Aqila It'S Mine

Aqila It'S Mine
ANAKNYA MAMI ROSSA



Rabu pagi SMA 1 Bakti Wisma diramaikan dengan acara lomba-lomba dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI.


Acara begitu meriah semua murid ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Tentu saja AqilaCs ikut serta dalam lomba estafet karet meskipun kalah bagi mereka tak apa yang penting mereka bisa merasakan arti perjuangan meski tak sebanding dengan perjuangan pahlawan bangsa.


Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi yang artinya jam istirahat untuk sementara lomba dihentikan terlebih dahulu dan dilanjutkan setelah selesai istirahat, sedangkan para guru mereka sedang mengadakan rapat untuk ulangan tengah semester.


Aqila,Rere, Ida, Annisa,Rio,Radit,dan Revo sedang menikmati makanan mereka dikantin.


"Ih gue tadi gue ngakak anjay lihat si Radit jungkel pas lomba balap karung" ucap Ida ditengah aktivitas makan mereka.


"Haha sama dong aduh dit muka Lo ga lecet kan?kita gamau ya sekolah kita dituntut mami Lo karena Raditnya mami Rossa lecet lomba balap karung bwahaha kan nanti jadi viral"ledek Rere dan lainnya ikut tertawa.


"Eh sialan lu sembarangan kalo ngomong"sewot Radit tidak terima.


"Ehkhem jangan gitu ih yang aku gamau ya nanti kamu kecipratan berlian cair gegara ngeledekin anaknya Tante Rossa" lanjut Rio.


"Ih mas Rio kok kamu gitu sih aku gamau tau ya malem nanti kamu tidur diluar"ucap Radit dengan nada manja.


"Yauda sih kalo disuruh tidur diluar enak dong bisa godain mamah muda yang rumahnya deket perempatan jalan ya gak to?"saut Revo.


'Pletak' sendok siomay Rere berhasil mengenai kening Revo.


"Enak aja ngajak cowo gue mo gue gorok leher lu hah!?"sewot Rere.


"Apaansi buk gitu aja baper sihh" jawab Revo sinis.


"Yang ihh lihat tuh Revo"adu Rere pada pacarnya yang dari tadi hanya menonton drama mereka.


"Udah ih yang namanya juga bercanda" ucap Rio ingin menenangkan malah menambah Rere kesal.


"Jadi kamu belain anak konda iya?"kesal Rere dengan Rio.


'repot banget sih,untung sayang'batin Rio.


Yang lain jangan tanya mereka hanya nyimak.


"Ya Allah pacarku kok gini aja ngambek cihh nanti cantiknya ilang loh"gombal Rio.


"Bodo"acuh Rere memalingkan wajah.


"Ah masa kamu kalo manyunin bibir gitu jadi tambah imut deh beruang madu aja kalah jauh sama kamu"lanjut Rio.


"Apasih gajelas"ucap Rere menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Kok gue mual ya"lanjut Annisa tiba-tiba.


"Lah elu ganggu suasana Jamilah"saut Radit


"Jamilah siapa?"tanya Annisa lanjut.


"Anaknya pak Jumadi"jawab Annisa.


"Pak Jumadi siapa?"tanya Aqila.


"Itu loh yang anaknya 7 istrinya 4"saut Revo asal.


"Ku menangis membayangkann"lanjut Aqila menyanyikan sebuah lagu yang menjadi tontonan setiap hari mamanya.


"Meski ku rapuh dalam langkah"lanjut Radit giliran bernyanyi.


"Lah monyet kok malah pada pidato"ucap Rio.


"Re kok Lo mau sih sama Rio yang otak kanannya ke cuci pas lagi keramas"ucap Radit.


"Hooh tuh gegara kebanyakan makan mie pake air keran ya gini nih"lanjut Ida.


"Halah palingan pas dia lahir otaknya langsung melorot ke dengkul bhahahah"lanjut Revo dengan guyonananya.


"Kambing!"ucap Rio mendengus kesal.


Lagi-lagi drama mereka diakhiri dengan tertawa bersama-sama.


Kemudian terdengar bunyi speaker sekolah.


"Panggilan. Panggilan ditujukan kepada siswa yang bernama Aqila Khinanti untuk segera menuju lapangan depan"


"Eh ulekan sambel nama Lo dipanggil tuh"ucap Radit pada Aqila yang masih fokus menonton drama Korea.


"Mungkin telinganya berubah fungsi jadi centelan wajan"ucap Rere jengah sendiri melihat sahabatnya yang satu itu selalu lupa kondisi jika sudah menonton oppa-oppa nya.


