
Hari ini hari ke-4 SMA 1 Bakti Wisma dalam memeriahkan Hari kemerdekaan RI.
Setiap harinya akan ada lomba 3/4 dalam perharinya mengingat siswa SMA 1 Bakti Wisma yang begitu banyak maka sekolah mengadakan lomba secara bergilir dengan dari kelas 10-12 akan mendapat jatah hari sendiri-sendiri.
Hari ini Aqila dijemput oleh Davin mereka berangkat berdua bersama dengan menggunakan mobil Davin.
Sesampainya diparkiran Davin turun dari mobilnya dengan menggunakan kacamata hitam dan membukakan pintu untuk Aqila.
Davin mengantarkan Aqila sampai ke kelas berhubung hari ini masih ada beberapa lomba maka hari ini dipastikan masih bebas.
"Oh ya nanti kamu lomba joget balon kan?"tanya Davin menyenderkan tubuhnya dipintu masuk kelas Aqila dan menata poni gadis itu.Anggep aja yang lewat angin.
"Iya,kak Davin juga ikut lomba kan"tanya Aqila balik.
"Ya gitu, sebenarnya aku males yang tapi gapapalahya sesekali"jawab Davin terkekeh.
"Sama siapa?,kan setau aku pesertanya cewe cowo"tanya Aqila.
Davin diam ia bingung mau menjawab apa, Aqila yang melihat Davin bingung lalu bertanya kembali.
"Sama Sandra?"tanya Aqila dan Davin mengangguk.
"Iya gitu yang kamu gak marah kan?"ucap Davin yang merasa tak enak.
"Ngga kok"ucap Aqila tersenyum.
"Makasih cantik"ucap Davin mengacak rambut Aqila.
"Weh masih pagi woe nemplok aja kalean" ucap Radit yang baru tiba bersama Arjuna.
"Sirik aja jomblo"kesal Aqila karena Radit selalu merusak momen.
Arjuna mah nyimak lalu tiba-tiba Fiska muncul.
"Hai semua"sapa Fiska dan dibalas senyuman oleh Radit,Aqila dan Davin namun tidak dengan Arjuna.
Mereka mengenal Fiska gadis berambut sebahu itu baik,cantik dan ramah dan mudah berteman. Pernah Fiska ikut bergabung dikantin namun Arjuna acuh seakan tak melihat bahwa gadis yang dulu pernah dicintainya ikut duduk dimeja bersama AqilaCs.
Tidak ada yang mengetahui bahwa Fiska adalah mantan dari Arjuna selain Davin, Arjuna menyuruh Davin untuk diam dan tidak memberi tau yang lain bahwa Fiska adalah alasan mengapa ia pindah sekolah kesini.
Beberapa lomba sudah dilaksanakan dan saat ini lomba joget balon sedang berlangsung Aqila tidak mengetahui siapa yang menjadi pasangannya ia hanya ditunjuk dan ia ikut-ikut saja.
Kelas 11 IPA 1,11 IPA 2,11 IPA 3, beserta 11 IPS 1,11 IPS 2 dan 11 IPS 3 menuju kelapangan untuk lomba joget balon.
Dikelas 11 IPS 1 ada Revo dan Bella.
Dikelas 11 IPS 2 ada Fiska dan Akbar.
Dikelas 11 IPS 3 ada Rio dan Sherly.
Tentu saja Rere tidak terima namun Rio memberi penjelasan bahwa ini hanya permainan sehingga Rere menerimanya walaupun terpasa.
Dikelas 11 IPA 1 ada Aqila dan Arjuna.
Dikelas 11 IPA 2 ada Tama dan Putri.
Dikelas 11 IPA 3 ada Davin dan Sandra.
Perlombaan pun dimulai setiap musik diputar peserta lomba harus berjoget dan ketika musik berhenti mereka harus berjalan secepat mungkin sampai garis finish tak lupa dengan balon besar yang diletakkan di kening mereka.
Lagu pun diputar mereka masih asik berjoget dan ketika lagu berhenti mereka berjalan cepat tim dari Davin dan tim dari Arjuna hampir sama dalam mencapai garis finish lagu diputar kembali dan dihentikan dan yang mencapai garis finish adalah 11 IPA 1 yaitu Arjuna dan Aqila.
"Dav lu mainnya sportif dong"kesal Sandra karena merasa Davin mengalah dan membiarkan pacarnya menang.
"Maksudnya"tanya Davin tak paham.
"Gue tau lo sengaja jalan lambat biar Aqila menang kan"lanjut Sandra.
"Maksud Lo tuh apaansih sih sand gue jalan lambat karena balonnya mau jatoh bukan karena gue belain Aqila"jawab Davin tak terima.
