
Jam dikamar Aqila menunjukkan pukul 08.00 dan hari ini adalah hari senin,oh pasti kalian tau kan berarti hari ini dia telat.
"Gue telat kambing!"Aqila turun dari ranjangnya, cukup 5 menit ia sudah siap dengan seragam dan juga tasnya.
Ia turun keluar rumah dan melihat mamanya sedang menyiram tanaman di halaman depan rumah.
"Mah Qila berangkat ya"pamit Aqila.
"Gamau bolos aja?"tanya vita nyinidir sih sebenarnya.
"Ga ah mah,lagian kata pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali"Aqila ngacir namun sebelumnya menyium pipi Vita.
Vita geleng-geleng dengan sikap putrinya.
Aqila membuka gerbang karena kebetulan satpam mereka tidak ada karena sedang mengantarakan barang Abas yang tertiggal.
"Oi bareng gue aja udah"jerit seseorang,Aqila menoleh kesana kemari bermaksud mencari sumber suara.
Dan ternyata Arjuna sedang berdiri diujung jalan.
"Ah iya mending gue bareng si Juna aja"Aqila berlari kearah Arjuna.
"Kuy"Ajak Aqila dan melingkarkan tangannya di perut Arjuna.
"ehh tangan lo"kejut Arjuna.
"udah deh gue tau lo mau kebutan,cepet ih panas ini"Aqila menggeplak pundak Arjuna.
Arjuna tersenyum kecil kemudian menghidupkan mesin motornya.
Arjuna dan Aqila sampai di parkiran sekolah,dengan rambut Aqila yang awut-awutan bagaimana tidak ia lupa membawa helm dan Arjuna juga tidak sadar akan hal itu.
"Junaa!lihat rambut gue"Aqila mengerucutkan bibirnya kesal.
"udah sini gue bantu benerin"Arjuna menata rambut Aqila dengan telaten.
"Udah"ucap Arjuna mengakhiri.
"Eh btw ini kita masuknya gimana?"tanya Aqila berbisik.
"elah elu ngapain bisik-bisik gitu,telinga gue juga ngga budek ya"
"ck ini biar ngga ketahuan mustofaaa"teriak Aqila kesal.
"Kalian terlambat?"Suara bariton seseorang memecah pertengkaran Arjuna dan Aqila.
"Ehhhh pak Joko,bukan kok pak,kita tu gak terlambat,jadi sebenarnya kita tadi anuuu"Aqila bingung harus mengeles apa.
"Anu apa?"tanya pak Joko tajam.
"ah itu lo pak tadi ada nenek-nenek yang nyebrang jalan,terus kita bantuin"lanjut Arjuna.
"jadi siapa yang bantuin nenek-nenek itu nyeberang?"tanya pak Joko lagi.
Aqila menunjuk Arjuna dan Arjuna menunjuk Aqila.
"kalian ini!huhh kalian bapak hukum membersihkan toilet yang ada disekolah"pak Joko mencoba sabar.
"pak tapi-"keluh Aqila.
"kesalahan kalian itu gabisa ditoleran,kalian tau kalian itu blablabla-"Pak Joko masih berbicara panjang lebar namun Arjuna menarik tangan Aqila sehingga pak Joko hanya berbicara sendiri.
"murid laknat"geram pak joko.
Peluh keringat bercururan di dahi Arjuna dan Aqila,sudah 3 jam mereka membersihkan toilet seluruh sekolah,meskipun dibilang cukup bersih namun tetap saja harus kelihatan dramatis biar totalitas.
"Pak joko gak capek apa daritadi ngawasin kita mulu"keluh Aqila karena sedari tadi pak Joko mengawasi mereka.
"Kalo ga diawasi kalian malah seenak jidat nanti"jawab pak Joko tegas.
Tiba-tiba handphone pak joko berdering,ia mendapat telphone from someone wkwk.
"Halo"ucap pak Joko.
"..."
"Baik,saya kesana sekarang"
Pak joko mengakhiri panggilannya.
"Saya akan ke ruang kepala sekolah sebentar,kalian harus tetap membersihkan toilet"ucap pak Joko meninggalkan Aqila dan Arjuna.
