Aqila It'S Mine

Aqila It'S Mine
DAVIDSON GENK



Ujian kenaikan kelas telah dilaksanakan murid-murid kini sedang diberi jam bebas,seperti biasa AqilaCs berkumpul dikantin.


"Ohya nanti pulang sekolah nengokin Rio yuk"ajak Annisa.


"Lah si Rio kenapa emang?"tanya Aqila.


"Hooh dia kenapa emangnya nis?"lanjut Radit.


"Lah kalian ga tau,kan semalem dia kecelakaan"jawab Annisa.


"Serius Lo?"tanya Revo dan Arjuna bebarengan.


"Kok bisa kak?"tanya Salsa ikut nimbrung.


"Lah kok pada kudet makanya grup dibaca jangan asik pacaran tross"sindir Annisa.


"Ck serius lah men"Radit mulai bicara serius.


"Oke kemarin gue dikabarin Rere katanya dia Rio kecelakaan,katanya sih ada orang yang sengaja nabrak gitu,soal kondisi gue gatau makanya gue ngajakin nengok"jelas Annisa.


"Yauda nanti kita pulang sekolah kita pulang dulu abis itu ngumpul dirumah gue gimana?biar pas berangkat ga mecah-mecah"ucap Sandra kemudian.


"Gue setuju tuh"jawab Revo dan yang lainnya mengangguk.


Rio masih berbaring diatas ranjangnya kondisinya tidak buruk hanya saja lengan tangan kirinya patah tulang.


"Udah yang jangan nangis aku gapapa,gacapek apa nangis terus,nanti air matanya habis"Rio menenangkan Rere karena dari pagi Rere menangis karena merasa bersalah,semalam Rere memaksanya untuk datang kerumah Rere,andai saja Rere tidak memaksa pasti Rio tidak akan kecelakaan.


"Hiks maafin aku yo,semua salah aku"Rere masih menangis.


"Bukan salah kamu yang"Rio kembali menenangkan Rere.


'toktok' pintu kamar rawat Rio terbuka. Muncullah rombongan orang cakep.


"Mas Rioo"Radit menuju ranjang Rio dan memeluk Rio dari samping.


"Au sakit ******"Rio kesakitan karena tangannya tertindih tubuh Radit.


"Gimana kondisi Lo Yo?"tanya Arjuna.


"Gue oke,cuma tangan gue yang kiri patah"jawab Rio.


"Kok bisa Yo?"lanjut Aqila.


"Gue gainget, pokonya yang gue inget tuh ada mobil hitam yang ngikutin gue semakin gue kebut mobil itu semakin kebut juga dan gue gasadar saat itu gue nabrak pohon besar dan abis itu gue gainget"jelas Rio mengingat kejadian saat dirinya kecelakaan.


"Emang Lo ada dendam yo atau musuh gitu sama seseorang?"tanya Revo ikut penasaran.


"Gasih,temen gue mentok juga lo-lo pada"jawab Rio.


"Gue yakin ada orang yang sengaja ngelakuin ini"Davin membuka suaranya.


"Gue juga"lanjut Annisa.


"Yaudalah yang penting gue udah gapapa,ohya qil tenangin temenlo gih daritadi nangis mulu"Rio menunjuk Rere yang disampingnya.


Semua orang menoleh pada Rere,mereka semua menahan tawanya.


"Udah jangan nangis kak,ntar Salsa kasih make up Salsa yang udah dateng buat kak Rere"ucap Salsa terkekeh.


"Serius sa?"tanya Rere dan Salsa mengagguk.


"Oke kalo gitu gue ke toilet bentar"pamit Rere.


"Gila yo,kenapa dari tadi ga Lo bujuk pake make up sih,untung pacar aku pengertian"ucap Revo memuji Salsa.


Semua yang melihat memutar bola matanya.


Arjuna mengantarkan Fiska pulang.


"Aku pulang langsung ya,udah malem"ucap Arjuna dan Fiska mengagguk.


Baru setengah perjalanan Arjuna baru ingat bahwa handphonenya tertinggal ditas Fiska,ia memutar balik dan pergi kembali kerumah Fiska.


Arjuna mengetuk pintu rumah Fiska dan mama Fiska membukakannya.


"Cari siapa ya?"tanya Fitri-mama Fiska pada Arjuna.


"Saya Arjuna nante,mau ada perlu sebentar sama Fiska"Arjuna tersenyum ramah.


