
Shanna membuka pintu rumah bercat abu-abu itu. Seperti sang pemilik rumah, ia menelusuri keberadaan anggota rumah ini. Hari ini adalah hari Minggu, hari dimana Shanna bisa beristirahat dari kebisingan kampus. Seperti maling ia mengendap-endap karena sedari tadi tak ia temukan pemilik rumah ini. Beberapa saat langkahnya tertuju ke dapur, namun begitu ia mengayunkan langkah selanjutnya. Ia mendengar suara langkah kaki yang menuruni tangga. Sontak ia menoleh dan mendapati seorang remaja lelaki disana.
"MALINGG!!!" Teriak lelaki itu tertawa renyah saat melihat keberadaan Shanna disana.
"ehh bocahh...dosa lo ya ngatain gue maling.." Shanna menoleh melihat siapa yang menghampirinya. Shanna tidak terima dengan tuduhan Athar. Ya, lelaki itu adalah Athar adik satu-satunya dari Alruni. Shanna kini berada di rumah Alruni, namun tak ia temukan Ayah ataupun bunda Alruni didalam rumah.
"lagian ka Reyy ngapain jalan gitu....udh kayak maling tau gaa..." Balas Athar sembari berjalan menuju ruang makan. Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, namun ia belum juga sarapan. Sedari tadi perutnya memberontak ingin diisi.
" semua orang pada kemana Tarr? sepi banget..." Ucap Shanna sambil melirik sisi demi sisi rumah ini.
"Bang Niki di kamar...Ayah sama Bunda udah pergi dari tadi ada acara kayaknya..." jelas Athar dibalas Shanna dengan anggukan tipis. Ia tak lagi menghiraukan keberadaan Athar disana, ia bergegas menaiki tangga untuk menuju kamar Alruni di lantai dua. Ia meninggalkan Athar yang tengah menikmati sarapannya.
dooorr...kedooorrrrr...
Shanna mengetuk pintu kamar Alruni dengan sangat tidak sabaran.
Alruni yang berada didalam kamar pun tengah tertidur pastinya terganggu dengan tingkah Shanna. Ia duduk lalu mengusap wajahnya, secara paksa ia menuruni kasur yang masih sangat ia rindukan. Ia membuka knop pintu kemudian terlihat lah sosok yang sudah mengganggu tidurnya.
"hmmmm...." Ucap Alruni dengan suara parau khas orang bangun tidur. Ia mengucek-ucek lembut matanya karena pandangan nya masih kabur. Ia tak tau pasti siapa yang ada dihadapannya ini.
"udah siang Nikk...masih molor aja..." Bentak Shanna sambil menginjak kaki Alruni membuat sang empu mengaduh kesakitan. Tanpa izin, Shanna memasuki kamar Alruni lalu mendaratkan pantatnya di sofa yang sedari dulu tetap berada disana. Ia mengitari pandangan nya melihat kamar ini, masih sama saja tiada ubahnya. Beberapa potretnya bersama Alruni ia lihat disana, bahkan lukisannya ketika SMP di dinding kamar Alruni masih ada.
"ngapain pagi-pagi udah bertamu...lo ganggu tau ga..." Ucap Arkana melompati kasurnya berniat ingin melanjutkan tidurnya. Ia membenamkan wajahnya, lalu memejamkan matanya. Namun dirinya masih sadar hanya saja matanya terpejam saat berbicara dengan Shanna.
"gue mau minta tolong...anterin gue ke suatu tempat.." Ucapan Shanna seketika membuat mata Alruni terbuka sempurna. Pria itu memperbaiki duduknya menatap Shanna.
"kemana?" tanya Alruni.
"anterin gue ke rumah Arkana..." Kata-kata yang diucapkan Shanna berhasil membuat Alruni kaget. Bagaimana bisa ia menduga Shanna akan bertingkah senekat ini. Ia sangat mengenal Shanna, gadis itu takkan berani mendekati pria sejauh ini.
"What? lo beneran Reyy kan? ngapain cewek bertamu ke rumah cowok..."