Arjuna dan Aqila menghembuskan nafas lega setidaknya mereka bisa bernafas dengan tenang,namun kemudian pak Joko berbalik hingga tubuh mereka menjadi tegang kembali.
"Dan yah,saat kembali nanti saya ingin toilet sudah bersih,jika sampai saya kembali namun toilet masih dalam keadaan kotor saya tidak akan segan-segan menambah hukuman kalian!"ancam pak Joko berlalu.
Arjuna dan Aqila pun bergegas mengambil pel dan mulai mengepel lantai dimana Arjuna bagian kiri dan Aqila bagian kanan. Keduanya saling berjalan mundur hingga bokong mereka tabrakan.
"kalo jalan pake mata suripahh"cebik Arjuna.
"Dimana-mana jalan itu pake kaki bege"jawab Aqila tak kalah sengit.
"ck salah gamau ngaku"cibir Arjuna.
"Apa lo bilang?!"kesal Aqila mengambil air pel yang didalam ember dan disiramkan pada Arjuna.
"Bjir Qilaa lo apa-apansih!"teriak Arjuna kesal,seragam atasnya kini basah kuyup perut kotak-kotaknya tercetak jelas dibalik seragam.
"wlee rasain siapa suruh bikin kesel gue"Balas Aqila meskipun sebenarnya ia juga menelan ludah,Arjuna memang seksihh:v.
"sini gak lo"Arjuna mencoba meraih Aqila,namun Aqila lari.
Toilet memang cukup luas sehingga mereka bisa main kejar-kejaran.
Saat berlari Aqila menyandung ember air pel milik Arjuna hingga air yang didalamnya mengalir kemana-mana.
Dan disaat itu keseimbangan Aqila mulai goyah,dengan cepat Arjuna menarik perut Aqila dari belakang namun seperdetik kemudian Arjuna terpleset hingga keduanya sama-sama jatuh,dimana posisi Arjuna tiduran dan Aqila diatasnya.
Aqila terkejut,rambut Arjuna sedikit basah mengalir diwajah mulusnya bibir merahnya begitu menggoda,hidung mereka yang saling bersentuhan membuat Aqila berpikiran kotor.
Arjuna memajukan wajahnya,Aqila terkejut ia memejamkan matanya erat,namun Arjuna malam membisikkan sesuatu pada.
"Bra lo warna merah muda"Arjuna tersenyum menggoda.
Aqila terkejut ia pun melihat ke arah seragamnya memang bisa dilihat jelas bahwa pakaian dalamnya menerawang.
Aqila bangkit dan mencebik Arjuna.
"Otak mesum,playboy cap ikan tenggiri"kesal Aqila.
"Mata gue kan seger lagi kalo gini"Arjuna lagi-lagi menggoda dan mendapat pelototan mata yang tajam dari Aqila.
"ck bantuin gue napa?!"Arjuna mengangkat tangannya agar Aqila mau membantunya berdiri.
"gitu aja lemahh!"balas Aqila namun juga membantu Arjuna berdiri.
Namun karena tenaga Aqila yang tak cukup kuat malah ia yang ketarik oleh Arjuna,dan berakhir Aqila duduk dipangkuan Arjuna,dimana saat itu posisi Arjuna sudah duduk dengan kaki yang masih selonjoran.
"Arjuna ih lo tuh ya!"kesal Aqila ingin berdiri namun Arjuna mencekal tangannya,dan Aqila kembali duduk dipangkuannya.
"Biar gini dulu,please"Arjuna memohon dengan suara melembut,Aqila tanpa sadar membiarkan Arjuna memeluk pinggangnya dan kepala Arjuna yang bersandar dipundaknya.
"AQILA!!ARJUNA!!APA YANG KALIAN LAKUKANNN!!!" Aqila dan Arjuna terkejut kemudian menoleh pada sumber suara yang menatap mereka dengan tatapan ingin membunuh.
"Pak Joko!!"kejut mereka berdua kemudian merubah posisi menjadi berdiri.
.
.
.
Dan disinilah mereka,berada diruangan yang paling ditakuti oleh para siswa, ruang apalagi kalo bukan ruang Bk.
"Kalian tuh ya,dihukum bersihin toilet malah bermesraan kaya tadi,punya tata krama atau tidak kalian ini!"tegas pak Joko yang sudah berapi-api menghadapi kedua murid yang entah apalah itu.
