
Oke guys sebelumnya author minta maaf karena cerita Aqila dipending dulu karena imajinasih author buyar tentang kisah Aqila,dan malah lancar jaya pas kisahnya Revo sama Salsaπ.
Yauda kuy lanjot baca lagi jangan lupa like dan voteβ€.
Revo menemui Salsa yang tengah duduk taman belakang.
β
β"Sa"panggil Revo pada Salsa.
β
β"Iya kak?"jawab Salsa menoleh pada Revo sekilas namun kembali fokus pada handphonenya.
β
β"Aku mau minta maaf soal kejadian belakangan ini,aku ud-"
β
β"Kak Revo gasalah apa-apa ohya Salsa harus pergi,ada urusan"pamit Salsa berdiri dan pergi meninggalkan Revo.
β
β'maafin Salsa kak tapi Salsa gamau ngerebut apa yang jadi milik orang lain'batin Salsa.
β
βPulang sekolah Revo mengajak Salsa untuk pulang bersamanya namun Salsa menolak ia mengatakan bahwa akan pulang bersama Tama.
β
βRevo tak suka melihat Tama memakaikan helm pada Salsa.
β
βTama mengajak Salsa untuk makan siang terlebih dahulu namun Tama malah mengajak Salsa ke cafe Ogi.
β
βSaat sedang menikmati makanannya Salsa mendengar suara familiar ditelinganya suara itu adalah suara Amora ia menoleh untuk memastikan dan ternyata memang Amora ia sedang menelfon seseorang.
β
βIa mendekatkan diri untuk menguping ,Salsa terkejut mendengar pembicaraan Amora. Ia pun berniat merekam pembicaraan itu.
β
β"Iya kamu gausah kuatir aku deketin Revo lagi karena mau ambil uangnya aja, aku yakin dia belum bisa lupain aku,udah kamu gausah khawatir,cintaku cuma buat kamu aja,iya kalo gitu aku tutup dulu telfonnya, bye sayang"
β
βRekaman itu berhasil tersimpan dihandphone Salsa. Ia berjanji akan memberi tahu Revo tentang kebenaran Amora.
β
βTak lama kemudian Revo datang dan duduk bersama Amora.
β
β"Udah lama?"tanya Davin pada Amora.
β
β"Belum kok"balas Amora tersenyum.
β
β"Ohya Rev aku boleh nanya ga?"
β
β"Boleh"
β
β"Aku penasaran sama cewe kemarin bilang kamu nyakitin sepupunya,emang sepupunya siapa sih"
β
β"Oh dia, sepupunya adik kelas aku ya gitu cuman deket doang sih tapi gue ga ada perasaan apa-apa sama dia"jelas Revo.
β
βHati Salsa meringis ngilu apa selama ini Revo hanya menganggapnya adik kelas saja lalu kedekatannya dan juga Revo itu semua apa?,harapan yang diberikan Revo apa itu semua palsu?.
β
β"Kita pulang aja yuk"ajak Tama pada Salsa ia juga mendengar ucapan Revo dan Salsa pun mengangguk.
β
β"Pegangan aja gue takut Lo kenapa-napa"ucap Tama melihat Salsa yang masih termenung.
β
βSalsa melingkarkan tangannya di pinggang Tama,harinya berantakan hari ini, dan pikirannya cukup kacau.
β
βRevo melihat Salsa menaiki motor bersama Tama dan juga tangan Salsa melingkar di pinggang Tama. Hatinya memanas ia tak suka melihat Salsa dekat dekan orang lain.
β
xxxxxxxxxx
β
βHari ini Annisa berangkat bersama Salsa ia tidak membiarkan Salsa sendiri setelah mendengar curhatan Salsa semalam ia menjadi tak tega.
β
β"Kak An aku ke ruang musik dulu aja ya mau main gitar"ucap Salsa berhenti di belokan keruang musik.
β
β"Kebetulan ruang musik tidak dikunci ia masuk,ia langsung duduk dan menangis tersedu-sedu. Hatinya terluka ternyata benar kata orang jangan jatuh cinta jika kau tidak ingin sakit hati.
β
βSalsa menyetel musik diponselnya agar orang lain tak mendengar tangisannya.
βNamun tiba-tiba lampu ruang musik menyala ternyata Revo sudah berada diruang musik daritadi ia berniat mengambil gitarnya yang sengaja ia tinggal di sekolah. Namun samar-samar ia mendengar suara orang menangis, tangisan itu semakin pilu.
β
βRevo menyalakan lampu dan melihat siapa orang itu Revo terkejut orang itu adalah Salsa.
β
β"Loh Sa kamu kenapa?kok nangis?"Revo panik memegang pipi Salsa.
β
β"Salsa gapapa kok kak"ucap Salsa lalu menepis tangan Revo dengan halus.
β
β"Salsa pergi dulu, permisi"pamit Salsa.
β
β"Eh Sa hp kamu ket-"panggil Revo namun Salsa sudah berjalan jauh.
β
βRevo terkejut suara itu adalah suara Amora.