"jangan kaget gitu pak...plisss Nik...anterin gue.." celetuk Shanna memohon dengan puppy eyes nya. Ia sudah menjamin Alruni takkan menolak permintaan nya kali ini. Ia yakin jika Alruni takkan membiarkan nya untuk pergi sendiri.
"tadi kesini bareng siapa? kenapa ga langsung kesana aja?" Tanya Alruni.
"diantar mas gojek Nik.."
"tuh kan lo bisa kesini bareng gojek...ke sana juga bisa berarti kan?" Alruni berusaha untuk menolak. Ia sangat badmood dibuat Shanna.
"pliss Nikk..." Shanna meminta lagi.
" kaga mau gue...gue mau istirahat..." Sambung Alruni mengelak. Ia tidak berbohong, penolakan ini murni dari dirinya sendiri. Alruni tak tau harus merespon apa, ia sangat tidak ingin jika Shanna benar-benar pergi ke rumah Arkana. Walaupun ia tak menanyakan alasan gadis itu. Ia ingin melihat reaksi Shanna apa benar gadis itu akan tetap pergi atau tidak. Ia membujuk dirinya untuk memejamkan mata meninggalkan Shanna dalam keadaan mematung menyaksikan permintaan nya ditolak Alruni.
Tak ingin lagi mengganggu Alruni, Shanna melangkahkan kakinya dengan rasa kecewa keluar kamar Alruni. Pelan-pelan ia menuruni tangga dengan langkah malas. Begitu sampai di anak tangga terakhir, ia berjalan gontai menuju pintu.
"Thar...kakak pulanh..." pamit Shanna dengan pandangan yang terus menunduk. Tanpa sedikit pun menoleh kearah Athar. Mendengar itu Athar hanya mengangguk ia tak mempermasalahkan apa yang sedang terjadi.
Setelah menimbang-nimbang, dengan penuh keyakinan Shanna memberanikan diri untuk memesan taksi online. Sungguh baru kali ini ia bepergian sejauh ini tanpa Alruni atau tanpa keluarganya. Bahkan keluar dengan Anjel pun hanya sesekali. Ia sengaja tidak memberitahu Papa atau Mamanya, jika ia memberitahu akan menuju rumah Arkana. Sudah dapat ia pastikan Papanya sama sekali tidak akan mengizinkan.
"itu dia!" ucap Shanna menunjuk kedatangan taksi yang dipesannya. Segera ia memasuki taksi tersebut, kemudian sopir pun bergerak mengendarai taksi itu.
Arkana
(Yesterday, 16.48)
Thanks ya Shann udah dengerin cerita gue tadi
maaf banget sering mampir disini
walaupun lo ga liat, tapi gue bersyukur banget
Gue pengen banget selalu ada buat lo
jadi pendengar cerita-cerita random lo
Gue izin ya jadiin lo rumah gue setelah mama
Gue sayang banget sama lo
ILY 💗
^^^Santai aja Ar...^^^
^^^Pintu terbuka lebar utk lo cerita ke gue^^^
^^^Maaf ya...gue udah baca semua keluhan lo^^^
^^^lo orang terpilih Ar...ga semua orang sekuat lo^^^
^^^Gue bangga sama lo...^^^
^^^Jangan nyalahin diri sendiri^^^
^^^btw..gue otw rumah lo^^^
^^^tungguin gue depan pagar^^^
Whatt? kok kebaca?
Shanna mengukir senyuman tipis begitu melihat balasan pesan dari Arkana. Ia tak heran jika Arkana terkejut begitu mengetahui semua pesannya dibaca oleh Shanna. Nyatanya gadis itu tak pernah sama sekali memblokir kontak lelaki itu. Kalian pada sadar kan dari awal Shanna hanya mengganti handphone dan kartunya? ia hanya mematikan ponsel lamanya untuk menghindari kecurigaan dari Arkana. bagaimanapun ia ingin sekali suatu saat membaca pesan dari Arkana, begitulah pikiran shanna saat itu. Namun ternyata hanya dalam waktu singkat, waktu begitu cepat berlalu. Hal yang disembunyikan nya selama ini dalam waktu singkat terungkap.