
Annisa pergi ke rumah Salsa dan langsung nylonong masuk ke kamar Salsa.
'Dorrr' Annisa berniat mengejutkan Salsa namun gadis itu ternyata tak ada dikamarnya.
'Dorr'Kejut Salsa balik dibelakang Annisa.
"Aaaa astaghfirullah"Kejut Annisa mengelus dadanya.
"Eh piso ayam Lo ngagetin gue bangke"kesal Annisa.
"Sorry kak An ngapain kesini?"tanya Annisa.
"Ck seharusnya gue yang tanya sama Lo darimana aja Lo?"
Bukannya menjawab Salsa malah senyum-senyum sendiri.
"Gak waras ni anak"Annisa ngeri.
"Salsa abis pergi sama kak Revo"Salsa tersenyum menyebut nama Revo.
"Revo?Revo temen gue" Annisa memastikan dan Salsa mengangguk.
"Kok bisa?"Annisa bingung kapan mereka bisa saling kenal dan saling dekat.
"Masuk dulu ah kak An"ajak Salsa.
Salsa menceritakan semuanya pada Annisa bagaimana ia bisa kenal dan bagaimana ia bisa pergi hari ini dengan Revo.
"Jangan bilang kalo Lo suka sama Revo?"Annisa memicingkan matanya.
Salsa hanya tersenyum mengingat Revo.
"Ck Sa dengerin gue deh kayanya Lo gabakalan dapet hatinya Revo, percaya deh sama gue"Annisa mulai mengingatkan Salsa.
"Kenapa?"Salsa mulai tertarik dengan cerita Revo.
"Dia punya mantan,dan asal Lo tau dia selama ini masih belum move on bahkan masih berharap mantannya balik"jelas Annisa.
"Ohya?tapi kak Revo baik-baik aja kayanya"
"Ya dia emang keliatan baik-baik aja tapi kenyataannya emang dia belum move on dari mantannya Sa, dia udah gonta-ganti pacar biar bisa move sama mantannya tapi tetep aja nihil"jelas Annisa lagi.
"Nama mantannya siapa kak?"tanya Salsa, dia memikirkan apakan dia akan menjadi bahan untuk melupakan mantan Revo lagi ia menjadi sedih.
"Udah jangan sedih gitu ajak Revo nyaman makanya gue yakin pasti dia bakal suka sama lo, kalo ngga salah namanya Amora"jawab Annisa.
"Emang selama ini mantannya gabikin kak Revo nyaman apa?"
"Gatau sih tapi setau gue nih ya mantan-mantan Revo cuma numpang tenar kalo ngga ya morotin duit Revo"
"Ck emang di London ga ada yang cakep apa? sampe-sampe Lo suka sama kresek mercon kaya Revo"heran Annisa.
"Hehe Salsa mah gasuka sama bule-bule kak Salsa pengennya sama yang beda keturunan biar nanti anak Salsa ada campuran ras nya gituloh"jelas Salsa terkekeh.
"Astaga masih bocil udah mikir anak"heran Annisa menggeplak kepala Salsa pelan.
"Bercanda kak lagian kan dulu gaboleh pacaran sama Daddy ya jadi Salsa masih jomblo,cuma Kak Revo aja yang bikin hati Salsa berbunga-bunga"lanjut Salsa kembali senyum-senyum sendiri.
"Ck gila Lo,tapi gapapasih kalo Lo suka sama Revo,dia baik kok cuma ya gitu lah pokonya"
"Iya kak Salsa paham"
"Tapi inget, jika nanti suatu jika Revo ngebuat Lo sedih jangan nyalahin dia Lo juga perlu nyalahin diri Lo sendiri Lo udah berani masuk jangan salahin dia kalo ngasih suguhan Lo kopi hitam padahal Lo minta jus mangga"Annisa sengaja tidak menyindir dengan kata langsung ia tidak mau membuat Salsa berkecil hati ia yakin Salsa faham maksudnya.
"Iya Salsa faham kok"ucap Salsa tersenyum.
xxxxxxxxxxxx
Revo, Rio dan Arjuna tengah menikmati rokok diatap sekolah menyesap dan mengepulkan asap rokok ke udara.
Saat tengah asyik menikmati tiba-tiba Salsa datang, ia tak tau jika ada orang disana.
"Eh maaf kak Salsa gatau"Salsa berbalik berniat ingin ke kelas namun Revo memanggilnya.
"Sa"panggil Revo.
Salsa menoleh "iya?"
"Ck ada yang pedekate nih cabut kuy Jun jadi nyamuk gaenak"ajak Rio pada Arjuna untuk meninggalkan Revo dan Salsa berdua.
Salsa tersenyum ketika Rio dan Arjuna melewatinya.
"Sa sini gacapek apa berdiri"panggil Revo pada Salsa.
Salsa berjalan menuju Revo dan duduk dihadapannya.
