek Shanna sambil memegangi lehernya. Alruni dengan cepat meraih segelas air putih disampingnya, lalu menyerahkan keada gadis itu.
"kenapa bisa kecelakaan?" tanya Alruni.
"karna lo ga jemput gue.." ucap Shanna sembarangan berniat mengolok-olok Alruni.
" yaudah deh...lain kali gue jemput dh. manja banget cabin gue.." lipatan tercipta di kening Shanna. ia keheranan dengan reaksi Alruni, tumben pria ini tidak merasa bersalah. Ia salah mangsa ternyata.
"sshhh...." Shanna merasakan nyeri di kepalanya, mungkin saja itu berasal dari luka yang berada di kepalanya. Ia berdoa, semoga saja penyakitnya tidak terdeteksi oleh Dokter yang menanganinya.
" bagian mana yang sakit? gue ga bisa pegang lo...perlu gue panggilin dokter?" Shanna tersenyum mendengar penuturan Alruni. Bagaimana tidak, ia salut dengan Alruni yang begitu menjaga jarak dengannya untuk tidak menyentuh Shanna sedikit pun. bahkan siapapun pasti tau jika mereka sudah lengket seperti perangko.
" heii..Reyy! bisa-bisanya senyum, gue lagi panik juga. Gue panggil dokter?" gelengan cepat pertanda balasan dari Shanna.
Alruni menghela napas pelan. "makan dulu ya? gue suapin, kata mama kalau lo udah bangun wajib di kasih makan. jangan bilang, lo mau biarin gue diomelin mama nanti." jelas Alruni. Memang benar, sebelum kedua orang tua gadis itu meninggalkan Alruni seorang diri yang menjaga Shanna mereka menitip pesan. mereka tidak khawatir sama sekali jika Shanna bersama Alruni, toh Diksa juga berada di rumah sakit ini.
"iyaa..." balas Shanna singkat, kemudian menikmati suapan lembut dari Alruni.
Arkana memarkirkan motornya di parkiran yang tepat berada di hadapan gedung fakultasnya. kedatangannya tak sedikit di pandangi oleh sebagian mahasiswa. Ia menganggap hal itu biasa, mereka tidak tau saja pikirannya tengah kacau sekarang. Ia menuruni motornya kemudian berjalan gontai menuju kelasnya. Beberapa langkah ia berjalan, seseorang memanggilnya membuat Arkana menoleh ingin melihat dari mana sumber suara itu.
Ternyata itu Davi, yang ia lihat tengah berlari kecil menghampirinya.
"pagi bro..." ucap Davi menepuk pelan bahu Arkana. Davi merupakan satu-satunya orang yang Arkana percaya setelah Mamanya, pria ini sudah menjadi orang yang berada disampingnya sedari SMA. Tak heran jika Davi sudah mengetahui seluk beluk hidup yang dialami Arkana.
Arkana menanggapi ucapan Davi hanya dengan sebelah alisnya ia angkat. Kemudian keduanya melanjutkan perjalanan agar sampai di kelas masing-masing.
"gue tau lo pasti ada masalah...semangat Ar..." batin Davi ketika menyadari raut wajah dan aura Arkana yang berbeda dari biasanya. Ia sudah tau bagaimana keadaan keluarga Arkana, bagaimana sikap Papa Arkana. Karena selama ini Arkana selalu bercerita kepadanya, mustahil seorang lelaki juga memendam luka. Arkana juga ingin melupakan sejenak masalah-masalahnya. Jika bukan cerita ke Davi, ia harus cerita ke siapa lagi? Pacar? Ah, ia tak punya.
----------------
Shanna sudah sedikit membaik sekarang, Alruni juga sudah tidak menemani nya di rumah sakit. karena pria itu harus masuk kampus, begitu juga kedua orang tuanya tak ia paksakan untuk tetap berada di rumah sakit. Karena ia tau mereka juga punya kesibukan. Namun, mamanya tak jarang selalu mendatangi rumah sakit jika tau Alruni tidak berada disana.