"Oh kamu toh pacarnya Fiska,yauda gih sana ke kamarnya aja,nanti kalo pulang biar Tante yang suruh pembantu buat nutup pintu"suruh Fitri kemudian.


Arjuna menaiki tangga,ia yakin tidak salah masuk kamar karena didepan pintu tertulis nama Fiska. Arjuna sudah mengetuk pintu namun tidak ada balasan saat memutar knop pintu ternyata pintu itu tidak dikunci.


Ia melihat Fiska sedang telfonan dikamar,ia menunggu namun ucapan yang dilontarkan Fiska membuat Arjuna terkejut.


"Lo tau,gue sayangnya cuma sama Arjuna,dan gue gamau dia kenapa-napa"ucap Fiska.


"...."


"Gue tau lo kan yang nyelakain temen gue kemarin,Lo berniat mau nyelakain Arjuna tapi Lo malah salah sasaran"lanjutnya.


"...."


"Gue sayang sama Lo,tapi cuma sebagai sahabat"


"...."


"Gue gabakalan ngebiarin Lo nyelakain Arjuna!"tegas Fiska.


Arjuna menjadi penasaran mengapa namanya disebut oleh Fiska,apa urusannya,dia merasa juga tak punya musuh.


"Siapa yang bakal nyelakain gue?"tanya Arjuna dan Fiska berbalik menutup teleponnya.


"Arjuna!"


"Gue tanya siapa yang bakal nyelakain gue?"tegas Arjuna.


"Mm anu itu Jun"Fiska tertunduk.


Arjuna memegang pundak Fiska dan mendongakkan wajahnya.


"Siapa fis?bilang sama aku,gausa takut"suara Arjuna melembut.


"David"jawab Fiska jujur.


"Davin yang nyium kamu?"tanya Arjuna memastikan.


"Emang kenapa kok dia mau nyelakain aku?"heran Arjuna.


"Gara-gara mamah kamu,ngerebut papa dia,dan papa dia udah bercerai sama mamanya setelah itu mamanya bunuh diri,dan dia suka sama aku"jawab Fiska.


"Mamah aku?"Arjuna semakin heran.


"Iya,istrinya pak Bayu"jawab Fiska.


'berarti mama tiri gue'batin Arjuna.


"Jun aku takut kamu di apa-apain sama dia"Fiska mulai menangis.


Arjuna membawa Fiska dalam pelukannya ia mengelus rambut Fiska.


"Gausa khawatir aku pasti baik-baik aja kok"ucap Juna menenangkan.


"Udah masalah itu kita pikir besok lagi,kamu istirahat dulu,udah malem aku kesini karena mau ngambil handphone aku"ucap Arjuna.


"Yauda kalo gitu aku pulang dulu"Arjuna mengecup kening Fiska terlebih dahulu.


"Hati-hati"ucap Fiska dan Arjuna mengangguk.


xxxxxxx


Arjuna mendapat teror beberapa kali dari seseorang yang tak dikenal,orang itu akan mengirim kotak kardus berisi kain perca putih dan ada bercak darahnya.


Awalnya Arjuna tak ambil pusing namun semakin hari teror itu seakan mengancam dirinya.


Teror itu membuat Arjuna pusing,saat tengah duduk di sofa kamar, hapenya berbunyi menandakan ada telfon dari nomor yang tak dikenal


Arjuna mengangkatnya.


"Halo"ucap Arjuna.


"Anjing!"umpat Arjuna.


Ia mengenakan jaketnya dan mengambil kunci mobilnya,saat keluar dari apartemennya di depan pintu ada Revo dan juga Radit.


"Lo mau kemana bro?"tanya Revo.


"Fiska diculik *****"jawab Arjuna sedikit berteriak.


"Lo serius?yauda gue ikut"Radit berucap dan Arjuna mengangguk.


"Lo yakin ini tempatnya?"tanya Rio setelah melihat bahwa tempat yang dikatakan Arjuna adalah rumah kosong dekat belakang SMA 2 Bakti Wisma,setau Revo rumah itu menjadi beskem geng motor dari SMA 2 Bakti Wisma yang dikenal Davidson Genk. Ia juga pernah mendengar Genk itu adalah perkumpulan anak-anak jalanan,namun kurang mengerti tujuan mereka apa.