"Kok kamu kesini?"tanya Revo.
"Bosen kak"balas Salsa dan Revo ber-oh.
"Kak Salsa boleh tanya sesuatu ngga?"
"Tanya apa?"
"Kak Revo masih suka sama mantan kak Revo?masih cinta mungkin?"tanya polos Salsa.
"Kamu tau?"tanya balik Revo dan Salsa mengangguk.
"Gausa dibahas aku gasuka"jawab singkat Revo.
Salsa menjadi tak enak mendengar jawab Revo ia hanya bermaksud bertanya tapi Revo malah salah paham akan pertanyaannya.
"Maafin Salsa kak"Salsa tertunduk.
"Udah gapapa,kamu mau kan bantu aku buat ngelupain mantanku?"tanya Revo namun Salsa menggeleng.
"Kenapa?"
"Salsa gamau jadi bahan buat ngelupain mantan kak Revo, Salsa maunya kak Revo beneran suka sama Salsa, katanya kak Revo punya banyak mantan karena cuman mau ngelupain mantan kak Revo yang belum berhasil kakak lupain, Salsa gamau, Salsa pengennya kak Revo tulus sama Salsa"jelas Salsa masih tertunduk.
Revo tidak tau harus merespon bagaimana ia lalu menggenggam tangan Salsa.
"Kita jalanin aja dulu aku yakin kamu bisa ngebuat aku suka dan sayang sama kamu dengan tulus oke"
Salsa menatap Revo ia mencari kebohongan lelaki itu namun ia tidak berhasil mendapatkannya.
"Udah jangan cemberut gitu nanti pulang sekolah aku ajak ke kafe oke"bujuk Revo dan Salsa mengangguk.
2 bulan berlalu kedekatan Revo dan Salsa semakin dekat.
Kali ini mereka sedang berada dicafe Revo sedang meracik kopi dan Salsa tengah menatap Revo dengan menopang dagunya menggunakan kedua tangan.
"Kak Salsa ijin ke toilet bentar ya"pamit Salsa tiba-tiba ia ingin ke toilet.
Pintu cafe terbuka menandakan ada orang masuk.
"Selamat datang di cafe Rom-"Revo menatap orang yang masuk tiba-tiba tubuhnya membeku ia menatap tak percaya dengan orang yang dilihatnya orang yang selama ini telah mengobrak-ngabrik hatinya.
"Amora!"kejut Revo.
Amore tersenyum manis pada Revo.
"Hai Rev,apa kabar?"sapa Amora pada Revo.
"Ba-baik"gugup Revo.
"Gue denger-denger ini cafe ya"tanya Amora.
"Punya kakak gue"singkat Revo dan Amora mengangguk.
Salsa datang setelah dari toilet ia melihat Revo berhadapan dengan wanita cantik.
Ia menatap wanita itu seperti pernah melihat namun ia lupa.
"Kak"panggil Salsa pada Revo.
"Oh udah balik, langsung pulang yuk"ajak Revo.
Salsa sepertinya paham lalu ia mengangguk membiarkan Revo menggandeng tangannya.
Sesampainya di dalam mobil Revo hanya diam ia menatap fokus pada jalanan, Salsa ingin bertanya namun ia tak berani.
"Yang tadi Amora dia mantan aku yang ngebuat aku gabisa lupain dia"ucap Revo tiba-tiba karena merasa Salsa ingin mengucap sesuatu tapi tak jadi.
'pantas saja aku seperti pernah melihatnya ia adalah gadis yang difoto saat aku menemukan foto itu disampah kamar kak Revo"
Revo meninggalkan Salsa sendiri diruang tamu bersama Nadin, pikirannya tiba-tiba kacau.
Hampir dua jam Salsa diruang tamu namun Revo belum juga keluar bahkan Nadin sudah terlelap.
Ia menggendong Nadin dan memberikannya pada Lisa setelah itu ia pamit pulang.
Lisa yakin Revo dan Salsa pasti terjadi sesuatu mengingat selama ini mereka sangat dekat tapi itu adalah urusan mereka dan Lisa tidak ingin ikut campur.
Salsa sampai dirumah menggunakan taksi online ia masuk kedalam rumahnya dan melihat ada Rere,Annisa,Ida dan Aqila sedang duduk di sofa ruang tamu.
Salsa selama ini tinggal sendiri di Indonesia awalnya orang tua Salsa melarang namu Salsa merengek bahkan tidak mau makan sama sekali,mau tidak mau orang tua Salsa mengizinkan Salsa di Indonesia dan menitipkan pada orang tua Annisa,namun Salsa lebih memilih tinggal dirumahnya sendiri yaitu rumah Mamanya yang berasal dari Indonesia.
"Kenapa Lo?"tanya Annisa setelah melihat Salsa menekuk wajahnya dan tak lupa setelah menjawab salam Salsa.