Shanna memilih menyenderkan punggungnya ke sandaran brangkar. ia berniat memainkan ponselnya, sudah lama ponselnya itu mati sejak ia mengalami insiden itu. Salah satu pesan yang penasaran sekali ingin ia baca, tanpa berpikir panjang ia menekan kontak tersebut dan membaca pesan dari orang tersebut.
Arkana
(13.23)
Shann...lo dimana?
gue udah di kampus lo nih...
gue susul ke kantin ya
(13.40)
lo gada di kantin...
nanti gue cari lagi ya, gue mau rapat dulu
(16.52)
pliss...jawab pesan gue
yaudah dh..besok gue ke kampus lo lagi
gue mau pulang dulu, udh sore banget
(21.16)
Malam tuan puteri
Shann....😭 pliss bales gue
(23.40)
Maafin gue Shann
lo pasti heran banget
kenapa gue selalu nge chat lo mulu
padahal lo ga respon gue
dimana pun lo sekarang, gue harap lo baik-baik aja ya.
Byee...selamat malam tuan putri nya Arka💗
(Hari berikutnya 09.34)
Shann...gpp dh lo ga mau bales pesan gue
Gue udah lama banget suka sama lo Shann. Gue cinta sama lo sejak kita masih SMA. maafin gue telat ngomongnya, gue ga punya nyali soalnya. lemah banget kan gue, tapi asal lo tau gue selalu tungguin lo keluar gerbang kampus. dulu gue liatin lo dari gerbang kampus, gue udah seneng banget.
Tapi gue telat ya kayaknya? gpp...gue harap lo bahagia sama Alruni, gue yakin dia lelaki yang baik. yang pastinya gue gak sebahagia dan sebaik Al.
I love You Shann, I Love You More.
gue lega banget udh ungkapin semuanya, maafin gue ga ngomong secara langsung. takut lo ngehindar dari gue.
Satu permintaan gue ke lo, tolong blokir kontak gue Shann. Gue ga mau lo risih nanti terima ribuan pesan dari gue, gue bakal cerita banyak disini. gue ga tau cerita ke siapa lagi Shann. lo pasti benci banget sama gue, gue rapuh banget Shann sekarang, gue depresi. Gue lega kalau udah cerita disini Shann, gue ga mau ganggu lo dengan notifikasi nantinya.
Pliss, baca pesan ini dan blokir kontak gue. lo ga akan terima gangguan dari gue lagi. Pliss Shann, blokir kontak gue.
Kalau udah di blokir bales ya, biar gue tau. gue mau cerita.
Tetap baik-baik aja ya Tuan Putri nya Arka,
gue harap suatu saat nanti gue dapat cewek 80% mirip dengan lo. Kalau gue maunya 100% pastinya gada, karena itu cuman ada di lo.
ILY💗
Maafin gue Ar, baru bisa bales sekarang
^^^ gue gada hubungan apa-apa sama Alruni, lo jangan nganggap yang engga-engga^^^
^^^gue sahabatan sama dia^^^
^^^Gue harap lo juga baik-baik aja, jangan terlalu terpuruk, banyak yang sayang sama lo. ^^^
^^^gue ga tau pasti masalah lo apa. Gue cuma mau bilang semangat!! lo pasti bisa hadapinnya, gue tau lo kuat. ^^^
^^^Jangan disimpan sendiri masalahnya, ^^^
^^^jangan ngambil jalan yang salah. ^^^
^^^Kalau memang itu keinginan lo^^^
^^^gue blokir kontak lo! semangat ya Ar. ^^^
Shanna menghapus setetes cairan bening yang membasahi pipinya ketika membaca pesan dari Arkana. Ia tak tau masalah apa yang tengah di alami Arkana sekarang, namun ia tau pasti lelaki itu tengah terpuruk sekali. Ia berharap, Arkana tetap baik-baik saja.
Disisi lain ia senang begitu mendapati cinta dalam diamnya yang terbalas. Namun kondisinya tak seindah yang ia dambakan, kini Arkana sepertinya sudah menyerah untuk ingin mendekati Shanna.