"Yaudah yuk masuk"ajak Arjuna berlari ke arah rumah kosong itu dan diikuti oleh Radit dan Revo.


'brakk' Arjuna mendobrak pintu dengan kakinya.


Ia melihat Fiska tengah ditali dikursi dengan mulut yang ditutup oleh lakban.


"Oh dateng juga ya Lo?"basa basi Davidson Nugraha atau yang disapa David.


"LEPASIN FISKA ANJING!"Arjuna menatap tajam David.


"Ck setelah kematian Lo gue bakal ngelepasin Fiska!"dingin David.


Fiska memberontak dengan menghentak-hentakkan kakinya seakan berkata 'jangan!'.


Arjuna berjalan menuju Fiska, ia melepaskan lakban Fiska,Fiska menangis.


"Hiks aku takut Jun,aku takutt"Fiska menangis.


"Gausa nangis,aku disini,aku bakal jagain kamu,oke sayang?"Arjuna mengusap air mata Fiska dan mengecup bibir Fiska yang masih bergetar.


"Ck kalian berdua bikin gue muakk!"David menarik kerah jaket Arjuna dan memukul pipinya.


"JUNAA!"Teriak Fiska.


Arjuna tak mau kalah ia bergantian memukul pipi David,dan terjadi perkelahian yang parah antara mereka berdua.


Tenaga mereka terkuras habis namun tak ada yang mau mengalah.


"CUKUP!"Teriak Fiska mengakhiri perkelahian itu,ia tak bisa membela siapa-siapa disini,baginya David dan Arjuna sama-sama berarti,David yang menjadi sahabat dan kakaknya sejak kecil dan Arjuna yang menjadi kekasihnya.


"Kalo kalian berantem lagi,aku akan nyelakain diri aku sendiri!"ancam Fiska mengambil pisau yang didekatnya dan dikerahkan ke lehernya.


"FISKA JANGAN!!"Teriak David khawatir ia ingin menghampiri Fiska namun Fiska berucap.


"Kalo ada yang maju satu langkah maka aku juga ga akan segan-segan mati disini!"Fiska kembali mengancam.


"Sayanggg"Arjuna menghela nafas ia juga ikut khawatir.


"David please aku mohon ini semua bukan salah Arjuna,itu semua salah mamanya bahkan Arjuna gatau apa-apa dav,percaya sama aku,aku tau dav kamu marah,kamu benci karena mama Arjuna selingkuh sama papa kamu dan akhirnya mama kamu-"Fiska tak kuat mengucapkan kata lagi.


"Dav aku tau kamu sayang sama aku,tapi dav aku gabisa,kamu kakak dan sahabat yang paling baik buat aku dav,rasa dan cinta gabisa dipaksa dav,aku percaya kamu bakal dapet yang lebih baik dari aku"Fiska menatap dalam David,ia pun meneteskan air matanya.


Jika sudah melihat Fiska menangis Davin akan menjadi tak tega,meski cintanya tak terbalas David ingin membuat Fiska tertawa,ia ingin melihat gadis itu bahagia saat bersamanya,bagaimana bisa ia membuat gadis itu menangis karenanya.


David maju menghampiri Fiska ia melepas ikatan pada kaki Fiska kemudian mencodongkan wajahnya dan mengecup bibir Fiska,hanya mengecup tidak lebih,Fiska memejamkan matanya,ia juga tau meskipun David keras kepala dan egois namun David tidak akan pernah menyakitinya,ia akan selalu melindunginya,tidak akan ada orang yang berani menyentuh Fiska jika David sudah bersamanya.


Melihat Fiska memejamkan matanya,David pun ikut memejamkan matanya ia sedikit menyesap bibir manis itu dan menempelkan bibir itu cukup lama.


Arjuna ingin menghampiri namun tangannya dicekal oleh Revo,Revo menatap Arjuna dan menggelengkan kepalanya pelan. Arjuna paham lalu membuang nafas untuk meredakan emosinya.


Setelah cukup puas David memundurkan kepalanya.


Lalu berjalan menuju Arjuna.


"Nitip Fiska,bahagiain dia,kalo Lo berani nyakitin dia, gue ga akan segan-segan untuk ngambil dia dari Lo!"David mengancam kemudian mengajak anak-anak gengnya dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Fiska lari kearah Arjuna ia memeluk Arjuna dengan erat.


"Kamu gapapa kan?"tanya Arjuna dan Fiska mengangguk.