"Basi tau ga alesanlo"ketus Sandra meninggalkan Davin.
"Kenapa kak kok Sandra marah-marah?"tanya Aqila menghampiri Davin.
"Gapapa ntar juga baikan sendiri"jawab Davin.
'sial!bukannya minta maaf malah bermesraan sama Aqila. Awas aja gue bakal ngerebut Davin dari lo Aqila Davin milik gue,dan gue gamau ngerebut apa yang jadi milik gue"batin Sandra dengan senyum smirk.
Arjuna sedang menikmati rokoknya diatap sekolah. Fiska melihat Arjuna sedang sendiri dan menghampirinya.
"Hai Jun"sapa Fiska.
Arjuna hanya menoleh sekilas lalu menyesap rokoknya.
"Bagi dong"ucap Fiska lalu menjulurkan tangannya.
"Apa?"tanya Arjuna singkat.
"Itu yang disaku Lo"ucap Fiska menunjuk saku Arjuna.
Arjuna menoleh pada sakunya ia melihat kotak rokok lalu menoleh pada Fiska.
"Lo cewe jaga dong perilaku Lo"ucap Arjuna ketus meskipun ia membenci Fiska namun ia juga tidak ingin Fiska merokok bagaimanapun juga Fiska perempuan ia harus menjaga sikap sebagaimana perempuan.
"Tapi gue pengen Jun"ucap Fiska menarik bungkus rokok dari Arjuna dan mengambil satu batang rokok.
"Bagi korek"ucap Fiska menjulurkan tangannya.
"Ngga! Lo tu apa-apaansih Fis inget Lo tuh cewek"bentak Arjuna lalu membuang sisa rokoknya.
"Udah sih Jun jangan kebanyakan ngomong gue cuma nyesep 1 rokok gabanyak-banyak udah sini bagiin korek apinya"elak Fiska dengan masih tetap menjulurkan tangannya.
"Silahkan kalo Lo bisa"jawab Fiska tak kalah sinis.
'lo yang minta jangan salahkan gue ketika gue udah ngasih' batin Arjuna.
"Shit!"kesal Arjuna lalu mengambil korek disaku celananya dan memberikan pada Fiska, ketika Fiska ingin mengambil Arjuna malah menarik tangganya dan mengunci tangan Fiska kebelakang tangan Arjuna yang satunya lagi digunakan untuk menarik tengkuk Fiska dan langsung mencium bibir Fiska dengan kasar,*******,dan mengecapnya dengan brutal hingga Fiska kesakitan.
Lalu Arjuna melepas ciumannya pada Fiska dan berucap.
"Lo yang minta jangan salahin gue kalo gue udah ngasih"ucap Arjuna lalu meninggalkan Fiska.
Baru dua langkah namun Fiska menarik lengan Arjuna dan membalikkan tubuh Fiska langsung jinjit dan mengalungkan tangannya dileher Arjuna ia mencium bibir Arjuna dengan lembut dan halus Arjuna menjadi terbuai tak sadar ia pun menarik pinggang Fiska untuk lebih memperdekat jarak mereka.
Arjuna membalas ciuman yang diberikan Fiska mereka saling mengecap,******* dan bertukar saliva ciuman yang lembut hingga ciuman itu menjadi menuntut, lalu tiba-tiba suara mengejutkan mereka.
"Astaghfirullah Arjuna Fiskaa apa yang kalian lakukan!!"ucap orang tersebut dengan suara yang menggelegar.
Arjuna dan Fiska menoleh pada orang tersebut mereka lega bukan guru yang menciduk mereka tapi Revo.
'Syukurlah'batin mereka berdua.
Saat Revo berjalan menuju mereka Fiska berbisik pada Arjuna.
"Lo udah memberi jadi apasalahnya gue berterima kasih"ucap Fiska tepat ditelinga Arjuna lalu ia mencium bibir tebal Arjuna singkat dan meninggalkan Revo yang sudah disamping Arjuna serta Arjuna yang masih menatapnya.
"Anjing gila Lo jun"ucap Revo menatap Arjuna tak percaya.
"Gue tadi ga bermak-"Arjuna ingin menjawab namun Revo memberinya pertanyaan.
"Ehh gimana rasanya enak gak?"ucap Revo menaik turunkan alisnya dan tersenyum menggoda.
"Lo mau nyoba ya ayo"ucap Arjuna lalu menangkap pipi Revo.
"Anjing Lo gue gasuka batangan ******"ucap Revo menepis tangan Arjuna dari pipinya.
Arjuna tertawa cekikikan setelah mengerjai Revo.