"Kak Revo ketemu mantannya"jawab Salsa sedih.
"Yaelah kan mantan Revo emang banyak sa"saut Aqila.
"Mantannya yang gabisa kak Revo lupain kak,siapa sih namanya Salsa lupa"
"Amora maksud Lo"lanjut Ida. Ida memang pernah dekat dengan Revo namun karena Revo kurang gercep jadinya Ida sudah ditembak oleh cowo lain yang bersekolah di SMA 2 Bakti Wisma.
Salsa mengagguk lesu. Dan menceritakan kejadian tadi siang yang membuatnya hilang mood.
"Gue yakin dia syok"ucap Aqila setelah mendengar cerita Salsa.
"Gue juga secara kan hampir 2 tahun lebih Revo usaha ngelupain dia tapi nihil"lanjut Rere.
"Udah Lo sabar aja gue yakin Revo pasti cuma kaget Lo tenang oke"ucap Annisa memberi semangat.
Salsa sedikit lega setidaknya beban hatinya berkurang.
Sudah beberapa hari berlalu semenjak kejadian Revo bertemu Amora,namun laki-laki itu masih mendiamkan Salsa,jangankan menghubungi ia bahkan tidak pernah melihat Salsa lagi.
Hati Salsa sakit melihat Revo menghindarinya ia ingin menangis apa Revo perasaan Revo pada Amora kembali secepat itu.
Namun Salsa tidak boleh menyerah ia yakin Revo akan kembali padanya lagi.
Senin pagi ada pertandingan bola volly antara sekolah bakti Wisma yaitu SMA 1 Bakti Wisma dan SMA 2 Bakti Wisma. Dan yang menjadi tuan rumah adalah SMA 1 Bakti Wisma.
Pertandingan dimulai kedua tim memperoleh skor yang sama namun sepertinya kali ini keberuntungan berpihak pada tim dari SMA 2 Bakti Wisma, ya mereka berhasil memenangkan pertandingan kali ini.
Revo dan teman-teman basketnya menuju area istirahat baru saja Salsa berniat memberikan minum pada Revo namun Amora sudah memberikan minuman dan juga handuk pada Revo. Ia bisa melihat jelas Revo tertawa bahagia bersama Amora,tawa yang dulu selalu Revo berikan untuknya kini ia merindukan itu.
"Boleh buat gue?"tanya Tama muncul dihadapan Salsa.
"Eh kak Tama, iya boleh nih"Salsa memberikan minumannya pada Tama. Lalu ia mengelap keringat Tama dengan handuk kecil yang sudah ia siapkan untuk Revo tadi.
Revo memandang jauh Salsa yang sedang mengelap dan meberikan minuman pada Tama. Ia tak suka melihat kedekatan Salsa dan juga Tama.
"Rev kamu dengerin aku kan?"tanya Amora karena tidak mendapat respon apapun ketika Amora berbicara padanya.
"Hah iya gue dengerin kok"
"Nanti aku mau ke cafe ntar kamu jemput ya"
"Iya"balas Revo tersenyum manis pada Amora.
Revo dan Amora masuk kedalam cafe,Revo menyuruh Amora untuk duduk terlebih dahulu dan Revo akan menyiapkan minuman.
"Mbak gasuka lihat kamu deket sama dia Rev"ucap Ogi tiba-tiba.
"Amora mba masutnya?" Tanya Revo dan Ogi mengagguk.
"Inget Rev, dia itu udah ngebuang kamu masa dia mungut kamu lagi,ck wanita rendahan"ucap Ogi sinis lalu meninggalkan Revo.
Salsa kebetulan datang ke cafe bersama Annisa baru saja masuk ia sudah disuguhi pemandangan Revo dan Amora yang sedang bermesraan, sesekali Revo mencubit pipi Amora gemas.
"Lo yakin masih mau masuk?"tanya Annisa memastikan,ia juga melihat Revo dan Amora.
"Lanjut aja kak udah yuk"Salsa memilih duduk dekat jendela namun ia masih bisa mendengar canda tawa dari Revo dan Amora.
Hatinya sakit mengapa semua jadi seperti ini.
"Saaa"
"Salsa gapapa kak"ucap Salsa tersenyum palsu.
Annisa tak tega melihat Salsa seperti ini.
Ia lalu mengampiri Revo dan membawa jus lemonnya ia menggebrak meja Revo dan melemparkan jus itu pada baju Revo.
"Ini balesan Lo karena udah nyakitin sepupu gue anjing!"umpat Annisa pelan pada Revo namun aksinya mengudang perhatian seluruh isi cafe.
Salsa menghampiri Annisa ia menarik Annisa keluar setelah membayar pesanannya ia menoleh pada Revo sekilas lalu membuang mukanya.
Revo ingin mengejar namun tangannya dicekal oleh Amora. Amora menyuruhnya membersihkan tumpahan jus pada bajunya.