"pak tadi tu-"Aqila mencoba membela namun langsung disela pak Joko yang membuatnya kicep.
"kamu juga anak cewek itu harus punya harga diri yang tinggi,kalo di nasehati itu nurut!bukan ngebantah"tegas pak Joko.
"Dan kamu Arjuna,jangan mentang-mentang anak pemilik sekolah jangan seenaknya ya kamu!sekolah juga punya aturan,kamu kira sekolah yang bangun kakek kamu apa!"tegas pak Joko pada Arjuna.
"lah kan yang bangun emang kakek saya pak"sela Arjuna ya memang benar.
"Diammm!!"Pak Joko kehabisan kesabaran.
"Kalian tunggu disini!saya akan minta surat dari kepala sekolah untuk kalian berdua,jangan berani berbuat macam-macam lagi!"tegas pak Joko.
'brakkk' pintu ditutup keras oleh pak Joko.
Suasana menjadi canggung,dimana Arjuna diam dan Aqila berpura-pura bermain rok.
Keduanya sudah mendapat seragam ganti dan langsung memakainya.
"ekhem gimana kalo kita main"Arjuna memecah suasana yang bungkam itu.
"main apa?"tanya balik Aqila.
"Abc lima dasar gimana?"jawab asal Arjuna.
"oke juga,nama hewan aja biar gampang"balas Aqila dan Arjuna mengangguk.
"Abc lima dasar"ucap Arjuna.
"ABCDEFG....M"Aqila menghitung huruf.
"Macan"jawab Arjuna.
"Musang"lanjut Aqila.
"Monyet"lanjut Arjuna.
"Mantan"jawab Aqila Asal.
"eh emang ada ya nama hewan mantan?"heran Arjuna.
"ngasal gue"balas Aqila.
"Ganti deh"acuh Aqila yang merasa permainannya tak asik.
Dan pintu ruangan terbuka muncullah pak Joko dengan bu Dewi selaku wali kelas.
"Saya kecewa dengan kalian"ucap bu Dewi dengan nada datar lalu melenggang pergi dari ruangan Bk.
"pak Joko sih tuh kan bu Dewi ikutan marah"tuduh Aqila.
"kok saya"heran pak Joko menunjuk dirinya sendiri.
"Tau ah bapak ga asik"Aqila duduk sengan menyilangkan tangannya didada.
"aduh saya ini kesini mau kasih hukuman ke kalian"ucap pak Joko tersadar tujuannya kembali ke ruang Bk.
"besok suruh orang tua kalian kesini"ucap pak Joko.
"itu doang pak?yaudah kalo gitu kita permisi"Arjuna berdiri dan mengajak Aqila.
"ehh kalian juga akan diskors selama 2 hari"lanjut pak Joko.
"lah pak masa gitu aja diskor"Aqila tak terima.
"Biar kalian sadar kesalahan kalian!"tegas Pak Joko kemudian menyuruh Aqila dan Arjuna pergi tak lupa memberi surat panggilan orang tua.
Aqila bersyukur Davin tidak marah padanya padahal ia sudah mengatakan sejujurnya pada lelaki itu,namun Davin malah berucap.
"Yauda gapapa,buat pelajaran aja"Davin tersenyum lembut pada Aqila.
"Beneran gak marah?"Aqila memastikan.
"Beneran sayang"Davin mengecup pipi gembul Aqila.
"Makasih"Balas Aqila memeluk Davin.
Posisi mereka sekarang berada diparkiran sekolah.
.
.
.
Berbeda dengan Arjuna dan Fiska,Fiska begitu kesal pada Arjuna,ia juga sudah mendengar berita tadi pagi yang cukup menggemparkan isi sekolah.
"kamu tu gimana sih,masa iya kamu blablabla-"ucap Fiska yang belum selesai
cup
Arjuna mengecup bibir Fiska.
"Udah jangan marah,aku tau aku salah"sesal Arjuna.
"jangan diulangin lagi,aku gasuka"ucap Fiska.
"iya sayang,janji deh"Arjuna menggenggam tangan Fisika.
"Yauda kalo gitu kita pulang"Ajak Arjuna dan Fiska mengangguk meskipun hatinya masih sedikit kecewa.
.
.
.
TBC.