"Eh kaset welcome ditanya bukannya jawab malah ketawa"kesal Revo.
"Lo penasaran Rev?"tanya Arjuna menggoda Revo dan mencondongkan wajahnya.
"Asu ya Lo berani nyipok gue, gue santet idup Lo sumpah kaga boong gue"ucap Revo mundur kebelakang.
"Dih siapa juga yang mau nyipok Lo enakan juga bibirnya Fiska udah kenyal lembut behhh dada gue ada yang kejeduk benda yang empuk tapi bukan kasur"ucap Arjuna menggoda Revo.
"Sialan Lo gue ga kepancing"ucap Revo sinis.
"Masa sih mass?"tanya Arjuna menoel dagu Revo.
"Lo kayanya ketularan virusnya Radit"ucap Revo.
"Sembarangan"kesal Arjuna.
"Eh kok bisa sih lu nyosor Fiska kek gitu perasaan Lo kalo ketemu dia noleh aja ogah Jun"tanya Revo pada Arjuna karena setiap ada Fiska Arjuna pasti akan berpura-pura bisu,buta,dan tuli.
"Kamu kepo ih aku mah gaada hubungan apa-apa sama Fiska kamu cemburu ya"ucap Arjuna menggoda Revo.
"Leher Lo bagus juga Jun boleh lah gue bacok dikit biar kelihatan keren"kesal Revo.
"Kasih cuping aja mas"ucap Arjuna mengedipkan matanya genit.
"Matamu!"ucap Revo menggeplak kepala Radit.
"Lo mau jujur apa gue bilang sama anak-anak lain kalo lo udah sama Fiska abis muach-muachan"ucap Revo tegas.
"Oke gue jujur tapi Lo janji ga akan kasih tau siapapun"ucap Arjuna mengalah.
Lalu Arjuna menceritakan kisahnya dengan Fiska tanpa terlewat. Termasuk bagaimana mereka putus. Dan bagaimana ia biasa ciuman panas tadi.
"Lo serius Fiska nyium cowok lain?"tanya Revo setelah mendengar cerita Arjuna.
"Gue yakin itu Fiska"ucap Arjuna.
"Wah gue turut berduka cita kepada hati lu yang pernah pernah mati ya Jun maap gabisa ngasih amplop"ucap Revo dramatis.
"Ndasmui"ucap Arjuna menonyor kepala Revo.
"Hehe trus Lo gatanya alasan kenapa dia ciuman sama cowok lain"tanya Revo.
"Ogah ngapain gue tanya semua udah jelas dia selingkuh dibelakang gue dan dia baik-baik aja setelah kita putus itu menandakan dia gapernah cinta sama gue"kesal Arjuna jika harus mengingat masalulunya dulu.
"Bro jangan gitu elah Lo tuh jangan lihat dari sisi buruknya doang dong, coba Lo inget setengah tahun dia ngisi idup lo men banyak kenangan Lo dan dia lakuin bareng ketawa kalian pernah menyatu bahu kalian pernah saling merangkul"ucap Revo tumben bener.
"Tapi rev dia kelihatan-"ucap Arjuna belum selesai tapi Revo sudah menyela.
"Gasemua ketawa dan senyum menandakan seseorang bahagia Jun bisa aja dia nutupi lukanya bedanya dia tegar eh Lo ambyar gue sebagai yang udah berpengalaman bukannya belain Fiska tapi gue ngasih pelajaran buat lo. Dia itu cewek men ngertiin lah perasaannya dia balik kesini dan ngedeketin Lo mungkin karena dia emang butuh lo dengerin kata hati Lo gausa terbelenggu masalalu gausah egois gue yakin dihati Lo masih ada rasa untuknya meskipun sedikit aja,jangan sampe dendam Lo membuat hati orang tersakiti men"jelas Revo panjang yang membuat Arjuna sadar ia bersikap egois selama ini.
"Udah sadar kesalahan Lo?"tanya Revo pada Arjuna yang diam.
"Thanks men eh btw tumben Lo bener"ucap Arjuna lalu menyentuh kening Revo.
"Apaansih Lo gue sehat"ucap Revo menepis tangan Arjuna.
"Ya kali aja ada setan nyangkut di otaklo mau keluar tapi gaada pintu"ucap Arjuna asal.
"Lah terus masuknya dari mana burhannn"ucap Revo kesal.
"Dari..dari..dari matamu matamu kumulai jatuh cinta ku melihat-melihat ada bayangan dari mata membuatku jatuh, jatuh terus jatuh ke hatii"jawab Arjuna kemudian bernyanyi dan meninggalkan Revo.
"Arjunaaaa"teriak Revo merasa kesal.