β
β"Iya kamu gausah kuatir aku deketin Revo lagi karena mau ambil uangnya aja, aku yakin dia belum bisa lupain aku,udah kamu gausah khawatir,cintaku cuma buat kamu aja,iya kalo gitu aku tutup dulu telfonnya, bye sayang"
β
βDua hari semenjak kejadian itu Salsa sudah tidak lagi menemui Revo ia bahkan sudah berencana kembali ke London.
β
βRevo mengembalikan hp pada Annisa, ia sudah berulang kali menghubungi ponsel Salsa namun hasilnya sama jika tidak aktif pasti Salsa tidak akan menjawab telponnya.
β
βIa sudah mencari tau kerumah Salsa namun rumah gadis itu kosong.
β
βRevo sekarang sudah berada diruang tamu Annisa.
β"Jadi Lo mau apa kesini?"tanya sinis Annisa.
β
β"Nis gue mohon kasih tau gue dimana Salsa"pinta Revo.
β
β"Ceh buat apa setelah Lo ngehancurin hatinya terus lo mau ketemu dia dan minta maaf gitu?,ck gue kecewa sama lu rev"
β
β"Lo tu harusnya mikir,Lo punya otak kan, selama ini yang nemenin Lo tuh siapa hah!?yang ngebantu Lo buat lupain Amora tu siapa?!*****!"kesal Annisa memuncak.
β
β"Gue tau gue salah Nis tapi gue mohon, cuma Lo satu-satunya harapan gue,gue mohon"Revo bahkan bersimpuh dikaki Annisa.
β
βAnnisa melihat itu ia memundurkan tubuhnya bagaimanapun juga Revo tetaplah temannya.
β
β"Kali ini gue maafin Lo tapi gue harap setelah ini Lo gabakal nyakitin perasaan Salsa lagi"Annisa menghembuskan nafasnya.
β
β"Gue janji nis"ucap Revo semangat.
β
β"Bandara Soekarno Hatta peneribangan London pukul 9 malam"ucap Annisa meninggalkan Revo sendiri diruang tamunya.
β
βRevo masih mencerna ucapan Annisa namun akhirnya ia mengerti.
βIa melihat jam yang melingkar ditangannya menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
βIa bergegas menuju bandara menggunakan mobilnya, jalanan sedikit macet mengingat hari ini adalah malam Minggu.
β
βRevo sampai di bandara pada pukul sembilan kurang 10 menit malam, ia mencari Salsa ia sudah berkeliling kesana-kemari namun tidak menemukan Salsa.
β
βIa kembali mengedarkan pandangannya hingga pandangan itu berhenti pada sosok gadis yang tengah menggunakan dress selutut dipadu dengan jaket bulu pink dan koper yang ia tarik.
β
βRevo berlari menuju arah gadis itu.
β
β"Salsa"panggil Revo.
β
βGadis itu menoleh ia terkejut Revo ada di bandara.
β
β"Kak Revo!?"kejut Salsa.
β
βRevo langsung memeluk Salsa,Salsa bingung ia berada dikondisi apa ini,bagaimana Revo bisa tau ia berada di bandara.
β
βRevo melepaskan pelukannya.
β"Jangan pergi aku mohon"ucap Revo menggenggam tangan Salsa.
β
β"Salsa harus pergi kak"Salsa melepas genggamannya.
β
β"Kenapa?"
β
β"Salsa kangen Daddy"
β
β"Bohong"ucap Revo.
β
β"Jujur sama aku,kamu kenapa?"tanya Revo melembut.
β
β"Hiks kak Revo ga pernah sayang sama Salsa,kak Revo cuma anggep Salsa adik kelas kak Revo,kak Revo jahat,giliran Salsa udah jatuh cinta beneran kak Revo malah buat Salsa nangis,kak Revo juga lupain Salsa semenjak mantan kakak balik hiks,Salsa mau lupain kak Revo makanya Salsa pulang ke London"jujur Salsa menangis
"Salsa gabisa"
"Kenapa?"
"Salsa sayang sama kak Revo, mana bisa Salsa nyakitin kak Revo"jawab Salsa.
Tiba-tiba Revo mengecup kening Salsa.
"Jangan pergi, aku mohon sa,kasih aku kesempatan buat memperbaiki semua,aku sayang sama kamu Sa,maaf karena aku baru nyadar perasaan ku ke kamu itu sekarang,aku janji bakal jagain kamu dan gapernah ninggalin kamu"ucap Revo menatap mata Salsa dalam.
Salsa terdiam ia bingung harus menjawab apa, jujur ia takut jika nanti ia tersakiti lagi namun ia juga masih mencintai pemuda yang dihadapannya.
"Yauda Salsa kasih satu kesempatan lagi,tapi janji ya kak Revo gabakal nyakitin Salsa lagi"ucap Salsa membulatkan keputusannya.
"Makasih,aku janji"Revo memeluk kembali Salsa, Salsa membalas pelukan itu, ia pun tersenyum lega bahwa kini Revo adalah miliknya.