"Yauda kita ke rumah sakit dulu Jun,luka Lo cukup parah"ajak Radit.


Radit dan Revo mereka hanya menyaksikan, berniat ingin menghajar anak-anak Davidson Genk malah anak Davidson Genk menawari rokok,jadilah mereka berdua merokok sambil menyaksikan sebuah sinetron dadakan bersama Davidson Genk.


Setelah selesai dari rumah sakit Revo,Radit,dan Fiska masuk ke apartemen Arjuna.


"Kalian berdua ngapa ikut?"tanya Arjuna pada Revo dan Radit yang ikut masuk ke apartemennya.


"Gaboleh tau pacaran berduaan nanti yang ketiga setan"ucap Revo.


"Iya setannla Lo berdua!"cebik Arjuna.


"Yaelah Jun kalo Lo mau apel ya silahkan orang tadi kita kesini mau main PS gratis, ya gak dit?"Revo menatap Arjuna lalu bertanya pada Radit.


"Yak betul sekalee"jawab Radit.


Arjuna memutar bola matanya jengah.


"Udah biarin aja,toh kan PS kamu dikamar atas yang,biar rame juga,kalo berdua nanti timbul fitnah"Fiska membuka suara setelah menyimak perdebatan ketiga lelaki dihadapannya.


"Ck Fiska aja paham,masa lo kagak"cebik Radit.


"Biasa men dulunya pas pembagian imunisasi dia ke sungai nyari kecebong,jadinya otak dan tubuhnya tidak mendapat perlindungan dari yang maha kuasa"lebay Revo.


"Bacot klean!udah sana masuk kamar gue"lerai Arjuna.


"Nah daritadi gitu dong boss kan mantap-mantap"kekeh Radit dan kemudian Revo dan Radit menaiki tangga kamar Arjuna.


"Masih sakit?"tanya Fiska tengah duduk diruang tamu dan Arjuna mengangguk.


"Yang mana yang sakit?"tanya Fiska sekali lagi.


Arjuna menunjuk pada dada bagian kanan tepatnya pada hatinya dan juga matanya


"Lah kok disitu"Fiska heran.


"Abis liat yang panas tadi eh hatinya ikut panas"ketus Arjuna,Fiska masih heran namun detik berikutnya ia paham.


"Oh jadi cemburu toh"goda Fiska.


"Ga tuh b aja"ucap Arjuna singkat.


"Macacih"Fiska menoel dagu Arjuna.


"Hm"


"Kamu mau,nanti aku kasih lebih"goda Fiska mengerlingkan matanya.


Arjuna menelan ludah,kesempatan langka!,mana bisa ia nolak,tapi gengsi,ia harus stay cool untuk tidak terpancing.


Fiska melihat Arjuna menelan ludah dan terdiam,ia terkekeh lalu menangkup pipi Arjuna dan mendekatkan wajahnya.


Arjuna memejamkan matanya dan membuka sedikit mulutnya namun bibir Fiska belum juga menempel,ia membuka matanya dan melihat Fiska tengah senyum menatapnya.


"Bibir kamu masih sedikit sobek tuh,nanti tambah parah,lain kali aja"Fiska terkekeh kemudian berdiri dan ingin menuju kulkas untuk mengambil minuman.


Namun tangannya dicekal Arjuna dan ditarik hingga Fiska terhempas ke sofa,tanpa ba-bi-bu-be Arjuna mencium bibir fiska sedikit menyesapnya jika lebih nanti malah ia yang sakit.


Arjuna melepaskan ciumannya.


"Bibirku sakit yang"adu Arjuna merajuk.


Fiska terkekeh kemudian berdiri dan berbalik mencium bibir Arjuna sekilas.


"Cepet sembuh bibir seksi"Fiska memainkan bibir Arjuna dengan tangannya lalu pergi menuju dapur.


Arjuna terkekeh kemudian berbicara pada bibirnya.


"Elu sih pake sobek segala kan gue jadi kehilangan item langka"monolog Arjuna.


"Miris gue lihatnya"ucap Radit terkekeh menyaksikan tayangan cctv ruang tamu yang menampilkan kejadian antara Fiska dan Arjuna.


"Iklan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh iklan air mineral yang asli dari sumbernya"lanjut Revo.


"Ditambah slogan iklan produk kecantikan wajah. Natural alami dan halal"Radit menyambung.