ArkaSha with Niki

ArkaSha with Niki
Dating



"beneran lo mau dengar penjelasan gue?" koreksi Shanna beralih ke mode seriusnya. Berbeda dengan Arkana yang sedari tadi menunggu jawaban Shanna kini malah dihantui perasaan khawatir, khawatir jika Shanna menolaknya. Ia khawatir jika Shanna sudah mencintai orang lain.


"iyaa..." balas Arkana meskipun takut.


"hmmm..." Shanna menghela nafas pelan, mempersiapkan diri untuk memberi penjelasan.


"lo cinta pertama gue Ar.." dag dig dug suasana hati Shanna sekarang, begitu juga dengan Arkana terkejut bukan main. Tak pernah ia kira jika Shanna akan mengatakan hal itu, ia juga tak percaya jika Shanna juga menyukainya sejak lama.


Arkana menampar pelan pipi sebelah kanannya, kemudian tersenyum kegirangan.


"gue ga mimpi kan Shann?" Tukas Arkana penuh semangat disusul tamparan-tamparan lainnya yang ia daratkan di pipinya sendiri. Ia hanya ingin memastikan jika suara yang ia dengar tadi benar-benar dari gadis yang selama ini ia sukai.


"kenapa ga dari dulu aja ya gue ungkapin.." racau Arkana membuat Shanna menggeleng tidak habis pikir melihat reaksi Arkana.


"mau ga jadi cewek gue? you my first love and me your first love!" goda Arkana melihat Shanna yang sedari tadi sudah melting di dalam hatinya.


Shanna menggeleng, "papa ga ngizinin gue pacaran.." Ucapan Shanna namun tetap membuat Arkana terus saja tersenyum ke arahnya.


"Kita ga pacaran, tapi lo milik gue, lo rumah gue Shann! izinin gue ya setiap saat pulang ke lo.." Perkataan Arkana di angguki oleh Shanna. Dalam pikiran Shanna ia hanya berpikir, ia ingin mendengar semua keluh kesah Arkana. Apalagi baru-baru ini lelaki itu sedang ditimpa masalah. Ia tak ingin Arkana mengambil jalan yang salah, apalagi sampai menyalahkan dirinya sendiri. Pikirnya ini tidak buruk.


 


Pagi ini Shanna kembali berangkat ke kampus dijemput oleh Alruni. Keduanya sesekali dihiasi tawa riang selama perjalanan menuju kampus.


" Nik...gue cantik kan hari ini?" tanya Shanna dengan kepedean hingga tersenyum girang ke arah Alruni yang tengah menyetir. Alruni menampilkan side eyesnya kepada Shanna.


"lo demam Reyy?" Ucap Alruni balik bertanya, ia menarik ujung lengan kemeja Shanna kemudian menaruh pergelangan tangan gadis itu tepat di dahinya.


"aaaa... serius nikk..." rengek Shanna menepis lengannya, Alruni kembali menyetir dengan kedua tangannya.


"lagian lo juga...lagi tebar pesona ya?" goda Alruni.


"bodo..." final Shanna.


Ketika keduanya sudah sampai di kampus, seperti biasa mereka akan segera berpisah di parkiran karena fakultas mereka sendiri berbeda. Alruni melambaikan tangannya dengan penuh senyum hangat ke arah Shanna yang mulai menghilang dari tatapan nya. Begitu juga dengan Shanna membalas senyuman Alruni dengan berjalan membelakangi arahnya untuk memperhatikan Alruni. Seperti anak kecil saja mereka.


Shanna menghela nafas berat saat ia mendaratkan pantatnya tepat berada di kursinya. Ia menyandarkan dirinya pada kursi, menata tasnya kemudian meraih ponselnya untuk memainkan benda pipih itu. Pagi ini ia sepertinya akan berlagak sombong kepada Anjel. Karena tumben saja Anjel belum berada di kelas.


Shanna mengerjap saat ia menyadari ponselnya bergetar menandakan adanya notifikasi.


Arkana


*Shann..udah di kampus?


^^^udah Ar..^^^


bagus dh kalau gitu


nanti aku kesana ya, kita ketemu di kantin


okeyy??