"Gue?"tunjuk Aqila pada dirinya sendiri.


"IYA SURIPAAHHHHH"jawab teman-temannya kompak.


"Weh selow mas bro mbak bro jatah sembako gratis masih banyak jadi kalem jangan ngegas oke"Ucap Aqila cengengesan.


"Mulut Lo emang minta ditampol pake sepatu Justine Bieber la gemesh gue"ucap Radit dengan mencolek pipi Aqila.


"Emang Lo punya dit?"tanya Ida.


"Punya"jawab Radit.


"Serius Lo?"tanya Rio ikut penasaran.


"Hooh mau lihat oke sebentar"ucap Radit kemudian menunjukkan foto sepatu yang tengah dipakai oleh Justine Bieber dengan merek terkenal.


"Ini gue dapet pas si Justine keciduk lagi jalan ama ceweknya dulu gue zoom trus gue crop dah gila harganya itu gaes uwuwuwuw"ucap Radit histeris lalu saat melihat depan teman-temannya sudah meninggalkannya.


'ih konco ***'ucap Radit lalu mengejar teman-temannya.


"Oke kalo gitu gue langsung ke lapangan depan ya"ucap Aqila saat berjalan menuju arah lapangan.


"Gue ikut deh la sekalian nonton lomba berikutnya"ucap Ida.


"Gue juga"lanjut Rere.


"Kalian gimana mau ikut atau ngga?"tanya Rere pada Radit,Revo dan Rio yang berjalan dibelakang ciwi-ciwi.


"Aku sih ikut beb sekalian ngawasin kamu"ucap Rio pada Rere.


"Halah bilang aja kamu mau ngapelin Rere kan mas ih lambemu pengen tak ***** rasanya"ucap Radit mencubit bibir Rio.


"Radit gue bacok Lo ya kalo sentuh-sentuh cowo gue gaurusan mau mami Rossa terima apa kagak gue sih bodoamat"ucap Rere jengah melihat Radit selalu menggoda pacarnya.


"Uluh-uluh pacarku kalo lagi marah gemeshin banget sih"ucap Rio pada Rere dengan menoel dagunya. Namun dengan cepat Rere menepisnya.


"Basi"ucap Rere ketus lalu berjalan bersama ciwi-ciwi didepan.


"Sabar ya mas kan masih ada Radit yang setia menanti padamu"ucap radit lebay dengan mengusap punggung Rio.


"Radittt sekali lagi Lo nyentuh Rio gue akan tendang Lo sampe ujung Monas"teriak Rere karena pasti Radit akan menggoda Rio kembali.


"Pffftt udah dek ikut om aja yuk nanti om puasin"Revo berkomentar.


"Gamau om aku masih kecil pengennya disayang bukan di puasin"ucap Radit dengan suara dibuat-buat.


"Yah padahal om udah mau kasih kado mobil buat kamu"jawab Revo.


"Oh yauda ayok om mau dihotel?gudang?kamar?atau dimana?"tanya Radit.


"Yauda kalo mau diajak puas-puas kebetulan ponakan om kemaren beli mobil-mobilan dua jadi buat kamu satu gapapa lah ponakan om baik"jawab Revo asal.


"Yah gajadi om kalo dilihat-lihat perut om buncit nanti pasti cepet lelah,dedek pengennya yang kaya-"ucap Radit terputus karena Annisa menyela.


"Bisa diem gak?suara Lo tuh kaya gendang dangdut tau ga dit"ucap Annisa kesal karena mendengar ocehan Radit dan Revo yang kurang berfaedah.


"Yah kok gendang dangdut sih nis"ucap Radit tak terima.


"Bagus dong dit jadi suara Lo kaya gini 'tak tung dang dutttt tak tung dang dutt tak tak tak tung tung tung tung dang dang dutttt wasek goyang pak lurah sawernya tambahi genjot pak' "ucap Revo menirukan suara gendang dan MC dangdut.


Radit kesal dengan mencubit bibir Revo.


Tanpa disadari bacotan mereka menghantarkan mereka kelapangan tengah.


Aqila mencari seseorang yang memanggilnya namun tidak ada orang yang mencarinya. Dia melihat kesana-kemari namun tidak ada tanda-tanda orang yang memanggil namanya dispeaker.


Matanya lelah sendiri mencari orang tersebut, ia memutuskan untuk menyusul teman-temannya namun saat ia melangkah seseorang menepuk pundak dari belakang ia pun menoleh dan melihat orang itu,orang tersebut ialah~