^^^oke^^^


semangat belajar nya Tuan Putri💗


ga salah kan?🤪


^^^iya dh...lo paling bener^^^


stop lo gue...we are just aku kamu


^^^hmmmmm*^^^


Sehari saja berkomunikasi dengan Arkana sudah membuat Shanna mati kegirangan. Tenyata begini rasanya cinta berbalas. Kondisi hati yang dirasakan Shanna sekarang membuat ia senyam-senyum sendirian seperti orang gila dilihat Anjel.


"gilee tuh anak..." ucap Anjel di ambang pintu kelas begitu melihat Shanna yang tengah senyum sambil meremas ponsel di tangannya.


Ia berjalan lalu menggebrak meja Shanna berniat mengejutkan Shanna. "PAGI!!" Suara cempreng Anjel didominasi oleh raungan meja yang di jitaknya begitu keras.


"kaget gue..." balas Shanna yang lumayan terkejut menyaksikan kedatangan Anjel. Ia mengelus dadanya yang hampir melonjak kaget dibuat oleh Anjel.


" tumben udah di kelas aja.." sindir Anjel dibalas senyuman girang oleh Shanna.


"iya dong...lo kira lo doang yang bisa datang cepet..gue juga bisa kali jelik!!!" tumpah Shanna membalas ejekan Anjel namun sang Anjel hanya mengangguk paham mendengar celotehan Shanna. Ia beralih duduk di samping keberadaan Shanna yang merupakan kursinya sendiri.


"ntar dh..lo ga biasanya senyam-senyum gini Shan..lo kesambet apaan?" Tanya Anjel yang masih tidak tau alasan Shanna yang begitu nampak ceria hari ini. Biasanya saja gadis ini selau menampilkan tatapan tajam bahkan kekesalan Arkana nya di pagi hari. Tentu saja ini membuat Anjel keheranan.


"gpp...heheheh..." balas Shanna masih saja setia dengan senyumannya, sambil menjingkrakkan kakinya di atas lantai. Anjel benar-benar menganggap teman nya yang satu ini benar-benar gila kali ini.


 


Niki Imooet


*Reyy...lo duluan aja ya ke kantin


gue mau rapat bentar


ntar gue nyusul


^^^okee..bestiiii*^^^


Setelah melewati kelas, seperti biasa Shanna dengan temannya Anjel bergegas menuju kantin. Begitu sampai di kantin, tanpa menyapu pandangan lagi Shanna mendapati Arkana yang tengah duduk seorang diri sembari menundukkan pandangannya tengah mengotak-atik ponselnya. Shanna yakin jika pria itu menunggunya. Ia berharap jika Arkana belum terlalu lama menunggunya.


Shanna menatap Anjel dengan tenang. "Jel..lo duduk bareng yang lain dulu gpp ya?" tanya Shanna hati-hati takut Anjel merasa tersinggung.


"tumben? lo kemana?" Balas Anjel balik menanya. Ia sedikit heran, tak biasanya Shanna bersikap seperti ini. Tanpa ingin basa-basi, Shanna mengedarkan kepalanya menatap Arkana, sudut pandangan mata gadis itu diikuti oleh Anjel. Sebuah senyuman tipis seolah mengejek terukir di sudut bibir Anjel.


"ooohhh...yaudah buruan sono...crush lo nungguin.." sindir Anjel sambil menyenggol pelan bahu Shanna, membuat Shanna sedikit maku dengan penuturan Anjel. Benar saja ia belum cerita sedikit pun tentang hubungannya dengan Arkana, walaupun keduanya sama sekali tidak pacaran.


"lo gpp kan?" tanya Shanna sekali lagi semakin membuat Anjel gemes.


"gpp lah Shan...buruan sana!" tukas Anjel mendorong Shanna secara paksa. Kemudian Shanna menghampiri meja dimana Arkana berada.


Saat merasa ada seseorang yang mendekatinya, Arkana langsung mengalihkan pandangannya pada seseorang yang sudah berdiri disamping meja tempatnya duduk. Arkana berdiri kemudian tersenyum menatap gadis cantik dihadapannya ini.


"duduk tuan putri..." ucap Arkana mempersilahkan shanna dan menarik kursi itu agar Shanna duduk di kursi tepat dihadapannya. Ia kemudian beralih kembali menduduki tempatnya semula.


"gue malu Ar..." Ucap Shanna sambil melirik ke kiri dan kanannya. Satu pandangan yang membuat ia semakin geram yaitu Anjel yang sedari tadi mengolok-olokinya dari jauh.